Tuesday, November 25, 2008

NABIKU BERNAMA MUHAMMAD

Ah... ketika marak dan rame berita di televisi blog tentang kartun pelecehan Nabi Muhammad saw, pemerintah ikut ribut dan running text di salah satu tv swasta ada himbauan pemerintah untuk membuka identitas blogger pelecehan kartun nabi tersebut. Tak kurang pakar telematika Indonesia (entah siapa yang menjulukinya pakar) bung Roy Suryo memberikan komentarnya untuk menguak identitas diri blogger tersebut. Secara pribadi saya menyikapinya dengan adem ayem walau saya seorang muslim bukan karena saya tidak mencintai NABI yang diagungkan ummat Islam sak jagat ini, bukan. Tetapi saya ingin berfikir jernih.

Mari kita tengok lagi sejarah kehidupan Nabi, banyak sekali cerita yang menggambarkan bahwa Nabi dihina, di cerca bahkan di dera dengan pukulan tetapi Nabi sangat...sangat...sangat...(sangatnya banyak sekali pokoknya) bersabar. Kita tahu bagaimana sahabat sampai ikut geram dengan perlakuan kaum kafir. Apakah Nabi pernah marah? Kalau marah sih pernah tetapi marah yang bukan untuk hal-hal yang krusial untuk dakwah. Apakah Nabi pernah mendoakan kaum kafir agar celaka? Kalau itu juga pernah saya baca tetapi itu 'mungkin' sekali lagi 'mungkin' karena nabi merasa bahwa sudah sangat keterlaluan (tetapi saya tidak tahu tentang kesahihan sumbernya).

Yang sungguh fenomenal, adalah ketika sang malaikat Jibril marah dan geram melihat Nabi ketika diperlakukan oleh kaum kafir dengan tidak sepantasnya. Dalam dialog Jibril mengatakan "Ya Muhammad, minta saja apa yang kau inginkan untuk kaum kafir yang menganiaya mu itu. Apakah perlu aku tumpahkan gunung besar itu untuk mereka?". Nabi cuma menjawab kalem, "Biarlah Bril..Bril..mereka kan tidak tahu maksud saya menyampaikan Islam ini karena kalau tidak mereka, mungkin anak cucu mereka nanti yang akan terbuka mata hatinya".

Nah, dialog inilah yang membuat saya menyikapi segala bentuk penghinaan di dunia saat ini terhadap Nabi adem ayem saja. Pertama, Islam kan sudah dijamin Allah dalam kitab Qur'annya. Kedua, Semakin banyak orang mencaci dan benci kepada Islam dengan segala pernak perniknya justru membuat orang penasaran ingin mengetahui Islam dan sudah terbukti banyak yang akhirnya masuk Islam sendiri tanpa disuruh dan dipaksa. Ketiga, fenomena yang terjadi di dunia ini adalah bahwa banyak orang yang masuk Islam khususnya didunia barat adalah orang-orang yang terpelajar dan dari sisi ekonomi sudah mapan. Berbanding terbalik dengan di Indonesia ini, orang-orang yang murtad justru orang yang tidak berkecukupan dan dari sisi ekonomi bisa dikatakan 'gagal' (saya tidak punya data untuk ini hanya berdasarkan pengamatan dilapangan).

Kalau sudah begini apa yang harus kita lakukan sebagai muslim yang waras? Perjuangan tiada henti sampai kita masuk ke liang lahat alias kubur. Kacamata analisis saya adalah, dengan jumlah muslim terbesar di dunia tetapi hidup dalam negara yang bukan negara agama (Islam) maka ini adalah makanan empuk bagi kaum orientalis dan zionis untuk memecah konsentrasi ummat Islam untuk membangun peradaban di Indonesia bahkan di dunia ini menuju apa yang sudah dinubuatkan Nabi yang sering dikumandangkan Hizbut Tahrir (tebak sendiri).

Bagi dunia sana, yang takut Islam maju di Indonesia dan memandang bahwa Islam itu berbahaya bagi perkembangan dunia jelas...bahwa salah satu caranya adalah merusak konsentrasi ummat dengan cara menghina Nabi yang mereka cintai yaitu MUHAMMAD SAW. Apapun akan mereka lakukan karena memang Indonesia adalah sasaran empuk untuk itu karena ummat Islamnya masih banyak yang GOBLOK (maaf lo kalau sedikit kasar). Inilah sebetulnya tugas kita, memintarkan ummat ISLAM itu agar tidak mudah terpancing emosinya hanya untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting. Maaf, kalau saya katakan tidak penting karena NABI saja dihina lebih parah dari itu masih sabarrr......sekali. Jadi saya berfikir apa ini yang dikuatirkan Nabi ketika beliau mau meninggalkan dunia yang fana ini dengan berkata "ummati...ummati...ummati...". Beliau mungkin sudah bisa melihat ke depan bahwa banyak ummatnya di Indonesia ini GOBLOK-GOBLOK sehingga perilakunya tidak membuat orang simpati pada ISLAM agama yang di ridloi ALLAH. ALLAHU AKBAR!

Analisis lain adalah bukankah kita tahu suhu politik di negara ini semakin memanas menjelang pemilu 2009. Bukankah kita tahu bahwa suara ummat Islam itu diperebutkan. Bukankah kita tahu bahwa ummat Islam di negara ini juga terpecah-pecah dalam beberapa partai yang sudah menjadi agama baru itu?

Kepedulian pemerintah dalam running text di salah satu televisi swasta seperti yang saya sebutkan di atas tadi adalah bukti bahwa pemerintah sedang menebar simpati pada ummat Islam. Sudah tentu tujuannya adalah 'tolong dong dukung kami untuk pemilu 2009' (mohon maaf ini kan analisis politik jadi asumsi asumsi seperti itu bisa saja muncul ke permukaan dan bukan barang baru lagi untuk negara Indonesia ini).

Jadi bisa saja blogger itu adalah orang dari partai tertentu, kemudian pemerintah menghimbau untuk membuka identitas blogger untuk merebut simpati dan ujung-ujungnya waktu kampanye politik nanti meminta dukungan pada ummat Islam yang 'terserak' dinegeri ini karena sudah merasa membela ummat (walau sesa'at) melalui sentimen pelecehan Nabi.

Ah...mudah-mudahan analisis saya tidak terlalu naif untuk negeri yang subur dan masyarakatnya banyak yang tidak sejahtera ini karena saya bukan seorang pakar politik dan lulusan fakultas ilmu sosial dan politik universitas terkenal yang banyak melahirkan analis-analis politik. Semoga keliru...masak keliru gak boleh. Wong Gus Dur menghimbau GOLPUT saja gak ditangkap dan tidak ada yang berani menangkap walau sudah ditantang di media oleh GUs Dur.

Hei...kamu kan bukan Gus Dur GOBLOK! Oh iya lupa.....

0 comments: