Ketika saya bertanya dengan teman saya yang baru pulang dari Jepang dalam rangka tugas perusahaan, saya mendapat cerita bahwa bagaimana disiplinnya bangsa Jepang tersebut dan juga santun. Di jalan raya tidak ada yang melanggar lalu lintas cerita teman saya dan yang paling lucu adalah ketika melalui tangga kalau orang Indon kan biasa ngobrol tanpa peduli dengan orang dibelakangnya. Kebiasaan seperti itu terbawa ke Jepang dan ketika sadar teman saya tersebut dan rekannya menoleh kebelakang (karena kebetulan tangganya tidak seberapa lebar) mereka melihat antrean panjang dan dengan sadar salah satu dari teman itu agak menepi dan barulah orang menyalip mereka berdua dan semakin banyak orang yang menyalip perjalanan mereka berdua dalam menaiki tangga. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau itu terjadi di Surabaya, tentunya saya yakin sudah di "pisuhi" dengan khas "pisuhan" Surabaya.
Mirip dengan itu yang terjadi di Surabaya justru sangat berlawanan dengan yang di Jepang bagaimana mungkin di depan salah satu PLAZA ternama di Surabaya para pejalan kaki nya tidak disiplin sama sekali dan menyeberang seenaknya padahal sudah disediakan jembatan penyeberangan dan polisinya yah diam saja alias permisif mungkin pak polisi sudah bosen kali yah...menegur para pejalan kaki.
Itulah perbedaan yang kontras antara Jepang dan Surabaya, yang satu kota maju dengan penduduk dan budaya antrinya serta taat mematuhi setiap aturan dan yang satunya lagi (katanya juga) kota maju tapi maju dari segi apanya saya sendiri kok tidak tahu karena begitu semrawutnya kota Surabaya.
Saya menyimpulkan sementara bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang disiplin !!!
Untuk disiplin dan meningkatkannya bangsa ini perlu melakukan wajib militer bagi setiap warga negaranya, tidak ada alasan lain. Saya tetap merekomendasikan wajib militer bagi anak bangsa.
Friday, November 03, 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)
