Sunday, February 03, 2008

BIKE TO WORK (BTW) BUKAN SOLUSI

Banyak sekali pekerja-pekerja yang mulai menggandrungi pergi kerja dengan bersepeda. Awal mula berangkat dari komunitas kecil bersepeda di Jakarta yang merasa jenuh dengan kemacetan yang ada dan selalu begitu setiap hari. Timbullah kesadaran dari mereka untuk memberikan solusi dengan contoh pergi kerja dengan bersepada, selain menyehatkan juga membuat mereka enjoy meliak liuk dijalanan yang padat.

Di Surabaya pun sudah mulai tumbuh komunitas bersepeda seperti ini, bike to work. Saya merenung apakah ini salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di jalan raya selama ini yang setiap hari semakin meningkat ? Akhirnya saya membuat kecimpulan dengan pengamatan yang mungkin keliru dalam kacamata saya.

BTW bukanlah solusi. Dalam pandangan saya pemerintah harus turut campur tangan dan tegas dalam menyikapi masalah ini. Mengingat selama ini Indonesia juga merasakan krisis energi yang tidak terbarukan. Tetapi...apakah pemerintah berani untuk mengambil resiko dengan kebijakan yang tegas dan demi kepentingan Indonesia dalam jangka panjang.

Saya lihat bahwa Indonesia ini negara yang unik, katanya krisis tetapi mobil-mobil baru di jalanan semakin bertambah banyak. Pemerintah belum pernah tegas untuk melahirkan kebijakan publik bagi transportasi massal ini. Coba kita lihat bagaimana transportasi massal di negara ini, semua memble...semestinya pemerintah memberikan batasan usia pada kendaraan sehingga jalan tidak penuh dengan kendaraan karena ada kendaraan yang usianya sudah 15 tahun lebih tetap beroperasi.

Pemerintah mungkin takut akan banyak pengangguran bila kebijakan transportasi massal diberlakukan..karena dalam kacamata saya semestinya cukuplah bus saja yang melintasi jalan jalan protokol di kota untuk mengangkut penumpang baik itu pekerja, pelajar maupun penumpang lainnya.

Pemerintah juga harus berani mengeluarkan kebijakan publik kepada pemilik kendaraan pribadi (setelah transportasi massal sudah bagus) untuk beroperasi di jalan-jalan hanya pada hari libur. Sepertinya memang nyeleneh...tetapi inilah salah satu solusi untuk menghemat energi dan mengurangi kemacetan di jalan-jalan selama ini.

Jalan-jalan diperbaiki sehingga membuat onderdil transportasi massal awet. Jalan yang baik, mulus dan rata akan membuat efisiensi. Kita tidak akan menemui lagi jalan-jalan yang berlubang atau tidak rata....

Bagaimana pendapat anda ? Pernahkan anda membayangkan bahwa dengan kebijakan seperti itu akan membuat orang Indonesia sehat-sehat karena selain busnya harus stop di halte dan penumpangnya akan jalan beberapa blok ke kantornya sehingga manusia Indonesia akan sehat karena sudah membakar kalori untuk menuju kantornya.

Sepertinya ini memang sulit tentu akan banyak menimbulkan pro dan kontra...tetapi percayalah kebijakan yang lahir selalu akan begitu. Bila pemerintah tetap tegas dan lurus menjalankan ini maka saya yakin masyarakat akan dapat merasakan hasilnya 10 tahun kemudian, kenapa 10 tahun....karena generasi berikutnya sudah terbentuk mind set nya bahwa negara ini benar-benar teratur dan rapi.

Tetapi otak saya jadi bermain main...karena kita tahu bahwa investor kendaraan terbesar di Indonesia ini adalah Jepang...bisa jadi pemerintah sulit untuk mengelak dan keluar dari tekanan kaum kapitalis.
Yah itu tadi...berani gak pemerintah keluar dari tekanan seperti itu tadi karena bagaimana pun fihak asing tentunya memiliki kepentingan sendiri di negeri ini?

Berani gak SBY dan JK ???

No comments: