Sunday, March 30, 2008

OBROLAN SIANG HARI

Sehabis mengikuti sepeda santai dengan rute yang cukup melelahkan saya mampir ke toko sepeda dimana saya membeli sepeda dulu untuk menyerviskan sepeda. Alih-alih sambil menunggu sepeda dayung saya diproses maka saya berbincang-bincang dengan pemilik toko. Saya menatap ke jalanan yang semakin ramai saja dan sepertinya jalanan sekarang sebagai ajang balap bagi kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Akhir-akhir ini memang jalanan di Surabaya semakin padat saja sepertinya semua kendaraan serba ingin cepat dan tumpah ruah kejalan dan bahkan kadang memakan bahu jalan sehingga menakutkan bagi pejalan kaki yang memang pedestriannya tidak mencukupi.

Saya berkata ke pemilik toko sepeda dayung tersebut bahwa semakin ramai kendaraan di jalanan membuat saya semakin takut untuk bersepeda, apalagi setelah saya tunjukkan gigi saya yang patah karena kecorobohan lalu lintas. Tak lama berselang maka datanglah seorang pelanggan pemilik toko tersebut untuk menyerviskan sepeda dayungnya yang pelek belakangnya rusak akibat diseruduk mobil dari belakang. Ini lagi bukti bahwa pengendara di Surabaya semakin ‘ganas’ saja.

Saya bercerita bahwa dari internet saya mendapat informasi bahwa di Belanda rakyatnya rata-rata memiliki tiga sampai empat sepeda untuk satu orang. Betapa nyamannya bersepeda disana yaa…bayangan saya. Pemilik toko lantas menjawab bahwa tidak usah jauh jauh pak di Singapura saja bersepeda sangat menyenangkan dan bikin awet muda karena pemandangannya bagus. Wah…saya tidak tahu itu karena saya memang belum pernah ke Singapura.

Pemilik toko lantas terus bercerita hal lain tentang pengobatan di sana yang ‘ciamiikkk’ karena pengalaman oranga tuanya yang harus dikemoterapi dengan diagnosis mengidap penyakit leukimia oleh dokter di Surabaya. Waduh akhirnya sang pemilik toko membawa orang tuanya ke Singapura untuk berobat di sana. Alhasil…orang tuanya bukan terkena penyakit leukimia hanya infeksi usus…setelah menjalani operasi untuk potong usus dan menetap tiga hari di Singapura orang tuanya sudah bisa jalan-jalan dan makan seperti orang normal. “Waduh pak…soro dengan dokter disini…hati-hati pak karena sering salah diagnosis”. Saya jadi ingat cerita keluarga selebriti Helmi Yahya yang menceritakan tentang anaknya yang juga salah diagnosis oleh dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta..tetapi untungnya Helmi Yahya mencari pendapat kedua (second opinion) dari dokter lain yang vonisnya lebih menyejukkan…alah…maakkkk….bisa bisa banyak anak bangsa ini mati sia-sia karena kesalahan diagnosis ini alias malpraktik.

Singkat cerita kami masih meneruskan ngobrol sambil menunggu sepeda saya selesai diservis…”Wah negara kita ini bobrok pak dan sama saja dengan negara Afrika”. Waduh saya …saya tidak kaget ..karena memang saya mengamati sudah banyak sekali terjadi kemunduran dalam banyak bidang di republik ini. Lantas kami berdiskusi bagaimana cara mengurangi kendaraan yang semakin banyak di jalanan yang sudah tidak mencukupi untuk mengisi badan jalan dan over volume. Kami akhirnya sepakat bahwa pemerintah sebaiknya memberikan fasilitas transportasi massal bagi publik yang aman, nyaman, murah dan on time. Waduh kalau ni mah…saya sering tulis dan diskusikan ke teman-teman…tetapi yang perlu dipertanyakan adalah sampai kapan pemerintah ini peduli ? (dengan tanda tanya besar). Kamipun sepakat bahwa bila transportasi itu aman dan nyaman, murah serta on time maka akhirnya hasilnya akan tampak sendiri ….PERLU DICOBA INI PARA GUBERNUR dan PRESIDEN !

No comments: