Wednesday, January 16, 2008

BAnjir lagi .......

Banjir

Banjir kok jadi tradisi. Eh tanya kenapa ! itulah yang sering kita lihat di tayangan ikan salah satu produsen rokok ternama di Indonesia. Banjir jadi tradisi sebuah tag line iklan yang cerdas dan jitu melalui pengamatan yang mendalam dan lama. Saya yakin bahwa kreativitas ini muncul tidak begitu saja tetapi melalui serangkaian pengamatan dan analisis yang secara implisit menggambarkan bahwa tidak adanya keseriusan dari semua fihak dalam menangani banjir yang sering melanda Indonesia. Mulai dari gundulnya hutan,sampah yng menumpuk,pendangkalan kali sampai tidak jelasnya master plan pembangunan daerah. Ini mencerminkan adanya sebuah kesalahan kolektif dari bangsa ini. Mengapa karena kita mungkin lupa bahwa negara ini hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau, titik. Entah nanti kalau Tuhan punya rencana lain sehingga ditambahnya lagi musim yang ada di Indonesia yaitu musim salju. Tuhan menciptakan alam dengan teratur dan bila tidak berjalan dengan teratur maka dunia ini sudah lama hancur atau kiamat. Contoh ini tidak kita jadikan acuan dalam mengamati alam sehingga kita lupa bahwa alam pun bisa berbalik tidak bersahabat dengan kita, artinya ketika ekosistem alam terganggu maka alam akan marah dan memukul balik kita. Contoh ini sudah sering terjadi tetapi kita tetap saja men ‘jarno’ kannya. Sehingga banyak timbul korban berupa materi dan immateri. Apa sebetulnya yang telah terjadi di Indonesia sekarang ini. Manajemen jarno sudah terjadi dimana-mana baik ditingkat rakyat paling bawah sampai pada rakyat paling atas (elit politik, mungkin gak suka kalau disebut rakyat)