Sunday, March 02, 2008

Korban Kecerobohan Lalu Lintas

Keinginan saya menulis kali ini...karena tiga hari sebelumnya saya mengalami kecelakaan akibat kecerobohan berlalu lintas para pengguna jalan di Surabaya.

Kejadian berawal ketika saya ingin membawa sepeda Polygon saya pulang ke rumah setelah seminggu sebelumnya mengikuti Fun bike yang diadakan oleh BI Syariah. Sepeda memang beberapa hari saya biarkan di kantor karena memang kondisi saya masih belum memungkinkan untuk mengayuh dengan jarak yang lumayan jauh sekitar 30 km. Apalagi ditambah bila sore hari Surabaya selalu diguyur hujan....

Nah...saya sudah berniat bahwa saya akan membawa sepeda saya pada Sabtu 1 Maret nya...jadi ketika Jum'at malam tanggal 29 Februari saya sudah membawa perlengkapan berupa pakaian dan celana yang biasa saya gunakan bila berkendaraan bersepeda 'ontel'. Ketika melihat cuaca malam yang bagus dan udara tidak terlalu berangin maka saya memutuskan untuk mengontel sepeda saya malam hari itu juga Jum'at 29 Februari 2008. Jadilah saya mengontel...

Satu kilo meter pertama saya lewati dengan gembira karena memang lalu lintas biarpun ramai tapi teratur rapi...Ketika memasuki kilometer ke 5 mulailah kejadian itu, waktu saya berbelok di depan taman bungkul dan melewati rumah dinas Pangdam V Brawijaya dan berbelok lagi ke kiri menuju arah ke jalan Kutai...karena posisi lampu sudah hijau maka saya tetap mengayuh sepeda dengan kecepatan stabil...dan lalu lintas dari jalan Diponegoro jelas jelas sudah menunjukkan lampu merah...tanpa dinyana kendaraan yang sudah melaju dan pengendara memacu kendaraannya mendadak mengerem yang mengeluarkan bunyi decitan...ternyata ada pengendara sepeda ontel yang nyelonong saja...Nah saya yang berada disisi kiri jalan mengira bahwa saya akan diberikan jalan lebih dulu karena pengendara yang nyelonong persis berhenti di tengah jalan 'safety body' dan sudah mau memasuki ruas jalan yang aman...posisi saya sendiri sudah dipertengahan jalan...tanpa dinyana dan diduga si penyelonong terus saja..yah...namanya juga nyelonong....nah inilah yang membuat saya kaget sehingga sepeda saya rem dengan kuat ...berbarengan belakang dan depan...maka yang terjadi ban sepeda ontel saya yang belakang naik keatas (mumbul istilah Jawanya) dan saya seperti ditumpahkan ke depan.
Dalam posisi begitu saya refleks dan menjatuhkan tangan kiri saya dulu sebagai tumpuan dan kemudian dada kanan sedikit untuk mengurangi hentakan...malangnya...saya sedikit kehilangan keseimbangan dan akhirnya bibir saya duluan nyium aspal ...akibatnya dua gigi saya patah ditempat, kontan dan lunas. Saya pun masih sempat sadar dan bergumam dalam hati "wah gigi saya protol". Saya bangkit dan membawa sepeda saya menyeberangi jalan. Darah yang terus mengucur dari mulut saya membuat saya memutuskan untuk ke UGD Rumah Sakit RKZ atau Santo Paulo yang ada di depan. Saya minta perawatan...singkat cerita bibir saya dijahit sembilan jahitan...

Gigi yang patah dua saya ikhlaskan..dan esoknya setelah dipijat saya cek ke dokter gigi dan dokonsulkan ke ortodontist sore harinya. Karena gigi yang satu sering terasa ngilu akhirnya syarafnya diambil atau dimatikan dengan begitu saya tidak tersiksa bila ingin makan....AlhamdulilLah.

Minggunya saya sudah bisa olah raga kembali bermain badminton bersama teman-teman karena kebetulan klub saya mengadakan latih tanding persahabatan dengan klub dari daerah Tanjung Sari surabaya. aktivitas saya sudah seperti biasa walau dengan bibir diplester itu tidak membuat saya malu...pe de aja lage...

Hikmah yang saya petik dari peristiwa ini yah itu...tadi walaupun posisi kita ketika di traffic light sudah pada posisi hijau jangan anggap aman bahwa kita bisa melenggang dengan enaknya karena di Indonesia itu banyak pengendara yang tidak terdidik dan saya tidak mau membahas mengenai mengapa ini kok bisa? Ruwet membahasnya atau nanti akan saya sediakan sendiri tulisan mengenai analisis mengapa lalu lintas di Indonesia ruwet ??

Yang jelas akibat keruwetan ini akan banyak orang yang menjadi korban dari kecerobohan pengendara yang itu bisa berakibat fatal, celaka permanen atau bahkan kematian......bagaimana ini penguasa ...??? please deh..tegas dan keras...tapi tetap sopan....

No comments: