Saya menulis ini karena gregetan, benci, muak , mangkel, geram...semua bercampur aduk menjadi satu. Sebetulnya saya ingin menulis ini sejak tiga hari yang lalu tetapi niat untuk menulis itu tertunda hanya karena waktu dan niat itu menguat kembali setelah siangnya saya menonton kabaret gado-gado politik...kok seperti apa yang saya fikirkan. Maka malam ini saya sempatkan untuk menulis. Mengapa biar emosi saya mereda dan saya merasa puas...
Kita maklum bahwa tradisi mudik ketika lebaran sudah menjadi fenomena sosial di negara ini bahkan tidak hanya bagi yang beragama Islam, yang non- muslimpun memanfaatkan kesempatan libur ini untuk mudik ke kampung halamannya atau sekedar beramai-ramai datang ke tempat pariwisata untuk melepaskan penat rutinitas yang selalu mendera...
Saya juga sudah menduga bahwa gelombang mudik tahun ini pun akan menelan korban seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertanyaan saya yang selalu bermain dibenak adalah apa penduduk negara ini yang tidak rasional atau pemerintahannya yang "DUBLEK". Mengapa saya bilang dublek ? Sudah 63 tahun merdeka tapi program transportasi massa yng murah nyaman dan aman belum terwujud hingga saat ini. Padahal disisi lain pemerintah selalu mendengungkan hemat energi namun disisi lain peningkatan jumlah kendaraan roda dua atau sepeda motor sungguh fantastis. Ini indikator bahwa transportasi massa negara ini gagal total dan tidak mendukung program pemerintah dalam hal pencanagan hemat energi oleh presiden.
Sampai saat saya menulis malam ini entah sudah berapa puluh korban berjatuhan karena fenomena mudik yang irrasional ini. Kenapa saya bilang irrasional? Dalam kacamata saya silaturahmi tidak hanya harus melulu bertemu dengan cara tatap muka walau ada pendapat bahwa fenomena mudik ini tidak dapat diukur dengan materi. Tetapi bila mudik malah membahayakan jiwa dan keluarga apakah ini bukan tindakan yang konyol?
Pemerintah juga seyogyanya belajar dari fenomena mudik ini dan sudah saatnya pemerintah melakukan reformasi dibidang transportasi massa terutama transportasi jalur darat, seperti kereta api, bus dan lainnya yang memenuhi standar 'manusiawi' manusia Indonesia yang hidupnya dijamin oleh undang undang yang berlaku di negara ini.
Fikiran nakal saya lantas menerawang kemana-mana, kok ada ya...selama beberpa tahun pemerintah negara ini membiarkan rakyatnya menderita terus menerus dalam mudik massal ketika menjelang lebaran ataukah ini rekayasa Tuhan untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk di negara ini. Rasanya kok konyol sekali bila kita tidak melakukan perubahan dalam bentuk REFORMASI TOTAL TRANSPORTASI MASSA UNTUK RAKYAT. Bagaimana pendapat anda ???
Mudah-mudahan pemerintah mau memikirkan rakyatnya bukan hanya memenuhi syahwat perutnya untuk sex, makan enak, dan meniduri selir-selir (gelap)nya. Ingat Anda juga akan MATI dan dimintai pertanggungjawaban di depan Tuhan, saya hanya bisa berdoa semoga kalian sadar agar nanti perut kalian tidak disetrika oleh malaikat hingga usus kalian terburai, ALLAHU AKBAR !
Friday, October 03, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment