Monday, May 12, 2008

Minyak, hutan gundul dan banjir

Malam hari teman saya sempat menelpon menawarkan lahan sebagai plasma untuk perkebunan kelapa sawit di daerah Sumatera Selatan sana. Selang beberapa minggu saya juga ketemu dengan teman yang membuka lahan serupa di daerah Sulawesi. Teman yang dari daerah Sulawesi ini menawarkan harga yang lebih murah, se perempat dari harga lahan yang ada di Sumatera Selatan sana.

Dalam diskusi dengan teman yang dari Sulawesi ini saya hanya menggunakan logika bahwa lahan yang dibuka ini merupakan hutan produktif. Pembebasan lahan yang ratusan bahkan ribuan hektar ini tentunya akan berdampak dan merusak ekologi lingkungan disekitarnya. Semua ini dilakukan karena mahalnya CPO di dunia sebagai energi alternative mengantikan energi fosil yang sudah semakin langka dan menggila harganya.

Hal lain yang saya fikirkan adalah dampak dari penggundulan hutan untuk kepentingan ekonomi dengan dalih perkebunan kelapa sawit. Dalam diskusi saya melontarkan pertanyaan yang langsung menohok bahwa apakah pembukaan lahan untuk kepentingan emas hitam ini telah memberikan kontribusi terhadap banjir di daerah Sulawesi ? Dengan sedikit berat teman saya itu menjawab bahwa hal itu bisa dibenarkan.

Kalau sudah begini jelaslah bahwa kepentingan pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencari energi alternative lain selain minyak fosil telah mengakibatkan warga atau rakyat menderita karena banjir bah yang melanda daerah pemukiman mereka. Tidak hanya itu infrastruktur yang juga sudah dibangun selama ini telah rusak binasa akibat yang ditimbulkan banjir ‘alternatif’ ini.

Allah sudah mengingatkan kita bahwa energi air ternyata besar dan dahsyat juga terbukti dengan tsunami di Aceh. Apakah kita yang tidak bisa menangkap semua perumpamaan alam ini ? tinggal kita bagaimana mengolahnya, WalLahu alam bis sawab

No comments: