Di tempat teman saya bekerja di salah satu universitas negeri ternama di Surabaya banyak sekali kelucuan terjadi, terutama di sistim informasi akademik nya. Bagaimana tidak menurut teman saya ini peristiwa ini sudah berlangsung bertahun-tahun tetapi tidak ada jalan keluarnya. Artinya bila ada apa-apa semua dilimpahkan ke bagian akademik selaku entrier data atau operator. Ini menyebabkan semua saling lempar kesalahan antara fihak yang semestinya bertanggung jawab dan me maintance dengan fihak end user.
Suatu ketika saya jalan-jalan ‘menyambangi’ teman saya tersebut dan saya diterima di ruangannya. Saya hanya melihat bagaimana kabel bersliweran seperti kabel listrik, dan telepon di negara ini yang semakin semrawut ketika musim layangan tiba. Ketika saya mencoba ke kamar mandinya waduh sungguh jauh dari kesan mewah…bila dibanding dengan berapa besar SPP yang harus dibayar kan mahasiswa. Ini saya tahu sendiri karena kebetulan ada anak teman saya juga yang kuliah di sana.
Dalam kacamata saya mengukur manajemen secara sederhana itu gampang saja, apalagi itu dari sebuah kantor bergengsi ataupun universitas ternama sekalipun. Cukup dari instalasi kabel dan kebersihan kamar mandinya. Bila dua variable itu tertata dengan baik bisa dipastikan manajemen di instansi atau perusahaan tersebut Insya Allah baik. Mengapa ? Jawabannya sederhana pula, karena salah satu manajemen Tuhan itu adalah planning atau perencanaan yang kemudian diduplikasi oleh pakar-pakar manajemen dengan istilah terkenal POAC nya (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) yang saya dapatkan ketika saya dulu belajar manajemen.
Lihatlah bagaimana Allah menciptakan alam ini, perencanaannya... SubhanaLlah….indah nian kawan, bagaimana sang Pencipta ini mengorganisasinya dengan sempurna. Manusia seharusnya memperhatikan itu dan menduplikasinya dalam kehidupan sehari-hari agar dia bisa mendekati manajemen Allah tadi, walaupun jelas-jelas tidak akan mampu menyamainya tetapi Allah sudah memberikan contoh dalam kehidupan bahwa hendaknya kita punya rencana dan organisasi yang baik. Bukan begitu teman.
Hal lain yang saya perhatikan ketika saya sowan ke kantor teman saya itu adalah kebersihannya dan rambu-rambu yang harus dipatuhi semisal ‘dilarang merokok’. Waduh amburadul sekali karena saya tetap mencium aroma asap rokok walau terpampang tulisan besar diatas dinding nya DILARANG MEROKOK ! apalagi itu diruangan yang ber AC. Heheh..inilah tipikal orang Indonesia, muslim lagi… Sama ketika saya bandingkan dengan warga di tempat perumahan saya yang mayoritas muslim dan pandai sekali berdalil dengan Qur’an and hadits, tapi ketika ngurusi sampah rumah tangganya sendiri gak bisa. Bagaimana tidak, selalu menghafal “kebersihan itu sebagian dari pada iman” tetapi kalau buang sampah sembarangan.
Ini secara mikro merupakan potret makro bangsa Indonesia (sebab terkenal di dunia karena KORUPSI nya), karena sudah mengakar di atas yang berarti di bawah bukan hanya mengakar lagi tetapi sudak bertunas pula akarnya. Artinya generasi-generasi baru sudah tertular penyakit tidak mau tahu ini bahkan malah lebih hebat lagi menduplikasi dan mengembangkan penyakit masyarakat ini.
Kalau sudah begini bagaimana kira-kira jadinya bangsa ini 10 tahun ke depan nanti? Waktu yang menjawab..saya hanya berdo’a semoga ALLAH tidak segera memusnahkan dan menghancurkan bangsa ini dan menggantinya dengan ummat yang lebih baik seperti janji ALLAH dalam Al-Anbiya ayat 11,
“Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai penggantinya (AL-Anbiya: 11)”
Mudah-mudahan kita sadar dan selalu ingat akan janji ALLAH ini karena janji ALLAH tidak akan pernah meleset sedikitpun beda dengan janji manusia yang ketika berkampanye memperebutkan jabatan begitu manisnya tetapi setelah itu saudara-saudara lihat sendiri…bagaimana ?
Semoga kita selalu mendapat hidayahnya dalam mengarungi kehidupan ini sehingga kita pandai me’menej’ diri sendiri, keluarga, organisasi dan lain-lain seperti sudah di contoh kan Nya dalam alam semesta ini.
Ingatlah yang termaktub dalam surat Muhammad ayat 33 ini,
"Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu dan takutlah suatu hari yang pada hari itu, seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji ALLAH adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan pula penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam menta'ati ALLAH"
Wednesday, August 06, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment