Sering kali saya melihat bahwa kemacetan lalu lintas itu akibat ulah segelintir orang yang tidak disiplin dan sedikit bersabar menunggu antrian. Walau harus juga diakui bahwa semua itu juga karena volume kendaraan yang berlebihan dari volume jalan. Tiap pagi saya melihat kejahatan di jalanan ini. Mulai dari menyerobot sampai berzig zag meliuk liuk dengan kecepatan tinggi dikeramaian lalu lintas.
Sambil merenung saya terus berfikir kenapa ya...tidak ada pembalap dunia di kelas Grand Prix tidak ada yang dari Indonesia? Sampai di tempat kerjaan saya diskusikan hal ini dengan teman. Teman saya bilang kalau orang Indonesia itu banyak yang jago kandang, banyak lo... Setelah saya telaah berdasarkan nalar dan kemampuan saya dalam menyerap informasi ada benarnya juga. Paling yang banyak mendunia akhir akhir ini adalah cuma olimpiade sains. Putra-putra bangsa banyak mengharumkan nama negara ini...tapi untuk ajang balapan Grand Prix baik yang 250 cc maupun 500 cc kok belum ya...apalagi balapan formula 1. Jauh kayaknya....??? Kesimpulan saya adalah tidak adanya relevansi antara kejahatan jalanan dengan prestasi olah raga balap motor atau balap mobil. Rentetan logika berfikir saya akhirnya merambat pada tataran kebijakan yang punya kuasa di negara ini....mungkin perlu ada pemandu bakat bagi pelaku kejahatan jalanan ini untuk disalurkan ke tempat yang membuat mereka bisa berprestasi di tingkat dunia dengan mengharumkan bangsa yang sudah sejak lama membusuk ini sehingga mereka tidak kebut kebutan lagi dijalanan, karena apa nafsunya sudah tersalurkan...semoga
Monday, July 21, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment