Thursday, August 30, 2007

Ramadhan dan harga kebutuhan

Ketika pagi tadi saya menyaksikan berita yang menyiarkan meningkatnya harga kebutuhan pokok untuk keperluan sehari-hari sangat menggugah saya untuk menulis. Dalam pandangan saya apapun alasannya bahwa menjelang bulan Ramadhan biasanya harga akan terus meningkat sampai menjelang akhir tahun adalah sesuatu yang aneh. Kenapa aneh, khususnya di bulan Ramadhan karena berarti selama ini kita tidak mengerti filosofi yang dalam dari Ramadhan itu sendiri (tentunya bagi yang menjalaninya). Mengapa begitu ? Karena harga pasar ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran berarti permintaan akan suatu barang pada menjelang Ramadhan ini meningkat pesat sehingga terjadi kelangkaan barang di pasaran. Bisa jadi juga ada yang menumpuk barang untuk nanti dijual kembali menjelang hari raya dengan harga yang tinggi.

Pembahasan kali ini lebih menekankan pada filosofi makna dari Ramadhan itu sendiri. Pada Ramadhan kita diperintahkan oleh Al Quran untuk menahan diri dari lapar dan dahaga, artinya tentu konsumsi kita akan lebih sedikit dibanding hari biasanya. Kan aneh kalau justru pada saat Ramadhan konsumsi kita meningkat sehingga menyebabkan barang langka di pasaran dan akhirnya harga melambung tinggi.

Keberhasilan kita dalam menjalani Ramadhan seprti hari hari biasanya merupakan puncak pemahaman filosofi mendalam terhadap perintah agama yang telah pula di lakoni oleh para pendahulu kita. Memang banyak kita lihat dalam kehidupan sehari-hari pada bulan Ramadhan ...terutama menu pada saat berbuka bahwa kita mengada adakan panganan yang pada hari biasanya tidak pernah ada. Padahal kita diperintahkan untuk menahan diri dalam arti yang sesungguhnya dan luas pengertiannya.

Untuk itu saya menyerukan kepada kaum muslimin dan muslimat yang melaksanakan Ramadhan untuk berbuat seperti biasanya, seperti hari biasa ketika tidak Ramadhan dalam pola konsumsi karena seperti itulah Insya Allah yang diajarkan oleh Islam kepada ummatnya. Bukannya malah merubah pola konsumsi sehingga mubazir dan tidak bermakna yang menyebabkan barang langka di pasaran dan akhirnya harganya melangit.

Tentunya kita harus lebih bijak dalam menyikapi Ramadhan kali ini dan juga kita patut bersyukur karena kita diberikan kesempatan untuk menjalaninya kembali, tentunya dengan lebih mengerti makna akan Ramdhan yang sesungguhnya.

Tuesday, August 28, 2007

Minyak Tanah dan Gas

Di negeri ini apa yang tidak membuat rakyat kecil menanggung semua beban akibat kerakusan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa berkuasa atas segala sesuatu di dunia dan merasa tidak akan mati ?

Waktu saya, untuk menonton TV adalah waktu untuk menonton berita mengikuti perkembangan negeri ini, MAU KEMANA... perkembangan yang terjadi tentang konversi energi dari minyak ke gas membuat sebagian besar kecil ikut menanggung beban derita...entah itu karena ditarik bayaran untuk ongkos lelah petugas entah itu antre karena minyak langka...lengkaplah sudah bukti buruknya manajemen negeri ini dalam hal layanan publik. Sementara di sisi lain banyak saya melihat spanduk membentang yang berbunyi "warga yang bijak adalah warga yang taat membayar pajak". Padahal kata orang-orang pintar bahwa pajak dari rakyat itulah yang digunakan untuk kepentingan dan layanan publik. Kalo begitu ada yang salah dari manajemen negeri ini.

Bagaimana tidak,....lalu lintas macet, kecelakaan transportasi yang sering terjadi sampai pada naiknya harga barang menjelang hari-hari besar agama tertentu dan menjelang akhir tahun. Padahal ada yang bilang di Arab Saudi harga roti dari dulu sampai sekarang (itu roti yang buat nampar kepala orang bisa pingsan-roti prancis) tetap 1 real. Ada lagi yang salah sama kita kan kalo begitu ..salahnya begini kalau orang lain bisa kenapa kita tidak ????

Ngomong-ngomong kembali masalah konversi dari minyak ke gas masyarakatlah yang selalu jadi korban kebijakan. Pada posisi ekonomi yang sulit seperti ini dan tingginya angka pengangguran tentu jadi masalah tersendiri.

Saya sempat memikirkan bagaimana jalan keluarnya dengan fikiran yang konyol bahwa satu keluarga itu sebetulnya bisa memasak dengan menggunakan gas pemberian Tuhan hanya tinggal bagaimana menciptakan alat yang dapat menyimpan dan mengubah bentuk energi dari 'gas buangan perut' menjadi gas yang setara dengan LNG atau yang buat masak itu. Kalau itu bisa dijamin...satu keluarga akan sangat hemat dengan kondisi ekonomi sekarang ini karena bila akan buang (maaf) kentut pastilah akan sayang bila terbuang percuma dan ditampung dalam tabung untuk kemudian diproses dan dikonversi menjadi gas apa ya...metan kali agar dapat digunakan untuk memasak.

Bila ini bisa terjadi maka saya sangat yakin rakyat negeri ini bisa sedikit berhemat untuk pengeluaran belanja keluarga. Hanya saja saya jadi bertanya-tanya berapa banyak atau berapa kali kentut yang harus ditampung dalam gas untuk mencukupi kebutuhan memasak dalam satu bulan ? Bila itu terjadi kesejahteraan rakyat negeri ini akan sedikit terangkat dengan sendirinya karena bila kita menunggu janji-janji "KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT INDONESIA" entah sampai kapan wong sampai saat ini saja ada yang masih belum menikmati listrik. Generasi ketiga saya pun belum tentu dapat menikmati sejahtera yang sesungguhnya karena apa?
Mungkin analisis saya keliru "karena politik dinegeri ini menjadi panglima dalam segala hal dan kekuatan itu selalu tarik menarik dan merasa paling hebat sendiri sehingga lupa BAHWA POLITIK ITU SESUNGGUHNYA ALAT UNTUK MENCAPAI VISI DAN MISI BAPAK BANGSA NEGERI INI DULU SESUAI DENGAN BUNYI SILA KELIMA yang selalu didengung-dengungkan ketika kita upacara memperingati hari kemerdekaan setiap tahunnya.

ala mak ...sampai kapan...rakyat negeri ini mencicipi sejahtera yang sesungguhnya ?? Allahu 'alam....

Thursday, August 16, 2007

BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan...akhir-akhir ini rajin sekali memberikan informasi dan peringatan kepada konsumen untuk tidak mengkonsumsi produk-produk yang memiliki izin edar dan tidak yang membahayakan kesehatan manusia. Tidak hanya itu produk tersebut pun tidak boleh ada di etalase toko-toko alias ditarik dari peredaran. Saya cuma melihat geliat kinerja mereka akhir-akhir ini cukup meningkat. Syukur lah...ini membuat konsumen faham dan mengetahui informasi bahwa zat-zat tertentu kandungan dari makanan atau minuman yang dijual di pasaran baik produk lokal maupun produk impor berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi. Atau saya saja ya..yang tidak mengetahui informasi ini. Dalam pandangan saya senmestinya informasi ini disebar luaskan melalui media agar lebih efektif dan media itu adalah media audio visual. Pemerintah semestinya merespon dengan regulasi bahwa 'produk yang berbahaya tidak boleh di iklankan di media apapun dan dimanapun di wilayah republik ini'. Ini baru efektif.

Saya melihat dan baru tahu berita dari internet bahwa setelah saya baca masih juga itu ada produk yang di iklankan di TV tetapi sebetulnya produk tersebut berbahaya bila dikonsumsi manusia dan berakibat rusaknya organ-organ tertentu tubuh manusia.

Kalau sudah begini semestinya yayasan lembaga konsumen Indonesia (YLKI) pun mengikuti jejak langkah dari BPOM lebih giat lagi sehingga terjadi sinergi antara kedua badan ini dalam melindungi konsumen.

Efeknya adalah bahwa generasi republik ini akan sehat dan cerdas dengan tidak mengkonsumsi makanan, minuman dan obat-obat yang mengandung bahan tertentu yang melebihi ambang batas toleransi. Kalau sudah begitu tentu anak bangsa republik ini akan semakin sadar dan tentunya menjadikan bangsa ini kuat dari sisi sumberdaya manusianya. Satu hal yang patut dicatat adalah mungkin perlu kiranya 'aturan yang tidak memperbolehkan merokok di tempat umum lebih ketat lagi'. Semoga.....hidup republik.......

Wednesday, August 15, 2007

DEMO KADES

Pagi ini saya menonton dari salah satu TV swasta yang memberitakan demo kepala desa di PATI jateng tentang minta segera dicairkan dana bantuan desa. Saya jadi teringat bahwa beberapa hari sebelumnya pergi ke desa perbatasan antara gresik dan lamongan. Disana saya diminta adik adik mahasiswa untuk memberikan motivasi dan bimbingan kepada warga desa tersebut dimana mereka melakukan tugas KKN. Pada akhir acara saya berbincang-bincang dengan pak kadesnya dan disitulah saya baru tahu bahwa dana bantuan desa belum turun. Saya bilang kalau ditempat desa saya yang masih sama-sama Gresik nya sudah turun.

Kelihatan sekali pola yang tidak seragam dalam satu kabupaten. Saya hanya bertanya mengapa itu bisa terjadi dan apa yang menyebabkan itu semua ? Saya tidak akan mencari jawabannya karena kita tahu sendiri kan bagaimana sebetulnya bantuan-bantuan di republik ini dalam prosesnya selalu saja ada yang tidak beres. Pertanyaan muncul lagi yang tidak beres itu alirannya atau orangnya?

Banyak bantuan-bantuan yang turun dari pemerintah itu selalu saja menimbulkan masalah. Kalau saya lihat sepertinya kurang informasi dan sosialisasi sehingga terkadang yang tahu dana itu sudah dan akan turun hanya orang-orang tertentu saja. Padahal dana itu dibutuhkan desa untuk mendukung program pengembangan desanya. Kalau bantuan nya saja selalu bermasalah bagaimana desanya mau maju dan berubah menjadi DESA YANG TIDAK TERTINGGAL ?

Nasib...nasib...

PASPOR

Paspor ini mirip buku rapot (begitu kita menyebutnya ketika naik-naikan kelas jaman dulu. Kecil dan mudah untuk disimpan disaku. Ngomong-ngomong soal paspor saya jadi teringat ketika tanya-tanya calo di daerah Surabaya sewaktu mau membikin paspor. Bervariasi harga yang ditawarkan. Untuk 48an halaman ada yng menawarkan 450an rebu sampai 500an rebu. "Resminya ini sih cuma 300rebu pak", begitulah kata salah satu calo yang menawarkan jasa. Dengan uang segitu kita tinggal datang diambil sidik jari dan foto katanya. Waduh marjin yang mereka ambil lumayan juga yah...makanya ada wartawan yang beralih profesi ketika melihat manisnya uang yang berputar di kantor imigrasi di salah satu daerah Surabaya tersebut. Waduh mak....

Saya jadi menduga-duga bahwa apa yang menyebabkan itu semua dan saya sangat meyakini jelas percaloan ada 'main' dengan orang dalam. Sebab katanya kalau tidak begitu kita mengurus sendiri 'agak lama'. Mengapa ? Cuma mereka yang tahu. Atau pegawai kantor tersebut kurang 'kenyang' dan masih lapar karena gaji pegawai di Indonesia ini kan tidak begitu baik. Jadi kalau ada pegawai yang memiliki mobil dan rumah mewah dan itu tidak sepadan dengan pangkatnya maka bisa jadi bahan omongan kiri kanan.

Saya jadi menduga-duga sampai kapan ini akan berlangsung kalau katanya kita menggalakkan penggilasan korupsi ? Wong pejabat yang vokal saja bisa cepat dimutasi apalagi ada orang 'kecil' yang berusaha menyuarakan kebenaran maka dia akan dianggap pahlawan kesiangan alias mimpi disiang bolong.

Saya jadi berhitung pendapatan calo-calo tersebut secara kotor dari satu orang yang mengurus paspor bersih dia dapat 50 rebu setelah setor sana setor sini maka bila dia mendapatkan 5 orang saja sehari, berarti dalam sebulan dengan 25 hari kerja dia akan mengantongi 6 juta 250 rebu. Wah gaji profesor saja kalah yang cuma 2 jutaan. Makanya bangsa ini tidak menjadi bangsa yang berbudaya dan cerdas karena gaji profesor lebih kecil dari gaji seorang calo. (Maaf lho ?)

Monday, August 13, 2007

PLTN

PLTN, pembangkit listrik tenaga nuklir yang rencananya dibangun di daerah jawa tengah menggelitik saya untuk berfikir positif tentang etos kerja anak bangsa ini terutama yang duduk dipemerintahan. Mengapa karena kita harus ingat efek nuklir sangatlah membahayakan kehidupan manusia bila terjadi kebocoran. Disisi lain pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai sangatlah membuat manusia efisien dari sisi ekonomi. Saya memiliki alternatif pemikiran tentang proyek ini bila itu jadi dilakukan

pertama, Amerika akan mengimplankan mata-matanya di Indonesia dan terus mengamati penggunaannya apakah betul digunakan untuk kepentingan sipil atau untuk kepentingan militer. Sejarah membuktikan sampai saat ini kita sendiri belum tahu bahwa negara Iran memanfaatkan nuklir untuk kepentingan sipil atau militer tetapi Amerika terus membentuk opini dunia bahwa nuklir yang dikembangkan Iran di reaktornya untuk kepentingan militer. Kita harus sadari bahwa selain negara ini memiliki jumlah muslim terbesar di dunia kita juga sudah memaklumi bahwa Amerika sepertinya tidak ingin bila suatu negara muslim memiliki dan memanfaatkan energi alam yang dahsyat untuk kepentingan manusia guna menekan biaya dan membuat sesuatu menjadi efisien. Di harian pagi di Surabaya di sebutkan bahwa harga listrik dengan menggunakan teknologi nuklir akan menjadi jauh lebih murah dibanding yang lainnya berkisar 350-400 rupiah per kwh nya. Saya kuatir Amerika juga akan membentuk opini dunia bahwa Indonesia yang kaya ini telah menggunakan teknologi nuklir untuk kepentingan militer. Terutama kepada negara tetangga yang akhir-akhir ini hubungan bilateralnya sedikit terganggu.
Padahal sebetulnya Amerika itu Islamopobia.

Kedua, Menimbulkan budaya baru etos kerja bagi anak bangsa yang dari sembrono dan indisipliner menjadi sangat teliti dan disiplin tinggi. Lha...bagaimana tidak kalau bocor siapa yang menanggung? Sebetulnya kan itu yang banyak dipertanyakan orang-orang ketika teknologi ini ditangguhkan beberapa tahun yang lalu.
Mudah-mudahan ini membias ke arah yang positif pada bidang lain sehingga bangsa ini menjadi dikenal memiliki budaya disiplin yang tinggi.

Ketiga, Membuat bangsa ini sadar bahwa ternyata teknologi nuklir itu sangat efisien dan negara ini memiliki kandungan tambang uranium yang belum banyak dieksplorasi. Bahkan saya mendengar katanya di freeport Papua itu selain emas sebetulnya banyak uraniumnya dan bangsa ini kecolongan dengan kontrak yang sebetulnya merugikan negara ini ketika era Mbah dulu. Allahu 'alam.
Setelah sadar anak bangsa ini akan lebih fokus mengembangkan teknologi nuklir sehingga perkembangannya membuat bangsa ini lebih efisien dari sisi ekonomi dan yah..sapalah yang gak mau sejahtera....

Keempat, perlu diingat bahwa Indonesia termasuk negara yang rawan gempa semoga ini diantisipasi secermat mungkin walaupun itu gejala alam tetapi paling tidak bisa meminimalisir dampak buruknya ke depan. KAlau saya selaku anak bangsa sangat mendukung program ini


Terakhir, mudah-mudahan saja anak bangsa ini sadar dengan segala kelemahannya dan segala kebodohannya selama ini sehingga bangkit untuk membangun negerinya dan membuat para pejuang bangsa dahulu tersenyum...karena anak-anak Indonesia sudah banyak yang pintar dan bayi-bayinya sudah tidak kekurangan gizi lagi karena busung lapar...karena sudah sangat mampu membeli susu yang mahal sekalipun, amiin...

Sunday, August 12, 2007

PDAM=Perusahaan tiDak Akan Makmur

Hari ini aku agak sumpek berurusan dengan PDAM di temapat aku tinggal. Sebetulnya bulan sebelumnya aku sudah komplain ke PDAM ini karena pencatatan dari petugas meter tidak akurat. Komplain diterima...bahkan saya menawarkan diri untuk menelpon saja setiap bulannya ketimbang nanti saya harus bolak balik lagi ngurusi tetapi ditolak petugas dengan alasan akan saya benahi petugas bagian pencatat meter. Eh..ternyata bulan berikutnya berulang kembali ...padahal di depan rumah sudah saya beri papan pengumuman yang banyak dijual berbahan mirip spon padat. Ternyata tak berguna...mungkin petugas pencatat meter PDAM perlu dididik bagaimana memuaskan pelanggan. Atau petugas pencatat meter ini sangat ahli dibidang nya sehingga dia berfikir bahwa gak mungkin pelanggan lari karena yang butuh mereka bukan PDAM.

Itulah fakta bila usaha yang berbau pemerintah bersifat monopoli. Seandainya perusahaan pemerintah ini memiliki perusahaan pesaing katakanlah perusahaan swasta maka mungkin kinerjanya akan beda...karena bila mereka tidak memberikan layanan terbaik maka konsumen bisa beralih ke perusahaan lain. Kendalanya mungkin air tidak seperti penyedia jasa telekomunikasi berbasis wirekabel sehingga kita tidak bisa mengganti secepat yang kita harapkan. Mungkin kah berubah layanan PDAM negeri ini khususnya di tempat wilayah saya bermukim, GRESIK ?

Ah susah hidup dinegara yang mental birokrasinya gak pernah berubah walaupun sudah 62 tahun merdeka, payah...payah...kalau sudah begini apakah nasionalisme masih melekat didada?

Thursday, August 09, 2007

Orang miskin pun dilarang bertindak kriminal

Terilhami menonton berita pagi dari salah satu stasiun tv swasta yang memberitakan 'mantan pejabat di salah satu kabupaten jawa timur bebas menjadi tahanan kota karena telah memberikan uang jaminan yang tidak sepadan dengan nilai yang telah dikorup'. Saya jadi tertawa dalam hati...inilah negara yang mungkin sebentar lagi akan diazab oleh ALLAH dengan azab yang lebih besar lagi. Bagaimana tidak ditengah kondisi masyarakat yang terpuruk kondisi ekonominya peradilan negara ini masih saja seperti ketika saya SMP dulu masih tetap uang lebih banyak berbicara ketika di peradilan. Ala hasil timbullah sebuah anekdot 'melaporkan kehilangan kambing malah kehilangan sapi'.

Wajah peradilan dunia di negara ini memang aneh dan susahnya menebak keputusan hakim yang menyatakan kemenangan dari si penggugat karena merasa harga dirinya terinjak. Putih bisa jadi hitam dan sebaliknya. Benarlah profesi yang diingatkan oleh Nabi bahwa profesi yang harus sangat berhati-hati dalam menjalankannya ini. Saya juga jadi miris ketika menonton berita lanjutan bahwa dua orang pemuda dihajar massa sampai babak belur dan hampir saja dibakar massa, untung aparat keamanan cepat datang dan menyelamatkan dua pemuda tersebut yang ketahuan mencuri uang 20.000 rupiah buat mabuk menurut pengakuan dua pemuda tersebut.

Apa relevansi hukum yang diberlakukan untuk pejabat dan dua pemuda tadi merupakan gambaran carut marutnya wajah hukum di negara ini yang katanya menjunjung tinggi hukum. Allahu Akbar !! Analisis saya bisa jadi terorisme yang ditudingkan pada pelakunya selama ini juga erat kaitannya dengan pelaksanaan hukum di negara ini karena ada PERASAAN TIDAK PUAS yang terlalu lama sehingga mengkristal dan mengendap menjadi butiran keras yang membuat banyak rakyat negeri ini menjadi dendam dan tidak taat untuk memenuhi aturan negara yang harus dan wajib dilaksanakan oleh rakyat.

Banyak contoh-contoh kasus yang terjadi di masyarakat yang sangat tidak mencerminkan bahwa hukum dinegara ini tidak berjalan dengan baik. Kalau sudah begini bagaimana jadinya wajah negara ini 10 tahun kedepan ?? Tengok saja bila ada pejabat yang berusaha memberantas praktek-praktek korupsi bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak akan lama menjabat di daerah tersebut dan biasanya tidak lama kemudian akan dimutasi. Mudah-mudahan pemerintah memiliki keberanian untuk memperbaiki negara ini dan membuat aturan hukum yang bijak serta berani pula membuat produk hukum sendiri, tidak harus mengekor pada produk hukum yang masih warisan belanda itu.

Saya terkadang merenung kapan ya...wajah peradilan di negara ini menghasilkan kebijakan dengan berpijak pada asas kebenaran dan keadilan ??
Allah yang Maha Tahu.....

Orang Miskin tidak boleh pintar

Saya tergugah untuk menulis setelah melihat judul buku "orang miskin tidak boleh sakit". Analog dengan itu saat ini banyak masyarakat yang ditindihi hutang karena keinginan nya untuk memperbaiki nasib generasi berikutnya. Betapa tidak untuk menyekolahkan anak saat ini tidaklah murah...bagaimana mungkin untuk sekolah TK pinggiran saja ada yang harus membayar uang sampai hampir 2 jutaan untuk uang pertama masuknya. Waduh ...saya tidak bisa membayangkan apakah saya juga nanti mampu menyekolahkan anak saya sampai ke jenjang yang paling tinggi sampai tingkat doktoral. Iseng iseng saya suka berselancar di dunia maya dan membanding-bandingkan bagaiman sih biaya pendidikan di negara tetangga Malaysia dan Singapura. Ternyata bila dibandingkan dengan di negara kita jauh lebih murah. Sampai pada suatu ketika saya bertemu dengan seorang ibu yang berdinas di instansi pemerintah bercerita,
"Wah kalau di Jakarta pak ibu-ibu banyak yang menyekolahkan anaknya ke Malaysia bila mau masuk SMA karena di sana semuanya jelas rincian uang yang harus kita bayarkan" celoteh sang ibu. "Saya tidak bisa membayangkan pak...bila ibu-ibu kita ini memiliki pemikiran yang sama bagaimana jadinya? Padahal dulu Malaysia itu mengirimkan guru-gurunya ke negara kita sekarang malah terbalik". Saya mengangguk-angguk setuju...benar juga ibu ini dalam hati saya.

Saya bukannya tidak memiliki rasa nasionalisme yang tinggi tetapi realita yang ada saat ini memungkinkan setiap ibu-ibu berfikiran dan berperilaku sama pada anaknya demi masa depan generasi berikutnya. Kalau sudah begitu apa jadinya ya...???

Coba tengoklah potret pendidikan kita...mulai dari kurikulum yang sering berganti-ganti sampai dengan standar mutu yang gak jelas maksudnya sampai-sampai ada anak SMP yang bunuh diri karena gagal dan stres akibat diterapkannya standar mutu yang belum teruji tersebut. Saya terkadang miris melihat kondisi ini...sebagai bahan perbandingan...dulu ketika saya sekolah saya masih bisa menggunakan buku mbak saya...seperti anak saya yang kecil masih bisa make baju kakaknya. Sekarang setiap tahun buku bisa berganti yang membuat orang tua harus memutar otaknya untuk cari pinjaman karena pendapatannya tidak memungkinkan untuk mengcover biaya studi anaknya.

Wah repot juga ya...memikirkannya...semoga pemerintah mendapatkan jalan keluar untuk kemajuan anak bangsa sehingga semakin tua negara ini umurnya semakin cerdas dalam menyikapi permasalahan rakyatnya. Dan tentunya apa yang dicita-citakan mbah-mbah pendiri bangsa ini dapat terwujud,semoga.....tapi kapan ya...???

Manajemen "Jarno"


Sebetulnya judul di atas sedang saya buat untuk sebuah tulisan menjadi buku tapi belum kelar-kelar karena sibuk sehingga tidak fokus.

Manajemen jarno ini merupakan jargon sindiran bagi siapa saja yang berusaha untuk tidak menuntaskan tanggung jawab yang seharusnya dia lakukan sehingga sebuah permasalahan itu menjadi selesai. Jarno sendiri dari bahasa jawa yang artinya biarkan. Kita harus jujur mengakui bahwa hal ini banyak terjadi dan dapat kita rekam dalam otak kita yang kadang kadang kita sendiri tidak menyadarinya bahwa itu masuk kategori jargon tadi hehehe....

Di kampung tempat saya tinggal saya memiliki teman yang pintar tapi menggelikan...mengapa begitu karena kalau diundang rapat jarang datang tetapi bila kesepakatan sudah dicapai maka dia belagak pilon mengusulkan usulan yang sepertinya harus diterima dan kadang kadang membuat suasana menjadi tidak kondusif lagi. Untuk mengatasi hal ini teman-teman kadang membiarkannya alias menjarnokannya. Saya terkadang emosi dibuatnya...saya sudah bilang pintar di atas karena dia berpendidikan dan saya juga bilang oon karena dia sepertinya tidak memahami mekanisme rapat yang sebenarnya. Ini yang membuat orang lain terkadang geleng-geleng kepala karena heran....mari sejenak kita geleng geleng kepala dulu untuk menghilangkan penat. Saya beri aba-aba satu....dua.....tiga....

Dalam lingkup kehidupan sosial...kita terkadang sering dibuat gregetan karena lambannya penyelesaian masalah yang sering membuat sengsara atau tidak adanya kepastian bagi sebagian rakyat yang dikategorikan miskin, bagaimana tidak...kasus pengungsi yang terkena dampak lumpur saja sampai sekarang belum selesai padahal sudah satu tahunan.

Di Surabaya pembangunan yang paling kelihatan hasilnya cuma pertamanan lainnya tak kelihatan karena memang pengguna jalan dapat merasakan kian asrinya jalan-jalan di Surabaya dengan tamannya yang mulai dan sudah merimbun. Anehnya ini kok tidak diikuti oleh yang lainnya misalnya dinas perhubungannya yang menyediakan angkutan publik yang nyaman sehingga untuk menurunkan tingkat polusi di Surabaya dapat lebih cepat lagi karena para pekerja tentu lebih memilih angkutan umum yang nyaman dan murah serta tepat waktu. Ah...biarkan saja...mungkin begitu jawab dari sang birokrat ya...? Nanti juga diam sendiri (kalau ada yang protes....hihihihi)

Negaraku yang sudah 60 tahunan merdeka kok masih saja belum baik dalam memberikan pelayanan publik padahal katanya pejabatnya sering bertandang ke luar negeri untuk studi banding. Lha...kalau sering sering studi banding tetapi sampai saat ini ndak ada hasilnya ya...mending uangnya buat beli cendol. Anak-anak yatim yang ada di seluruh pelosok Surabaya dikumpulkan dan di beri semangkuk cendol...jauh lebih bermanfaat ketimbang pejabat nya jalan-jalan tapi gak ada hasil.
Tentulah anak-anak yatim itu akan bergembira karena semangkuk cendol...sambil mengusap mulut dengan ujung baju mereka dan berdoa semoga pejabat-pejabat lebih sering menjamu mereka karena si pejabat kekayaannya semakin bertambah.

Beruntung masih ada juga orang yang peduli dengan kemajuan bangsanya sehingga ada warga yang didaerah rungkut membuat masyarakatnya menjadi melek informasi dengan kampung cyber nya. Dengan semangat patriotisme yang tinggi dia rela menjual mobilnya untuk melengkapi peralatan yang harus disediakan untuk mensupport cita-citanya menjadikan kampung mereka kampung cyber.

Kalau mau menunggu pemerintah...kapan...inilah seperti yang dikatakan Soekarno si presiden pertama "jangan tanya apa yang negara berikan kepada engkau tetapi tanyalah apa yang sudah engkau berikan buat negara". Saya bukan tidak setuju tetapi saya harus mengkoreksi perkataan yang sudah tidak populer lagi itu, saya koreksi karena pemerintah juga harus peduli pada rakyatnya dan bertanggung jawab dong...kan rakyat sudah bayar pajak; pemerintah juga harus bersih dong...kan rakyat sudah mati-matian bayar pajak ....kalau pemerintah tidak memperdulikan rakyatnya atau menjarnokan rakyatnya ya...tidak boleh marah kalau ada yang ingin merdeka sendiri-sendiri karena merasa bahwa sebetulnya kekayaan yang mereka miliki bila dikelola sendiri mampu membuat mereka sejahtera dan kaya.

Lihat negara tetangga yang gak punya sumberdaya alam saja seperti Singapura itu kok sejahteranya luar biasa ya....?? Berarti ada yang JARNO dalam sistim kehidupan berbangsa dan sosial dalam masyarakat kita ??? AH masa...!!! (ini sih kata pejabat)