Banyak peristiwa dikehidupan kita sehari-hari yang menggambarkan judul di atas walaupun tidak absolut memang. Tetapi haruslah diakui sebagai laki-laki memang terkadang kita egois. Mengapa ini terjadi? Karena sebagai laki-laki kita merasa superior dan sangat gampang tersulut harga dirinya bila terusik.
Disisi lain statistik menunjukkan bahwa laki-laki sekarang jumlahnya lebih sedikit dibanding perempuan...bolehlah coba datang ke rumah sakit. Tanyakan berapa bayi laki-laki yang lahir pada hari itu dan berapa pula bayi perempuan? Walaupun saya tidak memiliki data yang akurat, tetapi inilah nubuat yang telah disampaikan oleh Baginda RaullulLah SAW bahwa pada akhir zaman nanti jumlah wanita akan lebih banyak dari pada jumlah pria. Bahkan akan datang satu masa dimana ada empat puluh wanita yang mendatangi seorang laki-laki untuk meminta perlindungannya.
Akibat surplus jumlah wanita ini maka tentunya lapangan kerja sekarang ini banyak diisi oleh wanita yang lebih memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik, kerapihan dan familiar. coba saja lihat SPG SPG yang ada di plaza atau mall mall bisa dibilang 90% adalah wanita.
Saat inipun pendidikan kaum wanita telah lebih baik lagi karena kesempatan lebih terbuka...berbeda dengan tahun-tahun awal kemerdekaan negara ini bukan. Kita bisa lihat sekarang berbagai sektor sudah dirambah oleh kaum wanita. Banyak juga bidang pekerjaan yang bergengsi sudah pula di genggam oleh kaum wanita.
Pergeseran-pergeseran semacam ini pun telah melanda kehidupan rumah tangga dimana pada saat ini banyak sekali keluarga yang baik suami maupun istrinya bekerja. Walau ada juga yang beralasan karena tuntutan ekonomi tetapi ada juga yang beralasan karena 'sayang kalau ijazah' tidak bermanfaat bagi mahluk Tuhan di bumi ini.
Bagaimana tanggapan kaum pria tentang hal ini ? Ada yang berpendapat bahwa 'pokoknya kerjaan rumah tangga tidak terbengkalai dan anak anak tidak terlantar ya...gak papa'. Ada juga laki-laki yang melarang istrinya bekerja dengan alasan bahwa 'sudah kewajiban laki-laki untuk memenuhi kewajibannya untuk mencukupi kehidupan rumah tangganya'. Ada lagi yang bilang nanti timbul fitnah karena wanita itu gampang tergoda.
Apapun alasannya cobalah tengok bagaimana seandainya seorang wanita yang bekerja didalam keluarganya mendapat posisi yang lebih baik ? Bagaimana kira-kira sikap suaminya? Manusiawi memang...laki-laki merasa cemburu tetapi ada hal lain yang terkadang saya lihat bahwa dalam kehidupan berumah tangga banyak laki-laki yang tidak mau mengerti kondisi istrinya. Padahal RASULULLAH sudah mencontoh kan sendiri dengan belanja ke pasar, menjahit sendiri bajunya yang robek dan lain-lainnya. Tetapi kebanyakan laki-laki gengsi untuk melakukan semua itu, maka jadilah istrinya seperti babu dalam rumah tangganya.
Sisi lain, bila wanita sudah pandai mencari uang maka dia lupa akan tugasnya sebagai istri sehingga suaminya 'seperti kambing congek' dibuatnya. Semua main perintah dia lupa bahwa bagaimanapun bila itu di dalam rumah tangga suaminya adalah suami yang ingin diperlakukan wajar dan sejajar bukan pula sebagai babunya.
Akhirnya...Tuhan mencipatakan laki-laki dan wanita itu agar dunia ini seimbang bukan untuk gagah-gagahan. Tidak ada yang merasa superior dibanding yang lain walau banyak penelitian psikologi yang menyatakan bahwa laki-laki lebih rasional dibanding wanita itu sah-sah saja. Coba Tuhan menciptakan laki laki semua...saya tidak bisa membayangkan, begitu pula sebaliknya. Sebagai seorang muslim, isu feminism dan kesetaraan gender itu kuno karena Islam telah mengajarkan (kalau kita mau mengkaji) bahwa antara laki-laki dan wanita dimata Tuhannya sama...sama-sama mahluk Nya dan yang membedakannya hanya taqwanya.
Tuesday, March 25, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment