Ditempat saya bekerja banyak hal-hal yang membuat saya tertawa, sehingga kalau saya sedang istirahat dan teringat hal-hal tersebut maka saya jadi tersenyum sendiri dibuatnya. Ada saja kejadian kejadian lucu setiap harinya yang membuat saya kadang tertawa sendiri dibuatnya mulai dari adanya beberapa karyawan yang suami istri satu kantor sehingga kadang kadang masalah dalam rumah tangganya dibawa bawa ke kantor dan akhirnya mempengaruhi perilaku kerja alias kinerjanya. Ada lagi yang tidak tahu harus berbuat apa sehingga kerjanya justru menyalurkan hobi memasaknya dan menyediakan teman-teman makan siang. Adalagi yang selalu membela pasangannya karena merasa punya posisi strategis sehingga sangatlah menyolok bila yang bersangkutan selalu berusaha membela pasangan hidupnya yang satu kantor tapi beda posisi.
Itulah kondisi kantor tempat saya bekerja. Saya sangat menikmatinya bahkan ada pimpinan bila ditanya selalau memberikan jawaban yang ragu dan tidak pernah membuat keputusan secara tegas. Ada lagi yang selalu berlindung di balik topeng atasannya dengan kalimat "Kata Ibu Anu...kata Pak Anu..." Insentif diberikan dengan dasar yang tidak jelas dan lebih cenderung 'like and dislike'.Padahal tempat saya bekerja itu institusi pendidikan yang cukup ternama, saya bilang cukup ternama ... tetapi pola kerja dan budayanya tidak mencerminkan institusinya.
Bila kita membaca tulisan pendiri Primagama bung Purdie Candra beliau tidak mempermasalahkan bila dalam satu kantor terdapat pasangan suami istri tetapi yang dimaksud Bung PC tersebut adalah tetap proporsional dan profesional.
Bila merujuk tulisan dan iklan dari bung Rhenald Kasali disalah satu TV swasta maka beliau selalu menganjurkan 'think out the box', berfikir lah diluar batasan kotak dimana kita berada, dengan lugas beliau menjelaskan bila kita bekerja atau melakukan kegiatan rutin dalam satu institusi maka cobalah kita untuk keluar dari kegiatan rutin sehari-hari maka Anda akan menemukan sesuatu yang dapat memberikan pencerahan dalam diri Anda.
Itulah bedanya dengan kebanyakan orang dari rekan-rekan dimana saya bekerja, ataupun mungkin mereka sudah menganggap diri mereka hebat sendiri sehingga tidak pernah keluar dari kotaknya dan melihat dunia luar? Ada apa di dunia luar sana?
Masih menurut pakar manajemen bahwa yang abadi di dunia ini adalah perubahan makanya banyak sekali sekarang ini beredar di pasaran buku buku manajemen perubahan. Sekarang tergantung kita mau berubah secara ekstrim atau secara perlahan tapi pasti. Artinya orang yang tidak pernah keluar dari kotaknya dan hanya selalu berkutat di kotak nya sendiri maka orang tersebut bisa di bilang seperti katak di bawah tempurung dan bisa dipastikan dunia nya hanya sempit sesempit kotaknya.
Sering saya mengatakan kepada teman teman tentang kotak ini tetapi semua kan bergantung pada sipenerima pesan. Dalam dunia nyata atau kehidupan kita sehari hari di masyarakat yang begitu majemuk banyak sekali perkembangan yang terjadi. Bila di kampung ada orang yang membuat terobosan baru maka bisa dipastikan bahwa akan menemui kendala dari orang-orang yang tidak mau keluar dari kotaknya alias alergi terhadap perubahan karena bisa dipastikan itu bagian dari cara berfikirnya. Masak sih ???
