Di penghujung tahun 2008 dunia dihebohkan dengan krisis keuangan yang mendunia. Indonesia turut kebakaran jenggotnya. Amerika menjadi sorotan dunia karena awal krisis bermula dari sana sebagai pemicu dari harga minyak yang sampai tembus 150 dolar per barel, sejarah baru. Dari sanalah mulai krisis berawal dan akhirnya terus merambat kemana-mana. Bank-bank dan institusi keuangn yang telah memiliki nama bertumbangan. PHK dimana-mana. Orang banyak yang menjadi pengangguran dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah melalui program sosial, terutama di negara Amerika. Di Inggris orang berbelanja sudah jarang yang pergi ke supermarket lagi mereka mulai mengalihkan ke pasar-pasar tradisional yang lebih murah. Sumua ini menjadi konsumsi kita melalui berita-berita di televisi, internet dan banyak lagi sumber berita lainnya. Peristiwa ini menggemparkan sampai sampai CEO Jawa Pos group pun menulis tentang ini.
Saya tidak akan bercerita panjang tentang krisis yang mendunia itu. Hikmah yang kita bisa ambil apa? Saya hanya menilai bahwa sudah sewajarnyalah manusia itu hidup SEDERHANA seperti yang telah dicontoh kan para nabi dan rasul di zamannya. Mengapa? Karena itulah yang telah diajarkan oleh pembawa PELITA bagi bumi setelah menerima wahyu dari ALLAH, sederhana.
Seandainya para nabi dan rasul itu mau tentulah dengan sangat mudahnya mereka mendapatkan dunia dan seisinya ini. Tapi apa yang mereka lakukan, hidup sederhana dan bersahaja. Muhammad saw sendiri tidur di atas pelepah kurma dan itu nampak membekas pada punggungnya ketika beliau bangun dari tidur. Sulaiman as sendiri dengan sangat terpaksa meminta bantuan ahli sufi untuk memindahkan istana ratu Balqis karena menyangkut kewibawaan kenabian dan ingin menjamu tamu dan mematahkan kesombongan si Balqis, yang membuat Balqis takjub dengan istana yang diduduki Sulaiman as. Padahal menurut riwayat,itu katanya istana Balqis sendiri dengan segala modifikasinya, ALLAHU AKBAR.
Sederhana itu nikmat, mengapa? Kita tidak dipusingkan untuk bermewah-mewah dan selalu perhitungan dalam pengelolaan keuangan. Bukan kah Muhammad saw telah berujar bahwa ummat Islam itu adalah ummat pertengahan. Artinya segala sesuatunya penuh perhitungan dan tidak bermegah-megahan. Tapi apa lacur, semuanya pada kebablasan. Banyak yang memiliki hand phone lebih dari satu, televisi 4 samapai 5 buah dalam satu rumah, mobil 3 buah. Padahal semua diperoleh dengan cara utang melalui proses kredit. SubahanalLah.
Rasul sebagai Qur'an berjalan telah menyatakan bahwa 'hutang akan mendatangkan kehinaan' apa mungkin ummat Islam lupa akan hal itu? Tetapi dijawab ummat Islam saat ini dengan jawaban 'kalo tidak punya hutang tidak akan semangat dalam hidup'. Apakah hutang tidak boleh? Boleh! Wong Rasul sendiri pun pernah berhutang akan tetapi hutang yang bagaimana dulu? Yang betul-betul dibutuhkan untuk kelangsungan hidup dan itupun sangat perlu bukan hutang untuk bermegah-megahan. Coba renungkan!
Allah sudah memenuhi janjinya dengan banyaknya orang bunuh diri karena banyak bermain di sektor yang berbau riba. Di koran-koran diberitakan si Madof yang keturunan Yahudi itu ternyata penipu besar. Sebetulnya di Indonesia sendiri peristiwa model begini sudah seringkali terjadi dan yang menjadi korbannya adalah orang-orang yang sangat tergiur dengan keuntungan besar dan cepat. Tetapi yang didapat kemudian hanyalah kekecewaan karena uang yang mereka investasikan di larikan ke luar negeri, hehehehe....bahkan kolega saya sendiri pernah tertipu dengan nilai yang cukup besar dalam ukuran saya.
Allah telah memberi peringatan kepada ummat manusia di bumi ini bahwa riba dan penipuan dalam sistim perdagangan akan mendatangkan bencana di bumi. Bukankah para nabi dan rasul yang diutus dulu-dulu itu selau membawa berita tentang KEJUJURAN dan KEADILAN? Allah sebetulnya secara langsung telah mengingatkan manusia di bumi kembalilah ke pola hidup sederhana, jujur dan adil.
Dengan hidup sederhana kita tidak akan dicemburui secara sosial oleh saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dengan hidup sederhana kita tidak dipusingkan memikirkan pengeluaran untuk membiayai operasional 3 mobil setiap harinya, tidak pula dipusingkan membayar cicilan barang-barang elektronik di rumah yang sebetulnya kurang perlu. Itu adalah jeratan dari kaum kapitalis yang penipu itu. Lihatlah sekarang bagaimana jadinya?
Hidup sederhana adalah sebuah keharusan walaupun secara materi kita berlimpah karena diberi kekuasaan oleh Allah untuk menguasai harta yang dititipkan Nya selama kita hidup. Kesederhanaan, sebuah keniscayaan karena kita dituntut oleh Allah untuk menggunakan harta dengan benar. Kesederhanaan adalah sebuah tuntutan dari Allah dari mana kita peroleh harta berlimpah yang kita kuasai. Sudahkah kita memikirkan ini ? Karena sebetulnya ALLAH telah menegur ummat manusia saat ini secara langsung bahwa kelolalah hartamu dengan baik dan benar dan jauhkan lah dari praktik-praktik penipuan dan riba dalam mengembangkannya.
Wallahu'alam bissawab
Sunday, January 04, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment