Saya teringat cerita teman saya bahwa betapa ruwetnya cara berfikir orang Indonesia ini...entah karena ewuh pakewuh...sungkan atau segan...sehingga birokrasi menjadi bertele tele. Bagaimana tidak, dalam sebuah organisasi posisi wakil tentunya sebagai backup dari pimpinan tertinggi bila sang pemimpin tidak berada di tempat.
Tetapi yang dialami organisasi dimana teman saya bekerja beda..budaya sungkan menyungkan itu masih sangat dipegang teguh..bila sang pemimpin tidak ada ditempat maka harus menunggu pimpinan datang...lah pertanyaannya kalau itu urgent bagaimana?
Yah..kalau masih besok hari harus ditunggulah...akibatnya tentunya menghambat alur proses gerak laju perjalanan sebuah birokrasi. Kalau sudah begini apa tidak jalan di tempat namanya?
Meneruskan cerita teman tadi yang minta tandatangan akhirnya menunggu sang pemimpin tiba dari tugas luar kotanya dan teman tadi diminta datang kerumah untuk tandatangan pengesahan. Saya tertawa tawa mendengar cerita ini sambil bergurau saya nyeletuk "kalau sudah begitu buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau hanya untuk tanda tangan pengesahan saja tidak ada pendelegasian, yang penting kan tidak merubah substansi dari isi yang harus dipertanggungjawabkan".
Alaamaakkk kalau sudah begini bagaimana bangsa ini mau maju dan berkembang apalagi ngomong efisien....(mimpiii...kaleeee)
Saturday, March 29, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment