<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570</id><updated>2011-11-27T15:22:07.504-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan</title><subtitle type='html'>How to manage your life, environtments, sharing and caring, it mean will make you happy and found your real life</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-447480510533649331</id><published>2010-09-18T16:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T16:05:40.961-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: GERBONG TAMBAHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/08/gerbong-tambahan.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: GERBONG TAMBAHAN&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-447480510533649331?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/08/gerbong-tambahan.html#links' title='Manajemen Kehidupan: GERBONG TAMBAHAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/447480510533649331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=447480510533649331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/447480510533649331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/447480510533649331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2010/09/manajemen-kehidupan-gerbong-tambahan.html' title='Manajemen Kehidupan: GERBONG TAMBAHAN'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-9186794842784487372</id><published>2010-09-18T15:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T01:18:47.170-07:00</updated><title type='text'>Urat Nadi atau Urat Geli</title><content type='html'>Sudah tiga hari ini saya selalu melihat berita di TV selalu membahas tentang ambrolnya jalan di daerah Jakarta Utara, Jl. R.E. Martadinata. Jalan kok bisa ambrol begitu fikirku. Tapi saya tidak heran sebetulnya karena gaya hidup dari masyarakat Indonesia dan pola penegakan hukumnya yang tidak jelas telah membuat banyak orang yang jeli sebetulnya telah menduga-duga. Mungkin saya bisa memberikan analogi, bahwa jalan dari arah perempatan pasar ke daerah rumah saya itu sangat sering dilewati oleh truk-truk besar yang jelas-jelas bukan kelas jalannya. Sudah bisa diduga tentu jalan akan bergelombang karena truk itu sangat 'sarat' muatan (berlebihan), sama seperti kita lihat sepeda motor yang membawa beban  apa saja yang bisa dimuat ketika keluar dari pasar, bawaannya menggunung sampai sampai penumpangnya ditempatkan diatas muatannya, mirip sirkus. Anehnyakan polisi diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke berita tentang amblesnya jalan di Jakarta Utara tersebut, presenter TV malah menambahkan bahwa Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050. Saya bergumam mendengar itu 'biarin aja biar para koruptor disana ikut tenggelam'. Saya hanya berfikir dari sisi manajemen dan sudut pandang pertumbuhan ekonomi. Sejak saya SD Jakarta sudah menjadi magnet bagi sejumlah penduduk Indonesia karena apa? Karena uang yang beredar di kota ini katanya 80% uang yang beredar di Indonesia. Sudut pandang agamapun sudah menukil bahwa tidaklah baik uang beredar hanya pada orang kaya saja. Memang sih mungkin orang kaya tidak semua di Jakarta tetapi bisnisnya bisa saja di Jakarta, mengapa? Saya tidak akan menjawab ini tetapi saya akan mengangkat isu tentang adanya rencana pemindahan ibu kota ke kota di Kalminatan yang terus menjadi polemik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan saya bandingkan dengan cerita teman saya yang bekerja di Cayman Island. Dia bilang kepada saya 'orang Indonesia itu sulit membuat keputusan karena terlalu banyak pertimbangan maunya main aman'. Mengapa begitu saya bilang. 'Bos saya orang Perancis pernah menasehati saya bahwa dalam hidup ini kita harus membuat keptusan secara cepat dan siap menerima resikonya...jadi bila itu sudah kau pilih, jalanilah,' celoteh teman saya ketika bertemu di kelas pasar modal. Dia melanjutkan 'saya pernah bertanya kepada teman saya yang orang Turki pemerintahmu kalau mau membuat peraturan selalu disosialisasikan tidak?'. Temannya yang orang Turki itu menggeleng. Kesimpulan teman saya itu, pemerintah ini terlalu bertele-tele dan seringkali mempertimbangkan resiko-resiko kecil yang mungkin tidak perlu demi mengalahkan kepentingan-kepentingan BESAR ke depan. Aku hanya mengangguk-angguk saja mendengar ceritanya ini. Aku hanya menukas dengan filosofi yang sering aku sampaikan "terlalu banyak diskusi untuk menolong orang yang sudah sekarat dan karena kebanyakan diskusi akhirnya orang yang sekarat itu tidak tertolong dan mati sedang diskusi masih terus berlangsung dengan topik yang sudah berubah, bagaimana cara menguburkannya, diskusi masih terus berlangsung tetapi mayat telah membusuk..terus menerus berganti topik tanpa penyelesaian yang jelas'. Banyak kasus-kasus di negara ini yang tak kunjung selesai dan akhirnya membeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jalan Martadinata itu sangat begitu pentingnya seharusnya pemerintah melalui departemen terkait memiliki target untuk memperbaikinya. Ketika saya menulis tanggal 19 dan kejadian tanggal 9 progres belum begitu terlihat. Ini menyebabkan urat geli saya terusik. Bagaimana mungkin jalan itu kan urat nadi tetapi telah banyak membuat urat geli orang terusik. Inilah mungkin perlunya mengalihkan magnet Jakarta ke daerah lain. Tidak perlu untuk diskusi terlalu lama, resiko biaya besar itu sudah pasti tetapi ini untuk kepentingan ke DEPAN generasi berikutnya bukan untuk anak cucu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-9186794842784487372?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/9186794842784487372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=9186794842784487372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9186794842784487372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9186794842784487372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2010/09/urat-nadi-atau-urat-geli.html' title='Urat Nadi atau Urat Geli'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-5332487242057035172</id><published>2010-09-18T15:13:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T15:13:30.033-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: OUT BOUND Dewe</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/02/out-bound-dewe.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: OUT BOUND Dewe&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-5332487242057035172?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/02/out-bound-dewe.html#links' title='Manajemen Kehidupan: OUT BOUND Dewe'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/5332487242057035172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=5332487242057035172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/5332487242057035172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/5332487242057035172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2010/09/manajemen-kehidupan-out-bound-dewe.html' title='Manajemen Kehidupan: OUT BOUND Dewe'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8407924238231723176</id><published>2009-08-22T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T17:20:31.034-07:00</updated><title type='text'>GERBONG TAMBAHAN</title><content type='html'>“Hoi…jam berapa buka loketnya ! Inikan sudah jam lapan! Pinggang sudah pegal-pegal ini !”, teriak seorang ibu yang sudah berumur di belakang saya.&lt;br /&gt;Ya itulah pengalaman saya ketika bulan Juli 2009 antri tiket kereta dengan tujuan Surabaya dari stasiun Gambir di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar memang kalau ibu itu berteriak keras karena memang kita sudah antri sejak jam tujuh malam  kurang sepuluh menit. Saya sendiri waktu itu juga jengkel karena pas saya  di depan loket dan mau membayar tiba tiba loket ditutup dan kemudian oleh sang penjaga loket diberi tulisan ”TIKET HABIS”. Waduh betapa kagetnya saya...wah bisa bengkak lagi ini biaya hidup di Jakarta kalau harus menginap lagi. Setelah saya tanyakan, sang penjaga loket memberikan informasi bahwa akan ada tambahan satu gerbong tetapi loket akan dibuka pukul 8 malam. Karena saya nomor antrian jadi, nomor satu ..akhirnya saya menunggu di depan loket sambil mengobrol dengan teman yang mengantarkan saya.  Padahal sebelumnya kita sudah berjanji akan makan martabak Palembang di daerah Roxy, itu menurut teman saya yang paling mirip &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;taste&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; nya dengan martabak yang menjadi makanan khas orang di kota Palembang, kota Pempek. Alahasil  saya harus menahan keinginan menyantap martabak bersama teman saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu sampai akhirnya ketika waktu telah menunjukkan pukul 8 kurang 10 menit saya menanyakan ke penjaga loket ”Bagaimana Pak, apa bisa dibuka loketnya ?”. Sang penjaga loket menjawab ”Nunggu berita dari Manggarai Mas, keretanya sudah siap apa belum”. Haduh...seandainya kereta belum siap terus gimana dong tanyaku dalam hati...sia-sialah aku menunggu sekian lama, mana sudah batal makan martabak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 8 tepat, tanda-tanda loket dibuka belum juga kelihatan. Jam 8 lebih 5 menit masih juga belum kelihatan tanda-tanda kehidupan loket akan dibuka....jam 8 lebih 10 menit...masih sama saja...akhirnya ibu yang mengantri jauh dibelakang saya berteriak seperti kalimat di atas tadi hehehehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bergumam dalam hati....inilah kinerja orang Indonesia. Saya menoleh ke belakang dan melihat antrian sudah begitu panjang dan saya dengar kapasitas 1 gerbong kurang lebih 52 tempat duduk. Melihat antrian yang begitu panjang dan kapasitas gerbong sepertinya akan ada orang yang tidak kebagian tiket.  Akhirnya loket dibuka pada pukul 8 hampir 15 menit ..saya lega...karena berhasil mendapatkan tiket pulang ke Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya melihat waktu keberangkatan 21.30 yang kurang satu jam lebih saya dan teman saya mengurungkan niat untuk makan martabak dan makan di kantin saja sambil mendiskusikan peristiwa barusan yang saya alamai. Teman saya bilang, kasihan yang punya dana terbatas karena dia tidak akan memiliki alternatif selain menunggu dan menunggu. Waktu itu teman saya juga menawarkan untuk &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;go show &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ke bandara untuk melalui jalur udara tapi setelah saya dan teman saya berhitung dengan waktu maka kita putuskan untuk tetap menunggu di depan loket karena nomor antrian satu dan terus berdo’a semoga ada tambahan gerbong. Pukul 9 malam lebih 15 menit saya berpamitan pada teman saya. Apa boleh buat ..mungkin karena gerbong tambahan ya...agak kurang nyaman kursinya dan baunya juga agak pesing hihihihi..padahal katanya kereta paling mahal..lha terus bagaimana kalau kereta paling murah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potret pelayanan publik di negeri tercinta ini, sudah 64 tahun merdeka masih saja terseok-seok dalam memberikan pelayanan pada rakyatnya dari sektor transportasi massa. Apa hendak dikata, bolehlah kita amati bagaimana sektor-sektor pelayanan publik di negeri ini dalam melayani publik lebih banyak TIDAK PUASNYA dari pada PUASNYA. Mudah-mudahan ada perbaikan ....... amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambir, 23-7-09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8407924238231723176?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8407924238231723176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8407924238231723176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8407924238231723176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8407924238231723176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/08/gerbong-tambahan.html' title='GERBONG TAMBAHAN'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4287371870110687614</id><published>2009-07-10T15:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T16:30:51.645-07:00</updated><title type='text'>Her-Registrasi &amp; Database</title><content type='html'>Pagi ini saya ingin menulis lagi setelah lama tidak menulis. Tulisan ini terinspirasi oleh status Facebook teman saya yang mengajak ku untuk berfikir bahwa her-registrasi itu tidak efektif dan pemborosan. Setelah saya fikir-fikir saya perlu menulis untuk menuangkan analisis ngawur saya tentang her-registrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengantarkan anak kita sekolah untuk pertama kalinya setelah diterima dari hasil tes penerimaan (kalau ada) biasanya kita dimintai untuk melunasi semua beban biaya yang telah ditetapkan oleh fihak sekolah. Kalaupun tidak mampu melunasi sekaligus biasanya fihak sekolah akan menawarkan pembayaran dalam beberapa term.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita sudah mendaftarkan diri ingin mengikuti atau mengahadiri seminar maka kita diminta panitia penyelenggara untuk menuliskan nama pada hari H seminar berlangsung sebelum kita masuk ke ruang seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menghadiri undangan teman kita yang menikahkan anaknya di sebuah gedung dalam perhelatan resepsi nikah maka kita akan diminta oleh penerima tamu untuk menuliskan nama dan lamat kita dan tak lupa setelah itu biasanya kita akan memasukkan 'amplop bowo' (istilah Jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilpres alias pilihan presiden ataupun pilihan legislatif dinegeri ini kitapun akan registrasi ke panitia yang ditunjuk sebelum kita mendapatkan kertas suara dan mencontreng pilihan yang sesuai dengan kehendak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari tadi nampaknya memang her registrasi ataupun apalah namanaya merupakan kegiatan yang sudah menjadi tuntutan umum bahwa memang itulah yang harus dilakukan bila kita ingin mengikuti atau menghadiri acara yang sedang berlangsung. Apa gunanya ? Mungkin, tak lain dan tak bukan bahwa panitia penyelenggara atau fihak sekolah ingin memastikan bahwa kita menghadiri dan sebagai bahan crosscheck berapa orang atau manusia yang hadir dan berapa yang tidak dari sejumlah undangan yang laku, yang disebar, yang ingin meneruskan sekolah. Sepertinya panitia hanya ingin memastikan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan saya bahwa her-registrasi itu ada benarnya juga, mungkin sekali lagi mungkin untuk melihat keseriusan kita. Tetapi bagaimana dengan sekolah yang mewajibkan murid atau mahasiswanya untuk melakukan registrasi ulang? Inilah letak dari 'benar tidaknya' databse dari sekolah tersebut disamping tingkat melek aplikasi teknologi informasi dari sekolah yang bersangkutan. Di zaman yang serba ingin cepat ini, orang tua murid atau siswa khususnya sekolah dasar dan menengah pertama akan merasa malas untuk antri berjam-jam dalam melakukan her-registrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi substansi yang saya tangkap adalah bahwa orang tua murid atau mahasiswa 'keberatan' dengan biaya registrasi ulang karena database siswa jelas sudah menjadi kewajiban fihak sekolah untuk meng up date nya. PErtanyaannya itukan hanya dikemanakan uang her-registrai itu ? Karena memang selama ini tidak ada penjelasan dari fihak sekolah...seandainya siswa naik kelas kan sudah jelas dia akan masuk ke kelas yang lebih tinggi tanpa perlu registrai ulang...seandainyapun siswa tidak meneruskan sekolah kan juga akan jelas...bahwa dalam waktu tertentu siswa akan tidak kelihatan di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah permasalahannya barangkali, bahwa dengan tidak melakukan registrasi ulang ada anggapan bahwa nanti fihak sekolah akan dianggap tidak serius dan mereka akan tidak dapat mengupdate data statistik siswa mereka dan mungkin parahnya lagi mereka tidak dapat mengetahui student body nya dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak mengetahui jumlah tamu yang datang fihak yang mengadakan perhelatan resepsi pernikahan merasa cemas 'jangan-jangan nanti menu yang mereka sajikan kurang'. Dengan tidak mengetahui jumlah peserta seminar panitia penyelenggara tidak dapat mengukur dengan jelas bagaimana materi yang mereka sajikan menarik dan pembicaranya memiliki potensi dalam menguraikan keingintahuan peserta seminar. Ketika panitia pemilu tidak mengetahui berapa jumlah peserta yang tidak menggunakan hak pilihnya maka mereka akan dibuat repot untuk memastikan berapa besar prosentrase dari pemilih didaerahnya yang menggunakan hak pilihnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4287371870110687614?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/4287371870110687614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=4287371870110687614' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4287371870110687614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4287371870110687614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/07/her-registrasi-database.html' title='Her-Registrasi &amp; Database'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3269173349044193295</id><published>2009-02-28T17:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T17:28:42.595-08:00</updated><title type='text'>KRESEK dan TIKUS</title><content type='html'>Dua tahun belakangan ini sangat sering kita jumpai  kantung plastik hitam di tengah jalan dengan bangkai tikus di dalamnya. Saya sendiri heran mengapa kok itu bisa terjadi. Lebih mengherankan lagi saya sangat meyakini bahwa itu adalah sebuah unsur kesengajaan karena tikus tidak mungkin masuk sendiri ke dalam kantong plastik hitam seperti terjebak dan kemudian lari ke tengah jalan karena kebingungan dan akhirnya terlindas kendaraan yang melintas. Kalau dikatakan kemungkinan jelas kemungkinan itu sangat kecil sekali dan hanya tikus-tikus bodoh saja yang mau melakukan hal seperti itu karena frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus dan kresek (bahasa jawa: untuk menyebut kantong plastik tipis yang biasa digunakan penjual di pasar untuk membungkus belanjaan pembeli) seolah sudah menjadi teman akrab yang sering kita jumpai di tengah jalan dengan kondisi tikus yang sudah terburai ususnya dan lama kelamaan menjadi pipih karena seringnya dilindas oleh kendaraan bermotor dan akhirnya hilang dengan sendirinya seiring waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sepertinya tidak perduli dengan pemandangan seperti ini. Seringnya pemandangan seperti ini membuat kita terbiasa karena sudah dianggap sebagai budaya kalau boleh dikatakan begitu. Aneh bin ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin lupa bahwa bangkai tikus di tengah jalan itu akan menyebarkan bibit penyakit ke setiap orang yang melindasnya ataupun pejalan kaki yang lewat disekitarnya. Mengapa begitu ? Ketika roda kendaraan bermotor lewat dan melindas bangkai tikus maka roda tersebut telah dihinggapi ribuan bibit penyakit dan ketika di parkir di halaman rumah maka telah terjadi imigrasi bibit penyakit dari jalanan ke rumah. Kelihatan sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang lebih aneh lagi adalah mengapa kok masyarakat kita berperilaku seperti ini? Saya hanya berfikir bahwa apa karena unsur malas untuk menguburnya, apa karena tidak memiliki lahan berupa halaman di pekarangan rumah atau di belakang rumah untuk mengubur bangkai tikus tersebut, atau karena sudah dihinggapi penyakit ketidak pedulian pada sesama mahluk ciptaan Allah. Lebih parah lagi karena tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan sehingga tidak pernah berfikir panjang efek dari membuang bangkai tikus di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penulis mengutip dari sumber kompas yang menyebutkan Ada 16 jenis kuman Leptospira yang bisa menginfeksi manusia. Namun, yang cukup banyak ditemukan di Indonesia sebanyak tujuh jenis. Kuman ini awalnya menginfeksi binatang mamalia, salah satunya tikus. Tikus yang terinfeksi akan mengeluarkan air kencing yang mengandung kuman tersebut. Kuman Leptospira dari tikus kemudian bisa terbawa aliran air sungai, selokan, dan lainnya.&lt;br /&gt;Kuman ini biasa masuk melalui kulit yang luka atau selaput lendir tenggorokan dan mata. Ketika berada dalam tubuh manusia, kuman akan mengebor jaringan tubuh dan menghasilkan enzim tertentu, lalu masuk ke daerah otak, jantung, hati, atau organ tubuh lainnya.&lt;br /&gt;Kerusakan organ inilah yang menyulitkan dan memperparah sakit si pasien. Organ yang rusak harus diperbaiki melalui berbagai terapi. Namun, jika cukup parah, kerusakan organ bisa menyebabkan kematian. Itu sebabnya, penyakit ini harus segera ditangani. Jika pendeteksiannya cepat, sesungguhnya leptospirosis mudah disembuhkan dan antibiotiknya tersedia dengan harga murah. Gejala leptospirosis antara lain demam mendadak, kulit kemerahan, dan pegal otot.&lt;br /&gt;Leptospirosis tidak menular dari manusia ke manusia. Untuk mencegahnya, kita cukup membiasakan hidup bersih, menutup semua makanan dan air minum dengan rapi untuk menghindari dimakan atau dilewati tikus, serta membiasakan memasak makanan dan minuman dengan baik. Kalau sanitasinya bagus, kemunculan penyakit ini bisa dicegah.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Leptospirosis? Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman leptospira patogen yang disebabkan bakteri yang mengenai manusia dan binatang. Penjangkitan leptospirosis biasanya disebabkan terkontaminasinya air oleh urine binatang yang terinfeksi. Banyak jenis binatang yang membawa bakteri; mereka mungkin akan sakit tetapi terkadang tidak memiliki gejala sama sekali. Dimana saja ditemukan Organisme Leptospirosis? Organisme leptospira telah ditemukan di dalam lembu, babi, kuda, anjing, binatang pengerat, dan binatang liar. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan air, makanan, atau tanah yang mengandung urine dari binatang yang terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam menganjurkan kita untuk membunuh tikus seperti yang diriwayatkan dalam hadis sbb.: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Hafshah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Ada lima jenis binatang yang tidak berdosa jika seseorang membunuhnya, yaitu gagak, burung rajawali, tikus, kalajengking, dan anjing gila.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Maimunah istri Nabi Muhammad SAW,bahwa ada seekor tikus yang jatuh ke dalam samin (sejenis mentega), lalu mati. Kemudian hal itu ditanyakan kepada Nabi dan beliau menjawab: “Buanglah tikus dan samin yang ada di sekitarnya, dan makanlah (samin yang tersisa)” Riwayat Bukhari. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menganjurkan umatnya menjaga kebersihan. Dalam hadis di atas, menjelaskan bahwa jika  tikus jatuh ke dalam samin, maka buanglah tikus dan sekitarnya jika samin itu beku, dan janganlah mendekatinya bila samin itu cair.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah apakah ummat Islam atau masyarakat lainnya sadar akan hal ini? Penulis menganalisa ini karena sistim hidup masyarakat kita yang sudah sangat dipengaruhi oleh budaya instant sehingga telah membunuh karakter kemanusiaan mereka untuk berfikir lebih jauh efek dari perbuatannya. Sederhana sekali kelihatannya tetapi dalam kacamata penulis ini adalah sebuah penyakit sosial dalam masyarakat kita sebagai akumulasi dari sistem sosial yang sakit sehingga membuang bangkai tikus dalam kresek sama sahnya seperti mereka membuang sampah biasa di jalanan. Kalau sudah begini siapa yang disalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pemerintah mencanangkan Indonesia sehat 2010 tetapi perilaku masyarakatnya seperti ini. Apakah ini tidak bertolak belakang? Mungkinkah ini karena kesulitan hidup yang menghimpit sehingga menjadikan mereka berfikir sempit ? Ah…Cuma Tuhan yang tahu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3269173349044193295?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/3269173349044193295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=3269173349044193295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3269173349044193295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3269173349044193295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/02/kresek-dan-tikus.html' title='KRESEK dan TIKUS'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8020029646130870325</id><published>2009-02-16T14:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T17:58:32.093-08:00</updated><title type='text'>FASUM, PEMKOT/PEMKAB dan REI</title><content type='html'>Seminggu belakangan ini berita di harian pagi di Surabaya diramaikan dengan turunnya tim pemberantas korupsi KPK dalam mengusut fasilitas umum (fasum) dan sosial (fasos) yang seharusnya diberikan pengembang untuk kepentingan publik seperti lahan/ruang terbuka hijau, lahan bermain, tempat pemakaman dan lain sebagainya. Menurut berita juga semenjak pejabat baru yang tentunya didukung walikota menginventarisir asset-aset pemkot. Dalam prosesnya itulah baru diketahui bahwa banyak asset-aset pemkot yang beralih tangan ke fihak lain dan sudah pasti beralih fungsi yang seharusnya untuk kepentingan publik malah menjadi tidak jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu persis berapa prosentase lahan yang harus diberikan atau diserahkan oleh pengembang dari total luas lahan sebagai fasilitas umum (fasum) dalam proses serah terima dari pengembang ke pemkot atau pemkab.  Yang pasti sangat sedikit sekali pengembang yang terbuka dalam hal ini dan menyerahkan prosentase yang seharusnya pada pemkot atau pemkab. Anehnya fihak pemkot atau pemkab ‘malas’ turun ke lapangan untuk melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cross check&lt;/span&gt; luas lahan yang dikuasai pengembang sehingga bisa menghitung berapa lahan untuk fasum dan fasos yang seharusnya diserahkan. Tanpa berniat menuduh fihak-fihak tertentu saya menduga bahwa paradigma lama masih tetap bermain dalam proses serah terima ini. Fihak pemkot atau pemkab seharusnya sudah tahu berapa luas lahan yang dikuasai fihak pengembang  karena dalam proses perizinan jelas tertera berapa lahan yang dikuasai. Akibat dari tidak bekerjanya dan jujurnya ke dua fihak ini tentulah konsumen selalu menjadi korban. Korban kerakusan dan keserakahan dari dua fihak yang seharusnya itu menjadi hak penghuni atau publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ulang tahunnya yang ke 37 pada tahun ini REI (Real Estat Imdonesia) seharusnya bisa bersikap sebagai pengawas di era keterbukaan ini untuk memberikan tindakan berupa sanksi keras kepada fihak pengembang  ‘nakal’ yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku ini. Kalau tidak begitu REI akan sama dengan sekumpulan penjahat pengembang yang tidak dapat memenuhi hak-hak publik atau user sebagai konsumen mereka. Fihak pemkot pun seharusnya juga tidak tinggal diam seperti yang dilakukan oleh Bu Risma (Bapeko Surabaya; Kalau Bu Risma ini dalam kaca mata saya memang cocok memegang amanah pejabat publik karena ketika beliau menjabat di dinas pertamananlah Surabaya menjadi hijau dan banyak ruang publik yang hijau berfungsi dengan benar) dengan melakukan penelusuran inventarisasi asset-aset pengembang yang sudah diserahkan ke pemkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemikpun terbuka sementara fihak KPK bekerja, ada fraksi partai yang berpendapat sebaiknya fasum atau fasos diserahkan dimuka ketika pengembang sudah mengantongi izin untuk mengerjakan lahan yang dikuasainya. Bagi saya apapun itu kalau memang itu hak-hak publik atau konsumen sebaiknya pengembang memberikan hak itu kepada konsumen atau user. Sisi lain fihak pemkot atau pemkab juga seharusnya menelusuri dan melakukan pengecekan di lapangan berapa luas lahan yang seharusnya menjadi hak publik karena para pegawai pemerintahan itu dibayar oleh rakyat  sehingga akan terjadi keseimbangan  dalam atmoster kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perumahan tempat saya tinggalpun terlihat sekali ketidak seimbangan itu. Hak-hak yang seharusnya dipenuhi fihak pengembang tidak dipenuhi bila tidak di ‘demo’ dulu. Itu istilah teman-teman saya yang gregetan dengan fihak pengembang. Papan promo yang besar mengiklankan fasilitas publik pun hanya sebagai promo belaka tanpa diikuti dengan realitas sesungguhnya. Fihak pengurus di perumahan terkadang mengelus dada. Komuikasi antara fihak pengembang (PT. Abdi Bangun Pertiwi) dengan pengurus di perumahan di daerah Menganti Gresik sebelah Barat Surabaya ini dengan proyeknya PERUMAHAN MENGANTI PALEM PERTIWI  selalu berakhir dengan kebuntuan. Pengurus selalu mengistilahkan dengan ‘manajemen akan’ pada fihak pengembang, karena sudah bertahun-tahun janji yang ditancapkan melalui papan promosi  belum (atau tidak) menjadi kenyataan. Belakangan manajemen akan telah berubah nama menjadi manajemen SEGERA tetapi tetap saja tinggal papan promo. Saya hanya berfikir apa karena pada awalnya perumahan ini  diperuntukkan bagi kaum menengah ke bawah yang belakangan berkembang membidik kaum menengah ke atas dengan promosinya REGENCY yang merubah image sebelumnya dari kata-kata RS (rumah sederhana) ? Sehingga daya tawar warga dianggap sebelah mata? Ah…kalau itu sih cuma Tuhan yang tahu, karena itu saya ibaratkan dengan seorang MUSLIM yang selalu tunggat tunggit sholat tapi perilakunya belum tentu mencerminkan Islam yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh pada saat pemilihan ketua RW saja warga harus meminjam rumah salah seorang warga yang akan dijual karena alasan yang saya tidak tahu. Warga ketika itu minta izin dengan sedikit membujuk 'biar orang satu RW tahu bahwa rumah bapak di jual karena fihak pengembang tidak memberikan izin untuk pinjam tempat pemilihan ketua RW dan Takmir di kantor pemasaran'. Saya tertawa sendiri melihat kreatifitas warga mengompori bapak yang mau menjual rumahnya tersebut. Tidak hanya sampai disitu warga dengan sedikit emosional juga membuat tulisan yang bernuansa ketidak puasan yang tentunya ditujukan pada fihak pengembang. Saya hanya berfikir bahwa itu adalah bagian dari DEMOKRASI dan harus DIHORMATI. Bila fihak pengembang responsif mestinya  berdialog dengan warga dengan mengambil inisiatif pertemuan bukan malah warga saja yang selalu berinisiatif mengajak dialog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia sudah berubah dan paradigma bisnis juga berubah karena di dunia ini yang tidak pernah berhenti adalah PERUBAHAN itu sendiri. Inilah foto-foto ketika warga PERUMAHAN MENGANTI PALEM PERTIWI melaksanakan pesta demokrasi untuk pemilihan RW dan Takmir periode 2009-2012, kebetulan saja saya ditunjuk jadi tim formatur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnvyprN9yI/AAAAAAAAAEA/jDmnqA77KjQ/s1600-h/ahsanfotosdocument+014.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnvyprN9yI/AAAAAAAAAEA/jDmnqA77KjQ/s320/ahsanfotosdocument+014.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303533689665091362" /&gt;&lt;/a&gt;Wajah-wajah melas, dari kiri ke kanan : Pak Joni (ketua RW demisioner), Pak Harijono (kandidat ketua RW), warga dan Lurah Pelemwatu Pak Fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnqN2WBw-I/AAAAAAAAAD4/cx2j2dasZow/s1600-h/ahsanfotosdocument+013.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnqN2WBw-I/AAAAAAAAAD4/cx2j2dasZow/s320/ahsanfotosdocument+013.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303527559852573666" /&gt;&lt;/a&gt;Ki-ka: Pak Zaini dan Pak Mustaji anggota KPU Palem Pertiwi sebagai tim pengarah warga ke bilik coblos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnm-XL2WoI/AAAAAAAAADw/_Mp5hbVMpQ4/s1600-h/ahsanfotosdocument+012.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnm-XL2WoI/AAAAAAAAADw/_Mp5hbVMpQ4/s320/ahsanfotosdocument+012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303523995255462530" /&gt;&lt;/a&gt;Para ketua RT di lingkungan RW 006 yang ikut dilibatkan karena merekalah yang tahu WAJAH warganya. Dari ki-ka: Pak Hutajulu ketua RT 11, Pak Irham ketua RT 14, Pak Syamsuddin mewakili RT 12 dan Pak Solichin mewakili RT 15, RT 16 dan 17 tidak tampak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnlP6jwTWI/AAAAAAAAADo/1KKjvkbU9zw/s1600-h/ahsanfotosdocument+011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnlP6jwTWI/AAAAAAAAADo/1KKjvkbU9zw/s320/ahsanfotosdocument+011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303522097785490786" /&gt;&lt;/a&gt;Anggota tim KPU Palem Pertiwi yang punya terget 5 tahun ke depan jadi anggota KPU Jawa Timur. Dari ki-ka: Pak Suliyanto (ketua), Pak Gumay (wakil ketua) dan Pak Choiri (anggota). Lihat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Background&lt;/span&gt; tulisan RUMAH DIJUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnwuvFRjgI/AAAAAAAAAEI/0HS-fmajyGo/s1600-h/ahsanfotosdocument+015.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnwuvFRjgI/AAAAAAAAAEI/0HS-fmajyGo/s320/ahsanfotosdocument+015.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303534721908706818" /&gt;&lt;/a&gt;Wajah-wajah harap-harap cemas dari ki-ka: Pak Arifin dan putrinya (kandidat ketua Ta'mir), Pak Dullah (yang rokokan anggota KORAMIL Menganti), Pak Saymsul (Babinsa) dan Pak Joni (ketua RW demisioner).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZxKxf6LntI/AAAAAAAAAEo/znfxVPYv4Vw/s1600-h/ahsanfotosdocument+016.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZxKxf6LntI/AAAAAAAAAEo/znfxVPYv4Vw/s320/ahsanfotosdocument+016.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304196675375177426" /&gt;&lt;/a&gt;Ekspresi kekecewaan warga Palem Pertiwi lewat bentuk tulisan seperti ini. Ah...manusiawi sekali dan wajar-wajar saja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZxR33tDFdI/AAAAAAAAAEw/q6Gsaq6Pe5c/s1600-h/ahsanfotosdocument+018.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZxR33tDFdI/AAAAAAAAAEw/q6Gsaq6Pe5c/s320/ahsanfotosdocument+018.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304204481423152594" /&gt;&lt;/a&gt;Gaya yang punya hajat 'sak' Perumahan Palem Pertiwi (yang pake baju batik) Pak Choiri dan Pak Supriyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZyS2fkG6jI/AAAAAAAAAE4/RJOVg1aM80k/s1600-h/ahsanfotosdocument+023.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZyS2fkG6jI/AAAAAAAAAE4/RJOVg1aM80k/s320/ahsanfotosdocument+023.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304275926019140146" /&gt;&lt;/a&gt;Antusiasme warga menyaksikan pemilu di kampungnya, pemilihan gubernur dan presiden saja tidak seperti ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9QHr2lERI/AAAAAAAAAFI/5nhb7fqyNMQ/s1600-h/ahsanfotosdocument+022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9QHr2lERI/AAAAAAAAAFI/5nhb7fqyNMQ/s320/ahsanfotosdocument+022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305046979026686226" /&gt;&lt;/a&gt;Penghitungan suara oleh anggota KPU Palem Pertiwi. Lihat Pak Suliyanto berteriak keras " NOMOR LIMA.. SAH !!! NOMOR SATU...SAH !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9adUJV7nI/AAAAAAAAAFg/U56r01zBqgo/s1600-h/ahsanfotosdocument+020.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9adUJV7nI/AAAAAAAAAFg/U56r01zBqgo/s320/ahsanfotosdocument+020.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305058345736334962" /&gt;&lt;/a&gt;Papan score kandidat Ketua Ta'mir setelah hasil penghitungan suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9XsOCppDI/AAAAAAAAAFY/jqpzn4c1VPc/s1600-h/ahsanfotosdocument+021.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9XsOCppDI/AAAAAAAAAFY/jqpzn4c1VPc/s320/ahsanfotosdocument+021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305055303260808242" /&gt;&lt;/a&gt;Ketua Ta'mir terpilih Pak Yasin (berbaju hijau tua) dengan ekspresinya. Ketua RW terpilih kebetulan waktu itu tidak ada ditempat ...sedang ke luar kota katanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9OojOIpXI/AAAAAAAAAFA/trXLOoOd9OY/s1600-h/ahsanfotosdocument+024.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZ9OojOIpXI/AAAAAAAAAFA/trXLOoOd9OY/s320/ahsanfotosdocument+024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305045344621995378" /&gt;&lt;/a&gt;Pak Lurah dan Pak Joni (ketua RW demisioner)terlibat diskusi serius membicarakan tentang gaji ketua RW ke depan yang rencananya Rp. 10 Juta per bulan. Iya Pak Lurah gitu dong...jangan kalau mau pemilihan LURAH, BUPATI, GUBERNUR, DPR/DPRD dan PRESIDEN  saja ketua RW didekati untuk menggiring suara ke arah calon tertentu atau parpol tertentu, ya...nggak...??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8020029646130870325?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8020029646130870325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8020029646130870325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8020029646130870325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8020029646130870325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/02/fasum-pemkot-dan-rei.html' title='FASUM, PEMKOT/PEMKAB dan REI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZnvyprN9yI/AAAAAAAAAEA/jDmnqA77KjQ/s72-c/ahsanfotosdocument+014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4407646963317899394</id><published>2009-02-11T14:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T04:57:29.043-08:00</updated><title type='text'>OUT BOUND Dewe</title><content type='html'>Senin pagi 9 Februari 2009, saya mengantarkan anak saya ke sekolah seperti biasanya tetapi pada Senin kali ini kegiatan anak saya sudah dijadualkan untuk out bound ke luar kota. Sehari sebelumnya saya dan istri sudah mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan oleh anak saya sesuai edaran disekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu cuaca sangat kurang bersahabat, awan tebal hitam menggelantung dan semakin pekat. Sesuai jadual anak saya seharusnya berangkat pukul 6.30 pagi. Tetapi seperti yang sudah saya duga bahwa hujan deras terus mengguyur mulai malam hari terkadang berhenti terkadang hujan lagi disertai dengan angin kencang yang menerpa. Saya merasa was-was dan kurang tenang untuk melepas kepergian anak saya. Apalagi setibanya di sekolah baru anak saya dan satu temannya yang sudah tiba sedang lainnya belum kelihatan. Saya berfikir ini karena cuaca hari itu yang kurang bersahabat. Saya juga berfikir bahwa anak saya yang masih kelas satu SD ini tentulah masih banyak memerlukan bantuan dalam out boundnya nanti. Apalagi kondisi cuaca seperti ini tentu akan membuat kondisi mereka cepat lapar karena menahan dinginnya udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang terus mengguyur membuat saya tidak tenang dan saya lantas mengontak gurunya yang menurut istri saya belum juga tiba di sekolah. Saya sms dengan harapan bahwa kekhawatiran saya untuk melepas anak dapat dimengerti mengingat memang musim seperti ini ditambah lagi dengan berita di televisi dimana-mana banjir membuat saya semakin was-was. Saya mengingatkan melalui  sms bahwa lain kali sekolah kalau mengagendakan out bound harus mempertimbangkan faktor musim demi keselamatan siswa dan guru. Sms saya direspon dengan jawaban akan disampaikan kepada kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan tidak membolehkan anak saya berangkat  out bound ke daerah Nongko Jajar di Pasuruan. Apalagi ketika saya menelepon saudara yang ada di Malang juga mengabarkan bahwa cuaca di sana kurang bersahabat dan terpaan angina begitu kerasnya. Dia juga menyarankan dalam bahasa Jawa “ojok mas nek iso…angine banter banget..opo mane neng Nongko Jajar seng medane koyok ngono”. Atas pertimbangan itu saya menyuruh istri saya untuk bernegosiasi ke guru kelas anak saya untuk tidak ikut acara hari itu. Saya juga sebelumnya menelepon guru kelas anak saya tetapi tidak diangkat. Kepada istri saya, saya menganjurkan bahwa tidak ikutnya anak kita jangan jadi pemicu acara yang sudah menjadi agenda sekolah. Walaupun dalam hati saya agak kurang setuju sebab saya sudah sms lagi sebelumnya ke guru kelas bahwa agendakan bisa diagendakan kembali tinggal bagaimana bernegosiasi dengan fihak-fihak terkait yang sudah menjadi rekanan sekolah untuk agenda out bound. Sms saya tidak mendapat respon karena mungkin sang guru enggan beradu argumen dengan saya. Saya sendiri berusaha logis. Dalam benak saya iya kalau itu anak kelas 5 atau kelas 6 yang sudah sangat mandiri. Sebuah kekhawatiran orang tua yang sangat manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anak saya, saya ajak pulang dan dalam perjalanan istri saya menyampaikan bahwa sang guru kelas memperbolehkan tetapi dengan catatan bahwa anak dapat bercerita untuk kegiatan LKRS nya adalah out bound itu. Saya sendiri tidak tahu apa itu LKRS. Dari istri saya juga saya tahu bahwa out bound ke Nongko Jajar itu adalah kegiatan berkebun. Saya lantas meng-sms guru kelas anak saya “maaf bu, bukan saya tidak mendukung program sekolah tetapi atas pertimbangan lain saya tidak mengizinkan anak saya dan untuk kegiatan LKRS nya saya akan menyediakan waktu untuk menemani anak saya ke kebun di dekat rumah saja, terima kasih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari sekolah maka saya mengajak anak saya untuk ke kebun yang tidak jauh dari rumah. Melewati jalan yang licin dan sedikit berlumpur anak saya Fira sangat menikmatinya. Saya membiarkan anak saya bergelayutan dengan memegang ujung baju saya di belakang. Dengan tertawa-tawa dia sangat riang. Sebelumnya memang saya memberikan pengertian kepadanya bahwa ayah “bukannya tidak mengizinkan kamu mengikuti out bound…tetapi karena faktor cuaca dan demi keselamatan maka ayah mengajak kamu out bound yang bisa ayah awasi sendiri”. Saya kan sangat mahfum dengan faktor &lt;em&gt;security&lt;/em&gt; yang ada di Indonesia ini jadi saya bukannya tidak percaya dengan fihak sekolah tetapi masih menyangsikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kebun Fira saya ajak untuk menanam bibit nangka yang saya bawa dari rumah sebanyak tiga batang. Saya tidak menduga bahwa Fira sangat menyukainya. Saya biarkan dia bermain tanah yang hampir menjadi bubur lumpur karena memang kondisinya habis hujan deras. Fira berlari kesana kemari di atas tanah kebun yang licin…sudah pasti bajunya kotor semua. Saya hanya memandanginya saja dan sesekali dia berjalan diantara guludan tanah yang dipenuhi air sambil tertawa …kelihatan sekali dia menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiga jam saya membiarkan dia bermain-main sendiri. Sesekali saya menjelaskan bahwa kangkung dan sawi yang tumbuh di kebun itu ditanam melalui biji. Saya juga melarangnya untuk menginjak-injak tanaman sawi yang sudah tumbuh. Dia juga bertanya kenapa pohon jati yang masih berdiameter 15 centi kok roboh karena diterjang angin. Saya menjelaskan bahwa itu karena begitu kuatnya energi yang dilepaskan oleh alam mini melalui angin. Itu juga menjadi salah satu alasan mengapa ayah tidak memperbolehkan kamu mengikuti out bound hari ini, kata saya. Fira sepertinya bisa menangkap apa yang saya maksudkan. Hari itu banyak yang dia tanyakan kepada saya dan saya berusaha menjawabnya dengan pemahaman seusia Fira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga membawa kamera untuk mengabadikan peristiwa hari itu untuk dokumentasi saya sewaktu waktu mungkin bisa saya tunjukkan kepada guru kelasnya bahwa saya komitmen dengan ucapan saya “akan menyediakan waktu menemani anak saya berkebun sebagai pengganti kegiatan out bound yang tidak diikutinya hari itu”. Pulang dari kebun Fira minta gendong dan saya menurutinya karena memang jalanan becek dan berlumpur serta licin. Sampai di rumah saya memandikannya dan menyikat seluruh badannya yang memang sangat kotor sekali. Sehabis mandi Fira anak saya ini terus makan dengan lahapnya. Saya hanya tersenyum bila mengingat ingat betapa gembiranya dia di kebun hari itu. Inilah foto Fira ketika out bound &lt;em&gt;dewe&lt;/em&gt; di kebun di daerah Desa Gading Watu Menganti Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNOBy4nn3I/AAAAAAAAACo/mi6sDu5QtWA/s1600-h/CRIM0301.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNOBy4nn3I/AAAAAAAAACo/mi6sDu5QtWA/s320/CRIM0301.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301666979091292018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNQN_wBsCI/AAAAAAAAACw/UzXUoUr3UxE/s1600-h/CRIM0300.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNQN_wBsCI/AAAAAAAAACw/UzXUoUr3UxE/s320/CRIM0300.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301669387726598178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNRYKhd15I/AAAAAAAAAC4/-LxqFDmix9o/s1600-h/CRIM0302.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNRYKhd15I/AAAAAAAAAC4/-LxqFDmix9o/s320/CRIM0302.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301670661928638354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNSNLVwVuI/AAAAAAAAADA/u6FdBLiUQd0/s1600-h/CRIM0303.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNSNLVwVuI/AAAAAAAAADA/u6FdBLiUQd0/s320/CRIM0303.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301671572681021154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNUeNmAb1I/AAAAAAAAADI/thIuwaB_agE/s1600-h/CRIM0304.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNUeNmAb1I/AAAAAAAAADI/thIuwaB_agE/s320/CRIM0304.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301674064367087442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNWSXMBxJI/AAAAAAAAADQ/cpFjZ6cfTTc/s1600-h/CRIM0305.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNWSXMBxJI/AAAAAAAAADQ/cpFjZ6cfTTc/s320/CRIM0305.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301676059807302802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZQbXf5LppI/AAAAAAAAADY/N3wELXH2hH8/s1600-h/CRIM0306.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZQbXf5LppI/AAAAAAAAADY/N3wELXH2hH8/s320/CRIM0306.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301892751834195602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZQck8PFWwI/AAAAAAAAADg/9dR6xr-go6Q/s1600-h/CRIM0307.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZQck8PFWwI/AAAAAAAAADg/9dR6xr-go6Q/s320/CRIM0307.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301894082292177666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4407646963317899394?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/4407646963317899394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=4407646963317899394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4407646963317899394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4407646963317899394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/02/out-bound-dewe.html' title='&lt;em&gt;OUT BOUND Dewe&lt;/em&gt;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SZNOBy4nn3I/AAAAAAAAACo/mi6sDu5QtWA/s72-c/CRIM0301.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3051307376489738718</id><published>2009-01-26T05:50:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T05:50:56.579-08:00</updated><title type='text'>Seminar Ekonomi Syariah, syariah kah ?</title><content type='html'>Pada tanggal 26 Januari 2009 bertepatan dengan tahun baru imlek saya mengikuti seminar ekonomi syariah di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya. Ketika saya datang jam 7.30 pagi belum kelihatan tanda-tanda panitia bersiap-siap untuk mempersiapkan acara hari itu. Saya masuk pukul 7.45 dan nomor satu dibagian registrasi karena memang baru saya peserta yang hadir waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengamati kerja panitia hari itu dan ketika barisan sebelah kiri banyak dipenuhi oleh kelompok perempuan maka saya memutuskan pindah ke bagian sebelah kanan dengan harapan saya tidak ingin bercampur baur dengan tempat duduk kaum perempuan/hawa. Benar saja peserta yang datang berikutnya adalah para lelaki yang langsung mengambil posisi duduk di sebelah kanan dimana tempat saya duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit kemudian datanglah salah seorang dosen teknik kelautan dari ITS yang langsung duduk disamping saya dengan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu (makanya saya tau beliau dosen teknik kelautan). Tak berapa lama kemudian selang beberapa menit datanglah para perempuan yang duduk dideretan bangku yang kami duduki. Bapak dosen tadi mulai uring-uringan "katanya belajar syariah tetapi kok tidak syariah sama sekali", celetuknya. Saya memahami dan tanggap dan menimpali dengan cerita bagaimana dan dimana tadi nya saya duduk dan terus pindah hanya karena menilai bahwa deretan sebelah kiri akan diisi oleh kelompok perempuan, ternyata dugaan saya meleset dan bahkan ada beberapa perempuan duduk dideretan bangku kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar mas, biar saya sms dulu panitianya," ucap beliau sambil asyik memainkan keypad dari hape nya. &lt;br /&gt;Saya menimpali "Biar saya saja bicara ke panitia pak". &lt;br /&gt;"Gak usah dulu..mas kita tunggu dulu responnya bagaimana".&lt;br /&gt;Ternyata tunggu punya tunggu panitia tidak merespon sama sekali. Saya langsung refleks dan bergerak keluar dari deretan kursi dan menemui panitia adik-adik mahasiswa dan saya kemukakan tentang hal yang menjadi permasalahan. Panitia tidak bisa memutuskan dan saya memberikan solusi bahwa "acara kan belum dimulai dan masih punya waktu untuk memberikan pengumuman kepada para peserta untuk pindah tempat duduk agar sektor sebelah kiri yang memang banyak dipadati perempuan untuk para perempuan dan sektor kanan untuk para laki-laki".&lt;br /&gt;"wes kadung pak," kata panitia.&lt;br /&gt;Akhirnya teman duduk disebelah saya angkat kaki dan keluar meninggalkan ruangan dan tidak mengikuti seminar hari itu. Sebelum beranjak meninggalkan tempat duduknya beliau bilang kepada saya "saya ini mas ketua majelis tafsir Qur'an untuk wilayah Sukolilo (nama daerah di seputaran kampus ITS) dan kalau saya mengadakan acara dan saya yang menyampaikan kata sambutan mesti hal yang seperti ini saya ingatkan dan saya meminta peserta untuk duduk terpisah antara laki-laki dan perempuan,". Saya termangu dan mengiyakan. Saya jadi teringat ketika saya diundang  oleh sekolahan anak saya untuk seminar tempat duduk perempuan dan laki-laki memang dipisahkan. Karena memang label sekolahan tersebut jelas Islam, Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Saya masih mendengarkan rentetan kekecewaan dari bapak dosen tersebut dan menimpali seandainya tempat duduk perempuan sudah penuh sebaiknya perempuan boleh duduk di bagian belakang laki-laki yang bangkunya masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama setelah meninggalkan ruangan seminar, saya menerima sms yang berbunyi "mas kalau butuh ustad di tempat anda hubungi saya dan saya akan kirim ustad ..gratis". Memang sebelumnya saya juga sempat cerita bahwa saya pernah menjadi pengurus masjid di tempat tinggal saya dan sering mengundang pembicara untuk memberikan pencerahan kepada para jamaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kami sebelum pak dosen tadi meninggalkan ruanganpun tentunya seputar agama. Dia juga sempat bertanya dari mana tahu majelis tafsir Qur'an ? Saya menjawab dari buletin Jum'at yang biasanya ada di masjid-masjid....saya juga bilang menghargai perjuangan mereka dengan selalu mengirimkan ustad gratis seperti promosinya dalam buletin Jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membalas sms bapak tersebut dan mengucapkan terima kasih sambil saya berjanji akan menyampaikan hal itu pada forum atau panitia. Kebetulan saya kenal dengan Wakil Dekan 1 yang kebetulan juga hadir dan saya sms rupanya setali tiga uang jawabannya "wes kadung" (sudah terlanjur). Untuk kali ini saya hanya bisa mesem dan hal tersebut saya sampaikan pada bapak dosen yang kecewa tadi melalui sms. Beliau membalas sms saya dengan "semestinya tidak kadung wong tadi belum mulai kok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar hari itu menarik bagi saya dan terasa gayeng walau saya bisa menarik kesimpulan bahwa ummat Islam di Indonesia masih belum &lt;em&gt;syariah minded &lt;/em&gt;tetapi paling tidak sosialisasi tentang ekonomi syariah telah menabuh gongnya dan mendengungkan ke telinga para peserta yang hampir 150 orang, itu sudah bagus. Tinggal bagaimana diri kita sendiri &lt;em&gt;mensupport&lt;/em&gt; atau memberikan dukungan bagi tegaknya enokomi syariah yang sudah mulai di akui dunia karena ketangguhannya dalam menghadapi krisis finansial global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya ..dalam paparan seminar menurut data statistik 97% rakyat di Jawa Timur yang beragama Islam hanya 10% saja yang mengetahui tentang produk perbankan syariah. Tugas berat memang bagi teman-teman yang tergabung dalam masyarakat ekonomi syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bila orang ingin mencapai kesempurnaan dalam hidup dunia dan akhirat sudah selayaknyalah dalam segala sendi kehidupan, Qur'an dan hadits selalu menjadi rujukan disetiap langkah seperti apa yang termaktub dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 208 yang berbunyi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah) dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabarlah pak dosen kita masih dalam tahap pembelajaran dan saya selalu mendo'akan bapak semoga bapak diberi kekuatan untuk menyebarkan ajaran ini dengan teguh dan diberikan kekuatan dalam segala cobaan dalam menegakkan ajaran Islam secara kaffah dalam setiap sendi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui apa yang terbersit di dalam hati hambanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3051307376489738718?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/3051307376489738718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=3051307376489738718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3051307376489738718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3051307376489738718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/01/seminar-ekonomi-syariah-syariah-kah_26.html' title='Seminar Ekonomi Syariah, syariah kah ?'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1397887532273932529</id><published>2009-01-16T16:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T16:12:26.028-08:00</updated><title type='text'>Seandainya RW digaji Rp. 10 Juta</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ide tulisan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide tulisan ini muncul sebagai rasa keprihatinan pribadi atas kondisi lingkungan di bumi dimana manusia telah di tetapkan Nya untuk tinggal setelah Adam as dan Siti Hawa melanggar perjanjian dengan Tuhannya. Tulisan ini juga lahir karena keprihatinan pada kondisi lingkungan dimana sekelompok manusia yang sangat heterogen berkumpul dalam satu komunitas administratif dalam struktur organisasi pemerintahan yang kecil yaitu RT (Rukun tetangga) dan RW (Rukun Warga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun jauh di sebelah Barat Suratabaya berbatasan dengan Kabupaten Gresik terdapatlah namanya Desa yang dari sisi sejarah mempunyai nama yang cukup unik PELEMWATU. Saya sendiri tidak tahu dan belum menelusuri mengapa sejarahnya kok dinamai Pelemwatu. Hanya katanya kebanyakan orang mungkin karena tanahnya sedikit keras (&lt;em&gt;paras&lt;/em&gt; dalam bahasa Jawa) dan juga memang saya lihat pertama kali saya pindah banyak sekali pohon mangga (&lt;em&gt;pelem&lt;/em&gt; dalam bahasa Jawa). Mungkin itu lah yang menyebabkan desa ini dinamai Pelemwatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pelemwatu ini ada sebidang tanah yang  luas yang diatasnya telah dibangun perumahan dengan nama Palem Pertiwi. Orang-orang sering menyebutnya Menganti Palem Pertiwi karena memang masuk dalam wilayah Kecamatan Menganti. Sehingga kalau ditanya “tinggalnya di mana Pak?” maka banyak sekali yang menjawab “Menganti Palem Pertiwi Pak”. Walau di pintu gerbang masuk perumahan ini hanya tertulis PALEM PERTIWI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide tulisan ini juga timbul karena  sulitnya mencari figur atau pun orang yang mau dengan sukarela untuk menjadi pengurus di lingkungan di mana mereka tinggal. Apakah itu setingkat RT ataupun yang lebih besar lagi setingkat RW. Ini saya amati setelah saya tinggal di Palem Pertiwi ini mulai tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata saya ada yang salah dalam logika berfikir orang-orang di Palem Pertiwi (PP) ini. Mengapa? Karena memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penduduk yang menetap karena menghuni rumah sendiri atau pun kontrak adalah kaum pendatang dari berbagai daerah disamping kondisi geografis Menganti yang strategis sebagai perbatasan antara Surabaya Barat dengan Kabupaten Gresik di sebelah Selatan. Palem Pertiwi sebagai tandon alternatif pemukiman yang cukup memiliki nilai jual karena berbagai alasan tadi. Disamping pada awal berdirinya memang harga jual rumah relatif murah. Semakin tahun PP ini semakin menjadi pilihan bagi orang yang berkantong tebal untuk menjadikan PP sebagai tempat tinggal dan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah justru awal permasalahan bermula, mungkin pada awal-awal nya PP berdiri dengan hanya segelintir manusia yang menempatinya ‘tingkat ke sukarelaan untuk menjadi pengurus’ masih tinggi. Ini dibuktikan dengan begitu mudahnya (dari cerita pengurus laaamaaaaaa) seseorang ditunjuk untuk menjadi RT ataupun RW. Semakin tahun PP semakin berkembang dan penghuni yang tinggal semakin kompleks dan akhirnya memunculkan konlik (dalam bahsa saya). Ada yang konstruktif tetapi ada pula yang destruktif dan ada pula yang apatis. Memang itulah sifat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia sebagai mahluk sosial&lt;/strong&gt; ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak buku-buku sosiologi yang menulis bahwa manusia sebagai mahluk social atau &lt;em&gt;zoon politicon&lt;/em&gt;, tetapi dalam kacamata penulis itu mungkin perlu dikaji ulang khususnya untuk PP ini. Karena ini tidak terbukti, sebagai daerah margin dipinggiran kota yang seharusnya  masih sangat erat kekentalan  mahluk sosialnya telah bergeser ke mahluk individualis. Bagaimana tidak, ketika terjadi pergantian pengurus di lingkungan selalu saja menemui kesulitan karena tidak adanya calon pengganti yang mau dicalonkan menjadi pengurus dengan berbagai alasan mulai tidak mampu, tidak punya waktu, istri tidak mengizinkan, dan banyak lagi. Sehingga ada semacam anekdot “bila kau sekali menjadi pengurus di PP ini maka kau akan jadi pengurus selamanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman penulis sebagai salah satu dari tim formatur atau panitia bentukan untuk proses pemilihan calon ‘ketua’ di lingkungan PP ini terulang  pada proses pemilihan ketua-ketua dilingkungan PP berikutnya. Alasan yang munculpun sama. Seperti sudah terduga sebelumnya alasan yang saya tulis di atas terulang lagi, tidak mampu, tidak punya waktu, istri tidak mengizinkan dan sederet alasan yang serupa. Sebagai tim formatur yang harus bekerja mendatangi individu-individu yang dianggap mampu ‘menjaga gawang’ administratif di PP selau menemui kesulitan Sehingga ketika tim formatur mendatangi salah seorang calon ketua statemen dari judul tulisan ini muncul. Dengan berseloroh penulis berujar “Seandainya RW itu digaji sepuluh juta rupiah rupiah sebulan, mungkin tim formatur gak usah susah-susah mendatangi calon, duduk diam manis di sekretariat dan menerima pendaftaran dari calon yang saya yakin akan antri”. Si calon yang dipinang tim formatur tertawa terbahak. Ini dijawab langsung pula oleh Sang Pencipta Langit dan Bumi ini ketika tim formatur istirahat sejenak sehabis keliling mendatangi calon. Salah satu teman di PP ini sempat berujar memberikan perumpamaan bahwa kalo di salah satu tempat di daerah Benowo itu jabatan RW menjadi rebutan karena memiliki nilai ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesimpulan sementara yang membuat statemen bahwa sebenarnya kita ini hidup selalu dipenuhi motif ekonomi dan statemen &lt;em&gt;zoon politicon &lt;/em&gt;perlu dikaji ulang di PP ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia sebagai binatang ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pakar berpendapat bahwa manusia sebagai binatang ekonomi sehingga apapun diusahakan untuk dieksploitasi menjadi memiliki nilai ekonomi. Entah itu alam, lingkungan sekitar, teman, jabatan bahkan sampai hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Inilah yang dalam Islam (sebagai agama penulis) melalui &lt;strong&gt;Al Qur’an &lt;/strong&gt;manusia itu telah diingatkan melalui surah Ar-Ruum ayat 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah awal mengapa alasan-alasan serupa sering muncul ketika terjadi pergantian pengurus karena kita sudah menjadi binatang ekonomi dan motif ekonomi itu menjadikan kita galau bahwa dengan menjadi pengurus bagaimana nanti dengan kondisi ekonomi kita. Pembagian waktu antara mengurusi kampung dengan mengurusi ekonomi keluarga membuat memori otak kita menjadi sedikit terganggu. Membayangkan lembar demi lembar rupiah dengan membayangkan kerja bakti tanpa rupiah dan &lt;em&gt;celatuan&lt;/em&gt; dari masyarakat yang hanya bisa &lt;em&gt;nyelatu&lt;/em&gt; tapi tidak pernah memberikan ide konstruktif dan turut berpartisipasi langsung untuk kampungnya. Hal ini (kesimpulan sementara) menjadikan kita  selalu diliputi rasa galau ketika dipinang untuk menjadi pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain pengurus yang itu-itu saja menandakan penyakit tadi semakin &lt;strong&gt;akut&lt;/strong&gt; dan tingkat partisipasi masyarakat dalam membangun kampungnya akan mengalami stagnasi bahkan cenderung menurun karena tidak pernah dilibatkan secara bergilir dalam kepengurusan sehingga tidak pernah bersentuhan langsung dengan kondisi dan permasalahan masyarakat sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpartisipasi dalam masyarakat bukan hanya masalah membayar iuran yang wajib yang sudah ditetapkan pengurus tetapi perlu tingkat kepedulian manusia di PP ini sehingga efeknya akan terasa pada generasi penerus. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran lingkunganpun sangat kuat membangun karakter sebuah masyarakat khususnya generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, berperanlah seimbang dalam hidup ini, berperan seimbang dalam lingkungan di mana kita berada, berperan seimbanga dalam setiap sendi kehidupan sehingga menjadikan kita manusia yang selalu memberikan sisi lain dalam hidup kita ini untuk kepentingan sosial sebagai amal bakti yang berguna di akhirat kelak sebagai timbangan amal kebaikan untuk menyeimbangkan keburukan-keburukan kita selama hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Solusi&lt;/strong&gt; : SIMBOL ADMINISTRASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya sebagai salah satu tim formatur dan juga pernah jadi pengurus dan lamaaaa berpendapat bahwa seandainya tidak ada yang mau menjadi pengurus mungkin perlu bentukan RT atau RW sebatas simbol administrasi saja sehingga tugasnya hanya sebagai tukang stempel dan segala macam kegiatan tidak perlu diadakan semisal peringatan hari besar nasional dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang berpendapat dalam rapat awal tim formatur bahwa mungkin perlu kaum ibu yang menjadi RT atau RW karena  sebetulnya kaum ibu lebih banyak waktunya di PP ini, lebih banyak di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penulis tetap memberikan solusi, bagaimanapun tingkat kesadaran warga harus tetap digugah sehingga mentalnya berubah, bahwa memang menjadi pengurus itu bukan perkara mudah  dan tidak memiliki nilai ekonomi, dan harus tetap terjadi pergantian pengurus sehingga peran serta masyarakat di PP ini dalam membangun kampungya akan menemukan bentuk idealnya. Kapan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlLahu ‘alam  AlLahummasy had&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1397887532273932529?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/1397887532273932529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=1397887532273932529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1397887532273932529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1397887532273932529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/01/seandainya-rw-digaji-rp-10-juta.html' title='&lt;strong&gt;Seandainya RW digaji Rp. 10 Juta&lt;/strong&gt;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1199419758433903249</id><published>2009-01-04T17:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T17:58:47.107-08:00</updated><title type='text'>HIDUP SEDERHANA &amp; PERINGATAN  ALLAH</title><content type='html'>Di penghujung tahun 2008 dunia dihebohkan dengan krisis keuangan yang mendunia. Indonesia turut kebakaran jenggotnya. Amerika menjadi sorotan dunia karena awal krisis bermula dari sana sebagai pemicu dari harga minyak yang sampai tembus 150 dolar per barel, sejarah baru. Dari sanalah mulai krisis berawal dan akhirnya terus merambat kemana-mana. Bank-bank dan institusi keuangn yang telah memiliki nama bertumbangan. PHK dimana-mana. Orang banyak yang menjadi pengangguran dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah melalui program sosial, terutama di negara Amerika. Di Inggris orang berbelanja sudah jarang yang pergi ke supermarket lagi mereka mulai mengalihkan ke pasar-pasar tradisional yang lebih murah. Sumua ini menjadi konsumsi kita melalui berita-berita di televisi, internet dan banyak lagi sumber berita lainnya. Peristiwa ini menggemparkan sampai sampai CEO Jawa Pos group pun menulis tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan bercerita panjang tentang krisis yang mendunia itu. Hikmah yang kita bisa ambil apa? Saya hanya menilai bahwa sudah sewajarnyalah manusia itu hidup SEDERHANA seperti yang telah dicontoh kan para nabi dan rasul di zamannya. Mengapa? Karena itulah yang telah diajarkan oleh pembawa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PELITA&lt;/span&gt; bagi bumi setelah menerima wahyu dari ALLAH, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sederhana&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya para nabi dan rasul itu mau tentulah dengan sangat mudahnya mereka mendapatkan dunia dan seisinya ini. Tapi apa yang mereka lakukan, hidup sederhana dan bersahaja. Muhammad saw sendiri tidur di atas pelepah kurma dan itu nampak membekas pada punggungnya ketika beliau bangun dari tidur. Sulaiman as sendiri dengan sangat terpaksa meminta bantuan ahli sufi untuk memindahkan istana ratu Balqis karena menyangkut kewibawaan kenabian dan ingin menjamu tamu dan mematahkan kesombongan si Balqis, yang membuat Balqis takjub dengan istana yang diduduki Sulaiman as. Padahal menurut riwayat,itu katanya istana Balqis sendiri dengan segala modifikasinya, ALLAHU AKBAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana itu nikmat, mengapa? Kita tidak dipusingkan untuk bermewah-mewah dan selalu perhitungan dalam pengelolaan keuangan. Bukan kah Muhammad saw telah berujar bahwa ummat Islam itu adalah ummat pertengahan. Artinya segala sesuatunya penuh perhitungan dan tidak bermegah-megahan. Tapi apa lacur, semuanya pada kebablasan. Banyak yang memiliki hand phone lebih dari satu, televisi 4 samapai 5 buah dalam satu rumah, mobil 3 buah. Padahal semua diperoleh dengan cara utang melalui proses kredit. SubahanalLah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul sebagai Qur'an berjalan telah menyatakan bahwa 'hutang akan mendatangkan kehinaan' apa mungkin ummat Islam lupa akan hal itu? Tetapi dijawab ummat Islam saat ini dengan jawaban 'kalo tidak punya hutang tidak akan semangat dalam hidup'. Apakah hutang tidak boleh? Boleh! Wong Rasul sendiri pun pernah berhutang akan tetapi hutang yang bagaimana dulu? Yang betul-betul dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan itupun sangat perlu bukan hutang untuk bermegah-megahan. Coba renungkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sudah memenuhi janjinya dengan banyaknya orang bunuh diri karena banyak bermain di sektor yang berbau riba. Di koran-koran diberitakan si Madof yang keturunan Yahudi itu ternyata penipu besar. Sebetulnya di Indonesia sendiri peristiwa model begini sudah seringkali terjadi dan yang menjadi korbannya adalah orang-orang yang sangat tergiur dengan keuntungan besar dan cepat. Tetapi yang didapat kemudian hanyalah kekecewaan karena uang yang mereka investasikan di larikan ke luar negeri, hehehehe....bahkan kolega saya sendiri pernah tertipu dengan nilai yang cukup besar dalam ukuran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberi peringatan kepada ummat manusia di bumi ini bahwa riba dan penipuan dalam sistim perdagangan akan mendatangkan bencana di bumi. Bukankah para nabi dan rasul yang diutus dulu-dulu itu selau membawa berita tentang KEJUJURAN dan KEADILAN? Allah sebetulnya secara langsung telah mengingatkan manusia di bumi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kembalilah ke pola hidup sederhana, jujur dan adil&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hidup sederhana kita tidak akan dicemburui secara sosial oleh saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dengan hidup sederhana kita tidak dipusingkan memikirkan pengeluaran untuk membiayai operasional 3 mobil setiap harinya, tidak pula dipusingkan membayar cicilan barang-barang elektronik di rumah yang sebetulnya kurang perlu. Itu adalah jeratan dari kaum kapitalis yang penipu itu. Lihatlah sekarang bagaimana jadinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sederhana adalah sebuah keharusan walaupun secara materi kita berlimpah karena diberi kekuasaan oleh Allah untuk menguasai harta yang dititipkan Nya selama kita hidup. Kesederhanaan, sebuah keniscayaan karena kita dituntut oleh Allah untuk menggunakan harta dengan benar. Kesederhanaan adalah sebuah tuntutan dari Allah dari mana kita peroleh harta berlimpah yang kita kuasai. Sudahkah kita memikirkan ini ? Karena sebetulnya ALLAH telah menegur ummat manusia saat ini secara langsung bahwa kelolalah hartamu dengan baik dan benar dan jauhkan lah dari praktik-praktik penipuan dan riba dalam mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bissawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1199419758433903249?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/1199419758433903249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=1199419758433903249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1199419758433903249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1199419758433903249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2009/01/hidup-sederhana-peringatan-allah.html' title='HIDUP SEDERHANA &amp; PERINGATAN  ALLAH'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8576667540607120861</id><published>2008-12-28T14:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T15:24:46.026-08:00</updated><title type='text'>PLAZA dan MASJID</title><content type='html'>Judul di atas saya ambil karena terinspirasi ketika saya ingin buang air besar sehabis dari bepergian menemani anak-anak saya untuk nonton film anak-anak yang sempat di lansir di media TV swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha mengikuti kemauan anak-anak yang dalam pandangan saya itu positif untuk pengetahuan dan perkembangan jiwanya. Jadilah kami nonton sekeluarga. Sambil menonton saya tak henti-hentinya memberikan penjelasan kepada anak saya yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam tidak terasa kami lewatkan bersama di dalam cinema 21. Ketika film usai, saya sangat terdesak untuk melakukan kegiatan yang sangat alami...buang air kecil. Pergilah saya ke toilet yang kebetulan bersebelahan dengan Musholla. Wah nyaman rasanya memasuki toilet yang bersih, kering dan tidak berbau. Saya perhatikan ketika saya mengeringkan tangan pada alat pengering, di sana tertempel syarat-syarat sebuah toilet yang bersih, kering, bersih dan tidak berbau dan ada lagi satu saya lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas mengajak anak-anak ke toko buku dan bermain maka pulanglah kami. Celakanya ketika ditengah perjalan perut saya tidak bisa diajak kompromi...alahasil mampirlah saya di masjid besar yang tidak jauh dari tempat tinggal kami yah...kurang lebih 2,5 km. Saya langsung menuju ke toilet dan alamak...keinginan saya jadi tertunda karena begitu melihat kondisi toilet yang ada nafsu saya untuk membuang hajat jadi urung dan saya putuskan untuk cepat-cepat pulang ke rumah yang sudah tidak seberapa jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul lah fikiran dalam benak saya begitu jauhnya perbedaan antara toilet yang ada di plaza yang saya kunjungi dengan masjid besar yang saya hampiri tadi. Benak saya bermain walaupun di plaza setiap pengunjung di tarik Rp. 1000 sekali buang hajat itu sangat sebanding dengan kenyamanan yang mereka terima ketika mereka masuk ke toilet untuk membuang hajat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan untuk membandingkan antara kedua bangunan tersebut Plaza dan Masjid tetapi alangkah lucunya ummat Islam yang selalu diajarkan hidup bersih tetapi pengelolaan kebersihan toilet masjidnya seperti itu. Tulisan inipun menginspirasi saya bahwa sebenarnya banyak sekali masjid yang saya kunjungi tapi tolietnya jauh dari ajaran Islam yang selalu mengedepankan kebersihan. Kalau sudah begini sebetulnya ada yang salah dari ummat Islam di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berfikir apa karena takmirnya tidak diberi gaji yang layak seperti dinegara tetangga Malaysia yang katanya bayaran takmirnya perbulan bisa mencapai 5-7 juta rupiah. Wah kalau sudah membanding bandingkan begini jadi ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sekedar contoh dari hal-hal yang mungkin tidak terfikirkan oleh kita bahwa segala sesuatu itu hendaknya kita kelola dengan baik dan tentunya dengan mencari terobosan-terobosan baru dalam kehidupan ini sesuai dengan judul blog saya ini MANAJEMEN KEHIDUPAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sepertinya sangat sulit untuk melihat kota-kota di negara ini bersih, teratur dan rapi karena kurangnya kesadaran dari masyarakatnya. Bagaimana tidak di Bali saja yang bersih-bersih pantai justru turis asing yang kasihan lihat pantai yang mereka kunjungi dipenuhi sampah? Artinya masyarakat kita itu masih bodoh-bodoh karena tidak bisa menghargai sang bumi yang begitu sabarnya karena telah kita injak-injak, kita kencingi, kita beraki, kita sakiti dengan cara-cara yang sangat tidak manusiawi karena katanya manusia itu mahluk yang tertinggi di muka bumi ini. Mereka lupa atau tidak tahu bahwa bumi dan isinya ini selalu bertasbih ke pada sang Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah aku tidak bisa membayangkan seandainya bumi ini marah lagi seperti tsunami di Aceh atas perintah Khaliqnya, mau apa kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8576667540607120861?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8576667540607120861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8576667540607120861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8576667540607120861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8576667540607120861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/12/plaza-dan-masjid.html' title='PLAZA dan MASJID'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1649324627069464990</id><published>2008-11-25T14:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T14:53:05.073-08:00</updated><title type='text'>NABIKU BERNAMA MUHAMMAD</title><content type='html'>Ah... ketika marak dan rame berita di televisi blog tentang kartun pelecehan Nabi Muhammad saw, pemerintah ikut ribut dan &lt;em&gt;running text &lt;/em&gt;di salah satu tv swasta ada himbauan pemerintah untuk membuka identitas blogger pelecehan kartun nabi tersebut. Tak kurang pakar telematika Indonesia (entah siapa yang menjulukinya pakar) bung Roy Suryo memberikan komentarnya untuk menguak identitas diri blogger tersebut. Secara pribadi saya menyikapinya dengan adem ayem walau saya seorang muslim bukan karena saya tidak mencintai NABI yang diagungkan ummat Islam sak jagat ini, bukan. Tetapi saya ingin berfikir jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tengok lagi sejarah kehidupan Nabi, banyak sekali cerita yang menggambarkan bahwa Nabi dihina, di cerca bahkan di dera dengan pukulan tetapi Nabi sangat...sangat...sangat...(sangatnya banyak sekali pokoknya) bersabar. Kita tahu bagaimana sahabat sampai ikut geram dengan perlakuan kaum kafir. Apakah Nabi pernah marah? Kalau marah sih pernah tetapi marah yang bukan untuk hal-hal yang krusial untuk dakwah. Apakah Nabi pernah mendoakan kaum kafir agar celaka? Kalau itu juga pernah saya baca tetapi itu 'mungkin' sekali lagi 'mungkin' karena nabi merasa bahwa sudah sangat keterlaluan (tetapi saya tidak tahu tentang kesahihan sumbernya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sungguh fenomenal, adalah ketika sang malaikat Jibril marah dan geram melihat Nabi ketika diperlakukan oleh kaum kafir dengan tidak sepantasnya. Dalam dialog Jibril mengatakan "Ya Muhammad, minta saja apa yang kau inginkan untuk kaum kafir yang menganiaya mu itu. Apakah perlu aku tumpahkan gunung besar itu untuk mereka?". Nabi cuma menjawab kalem, "Biarlah Bril..Bril..mereka kan tidak tahu maksud saya menyampaikan Islam ini karena kalau tidak mereka, mungkin anak cucu mereka nanti yang akan terbuka mata hatinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dialog inilah yang membuat saya menyikapi segala bentuk penghinaan di dunia saat ini terhadap Nabi adem ayem saja. Pertama, Islam kan sudah dijamin Allah dalam kitab Qur'annya. Kedua, Semakin banyak orang mencaci dan benci kepada Islam dengan segala pernak perniknya justru membuat orang penasaran ingin mengetahui Islam dan sudah terbukti banyak yang akhirnya masuk Islam sendiri tanpa disuruh dan dipaksa. Ketiga, fenomena yang terjadi di dunia ini adalah bahwa banyak orang yang masuk Islam khususnya didunia barat adalah orang-orang yang terpelajar dan dari sisi ekonomi sudah mapan. Berbanding terbalik dengan di Indonesia ini, orang-orang yang murtad justru orang yang tidak berkecukupan dan dari sisi ekonomi bisa dikatakan 'gagal' (saya tidak punya data untuk ini hanya berdasarkan pengamatan dilapangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini apa yang harus kita lakukan sebagai muslim yang waras? Perjuangan tiada henti sampai kita masuk ke liang lahat alias kubur. Kacamata analisis saya adalah, dengan jumlah muslim terbesar di dunia tetapi hidup dalam negara yang bukan negara agama (Islam) maka ini adalah makanan empuk bagi kaum orientalis dan zionis untuk memecah konsentrasi ummat Islam untuk membangun peradaban di Indonesia bahkan di dunia ini menuju apa yang sudah dinubuatkan Nabi yang sering dikumandangkan Hizbut Tahrir (tebak sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dunia sana, yang takut Islam maju di Indonesia dan memandang bahwa Islam itu berbahaya bagi perkembangan dunia jelas...bahwa salah satu caranya adalah merusak konsentrasi ummat dengan cara menghina Nabi yang mereka cintai yaitu MUHAMMAD SAW. Apapun akan mereka lakukan karena memang Indonesia adalah sasaran empuk untuk itu karena ummat Islamnya masih banyak yang GOBLOK (maaf lo kalau sedikit kasar). Inilah sebetulnya tugas kita, memintarkan ummat ISLAM itu agar tidak mudah terpancing emosinya hanya untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting. Maaf, kalau saya katakan tidak penting karena NABI saja dihina lebih parah dari itu masih sabarrr......sekali. Jadi saya berfikir apa ini yang dikuatirkan Nabi ketika beliau mau meninggalkan dunia yang fana ini dengan berkata "ummati...ummati...ummati...". Beliau mungkin sudah bisa melihat ke depan bahwa banyak ummatnya di Indonesia ini GOBLOK-GOBLOK sehingga perilakunya tidak membuat orang simpati pada ISLAM agama yang di ridloi ALLAH. ALLAHU AKBAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis lain adalah bukankah kita tahu  suhu politik di negara ini semakin memanas menjelang pemilu 2009. Bukankah kita tahu bahwa suara ummat Islam itu diperebutkan. Bukankah kita tahu bahwa ummat Islam di negara ini juga terpecah-pecah dalam beberapa partai yang sudah menjadi agama baru itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian pemerintah dalam running text di salah satu televisi swasta seperti yang saya sebutkan di atas tadi adalah bukti bahwa pemerintah sedang menebar simpati pada ummat Islam. Sudah tentu tujuannya adalah 'tolong dong dukung kami untuk   pemilu 2009' (mohon maaf ini kan analisis politik jadi asumsi asumsi seperti itu bisa saja muncul ke permukaan dan bukan barang baru lagi untuk negara Indonesia ini). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bisa saja blogger itu adalah orang dari partai tertentu, kemudian pemerintah menghimbau untuk membuka identitas blogger untuk merebut simpati dan ujung-ujungnya waktu kampanye politik nanti meminta dukungan pada ummat Islam yang 'terserak' dinegeri ini karena sudah merasa membela ummat (walau sesa'at) melalui sentimen pelecehan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...mudah-mudahan analisis saya tidak terlalu naif untuk negeri yang subur dan masyarakatnya banyak yang tidak sejahtera ini karena saya bukan seorang pakar politik dan lulusan fakultas ilmu sosial dan politik universitas terkenal yang banyak melahirkan analis-analis politik. Semoga keliru...masak keliru gak boleh. Wong Gus Dur menghimbau GOLPUT saja gak ditangkap dan tidak ada yang berani menangkap walau sudah ditantang di media oleh GUs Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei...kamu kan bukan Gus Dur  GOBLOK! Oh iya lupa.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1649324627069464990?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/1649324627069464990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=1649324627069464990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1649324627069464990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1649324627069464990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/11/nabiku-bernama-muhammad.html' title='NABIKU BERNAMA MUHAMMAD'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4034010060055030611</id><published>2008-10-18T15:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T15:35:46.036-07:00</updated><title type='text'>HAJI DAN PERUBAHAN</title><content type='html'>Dalam kesempatan menghadiri undangan kenduri teman yang akan berangkat haji tahun ini, saya sempat tercenung dengan tausiyah yang diberikan oleh ustad mengenai haji yang merupakan ibadah istimewa ini. Mengapa istimewa? Karena sudah dijanjikan melalui hadits Rasul bahwa pahala orang yang berhaji bila memang niatnya untuk ibadah dan berziarah ke Mekkah dan Madinah  karena ALLAH akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat dibanding bila kita beribadah di tanah air atau di rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat fikiran saya lari kemana-mana setelah mendengar tausiyah tersebut adalah, mengapa kok orang Indonesia itu berangkat haji pada saat sudah berusia (tua)? Padahal dalam tausiyah tersebut jelas sekali disinggung bahwa bila mendapat predikat haji mambrur maka Insya Allah perilakunya akan bertambah baik sepulangnya dari haji. Ini menarik untuk dikaji. Mengapa karena di Indonesia ini dengan mayoritas penduduk muslim fenomena haji selalu menjadi polemik setiap tahun, mulai kuota jamaah haji, sampai tender transportasi pengangkut jammah haji bahkan sampai pengelolaan katering di tanah suci sana. Banyak peluang ‘madu’ disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila kita berfikir tentang pertanyaan yang bermain-main di kepala saya tadi mengapa kok berangkat haji nunggu tua dulu? Maka ini ada kaitannya dengan ketersediaan ongkos untuk berangkat haji yang setiap tahun terus meningkat yang berkaitan pula dengan penghasilan dari profesi sang jamaah. Syukur akhir-akhir ini banyak yang muda-muda sudah berangkat haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya esensi dari pertanyaan saya tadi bukan berangkat hajinya tetapi adalah predikat haji mabrur nya seperti yng disampaikan ustad di atas tadi. Dengan predikat tersebut sangatlah masuk akal bahwa akan membuat sebuah gelombang perubahan di tanah air tercinta ini. Mengapa saya katakana begitu? Karena dengan mayoritas muslim terbesar di dunia dan selalu terpenuhinya kuota pada tiap musim haji tentu seharusnya dapat membuat gelombang perubahan dalam kehidupan secara simultan bila dikaitkan dengan jumlah jamaah yang berangkat tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa lacur, yang terjadi adalah Indonesia semakin terpuruk dari sisi moral walaupun ada perbaikan disana sini dengan lambat akhir-akhir ini. Apa predikat Indonesia di mata dunia? Negara korup papan atas. Bahkan sudah bukan rahasia umum bahwa TITEL HAJI merupakan kebanggaan tersendiri layaknya TITEL DOKTOR dan bahkan katanya…katanya lo ya bila ingin menduduki jabatan tertentu titel haji tersebut semacam aturan tidak tertulis. Bahkan ada rektor yang tidak mau di tulis titel akademiknya di ijazah mahasiswa tetapi minta ditulis titel H nya alias HAJI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah warisan FEODAL yang masih melekat pada anak bangsa ini. Karena tidak ada sesi tanya jawab dalam kenduri tersebut saya tidak mengajukan pertanyaan mengenai titel haji ini karena muslimin dan muslimat di belahan Eropa  atau Amerika sekalipun tidak pernah mencantumkan TITEL HAJI ini walaupun mereka sudah berziarah ke tanah suci ? Aneh bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita tengok bukti empiris di lapangan tentang HAJI ini. Tidak sedikit gubernur atau bupati yang bertitel HAJI masuk penjara. Anggota DPR yang bertitel HAJI masuk bui. Di Jawa Timur  banyak orang yang bertitel HAJI ternyata perilakunya preman dan mendukung organisasi tertentu yang identik dengan organisasi yang bergerak di bidang ‘kekerasan’. Kalau begitu HAJI itu apa seh? Teman saya yang lebih mengerti bilang bahwa haji itu ya ‘ZIARAH’ dengan keistimewaan pelipat gandaan pahala yang diperoleh karena keistimewaan tempat. Lha kalau begitu Mambrur itu terus apa? &lt;br /&gt;Fikiran saya terus bermain main mengingat-ngingat tausiyah sang ustad tentang mambrur tadi…jadi kalau begitu…jangan jangan HAJI-HAJI di INDONESIA ini banyak yang TIDAK MAMBRUR alias HAJI MABUR (hehehe) karena niat keberangkatannya untuk menduduki posisi tertentu, karena niat keberangkatannya untuk prestis di mata masyarakat, karena niat keberangkatannya untuk syarat bisa beristri lagi (pada etnis tertentu), karena….karena…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah apa yang dikatakan RASUL bahwa pada akhir zaman nanti ummatku akan berjumlah banyak tetapi seperti buih dilautan. Mungkin ini salah satunya seperti yang terjadi di INDONESIA musliminnya banyak, kuota haji tiap tahun selalu terpenuhi bahkan untuk tahun depannya TETAPI….imbasnya untuk perubahan bangsa karena kuatnya pendirian dalam memegang nilai-nilai syariat perlu dipertanyakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RABB sesungguhnya Engkau sangat mengetahui isi hati kami…berikanlah kemudahan kepada teman kami, luruskanlah niatnya dalam ziarah istimewa tahun ini, dan jadikanlah ia haji yang mambrur yang dapat membawa perubahan pada lingkungan dimanapun dia berada kearah yang lebih baik lagi, mudahkanlah perjalanannya dan berikanlah keselamatan kepadanya sampai musim haji berakhir  dan tiba di tanah air kembali.&lt;br /&gt;RABB berikanlah pula panggilan kepada kami dan teman-teman kami yang lainnya diusia muda untuk berziarah ke tanah suci tempat yang Engkau istimewakan dan jadikanlah haji kami haji yang mambrur sehingga di sisa usia kami, kami menjadi bermanfaat bagi ummat dan dapat membawa gelombang perubahan kearah yang lebih baik dari sekarang ini. Wahai RABB yang menguasai langit dan bumi berikanlah pula hal yang kami minta pada Mu kepada jamaah haji INDONESIA seluruhnya yang berangkat  pada musim haji tahun ini, amiin yaa Robbal ‘alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan teman….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4034010060055030611?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/4034010060055030611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=4034010060055030611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4034010060055030611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4034010060055030611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/10/haji-dan-perubahan.html' title='HAJI DAN PERUBAHAN'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8828264368559055576</id><published>2008-10-16T15:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T16:01:30.746-07:00</updated><title type='text'>PADI PULITIK ??</title><content type='html'>Sebagai bangsa  yang secara geografis condong ke agraris kita lupa akan akrarnya. Bagaimana tidak saya sering berjalan-jalan dan melihat bagaimana sawah-sawah produktif sudah berubah dan disulap menjadi bangunan pencakar langit dengan nilai jual yang selangit untuk ukuran kantong pegawai negeri atau petani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ras Asia yang dominan menyantap nasi sebagai bahan pokoknya setelah diolah dari beras tentulah perlu memikirkan ke depan nanti bagaimana ? Apalagi diversifikasi pangan belum menunjukkan hasilnya sehingga mayoritas bangasa ini masih suka menyantap nasi dan ada istilah "kalo gak makan nasi rasanya gak kenyang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan nasi yang awalnya dari padi, tentulah kita memerlukan lahan untuk menanamnya agar dapat menghasilkan beras yang berkualitas. Pak tani yang setia dengan profesinya masih berusaha untuk bertahan dengan lahannya yang terkadang tidak menghasilkan keuntungan karena mereka selalu dipolitisasi. Saya masih ingat ketika dulu mengambil kuliah ekonomi pertanian, ada buku karangan Prof. Soekartawi yang sering bolak balik Malang - Philipina. Disitu dijelaskan dengan grafiknya bahwa ketika terjadi surplus atau panen padi yang berlebihan maka pemerintah akan melakukan perannya sebagai badan penyangga (BUFFER) melalui peran BULOG dengan membeli kelebihan panen padi tadi. Sehingga akan terjadi keseimbangan dan harga beras tidak akan jatuh. Ini adalah standar penjelasan dari teori atau hukum permintaan dan penawaran yang dimodifikasi melalui peran BULOG yang mengintervensi untuk membuat petani Indonesia sedikit lega. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa petani ketika panennya berhasil dan beras melimpah maka mereka tetap nelangsa karena harga gabah tidak menguntungkan. Padahal ketika musim panen tiba, untuk memenuhi sarana produksinya seperti pupuk, waduh mereka harus antri dan berjibaku untuk sekedar mendapatkan pupuk satu karung ukuran 50 kg. Apa sesungguhnya yang terjadi di negara tercinta ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak salah bila pada suatu masa nanti kita akan kekurangan lahan pertanian dan produksi beras kita akan menurun karena PETANI SUDAH BOSAN DAN SELALU DIBOHONGI TERUS. Apa buktinya? Media massa sudah menjawabnya dengan ramai-ramainya petani membakar hasil gabah mereka yang katanya akan dibeli oleh partai politik tertentu dan akan dijadikan bibit bagi petani di belahan bumi Indonesia yang lain. Masih ada lagi, produk prematur yang gagal karena syahwat politik orang - orang dekat presiden untuk mengangkat citra pemerintah melalu partai tertentu yang lagi berkuasa, dengan padi SUPER apa itu SUPER TOLOL nya yang membuat petani demam, panas dingin memikirkan kelanjutan dapurnya ngebul apa tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong untuk menghasilkan varitas unggul saja perlu waktu bertahun-tahun dan melalui eksprimen yang tak henti-hentinya. Ini kok seperti sulapan mau pemilu terus berkoar-koar "INILAH BIBIT UNGGUL".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani Indonesia itu adalah petani yang selalu dibodohi sejak dulu terbukti sejak saya kecil hidup di lingkungan petani sampai saya memiliki istri dan istri saya melahirkan anak, petani yah tetap begitu saja, diBODOHI. Saran saya pada petani jangan mau dijadikan badut politik karena saya tahu bahwa petani Indonesia itu sebenarnya pandai tetapi tidak berdaya dalam ber-revolusi untuk membuat suatu perubahan. Sampai saya kadang berfikir apa jadinya kalau petani tidak menanam padi lagi terus hanya menanam singkong saja ? Bila kita kaitkan dengan statemen "kalau gak makan nasi gak kenyang".&lt;br /&gt;Bagi petani mungkin tidak mengapa, karena saya tahu betul bahwa petani Indonesia itu sangat tabah dan memiliki ketahanan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin berujar kepada petani Indonesia dalam menyongsong pesta pemilu nanti&lt;br /&gt;"WAHAI PETANI INDONESIA JANGANLAH GAMPANG DIBODOHI OLEH BADUT-BADUT POLITIK WALAU BERGELAR DOKTOR SEKALIPUN. TERIMALAH UANGNYA KALAU MEREKA BERKAMPANYE PADA SAAT MENDEKATI PEMILU TAPI JANGAN KAU COBLOS GAMBARNYA BILA MEREKA TERBUKTI SUDAH MENIPU KARENA SYARAT JADI PEMIMPIN ITU ADALAH JUJUR. PETANI INDONESIA YANG AKU CINTAI, BERSABARLAH DALAM KEHIDUPAN INI KARENA SESUNGGUHNYA PROFESI KALIAN JAUH LEBIH MULIA DIMATA SANG PENCIPTA BILA KALIN MENIATINYA DENGAN IBADAH. JAUH LEBIH MULIA DARI PADA POLITIKUS BUSUK DENGAN PADI POLITIKNYA. JANGAN MAU DIJADIKAN BUDAK POLITIK MEREKA YA...PAK PETANI..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat bagaimana seorang anak manusia yang bernama MUHAMMAD membuat suatu perubahan akhlaq dan peradaban dunia dengan KEJUJURANNYA bahkan sebelum terpilih menjadi nabi sekalipun, JUJUR adalah senjata utamanya sehingga semua orang percaya menitipkan apa saja padanya. Sungguh hebat MUHAMMAD ini. Bagaimana dengan MUHAMMAD MUHAMMAD sekarang ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...seandainya MUHAMMAD ini menyaksikan bagaimana negara Indonesia yang begitu kayanya dan dengan mayoritas penduduk muslimnya mungkin MUHAMMAD akan menangis meratapi keadaan ummatnya. Sampai saya berfikir apa gak meratapi bangsa ini ya ketika sang MUHAMMAD ini menghadapi sakratul maut dengan berujar "UMMATI...UMMATI...UMMATI..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...mudah-mudahan MUHAMMAD mendoakan bangsa ini dari alam sana agar kaum muslimnya dan para petaninya tidak jadi korban PADI POLITIK lagi sehingga bangsa ini menjadi apa yang tertulis dalam KITAB yang dibawanya menjadi bangsa yang makmur aman sejahtera dan rakyatnya sumringah-sumringah karena apa ? Karena rakyatnya (presiden, menteri, anggota DPR dan semua warga negara ini) sudah jujur semua hehehe....kapan ya...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma ALLAH yang tahu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8828264368559055576?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8828264368559055576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8828264368559055576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8828264368559055576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8828264368559055576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/10/padi-pulitik.html' title='PADI PULITIK ??'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6665549701338161181</id><published>2008-10-03T09:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-03T09:47:58.252-07:00</updated><title type='text'>REFORMASI TRANSPORTASI MASSA, HARUS !</title><content type='html'>Saya menulis ini karena gregetan, benci, muak , mangkel, geram...semua bercampur aduk menjadi satu. Sebetulnya saya ingin menulis ini sejak tiga hari yang lalu tetapi niat untuk menulis itu tertunda hanya karena waktu dan niat itu menguat kembali setelah siangnya saya menonton kabaret gado-gado politik...kok seperti apa yang saya fikirkan. Maka malam ini saya sempatkan untuk menulis. Mengapa biar emosi saya mereda dan saya merasa puas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita maklum bahwa tradisi mudik ketika lebaran sudah menjadi fenomena sosial di negara ini bahkan tidak hanya bagi yang beragama Islam, yang non- muslimpun memanfaatkan kesempatan libur ini untuk mudik ke kampung halamannya atau sekedar beramai-ramai datang ke tempat pariwisata untuk melepaskan penat rutinitas yang selalu mendera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sudah menduga bahwa gelombang mudik tahun ini pun akan menelan korban seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertanyaan saya yang selalu bermain dibenak adalah  apa penduduk negara ini yang tidak rasional atau pemerintahannya yang "DUBLEK". Mengapa saya bilang dublek ? Sudah 63 tahun merdeka tapi program transportasi massa yng murah nyaman dan aman belum terwujud hingga saat ini. Padahal disisi lain pemerintah selalu mendengungkan hemat energi namun disisi lain peningkatan jumlah kendaraan roda dua atau sepeda motor sungguh fantastis. Ini indikator bahwa transportasi massa negara ini gagal total dan tidak mendukung program pemerintah dalam hal pencanagan hemat energi oleh presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat saya menulis malam ini entah sudah berapa puluh korban berjatuhan karena fenomena mudik yang irrasional ini. Kenapa saya bilang irrasional? Dalam kacamata saya silaturahmi tidak hanya harus melulu bertemu  dengan cara tatap muka walau ada pendapat bahwa fenomena mudik ini tidak dapat diukur dengan materi. Tetapi bila mudik malah membahayakan jiwa dan keluarga apakah ini  bukan tindakan yang konyol?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga seyogyanya belajar dari fenomena mudik ini dan sudah saatnya pemerintah melakukan reformasi dibidang transportasi massa terutama transportasi jalur darat, seperti kereta api, bus dan lainnya yang memenuhi standar 'manusiawi' manusia Indonesia yang hidupnya dijamin oleh undang undang yang berlaku di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikiran nakal saya lantas menerawang kemana-mana, kok ada ya...selama beberpa tahun pemerintah negara ini membiarkan rakyatnya menderita terus menerus dalam mudik massal ketika menjelang lebaran ataukah ini rekayasa Tuhan untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk di negara ini. Rasanya  kok konyol sekali bila kita tidak melakukan perubahan dalam bentuk REFORMASI TOTAL TRANSPORTASI MASSA UNTUK RAKYAT. Bagaimana pendapat anda ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan pemerintah mau memikirkan rakyatnya bukan hanya memenuhi syahwat perutnya untuk sex, makan enak, dan meniduri selir-selir (gelap)nya. Ingat Anda juga akan MATI dan dimintai pertanggungjawaban di depan Tuhan, saya hanya bisa berdoa semoga kalian sadar agar nanti perut kalian tidak disetrika oleh malaikat hingga usus kalian terburai, ALLAHU AKBAR !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6665549701338161181?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6665549701338161181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6665549701338161181' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6665549701338161181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6665549701338161181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/10/reformasi-transportasi-massa-harus.html' title='REFORMASI TRANSPORTASI MASSA, HARUS !'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8173709210056754913</id><published>2008-09-01T07:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-03T09:56:15.001-07:00</updated><title type='text'>KULTUM RAMADLAN  1429 H</title><content type='html'>Alhamdulillahi rabbal ‘alamin. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama sholaita  ‘ala Ibrohim wa ‘ala ‘ali Ibrohim..fil ‘alamiina innaka hamidum majiid. Robbishrohli shadri wa yassirli amri wahlul uqdatam millisani yafqohu qauli. Robbizidni ilma warzuqni fahma. Watawakkal ‘alalLah wa kafa billahi wakiila. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terhormat poro ‘alim ulama, poro sesepuh …pinisepuh dan yang sepeuh sepuh maneh..bapak ibu yang terhormat, adik adik yang saya cintai dan hadirin hadirot  Rahima kumullah, Assalamu’alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kita rahmat karena hari ini kita sudah sampai dan melewati hari pertama di bulan Ramadlan ini dengan sempurna. Sungguh sebuah karunia yang tak terhingga pada diri kita yang masih bisa menikmati Ramadlan kali ini karena kita diberikan kesempatan untuk beribadah dengan sungguh sungguh pada bulan yang penuh ampunan, rahmat dan berkah ini. Bagaimana tidak, banyak saudara-saudara kita yang tergolek di rumah sakit atau bahkan sudah mendahului kita menghadap Nya sehingga tidak dapat menikmati Ramadlan yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin Rahimakumullah, dalam kitab-kitab banyak sekali diterangkan mengenai puasa yang dapat menghapus dos kaum mukminin. Satu bulan yang sangat berarti dalam setahun dimana manusia sebagai makhluk yang lalai, lemah dan penuh dosa. &lt;br /&gt;Rasullullah bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;“fitnah yang dialami seseorang dalam keluarga adalah harta, anak dan tetangganya akan terhapus dengan shalat, puasa dan sedekah” (HR. Bukhari – Muslim).&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah yang dimaksud dalam hal ini adalah hal-hal yang membuat kita berpaling dari ibadah karena kesibukan mengurusi keluarga, harta, anak dan tetangga yang kadang-kadang membuat kita berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu banyaklah memohon ampunan  dan rahmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala agar kita selalu mendapatkan surga atas Rahmatnya bukan karena ibadah kita yang tidak seberapa ini. Mengapa saya bilang tidak seberapa ? karena dalam kitab minhajul abidin, setan/iblis sebelum durhaka kepada Allah telah beribadah selama 80.000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Siapa yang mengetahui umur kita ? Hanya Allah saja. Maka dari itu banyak-banyaklah mengingat akan mati. Sebagai ilustrasi bila kita diberi umur 70 tahun saja misalnya, tanyalah diri sendiri berapa tahun yang sudah kita berikan untuk beribadah kepada Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruhlah kita sudah berpuasa pada usia 8 tahun berarti ada 62 bulan ramadlan yang telah kita lalui atau setara dengan 5,17 tahun. Ini hanya ibadah puasa saja. Bagaimana dengan tidur kita ? mari kita ambil rata-rata kita tidur 6 jam dalam sehari, walau pada saat bayi kita bias tidur 8 jam atau lebih dalam seharinya tetapi marilah kita ambil rata-rata 6 jam saja. Ada 613.300 jam atau setara dengan 11,7 tahun atau hampir 16 persen dari usia kita untuk tidur. Padahal Rasul kita yang sudah dijamin surga saja masih terus beribadah dengan tekun, dalam riwayat diceritakan kaki Rasul sampai bengkak dengan usia yang tidak sampai 70 tahun, hanya 63 tahun. Bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya bulan Ramadlan kali ini untuk terus beribadah dengan ikhlas dan hanya karena  Allah semata. Sebab bila bukan karena Allah semuanya akan sia sia. Karena mertua misalnya, karena pengurus masjid, karena gak enak dengan tetangga yang sudah berangkat lebih dulu untuk shalat taraweh dan banyak lagi misalnya yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menhimbau kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin RahimakumuLlah untuk selalu banyak berdoa karena do’a orang yang sedang berpuasa itu tidak akan ditolak. Seperti yang disabdakan Rasulullah saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;“Tiga golongan yang tidak tertolak do’anya, orang yang sedang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang-orang yang terzalimi” (Hadits hasan riwayat  Ahmad).&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin sekalian yakinilah puasa yang kita lakukan karena Allah  dan banyaklah memohon ampun hingga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah. Sehingga kita menjadi mahluk yang tahu diri akan segala kekurangannya dan selalu membutuhkan Allah yang sudah memberi kita hidup dengan menghirup oksigen yang gratis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ini yang saya bisa sampaikan dalam kultum kali ini. Lebih dan kurang saya mohon maaf dan semoga hal yang sedikit ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua, amiin. Billahi taufiq wal hidayah  wassalamu’alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8173709210056754913?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8173709210056754913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8173709210056754913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8173709210056754913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8173709210056754913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/09/kultum-ramdalan-1429-h.html' title='KULTUM RAMADLAN  1429 H'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-9003149518373603367</id><published>2008-08-31T06:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T06:25:12.004-07:00</updated><title type='text'>HONORER  TERTUA</title><content type='html'>Cerita ini menginspirasi saya untuk menuangkannya dalam tulisan di blog yang jelek ini. Bagaimana tidak …cerita teman saya seperti judul di atas membuat dua kutub yang saling berlawnan ketika teman saya tadi membaca sebuah bulletin di salah satu kampus ternama di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulletin yang memuat profil seorang doktor muda dengan segala pernak pernik prestasinya dan sudah diangkat menjadi PNS mengikuti ‘gelombang  Kepres SBY’ yang mengangkat honorer-honorer menjadi PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya setelah membaca bulletin tersebut teman tadi berujar (mungkin berseloroh) “saya akan membuat bulletin baru  dan akan saya beri judul ‘honorer tertua’. Kontan teman diseklilingnya tertawa terbahak. Iseng ada teman yang menanyakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘lho memang siapa pak yang honorer tertua?’ &lt;br /&gt;‘ya…saya ini dan pak sekuriti itu sambil menunjuk seorang sekuriti’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iseng pula saya menyelidik ke sekuriti ‘pak umurnya berapa pak?’&lt;br /&gt;‘lima tujuh’ jawab sekuriti enteng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergumam dalam hati…kasihan mereka tapi saya tidak mau berfikir panjang salah siapa sebetulnya dengan sistim kepegawaian yang ada di Negara Indonesia ini. Saya hanya mengamati bahwa dalam lingkungan kerja teman tadi kkn nya masih sangat kental…mereka yang bekerja disitu banyak yang memiliki pertalian darah yang kuat. &lt;br /&gt;Inilah tipikal bangsa ini, tidak memiliki arah dan kompetensi yang jelas sehingga tidak disegani bangsa lain di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saya SD sampai saya memiliki anak dua sekarang ini, yang saya lihat rakyatnya gitu-gitu aja sejahtera tapi semu…mengapa semu? Kelihatannya memiliki asset yang banyak tapi sebetulnya dari hasil berhutang. Bagaimana tidak…berapa sih gaji honorer? Saya hanya melihat pemerintah perlu memberikan bimbingan mental pada anak bangsa ini agar banyak menjadi pengusaha dan anggota legislative biar cepat kaya …???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-9003149518373603367?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/9003149518373603367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=9003149518373603367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9003149518373603367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9003149518373603367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/08/honorer-tertua.html' title='HONORER  TERTUA'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6849006769406159530</id><published>2008-08-06T18:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T19:13:48.692-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pagi, 7 Agustus 2008</title><content type='html'>Di tempat teman saya bekerja di salah satu universitas negeri ternama di Surabaya banyak sekali kelucuan terjadi, terutama di sistim informasi akademik nya. Bagaimana tidak menurut teman saya ini peristiwa ini sudah berlangsung bertahun-tahun tetapi tidak ada jalan keluarnya. Artinya bila ada apa-apa semua dilimpahkan ke bagian akademik selaku entrier data atau operator. Ini menyebabkan sem&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;ua saling lempar kesalahan antara fihak yang semestinya bertanggung jawab dan me maintance dengan fihak end user. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya jalan-jalan ‘menyambangi’ teman saya tersebut dan saya diterima di ruangannya. Saya hanya melihat bagaimana kabel bersliweran seperti kabel listrik, dan telepon di negara ini yang semakin semrawut ketika musim layangan tiba. Ketika saya mencoba ke kamar mandinya waduh sungguh jauh dari kesan mewah…bila dibanding dengan berapa besar SPP yang harus dibayar kan mahasiswa. Ini saya tahu sendiri karena kebetulan ada anak teman saya juga yang kuliah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata saya mengukur manajemen secara sederhana itu gampang saja, apalagi itu dari sebuah kantor bergengsi ataupun universitas ternama sekalipun. Cukup dari instalasi kabel dan kebersihan kamar mandinya. Bila dua variable itu tertata dengan baik bisa dipastikan manajemen di instansi atau perusahaan tersebut Insya Allah baik. Mengapa ? Jawabannya sederhana pula, karena salah satu manajemen Tuhan itu adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;planning&lt;/span&gt; atau perencanaan yang kemudian diduplikasi oleh pakar-pakar manajemen dengan istilah terkenal POAC nya (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Planning, Organizing, Actuating and Controlling&lt;/span&gt;) yang saya dapatkan ketika saya dulu belajar manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Allah menciptakan alam ini, perencanaannya... SubhanaLlah….indah nian kawan, bagaimana sang Pencipta ini mengorganisasinya dengan sempurna. Manusia seharusnya memperhatikan itu dan menduplikasinya dalam kehidupan sehari-hari agar dia bisa mendekati manajemen Allah tadi, walaupun jelas-jelas tidak akan mampu menyamainya tetapi Allah sudah memberikan contoh dalam kehidupan bahwa hendaknya kita punya rencana dan organisasi yang baik. Bukan begitu teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya perhatikan ketika saya sowan ke kantor teman saya itu adalah kebersihannya dan rambu-rambu yang harus dipatuhi semisal ‘dilarang merokok’. Waduh amburadul sekali karena saya tetap mencium aroma asap rokok walau terpampang tulisan besar diatas dinding nya DILARANG MEROKOK ! apalagi itu diruangan yang ber AC. Heheh..inilah tipikal orang Indonesia, muslim lagi… Sama ketika saya bandingkan dengan warga di tempat perumahan saya yang mayoritas muslim dan pandai sekali berdalil dengan Qur’an and hadits, tapi ketika ngurusi sampah rumah tangganya sendiri gak bisa. Bagaimana tidak, selalu menghafal “kebersihan itu sebagian dari pada iman” tetapi kalau buang sampah sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini secara mikro merupakan potret makro bangsa Indonesia (sebab terkenal di dunia karena KORUPSI nya), karena sudah mengakar di atas yang berarti di bawah bukan hanya mengakar lagi tetapi sudak bertunas pula akarnya. Artinya generasi-generasi baru sudah tertular penyakit tidak mau tahu ini bahkan malah lebih hebat lagi menduplikasi dan mengembangkan penyakit masyarakat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini bagaimana kira-kira jadinya bangsa ini 10 tahun ke depan nanti? Waktu yang menjawab..saya hanya berdo’a semoga ALLAH tidak segera memusnahkan dan menghancurkan bangsa ini dan menggantinya dengan ummat yang lebih baik seperti janji ALLAH dalam Al-Anbiya ayat 11,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai penggantinya (AL-Anbiya: 11)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita sadar dan selalu ingat akan janji ALLAH ini karena janji ALLAH tidak akan pernah meleset sedikitpun beda dengan janji manusia yang ketika berkampanye memperebutkan jabatan begitu manisnya tetapi setelah itu saudara-saudara lihat sendiri…bagaimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita selalu mendapat hidayahnya dalam mengarungi kehidupan ini sehingga kita pandai me’menej’ diri sendiri, keluarga, organisasi dan lain-lain seperti sudah di contoh kan Nya dalam alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah yang termaktub dalam surat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muhammad ayat 33&lt;/span&gt; ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu dan takutlah suatu hari yang pada hari itu, seorang bapak tidak dapat menolong  anaknya dan seorang anak  tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji ALLAH adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan pula penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam menta'ati ALLAH"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6849006769406159530?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6849006769406159530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6849006769406159530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6849006769406159530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6849006769406159530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/08/refleksi-pagi-7-agustus-2008.html' title='Refleksi Pagi, 7 Agustus 2008'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3306306818788529355</id><published>2008-08-06T01:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T01:25:43.919-07:00</updated><title type='text'>ANAK KECILPUN BISA BERIMAJINASI</title><content type='html'>Kalau saya mengingat peristiwa minggu lalu saya terkadang ingin tertawa sendiri kadang geli dan kadang haru. Anak saya yang berusia 4 tahun menangis sesenggukan karena mengingat cerita ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah sore itu saya pulang ke rumah lebih awal dari biasanya karena memang hari itu saya  letih sekali. Sesampai di rumah aku menemui anak ku Cici sedang bermain dengan kakanya Fira. Seperti biasa aku selalu memeluk anakku dan menimangnya sambil menciuminya. Menanyakan bagaimana pelajaran di sekolah TK nya, apakah ada PR dan segala tetek bengek yang dialaminya seharian itu. Komunikasi itu tetap aku lakukan dan kujaga untuk membuat hubungan kami tidak hanya sebatas bapak dan anak tetapi juga sebagai sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici mengikuti ku ke kamar dan aku menggendongnya. Sambil tiduran aku bercanda bersamanya, sedang si Fira membaca saja di ruang keluarga. Kebiasaan membaca memang aku tanamkan sejak anak mulai kecil. Sering ketika libur mereka aku ajak ke toko buku hanya untuk sekedar jalan-jalan ataupun membeli buku baru cerita untuk anak yang mereka belum punya. Walau Cici belum bisa membaca dia selalu minta dibacakan cerita dari buku baru yang dipilihnya ketika sebelum tidur baik oleh kakanya Fira, mamanya ataupun saya sendiri. Saya terkadang tersenyum sendiri dibuatnya ketika dia kadang-kadang membaca buku sendiri lagaknya orang yang sudah pandai membaca dengan melihat gambar di buku dan meramu kata katanya berdasarkan daya ingat yang dimilikinya ketika dia menyimak mendengarkan  cerita yang dibacakan kakaknya, mamanya ataupun aku sendiri. Itulah Cici dengan segala gaya dan celotehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dari mana asalnya pernyataan Cici sore itu tiba-tiba dia mengemukakan &lt;br /&gt;“Ayah aku ingin keliling dunia” &lt;br /&gt;“Ho…bagus itu dik…tapi kalau mau keliling dunia adik harus rajin belajar dan pandai membaca dan tentunya harus berprestasi di sekolah,” jawabku sambil memeluknya.&lt;br /&gt;“Kalau nanti berprestasi di sekolah dan bahasa asingnya bagus, adik nanti bisa sekolah gratis karena dapat beasiswa. Beasiswa dari luar negeri banyak lo dik…nanti akan ayah carikan informasi,” jawabku. Aku lantas menirukan dengan pura-pura membaca surat panggilan diterima nya anakku Cici di salah satu universitas di Amerika, Ohio State University. Dengan bahasa Inggris ku yang gratal gratul aku membaca sekenaku. Anakku Cici hanya melongo memperhatikan ku.&lt;br /&gt;“Terus nanti adik..ayah uruskan paspornya, visanya dan pada saatnya berangkat ayah akan antar adik ke bandara,” celotehku dengan sangat menjiwai peran ku sebagai seorang ayah. &lt;br /&gt;Ketika akan berangkat ayah akan memeluk adik&lt;br /&gt;“Ayah …akan sangat merindukan mu dik,” kataku sambil memeluk anak ku sungguhan. Dengan mimik terharu dan meneteskan air mata aku melanjutkan&lt;br /&gt;“Jaga diri baik-baik ya nak…di rantau… jangan lupa sholat dan mengajinya…ayah akan bangga pada adik dan sekolahlah yang rajin. Jangan lupa kirim kabar bila nanti sudah tiba di Amerika,” celoteh ku sambil sesenggukan.&lt;br /&gt;“Sampai di Amerika adik terus kirim kabar ke ayah dan mama melalui kcanggihan teknologi bisa internet bisa telepon atau nanti bisa pake teknologi baru yang belum dikenal saat ini,” lanjutku.&lt;br /&gt;“Halo ayah..hallo mama adik sudah sampai di Amerika di sekolah Adik dan tinggal di asrama…adik baik-baik saja dan disini udaranya sangat dingin gak kayak di Indonesia,” aku sambil menirukan suara anak perempuan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keletihan membuatku tidak melanjutkan ceritaku…tapi yang terjadi kemudian Cici anakku nyeletuk&lt;br /&gt;“Ayah terus aku kalau udah selesai sekolah pulang ke Surabaya dan kerja di Surabaya kan?” tanyanya meyakinkan ku&lt;br /&gt;“Oh iya…dik,” jawabku&lt;br /&gt;“Ayah aku sedih…HUA..HUA..HUA….,” aku kaget dibuatnya.&lt;br /&gt;Aku mengira giliran anakku ini yang akting…gak tahunya betulan dia nangis sungguhan dan sesenggukan sambil teriak “MAMAAA….MAMAA….heng…heng…,” aku kalang kabut dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugendong anakku… tangisnya tak mau berhenti juga…akhirnya aku minta bantuan emak yang biasa membantu kami di rumah untuk menggendongnya sebentar…sembari aku mengerjakan kewajibanku sholat Asyar. Sampai aku selesai sholat tangis anakku ini belum berhenti juga. Aku lantas memanggil anakku Cici untuk datang kepadaku. Ini biasa kulakukan selesai sholat fardu untuk mendoakan kebaikan untuk anak-anakku sambil meniupkannya di kening mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil kugendong aku berdo’a dan meniupkan ke ubun-ubun Cici yang masih sesenggukan. Aku lantas berfikir apa yang salah ya….akhirnya aku punya ide untuk melanjutkan cerita yang belum selesai tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika adik selesai kuliah di Amerika..adik terus telpon ayah mengabarkan bahwa adik sudah selesai kuliah dan akan segera pulang ke Surabaya,” aku bercerita terus dan Cici mulai diam dari tangisnya dengan terus menyimak ceritaku.&lt;br /&gt;“Ayah, mama dan kak Fira menjemput kedatangan adik di bandara,” lanjutku&lt;br /&gt;“Harap-harap cemas ayah memperhatikan setiap penumpang yang keluar di pintu kedatangan dan ayah sungguh pangling ketika melihat adik Cici yang lebih tinggi badannya dan lebih putih dengan mata sedikit kebiru-biruan mungkin karena kebanyakan makan keju di sana, “ kataku sambil memencet hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adik ! hei …ini Ayah….,” kataku sambil menirukan gaya melambaikan tangan.&lt;br /&gt;“Ayah memeluk adik. Oh….ayah sungguh merindukan mu adik…terus mama juga memeluk adik..dan kak Fira juga memeluk adik,” kataku melanjutkan&lt;br /&gt;“Terus adik cari kerja di Surabaya dan diterima. Waktu adik dapat gaji pertama kali adik ngajak ayah, mama dan kak Fira makan bersama di restoran, nraktir ayah, mama dan kak Fira,” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ku ini mulai tersenyum, aku mengakhiri cerita…tapi ternyata anakku ini nyeletuk&lt;br /&gt;“Ayah besok-besok jangan cerita yang sedih lagi ya…adik ikut sedih…terutama ketika ayah nganter ke bandara,” aku kaget mendengar komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ku anak ku…mudah-mudahan keinginan mu terkabul ingin keliling dunia hehehe ternyata anak kecil juga bisa diajak berimajinasi. Semoga cita-citamu terkabul nak…amiinn&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3306306818788529355?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/3306306818788529355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=3306306818788529355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3306306818788529355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3306306818788529355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/08/anak-kecilpun-bisa-berimajinasi.html' title='ANAK KECILPUN BISA BERIMAJINASI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4405196190599453839</id><published>2008-07-21T18:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T18:50:47.404-07:00</updated><title type='text'>KEJAHATAN JALANAN &amp; PRESTASI</title><content type='html'>Sering kali saya melihat bahwa kemacetan lalu lintas itu akibat ulah segelintir orang yang tidak disiplin dan sedikit bersabar menunggu antrian. Walau harus juga diakui bahwa semua itu juga karena volume kendaraan yang berlebihan dari volume jalan. Tiap pagi saya melihat kejahatan di jalanan ini. Mulai dari menyerobot sampai berzig zag meliuk liuk dengan kecepatan tinggi dikeramaian lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil merenung saya terus berfikir kenapa ya...tidak ada pembalap dunia di kelas Grand Prix tidak ada yang dari Indonesia? Sampai di tempat kerjaan saya diskusikan hal ini dengan teman. Teman saya bilang kalau orang Indonesia itu banyak yang jago kandang, banyak lo... Setelah saya telaah berdasarkan nalar dan kemampuan saya dalam menyerap informasi ada benarnya juga. Paling yang banyak mendunia akhir akhir ini adalah cuma olimpiade sains. Putra-putra bangsa banyak mengharumkan nama negara ini...tapi untuk ajang balapan Grand Prix baik yang 250 cc maupun 500 cc kok belum ya...apalagi balapan formula 1. Jauh kayaknya....??? Kesimpulan saya adalah tidak adanya relevansi antara kejahatan jalanan dengan prestasi olah raga balap motor atau balap mobil. Rentetan logika berfikir saya akhirnya merambat pada tataran kebijakan yang punya kuasa di negara ini....mungkin perlu ada pemandu bakat bagi pelaku kejahatan jalanan ini untuk disalurkan ke tempat yang membuat mereka bisa berprestasi di tingkat dunia dengan mengharumkan bangsa yang sudah sejak lama membusuk ini sehingga mereka tidak kebut kebutan lagi dijalanan, karena apa nafsunya sudah tersalurkan...semoga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4405196190599453839?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/4405196190599453839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=4405196190599453839' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4405196190599453839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4405196190599453839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/07/kejahatan-jalanan-prestasi.html' title='KEJAHATAN JALANAN &amp; PRESTASI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-9071281171242902418</id><published>2008-07-07T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T00:37:08.057-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pemimpin tidak GAMPANG</title><content type='html'>Saya hanya ingin menulis kejadian di seputar kita sehari harinya. Saya hanya mengamati banyak sekali seorang pemimpin yang ragu dalam membuat dan mengambil keputusan. Bahkan cenderung pada mengambil jalan pintas untuk keselamatn diri sendiri. Ini artinya obyektivitas dalam mengambil sebuah keputusan sangatlah dibutuhkan bila Anda seorang pemimpin sehingga dalam bertindak tidak ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dihadapkan pada  kondisi ‘mengorbankan satu orang untuk kepentingan banyak orang’ banyak sekali pemimpin yang salah dalam bertindak (dalam kaca mata saya). Apalagi satu orang tadi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kepemimpinannya tetapi tindakannya sudah banyak merugikan orang banyak ataupun organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu saya mengingatkan diri saya sendiri dan saudara-saudara sekalian bahwa keberanian membuat keputusan  publik demi kemaslahatan manusia dalam skala yang besar jauh lebih adil (sekali lagi dalam kacamata saya) ketimbang  membuat keputusan untuk ‘memenangkan’ orang-orang  dekat  kita yang malah banyak merugikan fihak lain atau membuat organisasi berjalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tidak segampang yang diucapkan, tetapi itulah resiko bila ANDA menjadi pemimpin atau sudah di anggap PEMIMPIN oleh komunitas saudara dengan resiko pahit sekalipun. Bagaimana menurut Anda ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-9071281171242902418?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/9071281171242902418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=9071281171242902418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9071281171242902418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9071281171242902418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/07/menjadi-pemimpin-tidak-gampang.html' title='Menjadi Pemimpin tidak GAMPANG'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3464899837217474900</id><published>2008-05-22T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T20:37:45.151-07:00</updated><title type='text'>63 tahun sudah merdeka …</title><content type='html'>Menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga bbm, banyak polemik yang bermunculan mulai politisi gaek yang masih memiliki syahwat untuk mencalonkan presiden dalam pemilu berikutnya sampai dengan lurah yang rame-rame mengembalikan kartu tanda penerima BLT alias bantuan langsung tunai yang saya plesetkan bantuan lagi tapi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah terpaksa menaikkan harga bbm karena harga minyak mentah dunia yang terus melonjak bahkan pada saat tulisan ini dibuat di Asia harga sudah tembus  135 dolar per barel. Celakanya dalam kondisi ekonomi yang belum begitu baik dan banyaknya pengangguran dan bayi yang terkena gizi buruk pemerintah kurang cerdas dalam menelurkan kebijakan yang berfihak pada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata rakyat yang akrab pada saat kampanye mendulang suara untuk mencapai cita-cita menjadi orang nomor satu di Negara yang kaya ini menjadi hilang dengan sendirinya ketika para pengusaha asing yang berinvestasi eksplorasi minyak dan memiliki SPBU di Negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 63 tahun Negara ini merdeka selalu BBM menjadi isu menarik untuk diperbincangkan tetapi coba tengok di jalan bagaimana mobil-mobil mewah berseliweran dan kendaraan roda dua yang sudah menyesakkan jalan. Penghematan ! penghematan ! itulah kampanye  yang selalu pemerintah kumandangkan tetapi apa kebijakan untuk mendukung penghematan ini ? Rakyat kecil yang selalu menjadi korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah melihat bahwa orang Indonesia ini banyak yang putus urat malunya bagaimana tidak orang yang pake kendaraan mercy saja antri premium karena merasa pertamax mahal (?). Kalo pemerintah ingin memberikan subsidi mengapa pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan dengan mengeluarkan peraturan pemerintah  untuk kendaraan pribadi harus menggunakan pertamax dengan harga yang ditetapkan dan membangun transportasi publik yang nyaman. Untuk transportasi publik ini harus benar-benar professional, on time, murah, dan beroperasi 24 jam dengan interval waktu yang diatur secara professional pula. Subsidi silang ala begini saya kira akan sangat menguntungkan Negara ini dalam jangka panjang, biaya yang dibayarkan orang kaya pemilik kendaraan pribadi dengan harga bahan bakar yang mahal diperuntukkan bagi rakyat yang kekurangan dengan transportasi publik yang sudah disebutkan di atas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 63 tahun kita merdeka. Masih saja rakyat banyak menderita…apa yah yang salah ? Dalam kacamata saya memang ada unsur kesengajaan memiskinkan rakyat kebanyakan secara struktural. Mengapa ? Coba lihat di lapangan bila BBM naik apa yang terjadi ? semua harga barang naik kan ? Bagaimana pendidikan di negeri ini ? Mahal atau murah ? Apakah sudah menyentuh semua lapisan ? Masih segar dalam ingatan saya tahun lalu bahwa ada anak cerdas yang tidak jadi sekolah di perguruan tinggi negeri yang bergengsi hanya karena mahalnya biaya pendidikan dan akhirnya ditampung oleh perguruan tinggi swasta yang cukup ternama di Surabaya. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya pemerintah setelah 63 tahun merdeka ini bisa menyediakan pendidikan murah dan bermutu dengan gaji guru dan dosen yang memadai, transportasi massal yang murah, nyaman dan aman serta on time dan harga bahan pokok murah. Kalau saja pemerintah bisa seperti ini maka rakyat sudah sangat terbantu dengan pendapatan mereka yang minim dan tidak sebandingnya kenaikan gaji mereka dengan realitas tuntutan dari biaya-biaya yang harus di penuhi di lapangan sebagai manusia yang ingin maju untuk meningkatkan status sosialnya. Bisakah pemerintah mengevaluasi ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 63 tahun kita merdeka. Pemerintah semestinya memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk itu semua tapi apa daya ada yang salah dalam sistim pemerintahan di republik ini. Timbul pertanyaan sistimnya atau manusianya ? Apa perlu diganti sitim pemerintah ini dengan sistim sosialis, atau komunis sekalian ? Ah…hanya Allah yang tahu manusia dengan segala isi hatinya karena memang manusia itu ditakdirkan untuk selalu serakah, inilah mungkin pangkal penyebab dari semuanya, Allahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3464899837217474900?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/3464899837217474900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=3464899837217474900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3464899837217474900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3464899837217474900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/05/63-tahun-sudah-merdeka.html' title='63 tahun sudah merdeka …'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8754162615628923954</id><published>2008-05-12T21:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T21:31:33.035-07:00</updated><title type='text'>Minyak, hutan gundul dan banjir</title><content type='html'>Malam hari teman saya sempat menelpon menawarkan lahan sebagai plasma untuk perkebunan kelapa sawit di daerah Sumatera Selatan sana. Selang beberapa minggu saya juga ketemu dengan teman yang membuka lahan serupa di daerah Sulawesi. Teman yang dari daerah Sulawesi ini menawarkan harga yang lebih murah, se perempat dari harga lahan yang ada di Sumatera Selatan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi dengan teman yang dari Sulawesi ini saya hanya menggunakan logika bahwa lahan yang dibuka ini merupakan hutan produktif. Pembebasan lahan yang ratusan bahkan ribuan hektar ini tentunya akan berdampak dan merusak ekologi lingkungan disekitarnya. Semua ini dilakukan karena mahalnya CPO di dunia sebagai energi alternative mengantikan energi fosil yang sudah semakin langka dan menggila harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya fikirkan adalah dampak dari penggundulan hutan untuk kepentingan ekonomi dengan dalih perkebunan kelapa sawit. Dalam diskusi saya melontarkan pertanyaan yang langsung menohok bahwa apakah pembukaan lahan untuk kepentingan emas hitam ini telah memberikan kontribusi terhadap banjir di daerah Sulawesi ? Dengan sedikit berat teman saya itu menjawab bahwa hal itu bisa dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini jelaslah bahwa kepentingan pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencari energi alternative lain selain minyak fosil telah mengakibatkan warga atau rakyat menderita karena banjir  bah yang melanda daerah pemukiman mereka. Tidak hanya itu infrastruktur yang juga sudah dibangun selama ini telah rusak binasa akibat yang ditimbulkan banjir ‘alternatif’ ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sudah mengingatkan kita bahwa energi air ternyata besar dan dahsyat juga terbukti dengan tsunami di Aceh. Apakah kita yang tidak bisa menangkap semua perumpamaan alam ini ? tinggal kita bagaimana mengolahnya, WalLahu alam bis sawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8754162615628923954?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8754162615628923954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8754162615628923954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8754162615628923954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8754162615628923954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/05/minyak-hutan-gundul-dan-banjir.html' title='Minyak, hutan gundul dan banjir'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-2827978195772838293</id><published>2008-04-02T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T23:00:27.028-07:00</updated><title type='text'>MARI RENUNGKAN ...</title><content type='html'>BILA POLITISI SUDAH BERPERILAKU SEPERTI SEKARANG INI&lt;br /&gt;LANTAS APA TUJUAN PARTAI POLITIK ITU DIDIRIKAN ?&lt;br /&gt;PADAHAL..DALAM ISLAM BERPOLITIK ITU SAH !&lt;br /&gt;TAPI...BILA TUJUAN MENDIRIKAN PARTAI&lt;br /&gt;HANYA UNTUK KEKUASAAN SEMATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKA PERBAIKAN MACAM APA YANG KITA HARAPKAN DARI BANGSA&lt;br /&gt;YANG KATANYA BESAR INI ?&lt;br /&gt;SEJAHTERA ?&lt;br /&gt;BANGSA YANG PINTAR ?&lt;br /&gt;BANGSA YANG BERPENDIDIKAN ?&lt;br /&gt;ATAU BANGSA YANG 'NAKAL' ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUMA PEMBACA DAN TUHAN YANG TAHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILU SUDAH SEMAKIN MENDEKAT&lt;br /&gt;PARTAI BERLOMBA MENDEKATI MASSA&lt;br /&gt;TETAPI HANYA PADA MUSIM PEMILU SAJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BILA TELAH MENDUDUKI KURSI PARLEMEN&lt;br /&gt;MANA TERIAKAN MEREKA KE PEMERINTAH&lt;br /&gt;UNTUK MEMBELA&lt;br /&gt;GIZI BURUK&lt;br /&gt;ANTRI MINYAK TANAH&lt;br /&gt;MAHALNYA MINYAK GORENG&lt;br /&gt;HARGA BARANG KEBUTUHAN YANG SEMAKIN NAIK&lt;br /&gt;MAN ? MANA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADI MEMANG POLITIK ITU SUDAH MELENCENG&lt;br /&gt;DARI TUJUAN SEMULA&lt;br /&gt;KARENA APA ?&lt;br /&gt;KARENA UNTUK DUDUK DIPARLEMEN BUKAN PERKARA MUDAH&lt;br /&gt;PALING TIDAK ANDA HARUS MENGHABISKAN&lt;br /&gt;UANG MILIARAN RUPIAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GENERASI MUDA INDONESIA &lt;br /&gt;SATUKANLAH LANGKAH UNTUK&lt;br /&gt;MENDOBRAK KEKUASAAN KAPITALIS INI&lt;br /&gt;DENGAN DARAH BILA PERLU !!!&lt;br /&gt;MERDEKA !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-2827978195772838293?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/2827978195772838293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=2827978195772838293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2827978195772838293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2827978195772838293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/04/mari-renungkan.html' title='MARI RENUNGKAN ...'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6151709772561629511</id><published>2008-04-02T02:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T02:48:05.048-07:00</updated><title type='text'>Sebutan itu tidak penting</title><content type='html'>Saya jadi terbahak bila ingat cerita teman saya yang mengikuti rapat ketika divisi nya bergabung dengan divisi yang lebih besar walau masih dalam satu atap. Ketika pimpinan mempresentasikan struktur organisasi yang baru banyak karyawan yang resah dan merasa ada rasa takut kehilangan kewenangan bagi yang sudah mapan pada organisasi yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba pada sesi tanya jawab maka ada pertanyaan dari salah satu temen saya tadi yang merasa bahwa posisi nya akan turun satu tingkat dengan proses 'merger' ini. Pada saat itulah temen saya ini nyeletuk "bagi saya sebutan ataupun apa itu tidak penting yang penting adalah salary nya". Kontan ruangan rapat jadi gerr....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam kehidupan kerja tidak beda jauh dengan kehidupan politik dengan segala triknya. Ada yang lebih senang dengan posisi jabatannya walau salary tidak sebanding dengan sebutan dan tanggung jawab yang disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal ini saya juga kadang diskusi dengan istri saya yang sudah cukup lama berkecimpung dalam bidang sumberdaya manusia. Saya sangat jadi mengerti bahwa yang menentukan besar tidak salary seseorang selain karena keahlian yang didukung pendidikannya juga karena pengalaman yang pernah dijalaninya serta hal lain-lain juga seperti job deskripsi yang jelas menyangkut tanggung jawab. Hal lain yang penting adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan kesejahteraan pada karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi yang saya pegang adalah bahwa dimanapun kita bekerja kondisi kerja yang kita temui akan sama saja. Tergantung bagaimana kita membawa diri dan berusaha seprofesional mungkin dalam menjalankan tugas, maka semua akan datang dengan sendirinya. Walaupun banyak penelitian tentang kepuasan kerja khususnya di Indonesia yang menemukan masih dominannya faktor seseorang berpindah kerja karena tawaran salary yang lebih baik, manusiawi bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya tidak bisa menyalahkan celetukan teman saya tersebut ketika diskusi rapat seperti di atas tadi bahwa sebutan itu tidak penting yang penting adalah gaji 'salary' nya. Dalam pandangan teman saya tersebut percuma saja sebutannya mentereng tetapi gaji atau salary yang diterima hanya sekelas staf biasa di luar perusahaannya apalagi tanpa fasilitas yang menyertainya ? Kalau sudah begini semua kembali kepada individu masing-masing bagaimana sebetulnya seseorang itu menghargai hidupnya, bahwa hidup adalah perjuangan itu sangat betul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut Anda ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6151709772561629511?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6151709772561629511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6151709772561629511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6151709772561629511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6151709772561629511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/04/sebutan-itu-tidak-penting.html' title='Sebutan itu tidak penting'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6401499601414394939</id><published>2008-03-30T19:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T19:58:14.885-07:00</updated><title type='text'>OBROLAN SIANG HARI</title><content type='html'>Sehabis mengikuti sepeda santai  dengan rute yang cukup melelahkan saya mampir ke toko sepeda dimana saya membeli sepeda dulu untuk menyerviskan sepeda. Alih-alih sambil menunggu sepeda  dayung saya diproses maka saya berbincang-bincang dengan pemilik toko. Saya menatap ke jalanan yang semakin ramai saja dan sepertinya jalanan sekarang sebagai ajang balap bagi kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Akhir-akhir ini memang jalanan di Surabaya semakin padat saja sepertinya semua kendaraan serba ingin cepat dan tumpah ruah kejalan dan bahkan kadang memakan bahu jalan sehingga menakutkan bagi pejalan kaki yang memang pedestriannya tidak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata ke pemilik toko sepeda dayung tersebut bahwa semakin ramai kendaraan di jalanan membuat saya semakin takut untuk bersepeda, apalagi setelah saya tunjukkan gigi saya yang patah karena kecorobohan lalu lintas. Tak lama berselang maka datanglah seorang pelanggan pemilik toko tersebut untuk menyerviskan sepeda dayungnya yang pelek belakangnya rusak akibat diseruduk mobil dari belakang. Ini lagi bukti bahwa pengendara di Surabaya semakin ‘ganas’ saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bercerita bahwa dari internet saya mendapat informasi bahwa di Belanda rakyatnya rata-rata memiliki tiga sampai empat sepeda untuk satu orang. Betapa nyamannya bersepeda disana yaa…bayangan saya. Pemilik toko lantas menjawab bahwa tidak usah jauh jauh pak di Singapura  saja bersepeda sangat menyenangkan dan bikin awet muda karena pemandangannya bagus. Wah…saya tidak tahu itu karena saya memang belum pernah ke Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik toko lantas terus bercerita hal lain tentang pengobatan di sana yang ‘ciamiikkk’ karena pengalaman oranga tuanya yang harus dikemoterapi dengan diagnosis mengidap penyakit leukimia oleh dokter di Surabaya. Waduh akhirnya sang pemilik toko membawa orang tuanya ke Singapura untuk berobat di sana. Alhasil…orang tuanya bukan terkena penyakit leukimia hanya infeksi usus…setelah menjalani operasi untuk potong usus dan menetap tiga hari di Singapura orang tuanya sudah bisa jalan-jalan dan makan seperti orang normal. “Waduh pak…soro dengan dokter disini…hati-hati pak karena sering salah diagnosis”. Saya jadi ingat cerita keluarga selebriti Helmi Yahya yang menceritakan tentang anaknya yang juga salah diagnosis oleh dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta..tetapi untungnya Helmi Yahya mencari pendapat kedua (second opinion) dari dokter lain yang vonisnya lebih menyejukkan…alah…maakkkk….bisa bisa banyak anak bangsa ini mati sia-sia karena kesalahan diagnosis ini alias malpraktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita kami masih meneruskan ngobrol sambil menunggu sepeda saya selesai diservis…”Wah negara kita ini bobrok pak dan sama saja dengan negara Afrika”. Waduh saya …saya tidak kaget ..karena memang saya mengamati sudah banyak sekali terjadi kemunduran dalam banyak bidang di republik ini. Lantas kami berdiskusi bagaimana cara mengurangi kendaraan yang semakin banyak di jalanan yang sudah tidak mencukupi untuk mengisi badan jalan dan over volume. Kami akhirnya sepakat bahwa pemerintah sebaiknya memberikan fasilitas transportasi massal bagi publik yang aman, nyaman, murah dan on time. Waduh kalau ni mah…saya sering tulis dan diskusikan ke teman-teman…tetapi yang perlu dipertanyakan adalah sampai kapan pemerintah ini peduli ? (dengan tanda tanya besar). Kamipun sepakat bahwa bila transportasi itu aman dan nyaman, murah serta on time  maka akhirnya hasilnya akan tampak sendiri ….PERLU DICOBA INI PARA GUBERNUR dan PRESIDEN !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6401499601414394939?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6401499601414394939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6401499601414394939' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6401499601414394939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6401499601414394939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/obrolan-siang-hari.html' title='OBROLAN SIANG HARI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1392110442289164383</id><published>2008-03-29T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-03-29T01:02:19.453-07:00</updated><title type='text'>Kasih Judul Sendiri lah...</title><content type='html'>Saya teringat cerita teman saya bahwa betapa ruwetnya cara berfikir orang Indonesia ini...entah karena ewuh pakewuh...sungkan atau segan...sehingga birokrasi menjadi bertele tele. Bagaimana tidak, dalam sebuah organisasi posisi wakil tentunya sebagai &lt;em&gt;backup&lt;/em&gt; dari pimpinan tertinggi bila sang pemimpin tidak berada di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang dialami organisasi dimana teman saya bekerja beda..budaya sungkan menyungkan itu masih sangat dipegang teguh..bila sang pemimpin tidak ada ditempat maka harus menunggu pimpinan datang...lah pertanyaannya kalau itu &lt;em&gt;urgent&lt;/em&gt; bagaimana?&lt;br /&gt;Yah..kalau masih besok hari harus ditunggulah...akibatnya tentunya menghambat alur proses gerak laju perjalanan sebuah birokrasi. Kalau sudah begini apa tidak jalan di tempat namanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneruskan cerita teman tadi yang minta tandatangan akhirnya menunggu sang pemimpin tiba dari tugas luar kotanya dan teman tadi diminta datang kerumah untuk tandatangan pengesahan. Saya tertawa tawa mendengar cerita ini sambil bergurau saya nyeletuk "&lt;strong&gt;kalau sudah begitu buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya untuk tanda tangan pengesahan saja tidak ada pendelegasian, yang penting kan tidak merubah substansi dari isi yang harus dipertanggungjawabkan&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alaamaakkk kalau sudah begini bagaimana bangsa ini mau maju dan berkembang apalagi ngomong efisien....(mimpiii...kaleeee)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1392110442289164383?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/1392110442289164383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=1392110442289164383' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1392110442289164383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1392110442289164383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/kasih-judul-sendiri-lah.html' title='Kasih Judul Sendiri lah...'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-7765961568199871088</id><published>2008-03-25T23:20:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T00:02:16.959-07:00</updated><title type='text'>LAKI-LAKI MEMANG EGOIS, WANITA...???</title><content type='html'>Banyak peristiwa dikehidupan kita sehari-hari yang menggambarkan judul di atas walaupun tidak absolut memang. Tetapi haruslah diakui sebagai laki-laki memang terkadang kita egois. Mengapa ini terjadi? Karena sebagai laki-laki kita merasa superior dan sangat gampang tersulut harga dirinya bila terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain statistik menunjukkan bahwa laki-laki sekarang jumlahnya lebih sedikit dibanding perempuan...bolehlah coba datang ke rumah sakit. Tanyakan berapa bayi laki-laki yang lahir pada hari itu dan berapa pula bayi perempuan? Walaupun saya tidak memiliki data yang akurat, tetapi inilah nubuat yang telah disampaikan oleh Baginda RaullulLah SAW bahwa pada akhir zaman nanti jumlah wanita akan lebih banyak dari pada jumlah pria. Bahkan akan datang satu masa dimana ada empat puluh wanita yang mendatangi seorang laki-laki untuk meminta perlindungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat surplus jumlah wanita ini maka tentunya lapangan kerja sekarang ini banyak diisi oleh wanita yang lebih memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik, kerapihan dan familiar. coba saja lihat SPG SPG yang ada di plaza atau mall mall bisa dibilang 90% adalah wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat inipun pendidikan kaum wanita telah lebih baik lagi karena kesempatan lebih terbuka...berbeda dengan tahun-tahun awal kemerdekaan negara ini bukan. Kita bisa lihat sekarang berbagai sektor sudah dirambah oleh kaum wanita. Banyak juga bidang pekerjaan yang bergengsi sudah pula di genggam oleh kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran-pergeseran semacam ini pun telah melanda kehidupan rumah tangga dimana pada saat ini banyak sekali keluarga yang baik suami maupun istrinya bekerja. Walau ada juga yang beralasan karena tuntutan ekonomi tetapi ada juga yang beralasan karena 'sayang kalau ijazah' tidak bermanfaat bagi mahluk Tuhan di bumi ini. &lt;br /&gt;Bagaimana tanggapan kaum pria tentang hal ini ? Ada yang berpendapat bahwa 'pokoknya kerjaan rumah tangga tidak terbengkalai dan anak anak tidak terlantar ya...gak papa'. Ada juga laki-laki yang melarang istrinya bekerja dengan alasan bahwa 'sudah kewajiban laki-laki untuk memenuhi kewajibannya untuk mencukupi kehidupan rumah tangganya'. Ada lagi yang bilang nanti timbul fitnah karena wanita itu gampang tergoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya cobalah tengok bagaimana seandainya seorang wanita yang bekerja didalam keluarganya mendapat posisi yang lebih baik ? Bagaimana kira-kira sikap suaminya? Manusiawi memang...laki-laki merasa cemburu tetapi ada hal lain yang terkadang saya lihat bahwa dalam kehidupan berumah tangga banyak laki-laki yang tidak mau mengerti kondisi istrinya. Padahal RASULULLAH sudah mencontoh kan sendiri dengan belanja ke pasar, menjahit sendiri bajunya yang robek dan lain-lainnya. Tetapi kebanyakan laki-laki gengsi untuk melakukan semua itu, maka jadilah istrinya seperti babu dalam rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain,  bila wanita sudah pandai mencari uang maka dia lupa akan tugasnya sebagai istri sehingga suaminya 'seperti kambing congek' dibuatnya. Semua main perintah dia lupa bahwa bagaimanapun bila itu di dalam rumah tangga suaminya adalah suami yang ingin diperlakukan wajar dan sejajar bukan pula sebagai babunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya...Tuhan mencipatakan laki-laki dan wanita itu agar dunia ini seimbang bukan untuk gagah-gagahan. Tidak ada yang merasa superior dibanding yang lain walau banyak penelitian psikologi yang menyatakan bahwa laki-laki lebih rasional dibanding wanita itu sah-sah saja. Coba Tuhan menciptakan laki laki semua...saya tidak bisa membayangkan, begitu pula sebaliknya. Sebagai seorang muslim, isu feminism dan kesetaraan gender itu kuno karena Islam telah mengajarkan (kalau kita mau mengkaji) bahwa antara laki-laki dan wanita dimata Tuhannya sama...sama-sama mahluk Nya dan yang membedakannya hanya taqwanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-7765961568199871088?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/7765961568199871088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=7765961568199871088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7765961568199871088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7765961568199871088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/laki-laki-memang-egois-wanita.html' title='LAKI-LAKI MEMANG EGOIS, WANITA...???'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8837945731290916445</id><published>2008-03-12T02:04:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T02:23:59.382-07:00</updated><title type='text'>Kemaruk Politik</title><content type='html'>Akhir akhir ini kemiskinan menjadi konsumsi bagi pemirsa televisi. Mulai dari kasus gizi buruk sampai yang meninggal bunuh diri karena kelaparan. SubhanAlLah....Ujian apa lagi yang akan Engkau timpakan pada bangsa ini ya ALLAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah keberhasilan pembangunan yang kita banggakan? Inikah sistem demokrasi pada pemilihan pemimipin dinegeri ini yang dielu elukan pers BARAT? Atau inikah sistem pemerintahan presidensil yang di tuhankan itu? Ataukah ini yang diperjuangkan oleh para wakil rakyat di Senayan dengan segala macam pernak perniknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa para pemimpin dinegeri ini tidak tersentuh melihat betapa banyaknya rakyat negeri ini yang menderita kelaparan dikantung-kantung daerah yang rawan bencana maupun yang tidak ? Allahu Akbar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diributkan negeri ini selalu saja politik. Suksesi kepemimpinan negeri ini hiruk pikuk ketika mendekati pesta demokrasi pemilihan umum. Tapi mereka lupa bahwa banyak yang mesti diperhatikan oleh pemimpin negeri ini...cobalah tengok berapa rakyat yang tidak bisa makan 3x sehari? Mereka itulah yang butuh santunan dan tuntunan merubah hidup mereka ke arah yang lebih baik .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para pemimpin negeri ini pernah berfikir seandainya itu menimpa keluarga mereka? Mudahan-mudahan saja....bagi mereka yang tidak peka hatinya...&lt;br /&gt;Saya jadi teringat guru ngaji yang bercerita bagaimana zaman kekhalifahan salah seorang sahabat RASUL ketika tahu rakyatnya ada yang merintih kelaparan di malam hari dan beliau sendiri yang memikul gandum dipundaknya untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya yang menderita kelaparan....bukan malah ribut-ribut mencari dukungan untuk pemilihan umum yang masih satu tahun lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan mereka para pemimpin negeri ini sadar dari kekhilafannya sehingga mereka kembali kejalan yang benar...jalan ALLAH dan RASUL NYA bukan jalan politik yang menuhankan materi akibat tekanan kapitalis dunia sehingga para pemimpin negeri ini sudah menyembah taghut taghut baru berupa fasilitas jabatan yang mereka terima sementara rakyatnya mau makan saja tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALlah sadarkanlah pemimpin negeri ini agar mereka kembali ke jalan Mu ya Allah...jalan yang Engkau ridloi...dan bila mereka tidak sadar dan tiada peka hatinya bila melihat kesengsaraan rakyatnya maka hinakanlah mereka Ya Allah...amiin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8837945731290916445?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8837945731290916445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8837945731290916445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8837945731290916445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8837945731290916445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/kemaruk-politik.html' title='Kemaruk Politik'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8732845387509887031</id><published>2008-03-12T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T02:01:46.214-07:00</updated><title type='text'>MENGANTI SAJA SUDAH MULAI MACET...</title><content type='html'>Menganti enam tahun yang lalu merupakan tempat yang menarik saya untuk membeli rumah dengan cara mencicil. Bagaimana tidak, ketika pagi hari kita masih bisa menikmati kabut dan suara burung secara alami bukan burung dalam sangkar piaraan. Lucunya lagi kalau saya berangkat kerja jam tujuh pagi rasanya saya kok kepagian sekali karena jalanan terasa lengang. Begitu pula pulangnya kalau saya jam delapan malam di jalan rasanya kok sepi sekali sepertinya kok saya sendiri. Air tanahnya masih bagus dan jernih walau dengan kandungan kapurnya tinggi. Harus diakui bahwa airnya lebih jernih dari air PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat ketika pertama kali saya mengangkuti barang untuk pindah ke rumah baru saya ini...kami sempat dihadang di depan kuburan oleh sekelompok pemuda mabuk untuk dikompasi uang. Beruntung kami lolos dari hadangan itu karena driver kendaraan yang saya tumpangi Pak Sutrisno memilih untuk tetap menjaga mobil tetap melaju dan memilih untuk menabrak mereka. Para pemuda tersebut akhirnya memilih minggir dan saya melihat dari kaca belakang  bahwa mereka tidak mengejar mobil yang kami tumpangi. Untungnya saya saat itu bersama teman laki-laki saja. Kalau saja ada istri saya mungkin dia memilih tidak untuk menempati rumah dulu sampai keadaan ramai atau aman dan tidak rawan seperti saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga saya pulang malam sekitar pukul satu malam dari Surabaya sehabis kunjungan di Paiton Power Gen saya menyuruh pak driver Taxi yang saya tumpangi untuk memacu kendaraan secepat mungkin karena saya mengkhawatirkan kondisi istri saya yang hamil tua sendirian di rumah. Saya memang berpesan kepada istri saya kalau ada yang mengetuk rumah jangan hiraukan baik laki-laki maupun perempuan. Memang saat itu rumah yang kami tinggali belum kami pagari dengan pagar karena menurut saya belum perlu. Waktu itu memang perumahan yang kami tempati baru dihuni keluarga kurang lebih hanya 40 KK saja. Alhamdulillah akhirnya saya sampai di rumah dan saya lihat istri saya sehat-sehat saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya berangkat kerja seperti biasa, jam tujuh pagi.... tapi ada sesuatu yang lain dalam satu tahun terakhir ini karena saya sedikit bingung kemana arah kendaraan yang berlawanan arah dengan saya ? Apakah ini karena dampak dari LUMPUR LAPINDO ? Memang Menganti yang berjarak kurang lebih 30 km dari Surabaya bisa menjadi jalur alternatif bagi yang tidak mau terjebak kemacetan bagi kendaraan yang menuju ke Surabaya dan ke Malang atau Mojokerto. Sedangkan sisi lain yang saya amati, kendaraan yang roda dua khususnya yang searah dengan saya ke Surabaya seperti semut berarak-arakan di jalanan. Saya geleng geleng kepala dibuatnya. Kenapa? Karena saya bandingkan dengan satu tahun sebelumnya...tidak seperti ini jalanan menuju ke Surabaya dan kembali ke Menganti Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang perkembangan dua tahun terakhir ini Menganti Gresik mendapatkan imbas dari perkembangan Surabaya Barat. Apalagi setelah Ciputra membangun Citra Landnya yang sempat terhenti pada saat penguasa ordebaru lengser. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan yang sekarang ini begitu pesat. Di Surabaya Barat Apartemen bermunculan dan Mall tempat berbelanja berdiri dengan megahnya. Satu hal yang saya cermati penduduk sekitar yang memiliki lahan menjadi orang kaya baru karena lahan mereka dibeli oleh pengembang untuk mengembangkan bisnis mereka. Saya kuatir saja bahwa orang kaya baru ini tidak pandai mengelola uangnya dan akhirnya akan menjadi orang miskin baru. Sisi lain positifnya pengembangan Surabaya Barat membuat harga lahan disekitar meningkat tajam dan pengembang perumahan rumah sederhana menggeliat dan penjualan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tidak ingin membahas ini...tentang developer yang banyak mengais keuntungan dari sektor propertinya. Saya ingin membahas tentang semrawutnya kendaraan di jalanan menuju ke Surabaya. Saya cuma berfikir apa ini karena gampangnya konsumen mendapatkan fasilitas kredit dengan perang 'gampangnya' memperoleh kendaraan roda dua dari dealer? Atau karena kemampuan ekonomi masyarakat yang meningkat? Atau karena mahalnya ongkos angkutan umum? Atau karena macetnya jalanan? Atau .....atau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma mau mencermati bahwa pada saat krisis energi seperti sekarang ini pemerintah kok tidak bersikap melihat banyaknya keluhan masyarakat tentang macetnya jalan ini? Timbul pertanyaan yang sangat besar dalam kepala saya? Atau karena memang para pejabatnya sudah pada TULI semua ? Atau karena pejabatnya tidak peka akan lingkungan sekitar? Bisa Anda bayangkan kalau pemerintahnya peka dan mengeluarkan kebijakan publik untuk moda transportasi masal sehingga berapa energi yang sudah dihemat dan ini tentunya tidak memberatkan APBN yang sudah direvisi karena keteteran akibat harga minyak dunia yang meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya moda transportasi bus dengan jalur khusus itu perlu dimasalkan dengan diikuti aturan pembatasan usia kendaraan dan menaikkan pajak kendaraan bermotor sampai tujuh kali lipatnya. Juga dengan diikuti oleh dicabutnya atau membatasi izin trayek angkutan umum. Saya sangat yakin bahwa dampaknya akan sangat terasa dalam dua atau tiga tahun ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kebijakan sebaik apapun tentu akan menimbulkan kerugian dan keuntungan tetapi yang namanya kebijakan publik tentunya harus tetap berfihak pada publik. Bila keuntungan untuk publik dirasa lebih banyak itu berarti memang begitulah seharusnya sehingga tidak usah kaget dan takut akan di demo oleh supir dan pemilik angkot misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survey terakhir di Surabaya, satu diantara empat orang laki-laki memiliki kendaraan sepeda motor. Seandainya 30 persen saja dari jumlah penduduk Surabaya yang 3 jutaan itu laki-laki maka ada 900 sepeda motor yang telah berhemat dengan BBM. Bila 900 sepeda motor ini satu hari menghabiskan rata-rata 2 liter BBM berarti kita sudah menghebat BBM 1800 liter dan silahkan konversikan sendiri berapa rupiahnya ? Ini baru kendaraan roda dua saja. Belum lagi ditambah kendaraan roda empat pribadi yang pemiliknya tergiur dengan ramahnya moda transportasi masal yang disediakan pemerintah. Berapa BBM yang bisa kita hemat ? Sehingga ini akan berdampak secara makro untuk perekonomian secara nasional dan tentunya APBN pun akan semakin berdaya guna untuk kemaslahatan rakyat Indonesia ini. Ini bila satu kota saja. Bila itu diterapkan untuk semua kota di kota-kota Indonesia? Berapa yang bisa kita hemat ? Hitung sendirilah....artinya apa pemerintah bisa melakukan itu bila pemerintah berani dan sekali lagi &lt;strong&gt;BERANI&lt;/strong&gt; mengeluarkan kebijakan publik yang bermafaat untuk publik! MERDEKA OIIIIII.......KAPAN MERDEKA SUNGGUHAN......?????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8732845387509887031?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8732845387509887031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8732845387509887031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8732845387509887031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8732845387509887031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/menganti-saja-sudah-mulai-macet.html' title='MENGANTI SAJA SUDAH MULAI MACET...'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-800582234788972074</id><published>2008-03-02T19:37:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:37:15.008-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: Korban Kecerobohan Lalu Lintas#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/korban-kecerobohan-lalu-lintas.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: &amp;lt;strong&amp;gt;Korban Kecerobohan Lalu Lintas&amp;lt;/strong&amp;gt;#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-800582234788972074?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/korban-kecerobohan-lalu-lintas.html#links' title='Manajemen Kehidupan: &lt;strong&gt;Korban Kecerobohan Lalu Lintas&lt;/strong&gt;#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/800582234788972074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=800582234788972074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/800582234788972074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/800582234788972074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/manajemen-kehidupan-korban-kecerobohan.html' title='Manajemen Kehidupan: &lt;strong&gt;Korban Kecerobohan Lalu Lintas&lt;/strong&gt;#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6464568569485452657</id><published>2008-03-02T18:19:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:34:36.800-08:00</updated><title type='text'>Korban Kecerobohan Lalu Lintas</title><content type='html'>Keinginan saya menulis kali ini...karena tiga hari sebelumnya saya mengalami kecelakaan akibat kecerobohan berlalu lintas para pengguna jalan di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian berawal ketika saya ingin membawa sepeda Polygon saya pulang ke rumah setelah seminggu sebelumnya mengikuti Fun bike yang diadakan oleh BI Syariah. Sepeda memang beberapa hari saya biarkan di kantor karena memang kondisi saya masih belum memungkinkan untuk mengayuh dengan jarak yang lumayan jauh  sekitar 30 km. Apalagi ditambah bila sore hari Surabaya selalu diguyur hujan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...saya sudah berniat bahwa saya akan membawa sepeda saya pada Sabtu 1 Maret nya...jadi ketika Jum'at malam tanggal 29 Februari saya sudah membawa perlengkapan berupa pakaian dan celana yang biasa saya gunakan bila berkendaraan bersepeda 'ontel'. Ketika melihat cuaca malam yang bagus dan udara tidak terlalu berangin maka saya memutuskan untuk mengontel sepeda saya malam hari itu juga Jum'at 29 Februari 2008. Jadilah saya mengontel...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kilo meter pertama saya lewati dengan gembira karena memang lalu lintas biarpun ramai tapi teratur rapi...Ketika memasuki kilometer ke 5 mulailah kejadian itu, waktu saya berbelok di depan taman bungkul dan melewati rumah dinas Pangdam V Brawijaya dan berbelok lagi ke kiri menuju arah ke jalan Kutai...karena posisi lampu sudah hijau maka saya tetap mengayuh sepeda dengan kecepatan stabil...dan lalu lintas dari jalan Diponegoro jelas jelas sudah menunjukkan lampu merah...tanpa dinyana kendaraan yang sudah melaju dan pengendara memacu kendaraannya mendadak mengerem yang mengeluarkan bunyi decitan...ternyata ada pengendara sepeda ontel yang nyelonong saja...Nah saya yang berada disisi kiri jalan mengira bahwa saya akan diberikan jalan lebih dulu karena pengendara yang nyelonong persis berhenti di tengah jalan 'safety body' dan sudah mau memasuki ruas jalan yang aman...posisi saya sendiri sudah dipertengahan jalan...tanpa dinyana dan diduga si penyelonong terus saja..yah...namanya juga nyelonong....nah inilah yang membuat saya kaget sehingga sepeda saya rem dengan kuat ...berbarengan belakang dan depan...maka yang terjadi ban sepeda ontel saya yang belakang naik keatas (mumbul istilah Jawanya) dan saya seperti ditumpahkan ke depan. &lt;br /&gt;Dalam posisi begitu saya refleks dan menjatuhkan tangan kiri saya dulu sebagai tumpuan dan kemudian dada kanan sedikit untuk mengurangi hentakan...malangnya...saya sedikit kehilangan keseimbangan dan akhirnya bibir saya duluan nyium aspal ...akibatnya dua gigi saya patah ditempat, kontan dan lunas. Saya pun masih sempat sadar dan bergumam dalam hati "wah gigi saya protol". Saya bangkit dan membawa sepeda saya menyeberangi jalan. Darah yang terus mengucur dari mulut saya membuat saya memutuskan untuk ke UGD Rumah Sakit RKZ atau Santo Paulo yang ada di depan. Saya minta perawatan...singkat cerita bibir saya dijahit sembilan jahitan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi yang patah dua saya ikhlaskan..dan esoknya setelah dipijat saya cek ke dokter gigi dan dokonsulkan ke ortodontist sore harinya. Karena gigi yang satu sering terasa ngilu akhirnya syarafnya diambil atau dimatikan dengan begitu saya tidak tersiksa bila ingin makan....AlhamdulilLah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggunya saya sudah bisa olah raga kembali bermain badminton bersama teman-teman karena kebetulan klub saya mengadakan latih tanding persahabatan dengan klub dari daerah Tanjung Sari surabaya. aktivitas saya sudah seperti biasa walau dengan bibir diplester itu tidak membuat saya malu...pe de aja lage...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang saya petik dari peristiwa ini yah itu...tadi walaupun posisi kita ketika di &lt;em&gt;traffic light &lt;/em&gt;sudah pada posisi hijau jangan anggap aman bahwa kita bisa melenggang dengan enaknya karena di Indonesia itu banyak pengendara yang tidak &lt;strong&gt;terdidik&lt;/strong&gt; dan saya tidak mau membahas mengenai mengapa ini kok bisa? Ruwet membahasnya atau nanti akan saya sediakan sendiri tulisan mengenai analisis mengapa lalu lintas di Indonesia ruwet ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas akibat keruwetan ini akan banyak orang yang menjadi korban dari kecerobohan pengendara yang itu bisa berakibat fatal, celaka permanen atau bahkan kematian......bagaimana ini penguasa ...??? please deh..tegas dan keras...tapi tetap sopan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6464568569485452657?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6464568569485452657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6464568569485452657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6464568569485452657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6464568569485452657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/03/korban-kecerobohan-lalu-lintas.html' title='&lt;strong&gt;Korban Kecerobohan Lalu Lintas&lt;/strong&gt;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6059992736519195258</id><published>2008-02-27T22:46:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T22:46:39.303-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: Kesenjangan di ENTIKONG KALBAR#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/kesenjangan-di-entikong-kalbar.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: Kesenjangan di ENTIKONG KALBAR#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6059992736519195258?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/kesenjangan-di-entikong-kalbar.html#links' title='Manajemen Kehidupan: Kesenjangan di ENTIKONG KALBAR#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6059992736519195258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6059992736519195258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6059992736519195258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6059992736519195258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/manajemen-kehidupan-kesenjangan-di.html' title='Manajemen Kehidupan: Kesenjangan di ENTIKONG KALBAR#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6362216358073868500</id><published>2008-02-26T21:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T21:42:16.448-08:00</updated><title type='text'>PLN lagi.....insentif DisinsentiF ?</title><content type='html'>Pagi sebelum saya berangkat kerja, saya menonton berita bahwa PLN akan memberlakukan program insentif dan disinsentif bagi pelanggannya khususnya rumah tangga. Bagi pelanggan yang memakai tidak lebih dari 75KWH per bulannya maka akan mendapat insentif sebaliknya yang menggunakan lebih dari 75KWH akan dikenakan disinsentif berupa yang gak jelas,tarif khusus mungkin. Dalam tayangan bagaimana tanggapan konsumen, seorang ibu rumah tangga mengatakan tidak setuju dan keberatan karena rasanya gak mungkin bisa berhemat sampai segitu dan itu hanya akal-akalan PLN saja katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa seh akhir-akhir ini kita selalu diributkan masalah bidang energi? Mengapa baru terfikirkan sekarang? Terus selama ini ngapain saja? Apa program ini mendapat dukungan pemerintah melalui DPR? Apa program ini sudah terintegrasi secara sistemik diseluruh jajaran bidang usaha milik pemerintah lainnya. Secara sederhana saya bisa katakan bahwa masalah energi memang tambah pelik akhir-akhir ini karena perubahan cuaca yang tidak menentu. Jawa dan Bali sangat rawan krisis pada akhir-akhir ini terutama PLTU karena tidak mampunya kapal tongkang memenuhi kuota aman untuk operasi PLTU. Nah lo....? Banyak yang menyayangkan hal ini karena cuaca kan bisa diprediksikan jauh hari melalui BMG. Inilah salah satu jawaban yang saya pertanyakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi politis saya menilai keadaan yang memanas ditingkat bawah akibat tidak menentunya keadaan ditambah dengan proses mendekati pemilu membuat saya menilai lain. Walaupun harus diakui bahwa pemerintah sebenarnya tidak tegas dalam menerapkan kebijakannya untuk penghematan energi, semisal saja bahwa setiap kantor harus memiliki bus karyawan sendiri dan karyawan dilarang menggunakan mobil pribadi untuk ke kantor tetapi memang harus dibarengi dengan fasilitas yang memadai terutama transportasi publiknya. Ini saja gak bisa...koq ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penghematan energi tidak semudah yang kita bayangkan karena anak bangsa ini sudah terbiasa boros karena mencontoh pemimpinnya juga. Seperti kata pepatah 'Pemimpin kencing berdiri rakyat kencing &lt;em&gt;sprint&lt;/em&gt;'. Disisi lain apa pernah anak anak SD diajari cara berhemat untuk bidang apapun? Karena itulah nanti potret bangsa 15 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma berfikir bahwa kitapun perlu mengkhayal bahwa PLN menerapkan model ponsel operator yang bisa beli pulsa untuk beli listrik. Jadi rumah tangga bisa beli listrik 75KWH perbulan dan bila itu habis maka gelap lah rumahnya. Apa mungkin ? Atau listrik ditransfer seprti frekuensi ke rumah-rumah begitu ya...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun namanya program penghematan ini bila tidak dikaji secara matang akan selalu menjadikan kami rakyat-rakyat kecil menjadi korban karena rakyat selalu menjadi bahan 'kambing congek' percobaan kebijakan petinggi di pusat. Jangan salahkan rakyatnya bila nanti mereka bedemo dan meminta pemerintahan yang sah dibubarkan saja dan mereka minta merdeka sendiri-sendiri. Bukankah pemerintahan itu sah bila diakui rakyatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi fikiran ekstrim, tapi apapun itu mbok ya tolonglah dikaji secara matang jangan sampai seperti pengalihan bahan bakar minyak tanah ke gas sekarang ini yang banyak menimbulkan masalah....siapa yang jadi korban ? Ya...rakyatnya lah...&lt;br /&gt;Bila pemerintah tak pernah memikirkan rakyatnya dan tidak pernah mendengarkan mereka percayalah dengan tulisan saya ini...negara ini akan selalu begini sampai kiamat dan tidak akan pernah maju dan berubah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kami pemimpin pemimpin yang amanah bukan pemimpin yang serakah. Ya Allah...ambil dan cabutlah pemimpin pemimpin kami yang serakah dan tidak mendengarkan rintihan rakyatnya sekarang dari bumi Indonesia ini dan jadikanlah mereka penghuni kubur dengan siksa yang berat sampai nanti menunggu hari kebangkitan yang Kau janjikan, amiinnnn...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6362216358073868500?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6362216358073868500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6362216358073868500' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6362216358073868500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6362216358073868500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/pln-lagiinsentif-disinsentif.html' title='PLN lagi.....insentif DisinsentiF ?'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-5042008323405597164</id><published>2008-02-24T20:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T20:44:16.426-08:00</updated><title type='text'>Kesenjangan di ENTIKONG KALBAR</title><content type='html'>Keinginan saya menulis hari ini karena salah satu TV Swasta kemarin yang meliput tentang kesenjangan kesejahteraan antara penduduk Indonesia yang tinggal diperbatasan dengan negara tetangga Malaysia di daerah Entikong Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa daerah ini diliput? Saya yakin ini tidak lain karena santernya isu banyaknya warga Indonesia yang direkrut menjadi Laskar Wataniyah, untuk menjaga perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam liputan...diceritakan bahwa ada sebagian yang WNI yang berpindah warga negara karena tidak kuat dengan kemiskinan yang mendera mereka tetapi...disisi lain juga dicounter dengan ada sebagian WNI yang masih tetap mencintai ke WNI annya dengan mengatakan 'walau susah bagaimanapun akan tetap mencintai negara ini'. Ironi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam liputan tersebut ..Saya menjadi trenyuh ketika menayangkan betapa dedikasi seorang guru SD negeri di Entikong yang rela mengmabil gaji 3 bulan sekali ke kecamatan karena besarnya ongkos transportasi bila mengambil gaji dilakukan 1 bulan sekali...biaya perjalan pulang pergi untuk  mengambil gaji hampir mencapai 250ribuan. Tidak hanya itu sang guru yang berdedikasi ini hanya mengajar sendirian untuk murid yang hampir 120 orang dari berbagai kelas karena dua orang rekannya hengkang karena tidak kuat menahan derita, coba anda bayangkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alah...mak...negaraku ini kapan majunya kalau sektor pendidikannya saja potretnya seperti itu. Syafi'i Maarif mantan ketua Muhammadiyah pernah menulis disalah satu kolom harian pagi Jakarta bahwa gaji dewan di negara tetangga tersebut lebih kecil dari gaji guru...hal yang sangat kontras dengan negara ini gaji dewan berpuluh kali lipat dibanding gaji guru ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang di Entikong, Allah menciptakan bumi ini begitu luas ... yang bisa merubah nasib kalian adalah kalian sendiri. Negara hanya sebatas sebagai pengatur administratif. Jadi berbuatlah sesuatu untuk kesejahteraan diri kalian sendiri dan jangan terpaku pada batas teritorial ataupun apalah namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat pengalaman pribadi diri saya sendiri ketika saya masih kecil dan sekolah di sekolah dasar di Medan sana. Untuk berangkat sekolah saya harus bangun pagi-pagi dan ikut dengan mobil truk tentara yang membawa orang tua saya yang memang tentara untuk berangkat dinas ke kantornya. Fasilitas yang memang bisa dikatakan lebih baik ketimbang saudara saya yang di Entikong sana. Keadaan berubah ketika keluarga kami pindah ke Palembang...waduh untuk sekolah saya harus jalan kaki hampir 5 kilo pulang pergi setiap hari. Sudah begitu air bersihnya tidak ada beda dengan ketika saya di Medan. Tapi saya tidak mau menyerah...saya tinggalkan daerah tempat tinggal saya setelah saya tamat SMA dan pergi merantau ke Jawa yang katanya bergelimang fasilitas. Sebuah kesenjangan yang sudah diketahui masyarakat negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya pun cukup miris ketika saya mengunjungi pelosok pelosok pulau Jawa ini ternyata tidak jauh berbeda..hanya mungkin fasilitas jalan jalannya saja yang sudah baik. Padahal untuk teori ini saya sudah baca beberapa tahun sebelumnya tentang teori membangun pertanian yang ditulis oleh AT Mosher bahwa hal yang paling penting bagi pemerintah adalah membangun jalan-jalan disetiap daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotlah kawan setelah saya mengetahui pula bahwa negara ini baru tahun 2003 yang lalu, menurut berita bisa melunasi utang peninggalan kolonial Belanda yang hampir 45 triliun itu. Aduh mak....ternyata kita ini baru merdeka dari penjajahan Belanda tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara ku yang di Entikong. Sekali lagi saya berpesan bahwa berpindah atau tidak kewarganegaraan kalian dari WNI ke yang lainnya...itu tidak akan menjadi pertanyaan malaikat ketika nanti saudara-saudara ku di kubur. Paling penting adalah bila memang anda berpindah itu dapat memperbaiki kesejahteraan saudara mengapa tidak ? Banyak orang di negara ini yang berpindah kewarganegaraan karena alasan alasan tertentu yang tidak bisa saya sebutkan di sini dan salah satunya tadi ya itu...kok gak berubah berubah nasibnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang saya anut Islam mengajarkan bertebaranlah kamu di muka bumi ini dan berhijrahlah kamu dan kamu akan mendapatkan apa yang kamu niatkan dalam hijrah mu. Nah..artinya masalah kewarganegaraan itu adalah masalah ke 301...jadi bukan masalah yang utama. Paling penting adalah kalian yakin bahwa dengan berhijrah kalian akan lebih baik...selamat memikirkannya saudara saudara ku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-5042008323405597164?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/5042008323405597164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=5042008323405597164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/5042008323405597164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/5042008323405597164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/kesenjangan-di-entikong-kalbar.html' title='Kesenjangan di ENTIKONG KALBAR'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3098012834987520108</id><published>2008-02-15T00:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T00:56:40.443-08:00</updated><title type='text'>Kyai Politik</title><content type='html'>Kyai kyai politik merupakan istilah yang sebetulnya tidak baru karena kita sudah mulai sering mendengarkan ini. Menariknya adalah banyak cerita miring ketimbang cerita baiknya pada kyai kyai yang berpolitik ini. Mulai dari money politic sampai dengan 'memajaki' konstituen yang mencoba &lt;em&gt;hearing&lt;/em&gt;. Apakah ini yang disebut dengan kita sudah memasuki zaman atau masa kyai atau ulama yang jahat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpolitik dalam pandangan Islam tidaklah tabu karena itu merupakan siasah atau siasat. Yang paling penting adalah bagaiman berpolitik dengan cara Islami bukan malah menodai perilaku politik sehingga menyeret nama Islam menjadi negatif dan tentunya tidak memanfaatkan gelar kharismatik kyai yang diberikan dengan standar yang tidak jelas untuk mencapai tujuan dengan cara-cara yang tidak simpatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai memiliki otoritas yang mewilayahi struktur informal dalam sosiologi masyarakat yang mayoritas Islam di Indonesia. Belakangan dengan banyaknya bendera organisasi massa Islam maka banyak pulalah bermunculan para kyai (yah..ini tadi dak jelas standarnya apa seh kyai itu?). Yang mengherankan hiruk pikuk  itu akan bertambah lagi ketika mendekati pemilihan umum karena para kandidat pemimpin ini merasa kyai memiliki massa yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan suara perolehannya sehingga bisa memenangkan pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucu lagi kyainya sudah terkontaminsai dan tidak jernih penglihatan mata bathinnya sehingga kadang kadang mengarahkan massanya untuk kandidat tertentu yang justru perilakunya tidak bisa dijadikan contoh publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran organisasi massa Islam tertentu pun sudah mulai latah dengan menjagokan kyainya untuk menduduki posisi politk tertentu dengan harapan yang tidak jelas. Belakangan kita tahu bahwa katanya netral dan kembali ke 'barak' nya. Mudah-mudahan ini bukan hanya lips service saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya mbok ya kyai itu ngurusi pesantren saja sehingga ummat ini tambah dalam ilmu agamanya dan berikanlah contoh perilaku yang baik kepada massa sehingga 'saran' yang diberikan kyai untuk pemerintah akan didengar karena perilakunya bukan karena kata-katanya. Kedepan kyai juga harus lebih hati-hati lagi dalam menerima undangan dari orang-orang tertentu sehingga tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak jelas karena untuk urusan politik serahkanlah pada yang ahlinya dan fungsi kyai sebaiknya menjadi penasehat dengan kekuatan akhlaqnya. (ojo nesu lo pak kyai...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3098012834987520108?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/3098012834987520108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=3098012834987520108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3098012834987520108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3098012834987520108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/kyai-politik.html' title='Kyai Politik'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8580967896480791582</id><published>2008-02-13T21:44:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T21:45:29.840-08:00</updated><title type='text'>Valentine Day HARAM !  Rokok ???</title><content type='html'>Menarik Head Line koran harian pagi di Surabaya hari ini, Valentine di fatwakan HARAM!. Saya terus bertanya, kenapa kok baru sekarang ? Apa dulu belum merasakan bahwa sebetulnya semua itu adalah agenda dunia barat untuk merusak moral anak bangsa yang tidak sesuai dengan kebudayaan orang timur. Memang terkadang kita ini ‘ganjen’, semua budaya barat ditiru mentah mentah tanpa melihat sisi lain atau efek dari budaya tersebut bila diterapkan di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mungkin tipikal anak bangsa, seharusnya memang ‘mencegah lebih baik dari pada mengobati’. Ada benarnya memang bahwa pada hari Valentine itu disalahgunakan oleh remaja ingusan yang lemah iman untuk berpesta dalam hiruk pikuk kasih sayang (katanya) yang mengarah ke pesta sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang tapi itulah kenyataannya. Informasi yang menyusup sampai pelosok desapun telah membuat remaja-remaja putus sekolah saja mengerti apa itu valentine day. &lt;br /&gt;Sebagai orang beragama sebenarnya perlu dipertanyakan kasih sayang itu apa cuma satu hari itu saja, tanggal 14 Februari ? Sama juga dengan hari hari yang lainnya….hari ibu, hari aids, hari bumi…..dan lain lain. Ini membuktikan bahwa manusia pada saat ini lupa bahwa sebetulnya kita memang harus mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki untuk kemaslahatan bersama, setiap hari…. tidak pada hari-hari tertentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kesadaran ini telah terbentuk maka banyak hal-hal yang perlu ditinggalkan karena alasan mudharatnya lebih banyak ketimbang manfaatnya. Permasalahannya adalah mengapa kyainya baru mengeluarkan fatwanya saat ini. Apa karena tekanan masyarakat akibat banyak dampak buruknya. Atau karena latah saja sebab di Saudi pemerintahannya melarang hal ini dan itu diliput media sehingga merasa tidak enak sendiri… kalau begitu di negara ini juga perlu seperti negara sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan mengapa kok kyainya tidak mengeluarkan fatwa bahwa merokok itu HARAM. Seperti puisi Bung Taufiq Ismail ‘tuhan sembilan centi’. Apa karena kyainya ikut-ikutan merokok. Padahal kalau diteliti memang mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya karena kandungan racunnya. Kalau sudah begini perlulah kita pertanyakan otoritas kyai di negara ini. Sekedar figur publik atau memang tokoh panutan untuk kemaslahatan ummat ??? Jawabannya yang tahu cuma kyainya sendiri. (ojo nesu karo aku lo kyai-kyai)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8580967896480791582?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8580967896480791582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8580967896480791582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8580967896480791582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8580967896480791582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/valentine-day-haram-rokok.html' title='Valentine Day HARAM !  Rokok ???'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-8206554148935044905</id><published>2008-02-13T00:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T01:22:24.615-08:00</updated><title type='text'>tuhan Sembilan Senti</title><content type='html'>tuhan Sembilan Senti &lt;br /&gt;oleh: Taufiq Ismail &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, dikantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi perokok, &lt;br /&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,&lt;br /&gt;di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok,&lt;br /&gt;di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok,&lt;br /&gt;di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan&lt;br /&gt;cara merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok, &lt;br /&gt;Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, &lt;br /&gt;tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,diam-diam menguasai kita, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di &lt;br /&gt;toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, &lt;br /&gt;bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur &lt;br /&gt;ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. &lt;br /&gt;Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok &lt;br /&gt;di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.&lt;br /&gt;Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di &lt;br /&gt;dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, &lt;br /&gt;bisa ketularan kena, &lt;br /&gt;Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat &lt;br /&gt;merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang &lt;br /&gt;merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI &lt;br /&gt;sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan &lt;br /&gt;bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor &lt;br /&gt;perusahaan rokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, &lt;br /&gt;di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, &lt;br /&gt;di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi,orang-orang goblok merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang &lt;br /&gt;perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,diam-diam menguasai kita, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat &lt;br /&gt;merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.&lt;br /&gt;Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab&lt;br /&gt;ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari&lt;br /&gt;tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya,&lt;br /&gt;putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan&lt;br /&gt;kalung tasbih 99 butirnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka &lt;br /&gt;memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan &lt;br /&gt;tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul &lt;br /&gt;yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh&lt;br /&gt;itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.&lt;br /&gt;Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi&lt;br /&gt;mukayyafi al hawwa'i. &lt;br /&gt;Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr.&lt;br /&gt;Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging&lt;br /&gt;khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya&lt;br /&gt;rokok diapakan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith. &lt;br /&gt;Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, &lt;br /&gt;sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, &lt;br /&gt;lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang &lt;br /&gt;diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu &lt;br /&gt;ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap &lt;br /&gt;rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 &lt;br /&gt;orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih &lt;br /&gt;dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang &lt;br /&gt;bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban &lt;br /&gt;narkoba, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa &lt;br /&gt;di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan &lt;br /&gt;celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,&lt;br /&gt;diiklankan dengan indah dan cerdasnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan &lt;br /&gt;sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan &lt;br /&gt;fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap &lt;br /&gt;tuhan-tuhan ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-8206554148935044905?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/8206554148935044905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=8206554148935044905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8206554148935044905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/8206554148935044905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/tuhan-sembilan-senti.html' title='tuhan Sembilan Senti'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-743352055663582583</id><published>2008-02-12T19:11:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T19:13:24.759-08:00</updated><title type='text'>MBAH SANI</title><content type='html'>Ketika habis subuh saya menaiki anak tangga ke tempat jemuran yang berada dilantai 1,5 rumah saya. Tak sengaja saya melihat Mbah Sani sedang mengais tong sampah dengan memikul karung plastik yang sepertinya sudah berisi barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan untuk dijual ke penadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Sani, biasa kami memanggilnya, beliau merupakan pengurus Musholla di tempat tinggal kami. Orangnya sudah berusia 70 tahunan, saya sendiri tidak mengetahui dengan pasti usia Mbah Sani ini karena saya merasa tidak enak bila ingin menanyakan usianya sudah berapa. Sama seperti Mbah Sani, sebagai pengurus Mushollah Baitul Jannah di lingkungan tempat kami tinggal saya selalu melibatkan Mbah Sani dalam setiap musyawarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya ingin menulis tentang Mbah Sani ini adalah ketika Idul Adha tahun 1428 H kemarin, Mbah Sani salah satu jamaah kami yang turut berpartisipasi dalam memberikan  hewan kurban pada Musholla kami. Saya memang sempat dibisiki oleh Mbah Sani bahwa dia berkeinginan untuk kurban pada tahun itu. Saya menyarankan untuk menemui Pak Yasin yang biasa mencarikan hewan kurban untuk jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari H, sebelum sholat dimulai panitia membacakan laporan berapa banyak hewan kurban yang diperoleh panitia. Salah satunya Mbah Sani. Bagi saya pemberitahuan ini adalah hal biasa karena memang sudah menjadi kebiasaan setempat. Menjadi tidak biasa adalah ketika saya bersama pengurus lain sedang sibuk mengurusi kurban datanglah pengurus lainnya yang bernama Pak Khusnun untuk mengajak saya  menghitung kotak infaq yang didapat pada hari itu. Tanpa sengaja Pak Khusnun berguman “Wah aku kalah sama Mbah Sani. Mbah Sani bisa kurban saya tidak”. Saya sedikit kaget tetapi saya tidak menampakkan ekspresi itu dan saya menanggapinya dengan perkataan yang membesarkan hati Pak Khusnus “Wah mudah-mudahan tahun depan Bapak bisa seperti Mbah Sani”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri pak Khusnun ini adalah iri yang baik dan sangat dianjurkan dalam agama. Iri untuk berbuat kebaikan sama atau bahkan lebih dari sesama kaum mukmin merupakan sebuah penampakan secara lahiriah iman seseorang. Allah lah yang akan menilai hatinya, ikhlas atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Pak Khusnun sempat saya maknai ‘masak kalah sama tukang pungut sampah’. Yah…memang begitulah kenyataannya. Mbah Sani selain diberi upah lelah sebagai pengurus Musholla dengan tugas menutup dan membuka pintu serta membersihkan Musholla memiliki pendapatan sampingan dengan memungut plastik bekas, kardus bekas, atau barang rongsokan lain yang sudah tidak digunakan warga perumahan dimana kami tinggal. Bahkan terkadang jamaah ada yang memberikan langsung kepada Mbah Sani atau juga menyuruh Mbah Sani datang kerumah jamaah untuk mengambil barang yang sudah tidak dipergunakan lagi. Oleh Mbah Sani barang-barang tersebut dijual kepada langganannya yang secara ajek mengambil barang bekas tersebut. Mbah Sani pun memperoleh penghasilan tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya tangkap dari Mbah Sani selain sederhana dalam hidup juga zuhud terhadap dunia dan kuat dalam niat sehingga apa yang menjadi ‘keinginannya’ dapat terkabul. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Mbah Sani ini memberikan pelajaran pada diri saya khususnya bahwa segala sesuatu yang kita inginkan dapat berhasil bila kita ulet, kerja keras dan hemat. Semoga Mbah Sani sebagai penyemangat hidup saya dan jamaah lainnya menjadi contoh nyata dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Itulah sosok sederhana Mbah Sani yang selalu mengumandangkan azan diwaktu subuh untuk memanggil kaum muslimin berjamaah  di Musholla. (Yang muda-muda kapan mau jadi muadzin ???)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-743352055663582583?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/743352055663582583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=743352055663582583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/743352055663582583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/743352055663582583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/mbah-sani.html' title='&lt;strong&gt;MBAH SANI&lt;/strong&gt;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6841455322927148216</id><published>2008-02-11T18:16:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T18:17:03.258-08:00</updated><title type='text'>Laskar Wong Kito (Galo) Double Winner</title><content type='html'>Euforia Sriwijaya FC nampak begitu bingar ketika kuli tinta menjepretkan kamera kesana kemari. Itu nampak jelas pada saat seremoni penyerahanan piala dan hadiah uang diserahkan. Tangis bahagia bercampur menjadi satu. Berbeda dengan tim lawan si ayam kinantan, pemain mereka sedih…terutama pemain asing mereka James, mereka larut dalam kekecewaan. Tapi itulah permainan harus ada yang menang dan kalah tetapi sportivitas harus tetap dijunjung tinggi. Sayangnya final ini ternoda oleh ulah supporter pada pertandingan semifinal sebelumnya sehingga final kali ini sepi dari penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan dunia lain klub sepakbola merupakan industri yang dikelola secara profesional karena tanpa penonton fanatik dan sponsor yang mensupport dunia sepakbola akan mati rasa. Di Indonesia bedanya mungkin sang sponsor adalah perusahaan rokok yang itu akan menjadi tabu untuk sponsor olah raga di belahan dunia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun hasilnya Sriwijaya FC telah menunjukkan kualitasnya sehingga menjadi juara di dua ajang laga COPA dan LIGA. Tetapi semoga saja Sriwijaya FC tidak seperti tim tim sebelumnya yang setelah meraih juara liga terus terpuruk ke papan tengah atau bahkan terdegradasi. Belajar dari itu semua apa yang menyebabkannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya setelah menjadi juara Liga banyak pemain inti menjadi incaran klub klub lain yang menginginkan perbaikan peringkat dalam ajang laga berikutnya. Walaupun soal transfer mentransfer pemain dalam liga sepakbola itu biasa tetapi perlu dicermati bahwa hal ini bila tidak dikelola dengan baik  maka akan menimbulkan efek yang buruk bagi klub-klub papan atas. Mengapa? Keterbatasan jumlah pemain berkualitas dan iming-iming gaji yang lebih menggiurkan akan membuat mental pemain goyah sehingga membuat mereka bisa lepas kontrol dan berpindah ke klub lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah perlunya manajemen yang baik dari klub terutama official dan dewan pembina untuk pandai mengelola hati pemain. Gaji masih merupakan faktor penentu di Indonesia. Berbeda dengan dunia sana dimana iklim klub dan fanatisme supporter ikut mempengaruhi secara signifikan untuk membuat pemain terbaik tetap membela klub yang sama dalam jangka waktu cukup lama. Ada hal lain bila kita menonton berita di televisi bahwa klub-klub raksasa di belahan dunia sana selalu memiliki stok pemain muda dari klub anak bawang (anak gawang) mereka sehingga bila sudah waktunya bisa diorbitkan maka pemain yang bersangkutan akan naik kelas menjadi pemain inti. Di Indonesia…????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan saya pada Sriwijaya FC, mudah-mudahan hal ini dicermati sehingga nasib Sriwijaya FC tidak seperti klub lainnya setelah juara terus terpuruk atau bahkan terdegradasi. Sriwijaya FC juga telah membuka mata orang Indonesia karena mereka yang selama ini pengetahuan geografinya kurang bagus akan tahu bahwa Sriwijaya FC itu klubnya orang Sumatera Selatan alias Palembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan nama Sriwijaya FC juga patut diacungi jempol karena telah menghidupkan fanatisme kebesaran sejarah masa lampau bahwa dahulu kala ada kerajaan besar yang menguasai wilayah nusantara ini yang sampai saat ini pusat kerajaannya masih diperdebatkan dari sisi ilmu antropologi. Kerajaan itu adalah &lt;strong&gt;KERAJAAN SRIWIJAYA&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu semoga Sriwijaya FC ini nantinya akan menjadi klub yang diperhitungkan di percaturan Liga Indonesia, Asia dan bahkan dunia. Walau sedikit gamang saya juga berharap semoga ke depan muatan pemain lokal lebih dipertimbangkan sebagai atmosfer baru untuk menggugah anak-anak bumi Sriwijaya menggilai bola dan tentunya juga sebagai gantungan hidup alias sebagai pekerjaan. Sehingga bukan tidak mungkin nanti KTP anak-anak Sriwijaya berbunyi “Atlet Sriwijaya FC” pada kolom pekerjaan. Semoga, amiin….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6841455322927148216?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6841455322927148216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6841455322927148216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6841455322927148216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6841455322927148216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/laskar-wong-kito-galo-double-winner.html' title='&lt;strong&gt;Laskar Wong Kito (Galo) Double Winner&lt;/strong&gt;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6791676479781440464</id><published>2008-02-07T23:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-08T00:31:24.805-08:00</updated><title type='text'>SARJANA DAN SISTEM PEMERINTAHAN</title><content type='html'>Pemikiran ini muncul sekilas dan saya tidak mau membuang ide untuk menulis yang memenuhi kepala ini pada saat saya membaca leadership centre nya universitas Lancester University UK. Saya hanya berfikir sederhana bahwa lulusan perguruan tinggi di Indonesia akan menjadi mandul dalam mengaplikasikan etika (akademik) di lapangan ketika di dunia kerja atau dunia praktis dipenuhi dengan dominasi bias yang tidak pernah mereka bayangkan sama sekali ketika di bangku kuliah. Apakah jawabannya perlunya dunia perguruan tinggi melakukan &lt;em&gt;link and match&lt;/em&gt; seperti pada zaman Wardiman menjadi menteri pendidikan dulu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memikirkan model yang berkecamuk di kepala saya bahwa jawabannya adalah sistem pemerintahannya 'bagus dulu' dalam arti memang memenuhi standard kriteria pemerintahan yang bersih alias &lt;em&gt;clean governance &lt;/em&gt;atau mutu pendidikan tingginya bagus dulu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya begini, bila mutu lulusannya bagus atau &lt;em&gt;qualified&lt;/em&gt; tentunya hal ini akan menguntungkan pemerintah karena bangsa ini memiliki sumberdaya manusia yang hebat-hebat tetapi begitu lulusannya masuk ke lingkar praktik melalui dunia kerja dan sistim pemerintahan yang sebetulnya sudah mereka rasakan ketika duduk di bangku kuliah tentulah tidak berguna karena bagaimana mungkin mereka akan menjalankan teori yang relevan ke dalam praktik nyata bila kondisi dan sistem di lapangan tidak memungkinkan untuk itu. Jadilah mubazir ilmunya karena tidak akan pernah berguna dalam memperbaiki sistem negara ini. &lt;strong&gt;Kemauan dan keinginan ada &lt;/strong&gt;tetapi tekanan sistem lebih kuat. Apa lacur malah sipintar ini tentu akan mengikuti sistem yang sudah ada, syukur kalau memang lulusan pendidikan tinggi Indonesia yang bermutu ini berfikir hijrah ke negara lain yang sistemnya lebih tertata dan tentunya dengan salary yang lebih baik. Tetapi kalau sebaliknya malah mereka yang pintar-pintar ini akhirnya malah menjadi biang bagi tambah mapannya sistem yang kurang baik, wah apalah jadinya negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berdiskusi dengan istri saya ketika hari libur bahwa dalam sistem pemerintahan SBY-JK ini agak lebih mendinglah pemimpin pemimpin yang jelas merugikan negara di penjara alias dimasukkan bui. Hanya mungkin sosialisasinya saja yang kurang banyak sebagai bagian &lt;em&gt;shock therapy&lt;/em&gt; bagi pejabat lainnya yang bermental maling. Tetapi siapa yang mau disalahkan kalau memang sistim politik kita kurang atau belum memungkinkan untuk itu, karena jelas bahwa dalam proses pemilihan untuk menjadi pemimpin di negeri ini tentulah harus memiliki dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Itu sudah diketahui oleh publik di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendapat cerita bahwa salah satu tetangga yang ingin mencalonkan menjadi bupati sampai harus merogoh kocek sampai lebih kurang 5 M hanya untuk bursa pencalonan, mudah-mudahan tidak benar. Kalau sudah begini apa jadinya negara ini? Jadi tidak salahlah kalau negara ini selalu dirundung bencana karena seperti lagu Ebiet G Ade 'mungkin Tuhan sudah bosan melihat tingkah kita....'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik bahasan, bahwa untuk membenahi pendidikan dan moral di negeri ini perlu ada sinergi antara sistem pemerintahan dengan dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi. Bila sinergi itu tidak terjadi kita hanya mimpi berbicara tentang &lt;em&gt;clean governance &lt;/em&gt;alias pemerintahan yang bersih. Bersih apanya ya....?? Bajunya kali....habis necis necis hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6791676479781440464?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6791676479781440464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6791676479781440464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6791676479781440464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6791676479781440464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/sarjana-dan-sistem-pemerintahan.html' title='SARJANA DAN SISTEM PEMERINTAHAN'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-7752160163911285742</id><published>2008-02-03T19:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-03T19:37:41.482-08:00</updated><title type='text'>BIKE TO WORK (BTW) BUKAN SOLUSI</title><content type='html'>Banyak sekali pekerja-pekerja yang mulai menggandrungi pergi kerja dengan bersepeda. Awal mula berangkat dari komunitas kecil bersepeda di Jakarta yang merasa jenuh dengan kemacetan yang ada dan selalu begitu setiap hari. Timbullah kesadaran dari mereka untuk memberikan solusi dengan contoh pergi kerja dengan bersepada, selain menyehatkan juga membuat mereka enjoy meliak liuk dijalanan yang padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Surabaya pun sudah mulai tumbuh komunitas bersepeda seperti ini, &lt;em&gt;bike to work&lt;/em&gt;. Saya merenung apakah ini salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di jalan raya selama ini yang setiap hari semakin meningkat ? Akhirnya saya membuat kecimpulan dengan pengamatan yang mungkin keliru dalam kacamata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW bukanlah solusi. Dalam pandangan saya pemerintah harus turut campur tangan dan tegas dalam menyikapi masalah ini. Mengingat selama ini Indonesia juga merasakan krisis energi yang tidak terbarukan. Tetapi...apakah pemerintah berani untuk mengambil resiko dengan kebijakan yang tegas dan demi kepentingan Indonesia dalam jangka panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat bahwa Indonesia ini negara yang unik, katanya krisis tetapi mobil-mobil baru di jalanan semakin bertambah banyak. Pemerintah belum pernah tegas untuk melahirkan kebijakan publik bagi transportasi massal ini. Coba kita lihat bagaimana transportasi massal di negara ini, semua memble...semestinya pemerintah memberikan batasan usia pada kendaraan sehingga jalan tidak penuh dengan kendaraan karena ada kendaraan yang usianya sudah 15 tahun lebih tetap beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mungkin takut akan banyak pengangguran bila kebijakan transportasi massal diberlakukan..karena dalam kacamata saya semestinya cukuplah bus saja yang melintasi jalan jalan protokol di kota untuk mengangkut penumpang baik itu pekerja, pelajar maupun penumpang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga harus berani mengeluarkan kebijakan publik kepada pemilik kendaraan pribadi (setelah transportasi massal sudah bagus) untuk beroperasi di jalan-jalan hanya pada hari libur. Sepertinya memang nyeleneh...tetapi inilah salah satu solusi untuk menghemat energi dan mengurangi kemacetan di jalan-jalan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan diperbaiki sehingga membuat onderdil transportasi massal awet. Jalan yang baik, mulus dan rata akan membuat efisiensi. Kita tidak akan menemui lagi jalan-jalan yang berlubang atau tidak rata....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat anda ? Pernahkan anda membayangkan bahwa dengan kebijakan seperti itu akan membuat orang Indonesia sehat-sehat karena selain busnya harus stop di halte dan penumpangnya akan jalan beberapa blok ke kantornya sehingga manusia Indonesia akan sehat karena sudah membakar kalori untuk menuju kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ini memang sulit tentu akan banyak menimbulkan pro dan kontra...tetapi percayalah kebijakan yang lahir selalu akan begitu. Bila pemerintah tetap tegas dan lurus menjalankan ini maka saya yakin masyarakat akan dapat merasakan hasilnya 10 tahun kemudian, kenapa 10 tahun....karena generasi berikutnya sudah terbentuk &lt;em&gt;mind set&lt;/em&gt; nya bahwa negara ini benar-benar teratur dan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi otak saya jadi bermain main...karena kita tahu bahwa investor kendaraan terbesar di Indonesia ini adalah Jepang...bisa jadi pemerintah sulit untuk mengelak dan keluar dari tekanan kaum kapitalis. &lt;br /&gt;Yah itu tadi...berani gak pemerintah keluar dari tekanan seperti itu tadi karena bagaimana pun fihak asing tentunya memiliki kepentingan sendiri di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani gak SBY dan JK ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-7752160163911285742?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/7752160163911285742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=7752160163911285742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7752160163911285742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7752160163911285742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/02/bike-to-work-btw-bukan-solusi.html' title='&lt;strong&gt;BIKE TO WORK (BTW) BUKAN SOLUSI&lt;/strong&gt;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1326394551342984332</id><published>2008-01-16T19:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T19:42:41.566-08:00</updated><title type='text'>BAnjir lagi .......</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Banjir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir kok jadi tradisi. Eh tanya kenapa ! itulah yang sering kita lihat di tayangan ikan salah satu produsen rokok ternama di Indonesia. Banjir jadi tradisi sebuah tag line iklan yang cerdas dan jitu melalui pengamatan yang mendalam dan lama. Saya yakin bahwa kreativitas ini muncul tidak begitu saja tetapi melalui serangkaian pengamatan dan analisis yang secara implisit menggambarkan bahwa tidak adanya keseriusan dari semua fihak dalam menangani banjir yang sering  melanda Indonesia. Mulai dari gundulnya hutan,sampah yng menumpuk,pendangkalan kali sampai tidak jelasnya master plan pembangunan daerah. Ini mencerminkan adanya sebuah kesalahan kolektif dari bangsa ini. Mengapa karena kita mungkin lupa bahwa negara ini hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau, titik. Entah nanti kalau Tuhan punya rencana lain sehingga ditambahnya lagi musim yang ada di Indonesia yaitu musim  salju. Tuhan menciptakan alam dengan teratur dan bila tidak berjalan dengan teratur maka dunia ini sudah lama hancur atau kiamat. Contoh ini tidak kita jadikan acuan dalam mengamati alam sehingga kita lupa bahwa alam pun bisa berbalik tidak bersahabat dengan kita, artinya ketika ekosistem alam terganggu maka alam akan marah dan memukul balik kita. Contoh ini sudah sering terjadi tetapi kita tetap saja men ‘jarno’ kannya. Sehingga banyak timbul korban berupa materi dan immateri. Apa sebetulnya yang telah terjadi di Indonesia sekarang ini. Manajemen jarno sudah terjadi dimana-mana baik ditingkat rakyat paling bawah sampai pada rakyat paling atas (elit politik, mungkin gak suka kalau disebut rakyat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1326394551342984332?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/1326394551342984332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=1326394551342984332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1326394551342984332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1326394551342984332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2008/01/banjir-lagi.html' title='BAnjir lagi .......'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6348488495485054540</id><published>2007-12-15T20:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T20:14:42.323-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: MACET LAGI MACET LAGI#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/macet-lagi-macet-lagi.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: MACET LAGI MACET LAGI#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6348488495485054540?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/macet-lagi-macet-lagi.html#links' title='Manajemen Kehidupan: MACET LAGI MACET LAGI#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6348488495485054540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6348488495485054540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6348488495485054540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6348488495485054540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/manajemen-kehidupan-macet-lagi-macet.html' title='Manajemen Kehidupan: MACET LAGI MACET LAGI#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6037648078592132026</id><published>2007-12-15T20:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T20:13:25.618-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: BIROKRASI dan KERUWETAN#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/birokrasi-dan-keruwetan.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: BIROKRASI dan KERUWETAN#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6037648078592132026?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/birokrasi-dan-keruwetan.html#links' title='Manajemen Kehidupan: BIROKRASI dan KERUWETAN#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/6037648078592132026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=6037648078592132026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6037648078592132026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6037648078592132026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/manajemen-kehidupan-birokrasi-dan.html' title='Manajemen Kehidupan: BIROKRASI dan KERUWETAN#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-2511508439414659963</id><published>2007-12-15T20:12:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T20:12:16.967-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: JILBAB MODIS vs SYARIAT#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/jilbab-modis-vs-syariat.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: JILBAB MODIS vs SYARIAT#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-2511508439414659963?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/jilbab-modis-vs-syariat.html#links' title='Manajemen Kehidupan: JILBAB MODIS vs SYARIAT#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/2511508439414659963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=2511508439414659963' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2511508439414659963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2511508439414659963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/manajemen-kehidupan-jilbab-modis-vs.html' title='Manajemen Kehidupan: JILBAB MODIS vs SYARIAT#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-2603125737767842384</id><published>2007-12-15T20:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T20:04:43.251-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: KESADARAN MANUSIA INDONESIA..KEMANA ??#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/kesadaran-manusia-indonesiakemana.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: KESADARAN MANUSIA INDONESIA..KEMANA ??#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-2603125737767842384?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/kesadaran-manusia-indonesiakemana.html#links' title='Manajemen Kehidupan: KESADARAN MANUSIA INDONESIA..KEMANA ??#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/2603125737767842384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=2603125737767842384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2603125737767842384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2603125737767842384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/manajemen-kehidupan-kesadaran-manusia.html' title='Manajemen Kehidupan: KESADARAN MANUSIA INDONESIA..KEMANA ??#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3139445137471270313</id><published>2007-12-13T22:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T22:54:38.772-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Kehidupan: 1 JUTA HEKTAR LAHAN DI JAWA TIMUR#links</title><content type='html'>&lt;a href="http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/1-juta-hektar-lahan-di-jawa-timur.html#links"&gt;Manajemen Kehidupan: 1 JUTA HEKTAR LAHAN DI JAWA TIMUR#links&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3139445137471270313?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/1-juta-hektar-lahan-di-jawa-timur.html#links' title='Manajemen Kehidupan: 1 JUTA HEKTAR LAHAN DI JAWA TIMUR#links'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/3139445137471270313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=3139445137471270313' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3139445137471270313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3139445137471270313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/manajemen-kehidupan-1-juta-hektar-lahan.html' title='Manajemen Kehidupan: 1 JUTA HEKTAR LAHAN DI JAWA TIMUR#links'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-7230832859196605287</id><published>2007-12-11T22:18:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T22:33:14.195-08:00</updated><title type='text'>1 JUTA HEKTAR LAHAN DI JAWA TIMUR</title><content type='html'>Ketika membaca pemerintah daerah Jawa TImur akan mengadakan 1 juta hektar lahan sebagai penyangga pangan untuk daerahnya saya sedikit tertegun, bukan apa-apa...dalam hati saya berkata syukurlah kalau sudah mulai sadar dari kegilaannya selama ini. Seingat saya sudah sering pemerhati petani dan lingkungan yang menyuarakan untuk melakukan &lt;em&gt;land reform&lt;/em&gt; dengan melarang pengembang perumahan untuk mendirikan perumahan di lahan yang produktif. Tapi apa lacur...ketika uang bicara dan birokrat pembuat kebijakan tergoda...semua bisa diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kini bencana melanda dan &lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt; mendera dunia sibuk...dan saya berfikiran positif saja bahwa kebijakan yang masih dalam wacana dan belum menjadi realita ini salah satu imbas dari semua itu. Padahal dulu sudah sering disuarakan dan sebetulnya tidak ada yang baru dalam wacana ini. Itulah sebabnya bila saya memberikan wejangan kepada adik-adik mahasiswa di institut Islam saya selalu berkata kepada mereka "tipologi manusia Indonesia kebanyakan adalah manusia yang kuratif bukan tipologi manusia yang preventif". Bila sudah terjadi 'rame sana sini". Bukannya memikirkan bagaimana nantinya ya kalau begini atau begitu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan 1 juta ha untuk penyangga pangan ini menjadi kenyataan dan pemerintah daerah semestinya sudah perlu memikirkan ini bila memang harus melakukan pengembangan perumahan mengapa tidak vertikal saja dan itu perlu diundangkan mungkin. Saya sendiri tidak tahu apa sudah diundangkan atau belum tentang larangan pengunaan lahan produktif untuk hal-hal yang bersifat non produktif demi memenuhi kebutuhan pangan alias swasembada pangan untuk daerahnya sendiri. Seandainya setiap pemerintah daerah melakukan hal yang sama entah apa jadinya...bisa jadi label bangkok akan menemukan kompetitor baru dengan label 'wonosalam' misalnya...masak dipasaran selalu kata bangkok yang menjadi &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; yang diincar pembeli berkelas alias berduit banyak, mulai dari durian bangkok, jambu bangkok , ayam bangkok dan bangkok bangkok lainnya....saya merindukan mendengar 'durian wonosalam, ayam mojokerto, jeruk pacitan, jambu ponorogo' misalnya...kapan...???? semoga itu dapat terwujud dengan segera ..amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-7230832859196605287?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7230832859196605287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7230832859196605287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/1-juta-hektar-lahan-di-jawa-timur.html' title='1 JUTA HEKTAR LAHAN DI JAWA TIMUR'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-2131954718860307784</id><published>2007-12-03T04:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:45:40.851-08:00</updated><title type='text'>KESADARAN MANUSIA INDONESIA..KEMANA ??</title><content type='html'>MANUSIA MANUSIA INDONESIA SADARLAH.....&lt;br /&gt;MENGAPA BEGITU PEDULI KELIHATANNYA&lt;br /&gt;KETIKA BENCANA SUDAH MELANDA DAN MENDERA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA INDONESIA SADARLAH....&lt;br /&gt;KITA INI HIDUP SEMENTARA&lt;br /&gt;ENTAH ESOK ENTAH LUSA&lt;br /&gt;KITA KAN MENGHADAP-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAGI MELEKAT NYAWA...&lt;br /&gt;BERBUATLAH TERBAIK UNTUK BANGSA&lt;br /&gt;KARENA...BILA TIDAK SEGERA &lt;br /&gt;BISA JADI BANGSA INI PUNAH ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARI JADIKAN LINGKUNGAN SEBAGAI PENYANGGA&lt;br /&gt;KEHIDUPAN KITA BERSAMA&lt;br /&gt;DENGAN PEDULI TERHADAP SEMUA CIPTAAN - NYA&lt;br /&gt;INSYA ALLAH ...NEGERI INI AKAN DILIMPAHI BERKAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK PERCAYA ...??? BOLEH LAH  DICOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIHATIN KOE&lt;br /&gt;3/12/07  7:50 PM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-2131954718860307784?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2131954718860307784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2131954718860307784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/12/kesadaran-manusia-indonesiakemana.html' title='KESADARAN MANUSIA INDONESIA..KEMANA ??'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6830342273400367820</id><published>2007-11-30T01:09:00.000-08:00</published><updated>2007-11-30T01:33:30.679-08:00</updated><title type='text'>JILBAB MODIS vs SYARIAT</title><content type='html'>Sebagai muslim, saya sangat senang dengan ghirah ke Islam dari anak-anak muda saat ini yang banyak memakai busana muslim dalam kesehariannya. Saya sendiri tidak tahu ini pertanda rasa kesadaran dari diri mereka sendiri atau ikut-ikutan saja dari remaja putri khususnya dan ibu-ibu umumnya. Kalau di sekolah-sekolah Islam hal ini memang diwajibkan bagi remaja putri tetapi di sekolah-sekolah umumpun sekarang ini semakin banyak saja remaja-remaja putri yang mengenakan jilbab di kesehariannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghirah ke Islaman ini tentulah patut diapresiasi oleh orang tua dari remaja putri yang bersangkutan sebab selain merupakan syariat yang dianjurkan juga merupakan  tameng dari kejahatan kejahatan seksual yang marak akhir akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi jilbab sendiri selain sebagai penutup aurat juga sebagai penutup atau penyembunyi lekak lekuk tubuh wanita yang bisa mengundang syahwat laki-laki dewasa yang melihatnya. Sehingga orang yang mengenakan jilbab dengan benar tentu tidak dapat ditebak lekak lekuk tubuhnya karena tertutup olah pakaian yang dikenakannya. Sehingga menghilangkan 'andai andai' dari lelaki dewasa yang melihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang mengganjal hati saya selaku muslim ketika maraknya jilbab modis yang dikenakan oleh remaja putri akhir-akhir ini. Saya sering melihat remaja putri mengenakan jeans ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas plus penutup kepala yang modis. Saya hanya bertanya apa ini yang dianjurkan agama ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya pemahaman remaja putri saat ini jilbab itu adalah penutup kepalanya saja sedang yang lainnya tidak....jadi mereka melupakan fungsi bahwa jilbab yang benar adalah jilbab yang longgar dan menyembunyikan lekak lekuk tubuh bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tugas orang tua untuk memberikan pengertian kepada remaja putrinya untuk memberi tahu tentang pengenaan jilbab yang benar. Tugas orang tua WAJIB menyampaikan hal ini dan memberikan teguran KERAS bila putrinya mengenakan jilbab secara setengah setengah. Selaku orang tua hendaklah menyampaikan dan memberi teguran keras kepada putrinya bahwa bila ingin mengenakan jilbab...kenakanlah secara benar menurut tuntunan AGAMA bukan memelintirnya dengan alasan MODERNISASI jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah mudahan ALLAH tidak murka dan selalu memberikan hidayah Nya kepada remaja remaja putri Islam sebagai generasi penerus ISLAM dan harapan bangsa. SEMOGA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6830342273400367820?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6830342273400367820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6830342273400367820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/jilbab-modis-vs-syariat.html' title='JILBAB MODIS vs SYARIAT'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1414665450984610889</id><published>2007-11-27T17:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T19:01:15.749-08:00</updated><title type='text'>BIROKRASI dan KERUWETAN</title><content type='html'>Ketika saya bertemu dengan ibu mertua saya ...saya melihat ada duka menghiasi wajah beliau. Saya lantas bertanya "ada apa bu...?". Ibu akhirnya bercerita bahwa setelah meninggalnya Bapak Mertua surat tanah dengan status tanah IJO yang ditempati sekarang harus di balik nama atas nama ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruwetan muncul ketika ipar saya yang mengurus tanah tersebut bersama temannya sering menemui salah satu staf di pemerintahan kota Surabaya untuk membayar biaya yang diminta, staf tersebut berinisial 'W'. Keruwetan semakin bertambah ketika setelah beberapa bulan kok proses tidak ada progresnya. Sampai akhirnya saya tahu bahwa ternyata ada masalah dengan staf yang mengurusi proses balik nama tersebut, ternyata staf yang berinisial 'W' tadi sudah dimutasi di kecamatan Tegalsari. Mungkin inilah yang membuat ibu mertua saya sedih...karena biaya yang diminta sudah dipenuhi semua dan proses tidak ada kemajuan. Setelah ditanyakan dengan salah satu staf di pemkot jawabannya nanti akan kami bantu tetapi ketika dilacak berkas belum masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya ipar saya mengadukan kasus ke polisi dengan maksud memberikan pelajaran kepada ibu tersebut. Akhirnya ibu tersebut datang ke rumah ibu mertua dengan menangis tersedu sedu sambil mengatakan bahwa berkas sebetulnya masih sama dia dan disimpannya. Walah...walah....uang sudah keluar sampai hampir sepuluh jutaan tetapi berkas mandek di tangan ibu 'W' ini. Ibu 'W' berjanji akan mengganti semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh ibu mertua dengan tanda tangan di atas materai sebagai penguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan saya bahwa mengapa di negara ini bila kita berhubungan dengan birokrasi selalu dan banyak sekali menemui keruwetan ? Dimana permasalahannya? Sampai kapan kita terus begini? Padahal kita selalu mendengar slogan-slogan 'good governance'. Kapan itu bisa kita nikmati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang si pencipta birokrasi dulu sudah memikirkan bahwa inilah yang namanya birokrasi dan bahwa birokrasi itu selalu identik dengan keruwetan. Apa iya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin birokrasi dianggap sebagai bentuk lain dari proyek yang menghasilkan pendapatan tambahan sehingga timbul jargon 'KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH' dan untuk menjadi mudah kita harus mengeluarkan ekstra fulus....fulus lagi...fulus lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa memang begitu ya? Padahal gaji pns dinegara ini sering naik tetapi tingkat inflasi pun selalu mengikuti ketika gaji pegawai pemerintahan naik. Inilah mungkin letak permasalahannya dinegara ini? Atau mungkin pemerintah juga tidak bisa menghitung tingkat kebutuhan pegawai sehingga menggelembung seperti sekarang ini dan pemerintah tentu merasa berat bebannya melalui apbn untuk membayar gaji pegawainya? Atau juga pemerintah tidak bisa mengintervensi pasar sehingga ketika gaji pegawai naik harga tidak ikut-ikutan naik. Saya dengar dari teman-teman yang sudah berhaji beberapa kali pernah bilang bahwa harga roti ketika dia naik haji pertama kali dengan yang ke sekian sama ..padahal rentang waktunya cukup lama...saya terus bertanya dalam hati...kok bisa ya...?  Kenapa kita gak bisa...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah timbul ide menulis ini karena saya berkesimpulan memang birokrasi diciptakan untuk keruwetan. Di institusi institusi lain pun sering saya menemukan hal-hal seperti ini. Yang paling saya herankan adalah bahwa sebetulnya dalam pengamatan sekilas bahwa jenis pekerjaan itu bisa dikerjakan oleh 2 orang saja tetapi yang mengerjakan bisa sampai 5 orang. Nah dari ketidak efisienan inilah sudah terlihat benih-benih  keruwetan karena kita terkadang menemui benturan nyata di lapangan bahwa untuk membuat efisien waktu dan tenaga kita harus mengeluarkan ekstra fulus yang telah saya sebutkan di muka....sebetulnya ini sangat menarik untuk diteliti...tetapi akhirnya timbul juga pertanyaan...apa karena pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab itu..saat ini dikampus kampus marak dengan kurikulum kewirauasahaan dengan harapan yang lulus dari kampus tersebut bisa membuat pekerjaan sendiri dan menyerap pengangguran sehingga membantu pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terbukti memang bahwa Jepang dengan penduduknya yang 2% pengusaha terus jadi negara yang bingung mau ngutangin siapa besok. Timbul lagi pertanyaan apakah terus presiden republik ini harus dari pengusaha biar segala sesuatunya dibuat seperti model kerja pengusaha? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan perbandingan di Kabupaten Sragen katanya bupatinya dari pengusaha dan perkembangan daerahnya pesat sekali bahkan menjadi model nasional untuk pelayanan terpadu satu atap...terus di Lamongan sama juga peningkatakan kemajuan daerahnya cukup signifikan ketika pimpinannya seorang pengusaha. Ah...ini masih perlu dibuktikan lewat penelitian...yang jelas menurut bupati Sragen...bila kebijakan pusat gak bisa diterima akal maka dia akan menerobosnya dengan kebijakan sendiri yang itu sudah difikirkan demi kemajuan daerahnya, nah lo...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada bupati yang berani seperti bupati Sragen ini? Kebanyakan yang saya amati masih tetap mengekor dengan kebijakan pusat yang tidak memiliki implikasi untuk kemajuan daerah dengan otonominya itu. Kalau begitu buat apa dong otonomi...kalau bungkusnya beda isinya sama ??? Kalau sudah begini apa kita perlu mengkampanyekan presiden berikutnya dari kalangan pengusaha ? Terserah Anda....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ingin melihat republik ini maju mari kita berbuat sesuatu dengan modal kejujuran dan keberanian untuk membela kepentingan publlik. Berani !!!&lt;br /&gt;Sebab kalau tidak begitu ...sila ke 5 Pancasila hanya akan menjadi slogan entah sampai kapan....coba renungkan mengapa bencana selalu menimpa negara ini...renungkanlah....renungkanlah....renungkanlah....sampai kau menemukan jawabannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1414665450984610889?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1414665450984610889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1414665450984610889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/birokrasi-dan-keruwetan.html' title='BIROKRASI dan KERUWETAN'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-9036814203304071802</id><published>2007-11-20T23:32:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T23:58:41.076-08:00</updated><title type='text'>MACET LAGI MACET LAGI</title><content type='html'>Menyikapi kemacetan yang ada di kota kota besar di Indonesia saya sempat geleng geleng kepala karena, katanya negara kita ini miskin tapi kok kendaraan di jalan raya banyak sekali. Kalau sudah begini yang keliru itu ekonom atau hasil survey nya ??  Disisi lain kota-kota di luar Jakarta tidak mau belajar dari kemacetan Jakarta yang sudah terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya sekarang juga sudah mulai menuai hasil dari pembangunan yang tidak mengindahkan kenyamanan publik dengan tekanan kenyamanan publik. Mengapa ? Karena semua merasa membayar pajak mungkin atau juga karena pemerintahnya tidak mengerti bagaimana cara mengelola uang publik untuk kepentingan dan kenyamanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berkata kepada teman saya dinegara ini bila menjadi RI-1 itu seharusnya sudah siap mati baik mati secara wajar ataupun tidak wajar alias disantet. Mengapa disantet karena banyaknya lawan politik dan pengusaha yang tidak terakomodasi kepentingannya sehingga berulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 62 tahun merdeka PEMERINTAH tidak berani mengeluarkan kebijakan tentang pelayanan dan kenyamanan publik. Misal kendaraan bermotor yang lebih dari 10 tahun harus dimusnahkan dan didaur ulang. Angkutan publik diperbaiki armada dan kualitas layanannya. Yang melanggar aturan lalu lintas ditindak tegas dengan tidak boleh mengendarai selama 1 tahun tergantung berat ringannya pelanggaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya amati kadang-kadang kebijakannya sudah benar tapi tindakan untuk melakukan dan mengamankan kebijakan itu tidak tegas? Kenapa ya ? Apa karena wajah peradilan kita ? Atau karena negara ini tidak punya panutan dengan meminjam istilah bung EMHA Ainun Najib bahwa dinegara ini semuanya sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin merupakan simbol sebuah negara dan mau dibawa kemana negara ini tergantung pemimpinnya. Lihatlah bagaimana mantan presiden India yang diminta untuk berbicara di Jakarta baru-baru ini dengan memaparkan bagaiman negaranya membangun sistim informasi sehingga menjadi negara modern dengan sistim informasinya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara yang penuh dengan orang pintar tetapi terpuruk dari sisi kesejahteraan tentunya ada yang salah dan tidak beres. Sampai kapan ini akan berakhir ??? Mungkinkah tidak berakhir sampai ALLAH menurunkan azab kubronya sehingga hanya menyisakan orang-orang baik dinegeri ini? Wallahu'alam....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-9036814203304071802?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9036814203304071802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9036814203304071802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/macet-lagi-macet-lagi.html' title='MACET LAGI MACET LAGI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6907431275642627899</id><published>2007-11-07T23:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T00:29:29.852-08:00</updated><title type='text'>DEBAT KUSIR DI TV</title><content type='html'>Sungguh nikmat rasanya ketika saya menikmati debat antara menhut ms ka'ban, manajer humas kehutanan walhi propinsi sumatera utara, anggota DPR komisi Iv dan dari fihak kepolisian dengan pangkat irjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya menikmatinya adalah antara ketidak puasan dari fihak WALHI dan KEPOLISIAN terhadap lepasnya atau diputus bebasnya sang AL tersangka kasus pembalakan liar di hutan lindung mandailing natal sumut. Sungguh terlihat perbedaan sudut pandang antara fihak kepolisian, menhut dan walhi sedang si anggota DPR sebagai fihak pengamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya lihat bahwa sebagai konsumsi publik debat ini menarik dan membuat saya menduga-duga karena ketidak seragaman sudut pandang dalam memandang masalah pembalakan liar...tapi terlepas dari itu semua yang jelas memang di republik ini sulit sekali untuk berkoordinasi. Mulai zaman pemerintahan orde baru sampai saat ini selalu saja saling tuding sepertinya memang setiap departemen itu memiliki kekuatan sendiri-sendiri sehingga tidak mau berinteraksi secara 'arif' untuk memperbaiki keadaan republik sehingga kami-kami rakyat ini merasakan perbaikan dari sisi kebijakan dan tindakan nyata dari hasil penerapan kebijakan. PERLU PEMBACA KETAHUI BAHWA REPUBLIK INI MEMANG MILIK SEGELINTIR ORANG YANG MEMILIKI KUASA DAN UANG. PERLU DICATAT ITU !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas dari kacamata saya justru dari debat kusir itulah kelihatan bahwa  pemerintah kurang serius dalam melindungi hutan yang katanya sebagai aset dunia  sehingga orang luar pun ikut memperdulikan hutan republik ini sebab hutan mereka sudah habis ditebangi ketika revolusi industri dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat saya sangat terkesan dari debat publik ini bahwa ketika anda memiliki uang anda bisa melakukan segala galanya di republik ini termasuk membeli KEKUASAAN. Karena itulah seorang budayawan sampai bersumpah dengan menyebut DEMI ALLAH bahwa seluruh pemimpin dunia bersatu untuk memperbaiki keadaan di republik ini pasti mereka tidak akan mampu karena pelik dan kompleksnya permasalahan yang ada dan sebagai orang yang beragama sang budayawan berkata hanya ALLAH yang dapat mengubah republik ini ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu akhirnya saya berfikir bahwa dengan aktifnya beberapa gunung api akhir akhir ini mungkinkah itu sebagai skenario ALLAH untuk menumpas orang-orang jahat di bumi pertiwi ini dengan ledakan secara berbarengan (semoga) dan akhirnya menyisakan orang-orang baik untuk perbaikan dan kelangsungan republik ini ? Wallahu 'alam...tetapi dari debat ini semua publik tahu bagaimana kualitas pemerintahan kita sekarang ini dalam memerangi dan menangani kasus pembalakan liar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu timbul lagi pertanyaan apakah nanti anak cucu kita nanti masih dapat merasakan segarnya udara pagi ketika bangun dari tidur...karena bukan tidak mungkin ketika hutan sudah habis maka pohon pohon di dalam kota pun ditebangi semua oleh para pengusaha yang katanya memiliki izin itu...semoga itu tidak terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6907431275642627899?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6907431275642627899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6907431275642627899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/debat-kusir-di-tv.html' title='DEBAT KUSIR DI TV'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-2458149955596194653</id><published>2007-11-05T21:50:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T22:10:18.959-08:00</updated><title type='text'>Teknologi dan Kemacetan</title><content type='html'>Sering sekali saya melihat di jalan mobil-mobil dan sepeda motor saling berlomba membunyikan bel kendaraannya. Itu karena mobil di depannya jalannya melambat dan tanpa merasa bersalah tidak memberikan kesempatan kepada kendaraan lain yang ada di belakangnya untuk dapat mendahuluinya dengan cara meminggirkan kendaraan atau sedikit menepi. Mengapa itu terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setelah diamati dengan asyiknya sang pengendara memencet mencet keypad handphone nya ber SMS ria dengan rasa tanpa bersalah yang telah mengakibat kan pengendara lainnya sedikit melambat dan membentuk antrian panjang ke belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti ini sering terjadi di jalanan di republik ini, apa sebabnya ? Selain karena ketidakmengertian tentang safety di jalanan dan menghormati kepentingan publik tapi ada hal lain yang sebetulnya bisa dibilang 'kemaruk teknologi'. Kemaruk teknologi maksudnya bisa beli tetapi tidak mengerti atau tidak familiar dalam penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tidak memanfaatkan aksesoris pelengkap handset/HP ini juga karena perlakuan hukum yang tidak tegas. Ini tugas dari polisi untuk memberikan sanksi pada pelaku yang tidak memperhatikan tingkat safety pengguna jalan lainnya di jalanan. Kepada user Hp juga sebaiknya mengerti bahwa untuk menggunakan HP di jalanan sebaiknya bila sedang berkendara gunakanlah aksesoris pelengkap seperti handsfree, earphonr ataupun yang lainnya seperti yang banyak beredar di pasaran dan canggih canggih lagi. Herannya sang 'pelaku' biasanya orang yang dari sisi ekonomi dan pendidikan cukup maju tapi cara berfikirnya mundur. Apa Anda juga ingin di cap sebagai orang yang memiliki cara berfikir mundur ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-2458149955596194653?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2458149955596194653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2458149955596194653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/teknologi-dan-kemacetan.html' title='Teknologi dan Kemacetan'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6106896273965018498</id><published>2007-11-01T02:25:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T02:44:13.689-07:00</updated><title type='text'>Profesor...oh profesor..</title><content type='html'>Ketika ngobrol serius dengan salah satu profesor baru dari salah satu universitas negeri di Jawa Timur saya kaget dan memberikan ucapan selamat karena yang bersangkutan tidak pernah menceritakan kalau yang bersangkutan sudah dikukuhkan menjadi guru besar (apa memang selama ini masih guru kecil hehe). Obrolan berlanjut dengan basa basi biasa dan si profesor pamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian datanglah si doktor yang sering saya motivasi untuk segera mengurus segala keperluan yang dibutuhkan untuk segera dikukuhkan menjadi guru besar. Setelah ngobrol ngalor ngidul saya berkomentar bahwa di perguruan tinggi A banyak profesornya ya... Si doktor terus berkomentar bahwa di PT A itu enak karena bila ingin mengumpulkan kum sang kandidat guru besar bisa menyantolkan kum untuk  penelitiannya pada rekan sejawat atau mahasiswa bimbingannya (apa boleh ya...??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang doktorpun berkomentar ada lagi perguruan tinggi negeri  di daerah B bahwa profesornya lebih banyak lagi yah sama karena sistim cantol menyantol (kayak listrik saja) sering dilakukan sehingga pengumpulan kum dari penelitian lebih cepat terkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya jadi bertanya-tanya apa memang harus begitu sih untuk menjadi guru besar sebagai panutan mahasiswa ? Atau karena motif lain sehingga rating nya meningkat bila diundang seminar karena keguru besarannya atau juga karena motif motif lain secara ekonomi tadi sehingga terkadang untuk cantol menyantolpun dilakukan? Atau juga karena di fakultas di PT tersebut kering dengan guru besar, alah mak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya yang namanya guru besar itu selain merupakan jenjang kepangkatan juga karena kepakaran dibidang ilmunya. Cobalah kita lihat bagaimana dan berapa banyak buku yang diterbitkan oleh profesor profesor kita ? Selain mengajar tugas profesor yah memang meneliti dan menerbitkannya dalam jurnal sehingga diakui kepakarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin zaman sudah bergeser sehingga untuk mendapatkan predikat guru besar seorang kandidat profesor gampang mengumpulkan kum karena kebaikan kolega ataupun karena merasa membimbing mahasiswanya sehingga menganggap bahwa itupun menjadi penelitiannya dan bukan karya mahasiswa sepenuhnya yang memiliki ide dasar ? Bener gak sih....?? Bingung aku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6106896273965018498?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6106896273965018498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6106896273965018498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/11/profesoroh-profesor.html' title='Profesor...oh profesor..'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4452222795407834652</id><published>2007-10-31T03:51:00.000-07:00</published><updated>2007-11-07T01:09:49.877-08:00</updated><title type='text'>Mari Mentertawakan Diri Sendiri</title><content type='html'>Ditempat saya bekerja banyak hal-hal yang membuat saya tertawa, sehingga kalau saya sedang istirahat dan teringat hal-hal tersebut maka saya jadi tersenyum sendiri dibuatnya. Ada saja kejadian kejadian lucu setiap harinya yang membuat saya kadang tertawa sendiri dibuatnya mulai dari adanya beberapa karyawan yang suami istri satu kantor sehingga kadang kadang masalah dalam rumah tangganya dibawa bawa ke kantor dan akhirnya mempengaruhi perilaku kerja alias kinerjanya. Ada lagi yang tidak tahu harus berbuat apa sehingga kerjanya justru menyalurkan hobi memasaknya dan menyediakan teman-teman makan siang. Adalagi yang selalu membela pasangannya karena merasa punya posisi strategis sehingga sangatlah menyolok bila yang bersangkutan selalu berusaha membela pasangan hidupnya yang satu kantor tapi beda posisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kondisi kantor tempat saya bekerja. Saya sangat menikmatinya bahkan ada pimpinan bila ditanya selalau memberikan jawaban yang ragu dan tidak pernah membuat keputusan secara tegas. Ada lagi yang selalu berlindung di balik topeng atasannya dengan kalimat "Kata Ibu Anu...kata Pak Anu..."  Insentif diberikan dengan dasar yang tidak jelas dan lebih cenderung 'like and dislike'.Padahal tempat saya bekerja itu institusi pendidikan yang cukup ternama, saya bilang cukup ternama ... tetapi pola kerja dan budayanya tidak mencerminkan institusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita membaca tulisan pendiri Primagama bung Purdie Candra beliau tidak mempermasalahkan bila dalam satu kantor terdapat pasangan suami istri tetapi yang dimaksud Bung PC tersebut adalah tetap proporsional dan profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila merujuk tulisan dan iklan dari bung Rhenald Kasali disalah satu TV swasta maka beliau selalu menganjurkan 'think out the box', berfikir lah diluar batasan kotak dimana kita berada, dengan lugas beliau menjelaskan bila kita bekerja atau melakukan kegiatan rutin dalam satu institusi maka cobalah kita untuk keluar dari kegiatan rutin sehari-hari maka Anda akan menemukan sesuatu yang dapat memberikan pencerahan dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bedanya dengan kebanyakan orang dari rekan-rekan dimana saya bekerja, ataupun mungkin mereka sudah menganggap diri mereka hebat sendiri sehingga tidak pernah keluar dari kotaknya dan melihat dunia luar? Ada apa di dunia luar sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut pakar manajemen bahwa yang abadi di dunia ini adalah perubahan makanya banyak sekali sekarang ini beredar di pasaran buku buku manajemen perubahan. Sekarang tergantung kita mau berubah secara ekstrim atau secara perlahan tapi pasti. Artinya orang yang tidak pernah keluar dari kotaknya dan hanya selalu berkutat di kotak nya sendiri maka orang tersebut bisa di bilang seperti katak di bawah tempurung dan bisa dipastikan dunia nya hanya sempit sesempit kotaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya mengatakan kepada teman teman tentang kotak ini tetapi semua kan bergantung pada sipenerima pesan. Dalam dunia nyata atau kehidupan kita sehari hari di masyarakat yang begitu majemuk banyak sekali perkembangan yang terjadi. Bila di kampung ada orang yang membuat terobosan baru maka bisa dipastikan bahwa akan menemui kendala dari orang-orang yang tidak mau keluar dari kotaknya alias alergi terhadap perubahan karena bisa dipastikan itu bagian dari cara berfikirnya. Masak sih ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4452222795407834652?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4452222795407834652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4452222795407834652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/10/mari-mentertawakan-diri-sendiri.html' title='Mari Mentertawakan Diri Sendiri'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-148052280568692782</id><published>2007-10-28T20:40:00.000-07:00</published><updated>2007-10-28T20:58:59.869-07:00</updated><title type='text'>LURAH KAGET</title><content type='html'>Sebetulnya saya agak jengah juga ingin menulis tulisan ini tetapi yah sekedar...tambah tambah pengalaman buat yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya ditelpon teman-teman di tempat saya tinggal untuk kumpul bersama saya pun mendatangi undangan tersebut dengan senang hati. Teman yang mengundang ternyata mengajak makan bersama teman-teman lain yang diundang juga. Ketika bersantap panganan tradisi daerah Lamongan (nasi boran, saya juga gak pasti boran atau borang hehehehhe) teman teman berdiskusi kecil memperbincangkan tentang lingkungan kita tnggal sambil berkelakar sembari dibumbui lelucon lelucon yang cukup menyegarkan susana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sampai ketika memperbincangkan pemerintahan desa dengan lurah yang baru tibalah kelucuan itu menjadi menjadi. Ada yang cerita kalau istri lurah yang baru menanyakan ke lurah yang lama sebetulnya gaji lurah itu berapa ? Jawaban lurah yang lama dengan bahasa jawa "cangkulen bengkok iku sampe geger mu bongkok". Istri lurah yang lama dapatlah menangkap maksud tersebut artinya lurah tidak digaji dan gajinya dari tanah bengkok desa yang tidak subur dan kurang menguntungkan. Sampai akhirnya ada lagi cerita yang sangat menggelikan ketika lurah yang baru katanya didatangi oleh penduduk secara beramai ramai karena lurah menjual pohon randu dipinggir jalan tanpa kompromi lagi. Temen saya yang pengurus kampung menyeletuk "Wah lurahe bingung yok opo carane nggolek duit gae mbalekno bondo ketika proses pemilihan lurah" (Lurahnya bingung bagaimana caranya cari uang buat mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan ketika proses pemilihan lurah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang cerita ketika rapat dibalai desa terlontar pembicaraan dari lurah secara eksplisit ingin menjual kali yang dilewati lahan developer yang sedang mengembangkan perumahan. Semua orang banyak tertawa termasuk juga BPD nya....hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara saudara ku lihat lah kualitas lurah dan proses pemilihan lurah di desa, yang saya dengar mertuanya membantu proses biaya pemilihan dengan menjual sawahnya bagaimana dengan proses pemilihan presiden ? Mungkin bukan sawah yang dijual oleh mertuanya calon presiden tetapi pengusaha-pengusaha yang melingkarinya bersiap membantu dan tentunya dengan KOMPENSASI KOMPENSASI KUE baik itu melalui kebijakan politik maupun yang lainnya, ah ANDA kan tau sendirilah...hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kalau kita sudah mendewakan uang dan uang menjadi segalanya segala proses proses politik harus dengan uang untuk menghasilkan pemimpin dan juga kebijakan yang akhirnya tidak memihak pada kepentingan rakyat banyak tetapi lebih pada kepentingan bisnis kaum tertentu..WADUW...kepalaku sakit...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-148052280568692782?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/148052280568692782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/148052280568692782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/10/lurah-kaget.html' title='LURAH KAGET'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-7074893641761214678</id><published>2007-10-26T01:20:00.000-07:00</published><updated>2007-10-26T01:49:22.904-07:00</updated><title type='text'>Gajah Berkelahi siapa yang mati...?</title><content type='html'>Ketika saya menulis tulisan ini saya tidak memiliki pretensi apa apa tetapi saya sangat miris dengan nasib obyek penderitanya. Di TV dan kehidupan nyata baik itu kehidupan selebritis maupun kehidupan awam banyak kita jumpai berita yang istilah dalam pepatah melayu "gajah berkelahi pelanduk mati di tengah'. Ketika saya nonton berita gosip dua selebritis di republik ini yang berseteru tanpa henti maka yang saya bayangkan adalah anak hasil buah cinta mereka sebagai rasa kasih cinta Tuhan juga. Kepala dingin sudah dikalahkan oleh emosi dan syahwat. Walau pun dengan sebab yang beragam tetapi sepertinya mereka tidak memikirkan buah hati dan tidak jarang perebutan buah hatipun berlangsung ramai. Anehnya lagi tayangan ini ditayangkan pada pagi, siang dan sore hari yang anak-anak kecil pun dapat contoh yang tidak baik. Terkadang saya miris melihatnya karena anak-anak kecil lebih tahu tentang hal ini ketimbang belajar menghafal kali-kalian untuk memudahkan pelajaran matematika di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan ini akan menjadi preseden buruk bagi yang lainnya tetapi yang ingin saya tulis adalah bagaimana nasib anak-anak yang masih belum mengerti apa-apa itu? Padahal sang buah hati sangat memerlukan kasih sayang dari kedua orang tua yang seharusnya menyanyangi dan melindungi mereka dengan pelukan dan ciuman kasih sayang sebagai penguat hati ketika mereka membutuhkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah jadinya ketika mereka hanya menemukan pertengkaran demi pertengkaran yang tiada henti sedangkan yang mereka butuhkan kedamaian ? Apalah jadinya perkembangan jiwa mereka ketika nanti beranjak ke remaja dan dewasa ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah peniru yang baik ....(katanya)..tetapi memang iya sih cobalah Anda amati anak Anda sendiri ketika sedang menonton televisi bagaimana lagak dan gayanya ketika dia ingin meniru gerakan dari penyanyi cilik yang dilihatnya,sungguh lucu dan menyenangkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang tua - orang tua yang sedang berseteru tidak kah kalian ingin menyaksikan kelucuan anak-anak Anda dengan bercengkrama bersama mereka ? Tidak kah senyum ompong mereka yang membuat kalian cepat-cepat pulang ke rumah untuk segera memeluk dan menciumnya sambil mendengarkan celoteh mereka karena mereka ingin didengarkan juga? Tidakkah rengek mereka yang selalu manja dan selalu minta digendong bila mereka merasakan badan mereka agak kurang sehat ? Tidakkah kalian merasakan kangen dengan tingkah mereka yang terkadang menjengkelkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah merenungi diri...dan buanglah perasaan gengsi dan ego jauh jauh. Adakah kalian temukan jawaban bahwa tugas dan tanggung jawab kalian dalam membesarkan anak-anak sebagai titipan Tuhan di dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban ketika kehidupan setelah kematian datang ? Bila kalian tidak menemukan jawabannya cobalah tanya pada diri kalian; Apakah dalam hidup ini kalian sudah mengikuti tuntunan agama yang kalian anut? Hanya kalian yang bisa menjawabnya wahai bapak dan ibu, papa dan mama, bapak dan emak, abak dan emak ? Ditangan kalianlah karakter penerus akan terbentuk dengan segala kehendak Tuhan sebagai pemegang hak dalam merubah kehendak kalian para orang tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang membaca tulisan ini mudah-mudahan kalian tergugah karena "Anaklah yang membuat kita termotivasi untuk berbuat lebih dan ingat kita harus mempersiapkan mereka dengan memberikan bekal yang sesuai dengan zamannya"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-7074893641761214678?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7074893641761214678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7074893641761214678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/10/gajah-berkelahi-siapa-yang-mati.html' title='Gajah Berkelahi siapa yang mati...?'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-5850812149362152700</id><published>2007-10-25T01:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T01:49:50.856-07:00</updated><title type='text'>BAYARLAH PAJAK DAN AWASI PENGGUNAANNYA ???</title><content type='html'>Sungguh menarik iklan yang ditayangkan televisi swasta dalam rangka sosialisasi kepada warga negara republik ini untuk taat membayar pajak dengan embel-embel awasi penggunaannya. Berarti selama ini penggunaannya tidak diawasi ya ??? Trus dana yang digunakan oleh anggota dewan untuk studi banding ngelencer itu apa ada dana nya dari hasil pungutan pajak gak ya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak memberikan kontribusi terbesar pada pendapatan negara republik ini sampai dengan 73% dan penggunaannya tidak pernah dipublikasikan maksudnya sekian persen dialokasikan untuk bidang A sekian persen dialokasikan untuk bidang B dan sekian persen untuk bidang C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kontribusi pajak untuk kepentingan publik dan mencerdaskan bangsa ini kurang signifikan. Bagaimana tidak, lha wong untuk pendidikan saja anggaran pemerintah tidak mengalokasikan sebesar 20% bagaimana yang lainnya ?? Alasannya nanti takut diselewengkan, YAH AWASI DONG PENGGUNAANNYA DAN TINDAK TEGAS PENYELEWENGANNYA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong sudah merdeka 62 tahun saja jalur mudik pantura selalu menelan korban nyawa yang begitu banyak, artinya pemerintah belum mampu memberikan fasilitas transportasi massa pada rakyatnya. Ini terbukti dengan banyaknya rakyat yang memilih pulang dengan menggunakan kendaraan roda dua padahal perjalanan yang ditempuh lebih dari 100 km wah....kasihan benar bangsa ini selalu saja musibah datang silih berganti. Apa juga ini sebagai bukti kalau bangsa yang katanya mayoritas muslim ini belum baik shalatnya ? karena kalau sudah baik shalatnya mungkin gak gitu, saya agak aneh karena tiap tahun republik ini selalu memberangkatkan jemaah haji yang banyak. Tapi ada juga haji-haji yang ditangkap polisi karena terlibat kasus kasus kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu dapatlah dikaji dan disimpulkan sementara bahwa shalat nya bangsa ini secara kumulatif belum baik dan belum sempurna. Kalau pajak kita diminta mengawasinya tapi kalau shalat tidak perlu kita mengawasinya karena yang lebih berhak MENGAWASI nya gak pernah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bangsa ini sadar dan kembali bangkit dari keterpurukannya, amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-5850812149362152700?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/5850812149362152700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/5850812149362152700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/10/bayarlah-pajak-dan-awasi-penggunaannya.html' title='BAYARLAH PAJAK DAN AWASI PENGGUNAANNYA ???'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-3648941207183696177</id><published>2007-09-28T23:01:00.000-07:00</published><updated>2007-09-28T23:16:42.907-07:00</updated><title type='text'>Chauvinisme KORPS</title><content type='html'>Di TV atau di lingkungan sekitar kita sering kita mendengar tentara dan polisi saling baku hantam. Baru-baru ini di Ambon terjadi perkelahian antara aparat polisi dan tentara. Entah mana yang benar tetapi kejadian ini sering terjadi di masyarakat kita mungkin juga di belahan dunia lain. Saya msih ingat ketika masih SMP banyak orang tua yang sering bilang "Gak usah jadi polisi nak banyak musuhnya dan nanti kalau pensiun tidak akan dihargai rakyat lagi". Tetapi ada juga orang tua yang berkata pada anaknya "Cukup bapak saja yang susah nak..kalau kamu ingin jada aparat jadilah polisi biar gak susah kayak bapak alias kaya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin teman saya mengikuti perkataan yang kedua dari orang tua terhadap anaknya, sehingga teman saya itu begitu selesai SMA terus mendaftar ke polisi dan diterima melalui jalur bintara. Tapi ada juga teman saya yang tetap berpendirian teguh dengan pendiriannya bahwa tentara tetap yang terbaik sehingga ketika selesai SMA masuk AKABRI dan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik perkataan kedua orang tua yang menasehati anaknya tadi tentulah orang tua yang berpangkat bintara ke bawah. Tetapi kalau orang tuanya jenderal tentu perkataannya akan beda. Apapun itu yang jelas dua korps ini selalu saja bentrok di lapangan karena merasa bangga dengan korpsnya masing-masing. Bukan rahasia lagi bila ada anaknya atau keponakannya yang ditilang polisi maka yang mengambilnya tentara. Sepertinya tentara berada pada posisi yang superior tanpa melihat duduk permasalahannya, benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra ini terus berlangsung sampai saat ini sehingga menimbulkan tanda tanya bahwa apakah paradigma itu masih tetap akan berlaku hingga akhir zaman ? Wallahu 'alam.&lt;br /&gt;Padahal bila ditilik dari sejarah kedua korps tersebut sama berjasanya dalam perjuangan dan mengisi sejarah kemerdekaan republik. Pada operasi militer pun sering polisi melalui brigade mobilnya turun tangan mengatasi kerusuhan dan kejahatan yang sifatnya sudah mengancam kedaulatan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bila pengkultusan korps sudah mendarah daging sehingga mengalahkan cara kerja otak pemberian Tuhan yang semestinya dapat memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang salah dengan saringan yang bernama 'hati'. Semoga kedua korps ini bisa rukun ya...tapi entah kapan...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-3648941207183696177?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3648941207183696177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/3648941207183696177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/09/chauvinisme-korps.html' title='Chauvinisme KORPS'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6431251024463630978</id><published>2007-09-05T18:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T19:09:39.792-07:00</updated><title type='text'>Dokter Spesialis</title><content type='html'>Saya pernah membaca bahwa di banding vietnam perbandingan jumlah penduduk dengan dokter spesialis di negara ini sangat jauh dari harapan. Padahal vietnam itu kan baru agak tenangan sedikit dibanding negara ini yang sudah tenang sejak 60 tahuanan yang lalu. Apa yang salah kira-kira ya... Katanya kita membutuhkan 80 ribu dokter spesialis bahkan lebih. Ternyata ketika saya menjemput istri saya dan ngobrol di jalanan yang penuh debu terjawab sudah. Kebetulan istri saya bekerja sebagai hrd di salah satu rumah sakit swasta di surabaya. Istri saya bilang dokter si "A" itu sudah berulang kali tes di Surabaya, di Yogyakarta dan bahkan sampai Semarang tetapi tetap tidak diterima. Dokter "A" ini sudah lama praktek sebagai dokter di ugd rumah sakit tersebut dan berencana meningkatkan skillnya melalui sekolah mengambil spesialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut ternyata dokter "A" ini bukan lulusan universitas negeri tetapi lulusan universitas kedokteran swasta yang cukup di kenal di surabaya. Istri saya melanjutkan bahwa ada yang baru lulus S-1 tetapi karena anak dokter dan bekingannya profesor maka langsung diterima melanjutkan ke spesialisasi. Saya sebagai orang awam sangat tidak mengerti dengan hal-hal seperti ini tetapi mungkin untuk kalangan orang-orang yang berkecimpung dalam rumah sakit sangatlah maklum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya mengerti cuma begini kalau memang orang tersebut mampu dari sisi akademis dan finansiil mengapa kok tidak diberi kesempatan untuk meningkatkan skill nya melalui sekolah spesialsisasi ? Apa karena lulusan S-1 dari swasta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkecuali memang tidak memiliki kompetensi dua-duanya dan banyak terjadi mal praktek barangkali ini bisa dimaklumi. Kalau sudah begini timbul lagi pertanyaan "BUAT APA SEKOLAH SWASTA DIDIRIKAN?". Padahal harus kita akui banyak sekolah swasta yang lebih bermutu dari negeri untuk fakultas-fakultas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..negeri ku masih sakit...banyak memang yang perlu dibenahi sehingga anak bangsa ini bisa berkompetisi dengan fair, sportif sehingga dapat menciptakan  mobilitas sosial yang tinggi yang dapat membuat bangsa ini lebih maju dan berkompetensi dengan bangsa lain di dunia. Kapan....ya.....????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin nunggu kucing keluar tanduknya kale....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6431251024463630978?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6431251024463630978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6431251024463630978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/09/dokter-spesialis.html' title='Dokter Spesialis'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6538113791079797734</id><published>2007-08-30T02:07:00.000-07:00</published><updated>2007-08-30T02:21:00.350-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan dan harga kebutuhan</title><content type='html'>Ketika pagi tadi saya menyaksikan berita yang menyiarkan meningkatnya harga kebutuhan pokok untuk keperluan sehari-hari sangat menggugah saya untuk menulis. Dalam pandangan saya apapun alasannya bahwa menjelang bulan Ramadhan biasanya harga akan terus meningkat sampai menjelang akhir tahun adalah sesuatu yang aneh. Kenapa aneh, khususnya di bulan Ramadhan karena berarti selama ini kita tidak mengerti filosofi yang dalam dari Ramadhan itu sendiri (tentunya bagi yang menjalaninya). Mengapa begitu ? Karena harga pasar ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran berarti permintaan akan suatu barang pada menjelang Ramadhan ini meningkat pesat sehingga terjadi kelangkaan barang di pasaran. Bisa jadi juga ada yang menumpuk barang untuk nanti dijual kembali menjelang hari raya dengan harga yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan kali ini lebih menekankan pada filosofi makna dari Ramadhan itu sendiri. Pada Ramadhan kita diperintahkan oleh Al Quran untuk menahan diri dari lapar dan dahaga, artinya tentu konsumsi kita akan lebih sedikit dibanding hari biasanya. Kan aneh kalau justru pada saat Ramadhan konsumsi kita meningkat sehingga menyebabkan barang langka di pasaran dan akhirnya harga melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan kita dalam menjalani Ramadhan seprti hari hari biasanya merupakan puncak pemahaman filosofi mendalam terhadap perintah agama yang telah pula di lakoni oleh para pendahulu kita. Memang banyak kita lihat dalam kehidupan sehari-hari pada bulan Ramadhan ...terutama menu pada saat berbuka bahwa kita mengada adakan panganan yang pada hari biasanya tidak pernah ada. Padahal kita diperintahkan untuk menahan diri dalam arti yang sesungguhnya dan luas pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu saya menyerukan kepada kaum muslimin dan muslimat yang melaksanakan Ramadhan untuk berbuat seperti biasanya, seperti hari biasa ketika tidak Ramadhan dalam pola konsumsi karena seperti itulah Insya Allah yang diajarkan oleh Islam kepada ummatnya. Bukannya malah merubah pola konsumsi sehingga mubazir dan tidak bermakna yang menyebabkan barang langka di pasaran dan akhirnya harganya melangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita harus lebih bijak dalam menyikapi Ramadhan kali ini dan juga kita patut bersyukur karena kita diberikan kesempatan untuk menjalaninya kembali, tentunya dengan lebih mengerti makna akan Ramdhan yang sesungguhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6538113791079797734?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6538113791079797734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6538113791079797734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/ramadhan-dan-harga-kebutuhan.html' title='Ramadhan dan harga kebutuhan'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-6659281962071713118</id><published>2007-08-28T03:27:00.000-07:00</published><updated>2007-08-28T04:00:32.535-07:00</updated><title type='text'>Minyak Tanah dan Gas</title><content type='html'>Di negeri ini apa yang tidak membuat rakyat kecil menanggung semua beban akibat kerakusan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa berkuasa atas segala sesuatu di dunia dan merasa tidak akan mati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya, untuk menonton TV adalah waktu untuk menonton berita mengikuti perkembangan negeri ini, MAU KEMANA... perkembangan yang terjadi tentang konversi energi dari minyak ke gas membuat sebagian besar kecil ikut menanggung beban derita...entah itu karena ditarik bayaran untuk ongkos lelah petugas entah itu antre karena minyak langka...lengkaplah sudah bukti buruknya manajemen negeri ini dalam hal layanan publik. Sementara di sisi lain banyak saya melihat spanduk membentang yang berbunyi "warga yang bijak adalah warga yang taat membayar pajak". Padahal kata orang-orang pintar bahwa pajak dari rakyat itulah yang digunakan untuk kepentingan dan layanan publik. Kalo begitu ada yang salah dari manajemen negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak,....lalu lintas macet, kecelakaan transportasi yang sering terjadi sampai pada naiknya harga barang menjelang hari-hari besar agama tertentu dan menjelang akhir tahun. Padahal ada yang bilang di Arab Saudi harga roti dari dulu sampai sekarang (itu roti yang buat nampar kepala orang bisa pingsan-roti prancis) tetap 1 real. Ada lagi yang salah sama kita kan kalo begitu ..salahnya begini kalau orang lain bisa kenapa kita tidak ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong kembali masalah konversi dari minyak ke gas masyarakatlah yang selalu jadi korban kebijakan. Pada posisi ekonomi yang sulit seperti ini dan tingginya angka pengangguran tentu jadi masalah tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat memikirkan bagaimana jalan keluarnya dengan fikiran yang konyol bahwa satu keluarga itu sebetulnya bisa memasak dengan menggunakan gas pemberian Tuhan hanya tinggal bagaimana menciptakan alat yang dapat menyimpan dan mengubah bentuk energi dari 'gas buangan perut' menjadi gas yang setara dengan LNG atau yang buat masak itu. Kalau itu bisa dijamin...satu keluarga akan sangat hemat dengan kondisi ekonomi sekarang ini karena bila akan buang (maaf) kentut pastilah akan sayang bila terbuang percuma dan ditampung dalam tabung untuk kemudian diproses dan dikonversi menjadi gas apa ya...metan kali agar dapat digunakan untuk memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini bisa terjadi maka saya sangat yakin rakyat negeri ini bisa sedikit berhemat untuk pengeluaran belanja keluarga. Hanya saja saya jadi bertanya-tanya berapa banyak atau berapa kali kentut yang harus ditampung dalam gas untuk mencukupi kebutuhan memasak dalam satu bulan ? Bila itu terjadi kesejahteraan rakyat negeri ini akan sedikit terangkat dengan sendirinya karena bila kita menunggu janji-janji "KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI MASYARAKAT INDONESIA" entah sampai kapan wong sampai saat ini saja ada yang masih belum menikmati listrik. Generasi ketiga saya pun belum tentu dapat menikmati sejahtera yang sesungguhnya karena apa? &lt;br /&gt;Mungkin analisis saya keliru "karena politik dinegeri ini menjadi panglima dalam segala hal dan kekuatan itu selalu tarik menarik dan merasa paling hebat sendiri sehingga lupa BAHWA POLITIK ITU SESUNGGUHNYA ALAT UNTUK MENCAPAI VISI DAN MISI BAPAK BANGSA NEGERI INI DULU SESUAI DENGAN BUNYI SILA KELIMA yang selalu didengung-dengungkan ketika kita upacara memperingati hari kemerdekaan setiap tahunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ala mak ...sampai kapan...rakyat negeri ini mencicipi sejahtera yang sesungguhnya ?? Allahu 'alam....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-6659281962071713118?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6659281962071713118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/6659281962071713118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/minyak-tanah-dan-gas.html' title='Minyak Tanah dan Gas'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4169885516891319505</id><published>2007-08-16T02:44:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T02:59:58.154-07:00</updated><title type='text'>BPOM</title><content type='html'>Badan Pengawas Obat dan Makanan...akhir-akhir ini rajin sekali memberikan informasi dan peringatan kepada konsumen untuk tidak mengkonsumsi produk-produk yang memiliki izin edar dan tidak yang membahayakan kesehatan manusia. Tidak hanya itu produk tersebut pun tidak boleh ada di etalase toko-toko alias ditarik dari peredaran. Saya cuma melihat geliat kinerja mereka akhir-akhir ini cukup meningkat. Syukur lah...ini membuat konsumen faham dan mengetahui informasi bahwa zat-zat tertentu kandungan dari makanan atau minuman yang dijual di pasaran baik produk lokal maupun produk impor berbahaya bagi kesehatan bila dikonsumsi. Atau saya saja ya..yang tidak mengetahui informasi ini. Dalam pandangan saya senmestinya informasi ini disebar luaskan melalui media agar lebih efektif dan media itu adalah media audio visual. Pemerintah semestinya merespon dengan regulasi bahwa 'produk yang berbahaya tidak boleh di iklankan di media apapun dan dimanapun di wilayah republik ini'. Ini baru efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat dan baru tahu berita dari internet bahwa setelah saya baca masih juga itu ada produk yang di iklankan di TV tetapi sebetulnya produk tersebut berbahaya bila dikonsumsi manusia dan berakibat rusaknya organ-organ tertentu tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini semestinya yayasan lembaga konsumen Indonesia (YLKI) pun mengikuti jejak langkah dari BPOM lebih giat lagi sehingga terjadi sinergi antara kedua badan ini dalam melindungi konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efeknya adalah bahwa generasi republik ini akan sehat dan cerdas dengan tidak mengkonsumsi makanan, minuman dan obat-obat yang mengandung bahan tertentu yang melebihi ambang batas toleransi. Kalau sudah begitu tentu anak bangsa republik ini akan semakin sadar dan tentunya menjadikan bangsa ini kuat dari sisi sumberdaya manusianya. Satu hal yang patut dicatat adalah mungkin perlu kiranya 'aturan yang tidak memperbolehkan merokok di tempat umum lebih ketat lagi'. Semoga.....hidup republik.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4169885516891319505?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4169885516891319505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4169885516891319505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/bpom.html' title='BPOM'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-9188740232025203874</id><published>2007-08-15T19:27:00.000-07:00</published><updated>2007-08-15T21:26:34.816-07:00</updated><title type='text'>DEMO KADES</title><content type='html'>Pagi ini saya menonton dari salah satu TV swasta yang memberitakan demo kepala desa di PATI jateng tentang minta segera dicairkan dana bantuan desa. Saya jadi teringat bahwa beberapa hari sebelumnya pergi ke desa perbatasan antara gresik dan lamongan. Disana saya diminta adik adik mahasiswa untuk memberikan motivasi dan bimbingan kepada warga desa tersebut dimana mereka melakukan tugas KKN. Pada akhir acara saya berbincang-bincang dengan pak kadesnya dan disitulah saya baru tahu bahwa dana bantuan desa belum turun. Saya bilang kalau ditempat desa saya yang masih sama-sama Gresik nya sudah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatan sekali pola yang tidak seragam dalam satu kabupaten. Saya hanya bertanya mengapa itu bisa terjadi dan apa yang menyebabkan itu semua ? Saya tidak akan mencari jawabannya karena kita tahu sendiri kan bagaimana sebetulnya bantuan-bantuan di republik ini dalam prosesnya selalu saja ada yang tidak beres. Pertanyaan muncul lagi yang tidak beres itu alirannya atau orangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bantuan-bantuan yang turun dari pemerintah itu selalu saja menimbulkan masalah. Kalau saya lihat sepertinya kurang informasi dan sosialisasi sehingga terkadang yang tahu dana itu sudah dan akan turun hanya orang-orang tertentu saja. Padahal dana itu dibutuhkan desa untuk mendukung program pengembangan desanya. Kalau bantuan nya saja selalu bermasalah bagaimana desanya mau maju dan berubah menjadi DESA YANG TIDAK TERTINGGAL ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib...nasib...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-9188740232025203874?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9188740232025203874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/9188740232025203874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/demo-kades.html' title='DEMO KADES'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4047743145569692360</id><published>2007-08-15T01:48:00.000-07:00</published><updated>2007-08-15T02:05:34.533-07:00</updated><title type='text'>PASPOR</title><content type='html'>Paspor ini mirip buku rapot (begitu kita menyebutnya ketika naik-naikan kelas jaman dulu. Kecil dan mudah untuk disimpan disaku. Ngomong-ngomong soal paspor saya jadi teringat ketika tanya-tanya calo di daerah Surabaya sewaktu mau membikin paspor. Bervariasi harga yang ditawarkan. Untuk 48an halaman ada yng menawarkan 450an rebu sampai 500an rebu. "Resminya ini sih cuma 300rebu pak", begitulah kata salah satu calo yang menawarkan jasa. Dengan uang segitu kita tinggal datang diambil sidik jari dan foto katanya. Waduh marjin yang mereka ambil lumayan juga yah...makanya ada wartawan yang beralih profesi ketika melihat manisnya uang yang berputar di kantor imigrasi di salah satu daerah Surabaya tersebut. Waduh mak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi menduga-duga bahwa apa yang menyebabkan itu semua dan saya sangat meyakini jelas percaloan ada 'main' dengan orang dalam. Sebab katanya kalau tidak begitu kita mengurus sendiri 'agak lama'. Mengapa ? Cuma mereka yang tahu. Atau pegawai kantor tersebut kurang 'kenyang' dan masih lapar karena gaji pegawai di Indonesia ini kan tidak begitu baik. Jadi kalau ada pegawai yang memiliki mobil dan rumah mewah dan itu tidak sepadan dengan pangkatnya maka bisa jadi bahan omongan kiri kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi menduga-duga sampai kapan ini akan berlangsung kalau katanya kita menggalakkan penggilasan korupsi ? Wong pejabat yang vokal saja bisa cepat dimutasi apalagi ada orang 'kecil' yang berusaha menyuarakan kebenaran maka dia akan dianggap pahlawan kesiangan alias mimpi disiang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berhitung pendapatan calo-calo tersebut secara kotor dari satu orang yang mengurus paspor bersih dia dapat 50 rebu setelah setor sana setor sini maka bila dia mendapatkan 5 orang saja sehari, berarti dalam sebulan dengan 25 hari kerja dia akan mengantongi 6 juta 250 rebu. Wah gaji profesor saja kalah yang cuma 2 jutaan. Makanya bangsa ini tidak menjadi bangsa yang berbudaya dan cerdas karena gaji profesor lebih kecil dari gaji seorang calo. (Maaf lho ?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4047743145569692360?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/4047743145569692360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=4047743145569692360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4047743145569692360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4047743145569692360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/paspor.html' title='PASPOR'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-2066416706177302503</id><published>2007-08-13T21:55:00.000-07:00</published><updated>2007-08-13T22:21:42.027-07:00</updated><title type='text'>PLTN</title><content type='html'>PLTN, pembangkit listrik tenaga nuklir yang rencananya dibangun di daerah jawa tengah menggelitik saya untuk berfikir positif tentang etos kerja anak bangsa ini terutama yang duduk dipemerintahan. Mengapa karena kita harus ingat efek nuklir sangatlah membahayakan kehidupan manusia bila terjadi kebocoran. Disisi lain pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai sangatlah membuat manusia efisien dari sisi ekonomi. Saya memiliki alternatif pemikiran tentang proyek ini bila itu jadi dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama, Amerika akan mengimplankan mata-matanya di Indonesia dan terus mengamati penggunaannya apakah betul digunakan untuk kepentingan sipil atau untuk kepentingan militer. Sejarah membuktikan sampai saat ini kita sendiri belum tahu bahwa negara Iran memanfaatkan nuklir untuk kepentingan sipil atau militer tetapi Amerika terus membentuk opini dunia bahwa nuklir yang dikembangkan Iran di reaktornya untuk kepentingan militer. Kita harus sadari  bahwa selain negara ini memiliki jumlah muslim terbesar di dunia kita juga sudah memaklumi bahwa Amerika sepertinya tidak ingin bila suatu negara muslim memiliki dan memanfaatkan energi alam yang dahsyat untuk kepentingan manusia guna menekan biaya dan membuat sesuatu menjadi efisien. Di harian pagi di Surabaya di sebutkan bahwa harga listrik dengan menggunakan teknologi nuklir akan menjadi jauh lebih murah dibanding yang lainnya berkisar 350-400 rupiah per kwh nya. Saya kuatir Amerika juga akan membentuk opini dunia bahwa Indonesia yang kaya ini telah menggunakan teknologi nuklir untuk kepentingan militer. Terutama kepada negara tetangga yang akhir-akhir ini hubungan bilateralnya sedikit terganggu.&lt;br /&gt;Padahal sebetulnya Amerika itu Islamopobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Menimbulkan budaya baru etos kerja bagi anak bangsa yang dari sembrono dan indisipliner menjadi sangat teliti dan disiplin tinggi. Lha...bagaimana tidak kalau bocor siapa yang menanggung? Sebetulnya kan itu yang banyak dipertanyakan orang-orang ketika teknologi ini ditangguhkan beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan ini membias ke arah yang positif pada bidang lain sehingga bangsa ini menjadi dikenal memiliki budaya disiplin yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Membuat bangsa ini sadar bahwa ternyata teknologi nuklir itu sangat efisien dan negara ini memiliki kandungan tambang uranium yang belum banyak dieksplorasi. Bahkan saya mendengar katanya di freeport Papua itu selain emas sebetulnya banyak uraniumnya dan bangsa ini kecolongan dengan kontrak yang sebetulnya merugikan negara ini ketika era Mbah dulu. Allahu 'alam.&lt;br /&gt;Setelah sadar anak bangsa ini akan lebih fokus mengembangkan teknologi nuklir sehingga perkembangannya membuat bangsa ini lebih efisien dari sisi ekonomi dan yah..sapalah yang gak mau sejahtera....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perlu diingat bahwa Indonesia termasuk negara yang rawan gempa semoga ini diantisipasi secermat mungkin walaupun itu gejala alam tetapi paling tidak bisa meminimalisir dampak buruknya ke depan. KAlau saya selaku anak bangsa sangat mendukung program ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mudah-mudahan saja anak bangsa ini sadar dengan segala kelemahannya dan segala kebodohannya selama ini sehingga bangkit untuk membangun negerinya dan membuat para pejuang bangsa dahulu tersenyum...karena anak-anak Indonesia sudah banyak yang pintar dan bayi-bayinya sudah tidak kekurangan gizi lagi karena busung lapar...karena sudah sangat mampu membeli susu yang mahal sekalipun, amiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-2066416706177302503?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/2066416706177302503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=2066416706177302503' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2066416706177302503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/2066416706177302503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/pltn.html' title='PLTN'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-4781591305111090476</id><published>2007-08-12T22:59:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T23:13:09.925-07:00</updated><title type='text'>PDAM=Perusahaan tiDak Akan Makmur</title><content type='html'>Hari ini aku agak sumpek berurusan dengan PDAM di temapat aku tinggal. Sebetulnya bulan sebelumnya aku sudah komplain ke PDAM ini karena pencatatan dari petugas meter tidak akurat. Komplain diterima...bahkan saya menawarkan diri untuk menelpon saja setiap bulannya ketimbang nanti saya harus bolak balik lagi ngurusi tetapi ditolak petugas dengan alasan akan saya benahi petugas bagian pencatat meter. Eh..ternyata bulan berikutnya berulang kembali ...padahal di depan rumah sudah saya beri papan pengumuman yang banyak dijual berbahan mirip spon padat. Ternyata tak berguna...mungkin petugas pencatat meter PDAM perlu dididik bagaimana memuaskan pelanggan. Atau petugas pencatat meter ini sangat ahli dibidang nya sehingga dia berfikir bahwa gak mungkin pelanggan lari karena yang butuh mereka bukan PDAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fakta bila usaha yang berbau pemerintah bersifat monopoli. Seandainya perusahaan pemerintah ini memiliki perusahaan pesaing katakanlah perusahaan swasta maka mungkin kinerjanya akan beda...karena bila mereka tidak memberikan layanan terbaik maka konsumen bisa beralih ke perusahaan lain. Kendalanya mungkin air tidak seperti penyedia jasa telekomunikasi berbasis wirekabel sehingga kita tidak bisa mengganti secepat yang kita harapkan. Mungkin kah berubah layanan PDAM negeri ini khususnya di tempat wilayah saya bermukim, GRESIK ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah susah hidup dinegara yang mental birokrasinya gak pernah berubah walaupun sudah 62 tahun merdeka, payah...payah...kalau sudah begini apakah nasionalisme masih melekat didada?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-4781591305111090476?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/4781591305111090476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=4781591305111090476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4781591305111090476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/4781591305111090476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/pdamperusahaan-tidak-akan-makmur.html' title='PDAM=Perusahaan tiDak Akan Makmur'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-881517051745255485</id><published>2007-08-09T18:48:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T19:07:48.648-07:00</updated><title type='text'>Orang miskin pun dilarang bertindak kriminal</title><content type='html'>Terilhami menonton berita pagi dari salah satu stasiun  tv swasta yang memberitakan 'mantan pejabat di salah satu kabupaten jawa timur bebas menjadi tahanan kota karena telah memberikan uang jaminan yang tidak sepadan dengan nilai yang telah dikorup'. Saya jadi tertawa dalam hati...inilah negara yang mungkin sebentar lagi akan diazab oleh ALLAH dengan azab yang lebih besar lagi. Bagaimana tidak ditengah kondisi masyarakat yang terpuruk kondisi ekonominya peradilan negara ini masih saja seperti ketika saya SMP dulu masih tetap uang lebih banyak berbicara ketika di peradilan. Ala hasil timbullah sebuah anekdot 'melaporkan kehilangan kambing malah kehilangan sapi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah peradilan dunia di negara ini memang aneh dan susahnya menebak keputusan hakim yang menyatakan kemenangan dari si penggugat karena merasa harga dirinya terinjak. Putih bisa jadi hitam dan sebaliknya. Benarlah profesi yang diingatkan oleh Nabi bahwa profesi yang harus sangat berhati-hati dalam menjalankannya ini. Saya juga jadi miris ketika menonton berita lanjutan bahwa dua orang pemuda dihajar massa sampai babak belur dan hampir saja dibakar massa, untung aparat keamanan cepat datang dan menyelamatkan dua pemuda tersebut yang ketahuan mencuri uang 20.000 rupiah buat mabuk menurut pengakuan dua pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa relevansi hukum yang diberlakukan untuk pejabat dan dua pemuda tadi merupakan gambaran carut marutnya wajah hukum di negara ini yang katanya menjunjung tinggi hukum. Allahu Akbar !! Analisis saya bisa jadi terorisme yang ditudingkan pada pelakunya selama ini juga erat kaitannya dengan pelaksanaan hukum di negara ini karena ada PERASAAN TIDAK PUAS yang terlalu lama sehingga mengkristal dan mengendap menjadi butiran keras yang membuat banyak rakyat negeri ini menjadi dendam dan tidak taat untuk memenuhi aturan negara yang harus dan wajib dilaksanakan oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh-contoh kasus yang terjadi di masyarakat yang sangat tidak mencerminkan bahwa hukum dinegara ini tidak berjalan dengan baik. Kalau sudah begini bagaimana jadinya wajah negara ini 10 tahun kedepan ?? Tengok saja bila ada pejabat yang berusaha memberantas praktek-praktek korupsi bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak akan lama menjabat di daerah tersebut dan biasanya tidak lama kemudian akan dimutasi. Mudah-mudahan pemerintah memiliki keberanian untuk memperbaiki negara ini dan membuat aturan hukum yang bijak serta berani pula membuat produk hukum sendiri, tidak harus mengekor pada produk hukum yang masih warisan belanda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkadang merenung kapan ya...wajah peradilan di negara ini menghasilkan kebijakan dengan berpijak pada asas kebenaran dan keadilan ?? &lt;br /&gt;Allah yang Maha Tahu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-881517051745255485?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/881517051745255485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=881517051745255485' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/881517051745255485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/881517051745255485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/orang-miskin-pun-dilarang-bertindak.html' title='Orang miskin pun dilarang bertindak kriminal'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-1933593554307054690</id><published>2007-08-09T02:19:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T02:35:25.310-07:00</updated><title type='text'>Orang Miskin tidak boleh pintar</title><content type='html'>Saya tergugah untuk menulis setelah melihat judul buku "orang miskin tidak boleh sakit". Analog dengan itu saat ini banyak masyarakat yang ditindihi hutang karena keinginan nya untuk memperbaiki nasib generasi berikutnya. Betapa tidak untuk menyekolahkan anak saat ini tidaklah murah...bagaimana mungkin untuk sekolah TK pinggiran saja ada yang harus membayar uang sampai hampir 2 jutaan untuk uang pertama masuknya. Waduh ...saya tidak bisa membayangkan apakah saya juga nanti mampu menyekolahkan anak saya sampai ke jenjang yang paling tinggi sampai tingkat doktoral. Iseng iseng saya suka berselancar di dunia maya dan membanding-bandingkan bagaiman sih biaya pendidikan di negara tetangga Malaysia dan Singapura. Ternyata bila dibandingkan dengan di negara kita jauh lebih murah. Sampai pada suatu ketika saya bertemu dengan seorang ibu yang berdinas di instansi pemerintah bercerita,&lt;br /&gt;"Wah kalau di Jakarta pak ibu-ibu banyak yang menyekolahkan anaknya ke Malaysia bila mau masuk SMA karena di sana semuanya jelas rincian uang yang harus kita bayarkan" celoteh sang ibu. "Saya tidak bisa membayangkan pak...bila ibu-ibu kita ini memiliki pemikiran yang sama bagaimana jadinya? Padahal dulu Malaysia itu mengirimkan guru-gurunya ke negara kita sekarang malah terbalik". Saya mengangguk-angguk setuju...benar juga ibu ini dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukannya tidak memiliki rasa nasionalisme yang tinggi tetapi realita yang ada saat ini memungkinkan setiap ibu-ibu berfikiran dan berperilaku sama pada anaknya demi masa depan generasi berikutnya. Kalau sudah begitu apa jadinya ya...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tengoklah potret pendidikan kita...mulai dari kurikulum yang sering berganti-ganti sampai dengan standar mutu yang gak jelas maksudnya sampai-sampai ada anak SMP yang bunuh diri karena gagal dan stres akibat diterapkannya standar mutu yang belum teruji tersebut. Saya terkadang miris melihat kondisi ini...sebagai bahan perbandingan...dulu ketika saya sekolah saya masih bisa menggunakan buku mbak saya...seperti anak saya yang kecil masih bisa make baju kakaknya. Sekarang setiap tahun buku bisa berganti yang membuat orang tua harus memutar otaknya untuk cari pinjaman karena pendapatannya tidak memungkinkan untuk mengcover biaya studi anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah repot juga ya...memikirkannya...semoga pemerintah mendapatkan jalan keluar untuk kemajuan anak bangsa sehingga semakin tua negara ini umurnya semakin cerdas dalam menyikapi permasalahan rakyatnya. Dan tentunya apa yang dicita-citakan mbah-mbah pendiri bangsa ini dapat terwujud,semoga.....tapi kapan ya...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-1933593554307054690?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/1933593554307054690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=1933593554307054690' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1933593554307054690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/1933593554307054690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/orang-miskin-tidak-boleh-pintar.html' title='Orang Miskin tidak boleh pintar'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-7518984656734311933</id><published>2007-08-09T01:31:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T02:14:35.709-07:00</updated><title type='text'>Manajemen "Jarno"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/RrrUFueRybI/AAAAAAAAAAM/ANjSTxE4pBo/s1600-h/CRIM0024.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/RrrUFueRybI/AAAAAAAAAAM/ANjSTxE4pBo/s320/CRIM0024.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5096619123162597810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya judul di atas sedang saya buat untuk sebuah tulisan menjadi buku tapi belum kelar-kelar karena sibuk sehingga tidak fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen jarno ini merupakan jargon sindiran bagi siapa saja yang berusaha untuk tidak menuntaskan tanggung jawab yang seharusnya dia lakukan sehingga sebuah permasalahan itu menjadi selesai. Jarno sendiri dari bahasa jawa yang artinya biarkan. Kita harus jujur mengakui bahwa hal ini banyak terjadi dan dapat kita rekam dalam otak kita yang kadang kadang kita sendiri tidak menyadarinya bahwa itu masuk kategori jargon tadi hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung tempat saya tinggal saya memiliki teman yang pintar tapi menggelikan...mengapa begitu karena kalau diundang rapat jarang datang tetapi bila kesepakatan sudah dicapai maka dia belagak pilon mengusulkan usulan yang sepertinya harus diterima dan kadang kadang membuat suasana menjadi tidak kondusif lagi. Untuk mengatasi hal ini teman-teman kadang membiarkannya alias menjarnokannya. Saya terkadang emosi dibuatnya...saya sudah bilang pintar di atas karena dia berpendidikan dan saya juga bilang oon karena dia sepertinya tidak memahami mekanisme rapat yang sebenarnya. Ini yang membuat orang lain terkadang geleng-geleng kepala karena heran....mari sejenak kita geleng geleng kepala dulu untuk menghilangkan penat. Saya beri aba-aba satu....dua.....tiga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkup kehidupan sosial...kita terkadang sering dibuat gregetan karena lambannya penyelesaian masalah yang sering membuat sengsara atau tidak adanya kepastian bagi sebagian rakyat yang dikategorikan miskin, bagaimana tidak...kasus pengungsi yang terkena dampak lumpur saja sampai sekarang belum selesai padahal sudah satu tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Surabaya pembangunan yang paling kelihatan hasilnya cuma pertamanan lainnya tak kelihatan karena memang pengguna jalan dapat merasakan kian asrinya jalan-jalan di Surabaya dengan tamannya yang mulai dan sudah merimbun. Anehnya ini kok tidak diikuti oleh yang lainnya misalnya dinas perhubungannya yang menyediakan angkutan publik yang nyaman sehingga untuk menurunkan tingkat polusi di Surabaya dapat lebih cepat lagi karena para pekerja tentu lebih memilih angkutan umum yang nyaman dan murah serta tepat waktu. Ah...biarkan saja...mungkin begitu jawab dari sang birokrat ya...? Nanti juga diam sendiri (kalau ada yang protes....hihihihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negaraku yang sudah 60 tahunan merdeka kok masih saja belum baik dalam memberikan pelayanan publik padahal katanya pejabatnya sering bertandang ke luar negeri untuk studi banding. Lha...kalau sering sering studi banding tetapi sampai saat ini ndak ada hasilnya ya...mending uangnya buat beli cendol. Anak-anak yatim yang ada di seluruh pelosok Surabaya dikumpulkan dan di beri semangkuk cendol...jauh lebih bermanfaat ketimbang pejabat nya jalan-jalan tapi gak ada hasil.&lt;br /&gt;Tentulah anak-anak yatim itu akan bergembira karena semangkuk cendol...sambil mengusap mulut dengan ujung baju mereka dan berdoa semoga pejabat-pejabat lebih sering menjamu mereka karena si pejabat kekayaannya semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung masih ada juga orang yang peduli dengan kemajuan bangsanya sehingga ada warga yang didaerah rungkut membuat masyarakatnya menjadi melek informasi dengan kampung cyber nya. Dengan semangat patriotisme yang tinggi dia rela menjual mobilnya untuk melengkapi peralatan yang harus disediakan untuk mensupport cita-citanya menjadikan kampung mereka kampung cyber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau menunggu pemerintah...kapan...inilah seperti yang dikatakan Soekarno si presiden pertama "jangan tanya apa yang negara berikan kepada engkau tetapi tanyalah apa yang sudah engkau berikan buat negara". Saya bukan tidak setuju tetapi saya harus mengkoreksi perkataan yang sudah tidak populer lagi itu, saya koreksi karena pemerintah juga harus peduli pada rakyatnya dan bertanggung jawab dong...kan rakyat sudah bayar pajak; pemerintah juga harus bersih dong...kan rakyat sudah mati-matian bayar pajak ....kalau pemerintah tidak memperdulikan rakyatnya atau menjarnokan rakyatnya ya...tidak boleh marah kalau ada yang ingin merdeka sendiri-sendiri karena merasa bahwa sebetulnya kekayaan yang mereka miliki bila dikelola sendiri mampu membuat mereka sejahtera dan kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat negara tetangga yang gak punya sumberdaya alam saja seperti Singapura itu kok sejahteranya luar biasa ya....?? Berarti ada yang JARNO dalam sistim kehidupan berbangsa dan sosial dalam masyarakat kita ??? AH masa...!!! (ini sih kata pejabat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-7518984656734311933?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/7518984656734311933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=7518984656734311933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7518984656734311933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/7518984656734311933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2007/08/manajemen-jarno.html' title='Manajemen &quot;Jarno&quot;'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/RrrUFueRybI/AAAAAAAAAAM/ANjSTxE4pBo/s72-c/CRIM0024.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116261958776445495</id><published>2006-11-03T19:17:00.000-08:00</published><updated>2006-11-03T22:00:06.333-08:00</updated><title type='text'>Beda Jepang dan Surabaya</title><content type='html'>Ketika saya bertanya dengan teman saya yang baru pulang dari Jepang dalam rangka tugas perusahaan, saya mendapat cerita bahwa bagaimana disiplinnya bangsa Jepang tersebut dan juga santun. Di jalan raya tidak ada yang melanggar lalu lintas cerita teman saya dan yang paling lucu adalah ketika melalui tangga kalau orang Indon kan biasa ngobrol tanpa peduli dengan orang dibelakangnya. Kebiasaan seperti itu terbawa ke Jepang dan ketika sadar teman saya tersebut dan rekannya menoleh kebelakang (karena kebetulan tangganya tidak seberapa lebar) mereka melihat antrean panjang dan dengan sadar salah satu dari teman itu agak menepi dan barulah orang menyalip mereka berdua dan semakin banyak orang yang menyalip perjalanan mereka berdua dalam menaiki tangga. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau itu terjadi di Surabaya, tentunya saya yakin sudah di "pisuhi" dengan khas "pisuhan" Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan itu yang terjadi di Surabaya justru sangat berlawanan dengan yang di Jepang bagaimana mungkin di depan salah satu PLAZA ternama di Surabaya para pejalan kaki nya tidak disiplin sama sekali dan menyeberang seenaknya padahal sudah disediakan jembatan penyeberangan dan polisinya yah diam saja alias permisif mungkin pak polisi sudah bosen kali yah...menegur para pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perbedaan yang kontras antara Jepang dan Surabaya, yang satu kota maju dengan penduduk dan budaya antrinya serta taat mematuhi setiap aturan dan yang satunya lagi (katanya juga) kota maju tapi maju dari segi apanya saya sendiri kok tidak tahu karena begitu semrawutnya kota Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyimpulkan sementara bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang disiplin !!!&lt;br /&gt;Untuk disiplin dan meningkatkannya bangsa ini perlu melakukan wajib militer bagi setiap warga negaranya, tidak ada alasan lain. Saya tetap merekomendasikan wajib militer bagi anak bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116261958776445495?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116261958776445495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116261958776445495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116261958776445495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116261958776445495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/11/beda-jepang-dan-surabaya.html' title='Beda Jepang dan Surabaya'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116072678061793721</id><published>2006-10-13T00:08:00.000-07:00</published><updated>2006-10-13T01:06:20.650-07:00</updated><title type='text'>Guru ...oh ... guru....</title><content type='html'>Sewaktu aku pulang ke kampung pada awal Oktober lalu cukup banyak perubahan yang terjadi setelah kota pempek ini aku tinggalkan selama 18 tahun lebih. Bandara yang baru dengan standar internasional (katanya...wong aku belum bisa membandingkan dengan bandara di luar negeri karena memang belum pernah keliling dunia). Komitmen pemerintah daerah cukup bagus dalam pandangan saya. Saya ingin bernostalgia dengan tempat tempat dimana aku sekolah dulu. Aku datangi tempat sekolah ku ketika sekolah dasar dulu ....sungguh mengenaskan karena tidak ada perubahan fisik bangunan dan aku sedih melihat kesejahteraan guru guru ku dulu tak berubah. Kemudian aku kunjungi SMP ku dulu didekat bandara yang lama sama saja terlihat tidak terawat bahkan lebih baik ketika zaman aku sekolah dulu yang berubah hanya ada musholla dan penambahan ruang belajar diatas lahan tempat parkir sepeda pancal. Aku tidak sempat bertemu salah satu guru ku tetapi yang aku dengar dari adikku yang juga guru ditempat lain bahwa pak anu bu anu dan guru anu sudah tidak disana lagi. Aku hanya ingin melihat guru-guru ku dulu bagaimana dengan 'kesejahteraannya'. Ketika aku melintas di depan SMA ku dulu yang kulihat banyak perubahan terutama pembangunan fisik ... kalau ini aku maklum karena memang SMA swasta dan cukup ternama di kota pempek dan kesejahteraan guru gurunya aku yakin jauh lebih baik dari sekolah SD dan SMP ku dulu yang sekolahan negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah perbedaan guru dan murid sehingga ada yang bilang GURU YAH TETAP GURU ... MURIDNYA ADA YANG JADI ANGGOTA DPR, PENGUSAHA, PRESIDEN DAN GURU TETAP SAJA GURU  setelah aku renungkan ada benarnya juga. Tetapi yang aku tidak mengerti kok kenapa kesejahteraannya teruta pada guru SD, SMP dan SMA negeri begitu begitu aja padahal negara ini sudah merdeka lebih dari 60 tahun. Jadi tidak menyalahkan bila ada murid pandai yang di ambil negara tetangga untuk disekolahkan dengan perjanjian tertentu dan tentunya menguntungkan negara lain. Tapi mau bagaimana lagi wong negara kita sendiri tidak dapat memberikan yang terbaik bagi warga negaranya yang katanya hak-haknya dilindungi oleh undang undang (antah berantah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan perbandingan ada teman yang bercerita bahwa guru di negara tetangga yang masih serumpun untuk guru sekolah dasarnya saja bisa memiliki kendaraan mobil sedan yang untuk ukuran guru di negara ini sangatlah mewah, tetapi memang teman saya tidak cerita bahwa guru di negara tetangga saya itu memang sudah kaya dari sononya atau apa karena memang masih ada hubungan famili dengan teman saya itu sehingga ceritanya menjadi bagus. Cuma saya yakin teman saya itu tidak bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita mau menelurkan murid berkualitas bila mayoritas guru di republik ini untuk dikatakan hidup layak saja sangat jauh panggang dari api. Sehingga bukan menjadi rahasia umum kalau ada guru yang ngobyek jadi perpanjangan tangan penerbit buku dengan imbalam komisi dari 'penerbit' melalui sales force nya. Yang sangat mengenaskan profesi guru sekarang bukan karena memang cinta mengajar tetapi karena memang tidak ada pilihan lain dan BISA DIKATAKAN BAHWA PROFESI GURU ITU ADALAH PROFESI KEPEPET KETIMBANG TIDAK PUNYA PEKERJAAN LAIN ALIAS MENGANGGUR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan politisi kita pandai bicara itupun hasil dari didikan guru tetapi mengapa tidak apa idealisme untuk memperjuangkan guru-guru di republik ini sehingga percepatan kemajuan bangsa ini bisa terlihat dengan nyata. Kita tidak memiliki grand design untuk memajukan pendidikan bangsa ini dan setiap pergantian kurikulum selalu saja terjadi polemik yang berkepanjangan. Trus....mau jadi apa ??? Pakar pakar pendidikan tidak kurang di republik ini tetapi 'bisnis' sekali lagi memiliki power alias kekuasaan dalam menelurkan kebijakan yang 'menguntungkan' fihak fihak yang bermain dalam dunia pendidikan. Saya sependapat dengan teman saya ketika mengobrol di bandara sambil menunggu jadual keberangkatan. Karena saya tahu dia orang yang berkecimpung dengan pendidikan setiap harinya...saya pancing dengan pertanyaan "pak kok nggak mendirikan yayasan untuk buat sekolahan" Teman saya itu menjawab "wah pak kalau saya mau bikin sekolahan saya tidak mau sekolahan saya itu menjadi ajang bisnis dan semata-mata untuk mencari keuntungan seperti kebanyakan sekolahan" Waduh aku jadi menduga duga apa iya mayoritas orientasi nya kesana melulu sih ? Tetapi saya biarkan fikiran saya bermain main... mungkin juga ya ... karena kerjaan temen tersebut di diknas jadi mungkin tahu betul kenyataan di lapangan ketimbang saya yang banyak menduga duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas saya sangat sependapat bahwa untuk memajukan pendidikan kita mungkin harus fokus meningkatkan kesejahteraan guru dulu baru ngomong kualitas lulusan. Kalau kita kerja dengan perut yang tidak lapar kan enak ya....tapi jangan di jawab yah puasa dong kalau tidak punya duit he..he... Jadi guru guru bisa fokus sehingga dalam mempersiapkan bahan ajar pun benar benar prima dan otomatis murid senang dan kreativitas terbangun dengan sendirinya. Kalau sudah begitu biarlah rakyat yang menilai sendiri ....berhasil tidaknya pembangunan pendidikan negara ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116072678061793721?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116072678061793721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116072678061793721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116072678061793721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116072678061793721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/10/guru-oh-guru.html' title='Guru ...oh ... guru....'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116072015296834366</id><published>2006-10-12T23:08:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T23:15:52.976-07:00</updated><title type='text'>FOTO FIRA dan CICI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4948/3995/1600/ciciandfira-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4948/3995/320/ciciandfira-2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4948/3995/1600/fira-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4948/3995/320/fira-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini foto FIRA dengan nama lengkapnya ELAINE ATHA ZAFIRAH GUMAY&lt;br /&gt;dan foto mereka berdua ketika bersilaturahmi ke buyutnya di loemajank&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116072015296834366?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116072015296834366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116072015296834366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116072015296834366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116072015296834366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/10/foto-fira-dan-cici.html' title='FOTO FIRA dan CICI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116064338752278201</id><published>2006-10-12T01:48:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T02:04:02.066-07:00</updated><title type='text'>foto CICI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4948/3995/1600/cici-4.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4948/3995/320/cici-4.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;inilah foto CICI anak ku dengan nama lengkap ELMIRA ATHA SCHIFRA GUMAY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116064338752278201?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116064338752278201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116064338752278201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116064338752278201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116064338752278201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/10/foto-cici.html' title='foto CICI'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116063798824563901</id><published>2006-10-11T19:10:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T00:26:28.280-07:00</updated><title type='text'>good governance and kemacetan LL</title><content type='html'>Sewaktu berangkat kerja saya sangat sering geleng-geleng kepala karena heran dengan tingkah laku anak bangsa ini. Budaya bangsa kita yang tidak bisa bersabar untuk antri sudah menjadi buah bibir tetapi anehnya ketika hidup di negara lain mereka bisa bersabar. Mengapa ? mungkin karena selain malu karena lingkungannya yang berbeda dan aparatnya mungkin tidak bisa disogok dan juga law enforcement dari penegak hukumnya ok punya. Di negara ini sangat berbeda dalam manajemen transportasinya, mulai dari bus tua dengan asap yang mengepul hitam sampai dengan jalannya yang banyak lubangnya apalagi ketika musim hujan datang waduh...gak bisa diungkapkan dengan kata-kata deh. Hal lain yang menarik para pengguna jalan yang katanya orang modern tidak mengindahkan etika dijalanan mulai dari tidak menaati rambu-rambu lalu lintas sampai dengan memfungsikan semua panel dari kendaraan bermotornya dengan baik dan benar misal bila ingin belok ke kiri atau ke kanan berikanlah tanda/sign bukan terus belok sak enak udelnya terutama bagi kendaraan yang mewah-mewah itu seperti BMW, Mercy, Camry, Jaguar dan lainnya.&lt;br /&gt;Saya sempat merenung dan mengamati apa yang keliru dari bangsa ini sebenarnya kita tahukan kalau di negara ini musim itu adalah musim kemarau dan musim hujan. Tapi yang terjadi...adalah bila musim kemarau kita selalu kekeringan dan bila musim hujan kita selalu kebanjiran. Khusus untuk musim hujan milyaran dana sudah digelontorkan tetapi apa yang terjadi baru hujan 10 menit sudah jadi kubangan. Apa yang salah? Rencana tata kota atau sistim drainasenya? Yang jelas memang rencana tata kota itu tidak pernah dipublikasikan dan informasi itu hanya untuk kalangan tertentu sehingga yang mengetahui informasi tersebut dapat menuai keuntungan dalam tanda petik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau musim hujan kemacetan tambah menjadi dan banyak korban karena hujan, ada yang tersengat listrik, hanyut terbawa arus, sampai tertimpa pohon di pinggir jalan raya. Wah banyak sudah deretan  peristiwa kesedihan anak negeri ini. Kalau musim kemarau sudah bisa dipastikan banyak terjadi kebakaran hutan, produksi asap meningkat dan korban berjatuhan terutama yang menggunakan lalu lintas udara. Banyak penerbangan di tunda sampai waktu yang tidak jelas sehingga membuat para pengguna jasa penerbangan bingung. Bingung karena informasinya gak jelas. Apa yang harus dilakukan pemerintah dan rakyatnya ? Pemerintah semestinya sudah memikirkan hal ini dengan melihat kondisi alam negara ini yang berada pada posisi negara tropis sehingga dalam membangun jalan semestinya perlu dipertimbangkan untung ruginya dari sisi konstruksi dengan kondisi musim. Kalau alasan tidak ada dana karena untuk membangun jalan yang kuat dan permanen ...wah keliru itu bukankah kita hobi &lt;strong&gt;ngutang?&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Dan bukankah banyak negara pendonor yang berbaik hati ngutangin kita ? Untuk rakyat nya yah..taatlah membayar pajak karena 73% pendapatan negara ini diperoleh dari pajak-pajak yang dipungut. Hanya saja tidak pernah transparan penggunaannya untuk bidang apa saja sementara rakyatnya juga selalu masa bodoh karena mungkin sudah capek ya? Sempat saya berfikir walaupun presidennya setingkat wali tapi kalau tidak pernah tegas menindak orang disekelilingnya yang jelas-jelas menggerogoti negara maka negara yang kata mbah-mbah saya pendiri republik ini akan menjadi "negara yang adil makmur dan sejahtera". Saya selalu bertanya KAPAN ?&lt;/strong&gt; Sudah bosan selalu dijanjikan bagaimana mau maju...kalau antri tertib saja tidak bisa.&lt;br /&gt;Masalah kedisiplinan ini sempat terjadi diskusi menarik...karena secara pribadi saya tetap merekomendasikan wajib militer bagi pemuda-pemuda harapan bangsa walaupun itu selalu menjadi polemik tetapi berkaca dari pengalaman negara tetangga yang katanya lebih baik dan lebih maju kita perlu mempertimbangkannya. Diskusi menarik terjadi sewaktu saya sharing dengan teman-teman mahasiswa dengan wacana wajib militer. Ada teman mahasiswa yang berpendapat bahwa di negara T itu wamil mau dihapuskan. Lantas saya bertanya berapa lama negara T itu sudah melakukan wamil ? Di jawab sama temen mahasiswa 15 tahun. Nah, dari sini saja kita sudah melihat bahwa dengan 15 tahun memberlakukan wamil secara konsisten negara yang kecil ini bisa baik dan budaya malunya terbentuk. Bayangkan kalau negara kita memberlakukan wamil 15 tahun apa jadinya? Saya tidak bisa membayangkan pada tahun 2021 nanti bagaimana jadinya negara ini dengan catatan wamilnya betul-betul diterapkan dan pemerintahnya berani menindak tegas para penyeleweng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah mungkin lalu lintasnya sudah tertib, bus-busnya sudah baru dan mematuhi standar emisi gas buang (walaupun masih beli dari hasil utang), korupsi bisa ditekan sampai titik terendah dibawah 3% dan pendidikannya sudah maju karena biaya pendidikan murah dan berkualitas (bukan murah tapi jembret), anak bangsa ini semakin diperhitungkan di kancah dunia. Wah saya tidak bisa membayangkan kalau negara ini seperti itu...mudah-mudahan saya diberi umur panjang dan sempat menikmati zaman seperti itu. Tetapi kalau sampai saya di panggil sama yang 'ngecet' lombok negara ini tetap begini-begini aja wah...sumpah saya sumpahin itu pemimpinnya tidak mencium bau surga .... walaupun memang membuat perubahan itu tidak segampang membalikkan telapak tangan tapi saat ini memmang diperlukan pemimpin yang memeiliki keberanian. Berani untuk dimusuhi, berani untuk di cerca dan berani untuk diturunkan lawan politik yang tidak suka dengan kebijakan berantas korupsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah...mudah-mudahan saja kedepan bangsa ini bisa lebih baik lagi...semoga...amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116063798824563901?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116063798824563901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116063798824563901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116063798824563901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116063798824563901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/10/good-governance-and-kemacetan-ll.html' title='good governance and kemacetan LL'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116055585001627385</id><published>2006-10-11T01:20:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T01:37:30.026-07:00</updated><title type='text'>Cici &amp; Fira</title><content type='html'>Buah hatiku ini sedang lucu-lucunya. Cici yang rajin bertanya dan begitu aktif untuk anak seusianya, mau menang sendiri dan suka memukul kakaknya apabila tidak menuruti kemauannya. Fira anak yang manis dan sedikit pendiam, baru terbebas dari ngompol kalau tidur malam itupun setelah saya kurangi minum susunya ketika malam hari dan saya suruh pipis dulu sebelum tidur dan tengah malam saya bangunin untuk pipis, kasihan kadang-kadang sih tapi kalau tidak begitu dia akan tetap pake pempes kalo tidur, masak sudah sekolah tk masih peppesan. Tentang perilaku Cici ini ketika istri saya hamil saya bertanya kepada Fira ingin adik laki atau perempuan dan Fira menjawab ingin adik perempuan begitu juga mamanya sedang saya ingin anak laki-laki karena biar lengkap. Rupanya Tuhan menghendaki anak kedua saya ini lahir perempuan dan dikaruniai sifat kelaki-lakian, suka mukul. Tentang pukul memukul ini ada ceritanya karena sewaktu Fira play group sering sekali pulang menangis karena diganggu temannya dan mamanya selalu bilang "kalau teman mu memukul kamu balas pukul juga". Akhirnya di kabulkan Tuhan melalui Cici. Cici ini tidak hanya mbak nya yang dipukul anak lain juga bahkan anak laki-laki dia pukul, saya sampai tidak mengerti apa karena ari-arinya saya buang ke laut sewaktu bayi dulu atau karena keinginan bawah sadar mamanya ketika melihat Fira selalu sering diganggu teman-temannya dan selalu menangis. Fira kalau kepalanya ke jedut sudah pasti dia akan menangis sedang Cici hanya bilang "aduh sakit ma...kepala adek kejedut". Tapi kalau aku sedang menyendiri aku selalu tersenyum bila mengingat mimik kedua malaikat ku ini he...ada ada saja tingkahnya. Itu pula yang membuat diriku kangen dan ingin cepat-cepat pulang ke rumah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116055585001627385?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116055585001627385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116055585001627385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116055585001627385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116055585001627385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/10/cici-fira.html' title='Cici &amp; Fira'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35839570.post-116055245235827543</id><published>2006-10-11T00:37:00.000-07:00</published><updated>2006-10-11T00:40:52.366-07:00</updated><title type='text'>Orang Kampung</title><content type='html'>Saya orang kampung yang selalu ingin tahu dan tidak berpuas diri dengan apa yang saya dapatkan dari pengalaman-pengalaman hidup sebelumnya, saya menginginkan lebih terutama mengenai teknologi informasi. Saat ini saya ingin belajar jadi kalau salah mohon diberi pengarahan dari blogger yang lebih expert terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35839570-116055245235827543?l=ahsan-allahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/feeds/116055245235827543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35839570&amp;postID=116055245235827543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116055245235827543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35839570/posts/default/116055245235827543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahsan-allahati.blogspot.com/2006/10/orang-kampung.html' title='Orang Kampung'/><author><name>ahsan-alLahati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07795961401904782241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vkjy5vkb75Y/SOZGm6jHLCI/AAAAAAAAAB4/n6XpkKdhrFg/S220/Copy+of+raja_127790+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
