Sunday, August 31, 2008

HONORER TERTUA

Cerita ini menginspirasi saya untuk menuangkannya dalam tulisan di blog yang jelek ini. Bagaimana tidak …cerita teman saya seperti judul di atas membuat dua kutub yang saling berlawnan ketika teman saya tadi membaca sebuah bulletin di salah satu kampus ternama di Surabaya.

Dalam bulletin yang memuat profil seorang doktor muda dengan segala pernak pernik prestasinya dan sudah diangkat menjadi PNS mengikuti ‘gelombang Kepres SBY’ yang mengangkat honorer-honorer menjadi PNS.

Menariknya setelah membaca bulletin tersebut teman tadi berujar (mungkin berseloroh) “saya akan membuat bulletin baru dan akan saya beri judul ‘honorer tertua’. Kontan teman diseklilingnya tertawa terbahak. Iseng ada teman yang menanyakan

‘lho memang siapa pak yang honorer tertua?’
‘ya…saya ini dan pak sekuriti itu sambil menunjuk seorang sekuriti’

Dengan iseng pula saya menyelidik ke sekuriti ‘pak umurnya berapa pak?’
‘lima tujuh’ jawab sekuriti enteng

Aku bergumam dalam hati…kasihan mereka tapi saya tidak mau berfikir panjang salah siapa sebetulnya dengan sistim kepegawaian yang ada di Negara Indonesia ini. Saya hanya mengamati bahwa dalam lingkungan kerja teman tadi kkn nya masih sangat kental…mereka yang bekerja disitu banyak yang memiliki pertalian darah yang kuat.
Inilah tipikal bangsa ini, tidak memiliki arah dan kompetensi yang jelas sehingga tidak disegani bangsa lain di dunia.

Sejak saya SD sampai saya memiliki anak dua sekarang ini, yang saya lihat rakyatnya gitu-gitu aja sejahtera tapi semu…mengapa semu? Kelihatannya memiliki asset yang banyak tapi sebetulnya dari hasil berhutang. Bagaimana tidak…berapa sih gaji honorer? Saya hanya melihat pemerintah perlu memberikan bimbingan mental pada anak bangsa ini agar banyak menjadi pengusaha dan anggota legislative biar cepat kaya …???

No comments: