Ketika saya menulis tulisan ini saya tidak memiliki pretensi apa apa tetapi saya sangat miris dengan nasib obyek penderitanya. Di TV dan kehidupan nyata baik itu kehidupan selebritis maupun kehidupan awam banyak kita jumpai berita yang istilah dalam pepatah melayu "gajah berkelahi pelanduk mati di tengah'. Ketika saya nonton berita gosip dua selebritis di republik ini yang berseteru tanpa henti maka yang saya bayangkan adalah anak hasil buah cinta mereka sebagai rasa kasih cinta Tuhan juga. Kepala dingin sudah dikalahkan oleh emosi dan syahwat. Walau pun dengan sebab yang beragam tetapi sepertinya mereka tidak memikirkan buah hati dan tidak jarang perebutan buah hatipun berlangsung ramai. Anehnya lagi tayangan ini ditayangkan pada pagi, siang dan sore hari yang anak-anak kecil pun dapat contoh yang tidak baik. Terkadang saya miris melihatnya karena anak-anak kecil lebih tahu tentang hal ini ketimbang belajar menghafal kali-kalian untuk memudahkan pelajaran matematika di sekolahnya.
Tayangan ini akan menjadi preseden buruk bagi yang lainnya tetapi yang ingin saya tulis adalah bagaimana nasib anak-anak yang masih belum mengerti apa-apa itu? Padahal sang buah hati sangat memerlukan kasih sayang dari kedua orang tua yang seharusnya menyanyangi dan melindungi mereka dengan pelukan dan ciuman kasih sayang sebagai penguat hati ketika mereka membutuhkannya.
Apalah jadinya ketika mereka hanya menemukan pertengkaran demi pertengkaran yang tiada henti sedangkan yang mereka butuhkan kedamaian ? Apalah jadinya perkembangan jiwa mereka ketika nanti beranjak ke remaja dan dewasa ?
Anak adalah peniru yang baik ....(katanya)..tetapi memang iya sih cobalah Anda amati anak Anda sendiri ketika sedang menonton televisi bagaimana lagak dan gayanya ketika dia ingin meniru gerakan dari penyanyi cilik yang dilihatnya,sungguh lucu dan menyenangkan sekali.
Wahai orang tua - orang tua yang sedang berseteru tidak kah kalian ingin menyaksikan kelucuan anak-anak Anda dengan bercengkrama bersama mereka ? Tidak kah senyum ompong mereka yang membuat kalian cepat-cepat pulang ke rumah untuk segera memeluk dan menciumnya sambil mendengarkan celoteh mereka karena mereka ingin didengarkan juga? Tidakkah rengek mereka yang selalu manja dan selalu minta digendong bila mereka merasakan badan mereka agak kurang sehat ? Tidakkah kalian merasakan kangen dengan tingkah mereka yang terkadang menjengkelkan ?
Cobalah merenungi diri...dan buanglah perasaan gengsi dan ego jauh jauh. Adakah kalian temukan jawaban bahwa tugas dan tanggung jawab kalian dalam membesarkan anak-anak sebagai titipan Tuhan di dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban ketika kehidupan setelah kematian datang ? Bila kalian tidak menemukan jawabannya cobalah tanya pada diri kalian; Apakah dalam hidup ini kalian sudah mengikuti tuntunan agama yang kalian anut? Hanya kalian yang bisa menjawabnya wahai bapak dan ibu, papa dan mama, bapak dan emak, abak dan emak ? Ditangan kalianlah karakter penerus akan terbentuk dengan segala kehendak Tuhan sebagai pemegang hak dalam merubah kehendak kalian para orang tua?
Bagi yang membaca tulisan ini mudah-mudahan kalian tergugah karena "Anaklah yang membuat kita termotivasi untuk berbuat lebih dan ingat kita harus mempersiapkan mereka dengan memberikan bekal yang sesuai dengan zamannya"
