Monday, September 01, 2008

KULTUM RAMADLAN 1429 H

Alhamdulillahi rabbal ‘alamin. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama sholaita ‘ala Ibrohim wa ‘ala ‘ali Ibrohim..fil ‘alamiina innaka hamidum majiid. Robbishrohli shadri wa yassirli amri wahlul uqdatam millisani yafqohu qauli. Robbizidni ilma warzuqni fahma. Watawakkal ‘alalLah wa kafa billahi wakiila. Amma ba’du.

Yang terhormat poro ‘alim ulama, poro sesepuh …pinisepuh dan yang sepeuh sepuh maneh..bapak ibu yang terhormat, adik adik yang saya cintai dan hadirin hadirot Rahima kumullah, Assalamu’alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh…

Puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kita rahmat karena hari ini kita sudah sampai dan melewati hari pertama di bulan Ramadlan ini dengan sempurna. Sungguh sebuah karunia yang tak terhingga pada diri kita yang masih bisa menikmati Ramadlan kali ini karena kita diberikan kesempatan untuk beribadah dengan sungguh sungguh pada bulan yang penuh ampunan, rahmat dan berkah ini. Bagaimana tidak, banyak saudara-saudara kita yang tergolek di rumah sakit atau bahkan sudah mendahului kita menghadap Nya sehingga tidak dapat menikmati Ramadlan yang indah ini.

Hadirin Rahimakumullah, dalam kitab-kitab banyak sekali diterangkan mengenai puasa yang dapat menghapus dos kaum mukminin. Satu bulan yang sangat berarti dalam setahun dimana manusia sebagai makhluk yang lalai, lemah dan penuh dosa.
Rasullullah bersabda;

“fitnah yang dialami seseorang dalam keluarga adalah harta, anak dan tetangganya akan terhapus dengan shalat, puasa dan sedekah” (HR. Bukhari – Muslim).

Fitnah yang dimaksud dalam hal ini adalah hal-hal yang membuat kita berpaling dari ibadah karena kesibukan mengurusi keluarga, harta, anak dan tetangga yang kadang-kadang membuat kita berdosa.

Maka dari itu banyaklah memohon ampunan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala agar kita selalu mendapatkan surga atas Rahmatnya bukan karena ibadah kita yang tidak seberapa ini. Mengapa saya bilang tidak seberapa ? karena dalam kitab minhajul abidin, setan/iblis sebelum durhaka kepada Allah telah beribadah selama 80.000 tahun.

Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Siapa yang mengetahui umur kita ? Hanya Allah saja. Maka dari itu banyak-banyaklah mengingat akan mati. Sebagai ilustrasi bila kita diberi umur 70 tahun saja misalnya, tanyalah diri sendiri berapa tahun yang sudah kita berikan untuk beribadah kepada Allah ?

Taruhlah kita sudah berpuasa pada usia 8 tahun berarti ada 62 bulan ramadlan yang telah kita lalui atau setara dengan 5,17 tahun. Ini hanya ibadah puasa saja. Bagaimana dengan tidur kita ? mari kita ambil rata-rata kita tidur 6 jam dalam sehari, walau pada saat bayi kita bias tidur 8 jam atau lebih dalam seharinya tetapi marilah kita ambil rata-rata 6 jam saja. Ada 613.300 jam atau setara dengan 11,7 tahun atau hampir 16 persen dari usia kita untuk tidur. Padahal Rasul kita yang sudah dijamin surga saja masih terus beribadah dengan tekun, dalam riwayat diceritakan kaki Rasul sampai bengkak dengan usia yang tidak sampai 70 tahun, hanya 63 tahun. Bagaimana dengan kita?

Untuk itu marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya bulan Ramadlan kali ini untuk terus beribadah dengan ikhlas dan hanya karena Allah semata. Sebab bila bukan karena Allah semuanya akan sia sia. Karena mertua misalnya, karena pengurus masjid, karena gak enak dengan tetangga yang sudah berangkat lebih dulu untuk shalat taraweh dan banyak lagi misalnya yang lainnya.

Saya juga menhimbau kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin RahimakumuLlah untuk selalu banyak berdoa karena do’a orang yang sedang berpuasa itu tidak akan ditolak. Seperti yang disabdakan Rasulullah saw,

“Tiga golongan yang tidak tertolak do’anya, orang yang sedang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang-orang yang terzalimi” (Hadits hasan riwayat Ahmad).

Hadirin sekalian yakinilah puasa yang kita lakukan karena Allah dan banyaklah memohon ampun hingga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah. Sehingga kita menjadi mahluk yang tahu diri akan segala kekurangannya dan selalu membutuhkan Allah yang sudah memberi kita hidup dengan menghirup oksigen yang gratis.

Hanya ini yang saya bisa sampaikan dalam kultum kali ini. Lebih dan kurang saya mohon maaf dan semoga hal yang sedikit ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua, amiin. Billahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh.

No comments: