Wednesday, October 31, 2007

Mari Mentertawakan Diri Sendiri

Ditempat saya bekerja banyak hal-hal yang membuat saya tertawa, sehingga kalau saya sedang istirahat dan teringat hal-hal tersebut maka saya jadi tersenyum sendiri dibuatnya. Ada saja kejadian kejadian lucu setiap harinya yang membuat saya kadang tertawa sendiri dibuatnya mulai dari adanya beberapa karyawan yang suami istri satu kantor sehingga kadang kadang masalah dalam rumah tangganya dibawa bawa ke kantor dan akhirnya mempengaruhi perilaku kerja alias kinerjanya. Ada lagi yang tidak tahu harus berbuat apa sehingga kerjanya justru menyalurkan hobi memasaknya dan menyediakan teman-teman makan siang. Adalagi yang selalu membela pasangannya karena merasa punya posisi strategis sehingga sangatlah menyolok bila yang bersangkutan selalu berusaha membela pasangan hidupnya yang satu kantor tapi beda posisi.

Itulah kondisi kantor tempat saya bekerja. Saya sangat menikmatinya bahkan ada pimpinan bila ditanya selalau memberikan jawaban yang ragu dan tidak pernah membuat keputusan secara tegas. Ada lagi yang selalu berlindung di balik topeng atasannya dengan kalimat "Kata Ibu Anu...kata Pak Anu..." Insentif diberikan dengan dasar yang tidak jelas dan lebih cenderung 'like and dislike'.Padahal tempat saya bekerja itu institusi pendidikan yang cukup ternama, saya bilang cukup ternama ... tetapi pola kerja dan budayanya tidak mencerminkan institusinya.

Bila kita membaca tulisan pendiri Primagama bung Purdie Candra beliau tidak mempermasalahkan bila dalam satu kantor terdapat pasangan suami istri tetapi yang dimaksud Bung PC tersebut adalah tetap proporsional dan profesional.

Bila merujuk tulisan dan iklan dari bung Rhenald Kasali disalah satu TV swasta maka beliau selalu menganjurkan 'think out the box', berfikir lah diluar batasan kotak dimana kita berada, dengan lugas beliau menjelaskan bila kita bekerja atau melakukan kegiatan rutin dalam satu institusi maka cobalah kita untuk keluar dari kegiatan rutin sehari-hari maka Anda akan menemukan sesuatu yang dapat memberikan pencerahan dalam diri Anda.

Itulah bedanya dengan kebanyakan orang dari rekan-rekan dimana saya bekerja, ataupun mungkin mereka sudah menganggap diri mereka hebat sendiri sehingga tidak pernah keluar dari kotaknya dan melihat dunia luar? Ada apa di dunia luar sana?

Masih menurut pakar manajemen bahwa yang abadi di dunia ini adalah perubahan makanya banyak sekali sekarang ini beredar di pasaran buku buku manajemen perubahan. Sekarang tergantung kita mau berubah secara ekstrim atau secara perlahan tapi pasti. Artinya orang yang tidak pernah keluar dari kotaknya dan hanya selalu berkutat di kotak nya sendiri maka orang tersebut bisa di bilang seperti katak di bawah tempurung dan bisa dipastikan dunia nya hanya sempit sesempit kotaknya.

Sering saya mengatakan kepada teman teman tentang kotak ini tetapi semua kan bergantung pada sipenerima pesan. Dalam dunia nyata atau kehidupan kita sehari hari di masyarakat yang begitu majemuk banyak sekali perkembangan yang terjadi. Bila di kampung ada orang yang membuat terobosan baru maka bisa dipastikan bahwa akan menemui kendala dari orang-orang yang tidak mau keluar dari kotaknya alias alergi terhadap perubahan karena bisa dipastikan itu bagian dari cara berfikirnya. Masak sih ???

Sunday, October 28, 2007

LURAH KAGET

Sebetulnya saya agak jengah juga ingin menulis tulisan ini tetapi yah sekedar...tambah tambah pengalaman buat yang membacanya.

Ketika saya ditelpon teman-teman di tempat saya tinggal untuk kumpul bersama saya pun mendatangi undangan tersebut dengan senang hati. Teman yang mengundang ternyata mengajak makan bersama teman-teman lain yang diundang juga. Ketika bersantap panganan tradisi daerah Lamongan (nasi boran, saya juga gak pasti boran atau borang hehehehhe) teman teman berdiskusi kecil memperbincangkan tentang lingkungan kita tnggal sambil berkelakar sembari dibumbui lelucon lelucon yang cukup menyegarkan susana.

Pada saat sampai ketika memperbincangkan pemerintahan desa dengan lurah yang baru tibalah kelucuan itu menjadi menjadi. Ada yang cerita kalau istri lurah yang baru menanyakan ke lurah yang lama sebetulnya gaji lurah itu berapa ? Jawaban lurah yang lama dengan bahasa jawa "cangkulen bengkok iku sampe geger mu bongkok". Istri lurah yang lama dapatlah menangkap maksud tersebut artinya lurah tidak digaji dan gajinya dari tanah bengkok desa yang tidak subur dan kurang menguntungkan. Sampai akhirnya ada lagi cerita yang sangat menggelikan ketika lurah yang baru katanya didatangi oleh penduduk secara beramai ramai karena lurah menjual pohon randu dipinggir jalan tanpa kompromi lagi. Temen saya yang pengurus kampung menyeletuk "Wah lurahe bingung yok opo carane nggolek duit gae mbalekno bondo ketika proses pemilihan lurah" (Lurahnya bingung bagaimana caranya cari uang buat mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan ketika proses pemilihan lurah).

Ada lagi yang cerita ketika rapat dibalai desa terlontar pembicaraan dari lurah secara eksplisit ingin menjual kali yang dilewati lahan developer yang sedang mengembangkan perumahan. Semua orang banyak tertawa termasuk juga BPD nya....hehehehe

Saudara saudara ku lihat lah kualitas lurah dan proses pemilihan lurah di desa, yang saya dengar mertuanya membantu proses biaya pemilihan dengan menjual sawahnya bagaimana dengan proses pemilihan presiden ? Mungkin bukan sawah yang dijual oleh mertuanya calon presiden tetapi pengusaha-pengusaha yang melingkarinya bersiap membantu dan tentunya dengan KOMPENSASI KOMPENSASI KUE baik itu melalui kebijakan politik maupun yang lainnya, ah ANDA kan tau sendirilah...hehehehe

Begitulah kalau kita sudah mendewakan uang dan uang menjadi segalanya segala proses proses politik harus dengan uang untuk menghasilkan pemimpin dan juga kebijakan yang akhirnya tidak memihak pada kepentingan rakyat banyak tetapi lebih pada kepentingan bisnis kaum tertentu..WADUW...kepalaku sakit...

Friday, October 26, 2007

Gajah Berkelahi siapa yang mati...?

Ketika saya menulis tulisan ini saya tidak memiliki pretensi apa apa tetapi saya sangat miris dengan nasib obyek penderitanya. Di TV dan kehidupan nyata baik itu kehidupan selebritis maupun kehidupan awam banyak kita jumpai berita yang istilah dalam pepatah melayu "gajah berkelahi pelanduk mati di tengah'. Ketika saya nonton berita gosip dua selebritis di republik ini yang berseteru tanpa henti maka yang saya bayangkan adalah anak hasil buah cinta mereka sebagai rasa kasih cinta Tuhan juga. Kepala dingin sudah dikalahkan oleh emosi dan syahwat. Walau pun dengan sebab yang beragam tetapi sepertinya mereka tidak memikirkan buah hati dan tidak jarang perebutan buah hatipun berlangsung ramai. Anehnya lagi tayangan ini ditayangkan pada pagi, siang dan sore hari yang anak-anak kecil pun dapat contoh yang tidak baik. Terkadang saya miris melihatnya karena anak-anak kecil lebih tahu tentang hal ini ketimbang belajar menghafal kali-kalian untuk memudahkan pelajaran matematika di sekolahnya.

Tayangan ini akan menjadi preseden buruk bagi yang lainnya tetapi yang ingin saya tulis adalah bagaimana nasib anak-anak yang masih belum mengerti apa-apa itu? Padahal sang buah hati sangat memerlukan kasih sayang dari kedua orang tua yang seharusnya menyanyangi dan melindungi mereka dengan pelukan dan ciuman kasih sayang sebagai penguat hati ketika mereka membutuhkannya.

Apalah jadinya ketika mereka hanya menemukan pertengkaran demi pertengkaran yang tiada henti sedangkan yang mereka butuhkan kedamaian ? Apalah jadinya perkembangan jiwa mereka ketika nanti beranjak ke remaja dan dewasa ?

Anak adalah peniru yang baik ....(katanya)..tetapi memang iya sih cobalah Anda amati anak Anda sendiri ketika sedang menonton televisi bagaimana lagak dan gayanya ketika dia ingin meniru gerakan dari penyanyi cilik yang dilihatnya,sungguh lucu dan menyenangkan sekali.

Wahai orang tua - orang tua yang sedang berseteru tidak kah kalian ingin menyaksikan kelucuan anak-anak Anda dengan bercengkrama bersama mereka ? Tidak kah senyum ompong mereka yang membuat kalian cepat-cepat pulang ke rumah untuk segera memeluk dan menciumnya sambil mendengarkan celoteh mereka karena mereka ingin didengarkan juga? Tidakkah rengek mereka yang selalu manja dan selalu minta digendong bila mereka merasakan badan mereka agak kurang sehat ? Tidakkah kalian merasakan kangen dengan tingkah mereka yang terkadang menjengkelkan ?

Cobalah merenungi diri...dan buanglah perasaan gengsi dan ego jauh jauh. Adakah kalian temukan jawaban bahwa tugas dan tanggung jawab kalian dalam membesarkan anak-anak sebagai titipan Tuhan di dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban ketika kehidupan setelah kematian datang ? Bila kalian tidak menemukan jawabannya cobalah tanya pada diri kalian; Apakah dalam hidup ini kalian sudah mengikuti tuntunan agama yang kalian anut? Hanya kalian yang bisa menjawabnya wahai bapak dan ibu, papa dan mama, bapak dan emak, abak dan emak ? Ditangan kalianlah karakter penerus akan terbentuk dengan segala kehendak Tuhan sebagai pemegang hak dalam merubah kehendak kalian para orang tua?

Bagi yang membaca tulisan ini mudah-mudahan kalian tergugah karena "Anaklah yang membuat kita termotivasi untuk berbuat lebih dan ingat kita harus mempersiapkan mereka dengan memberikan bekal yang sesuai dengan zamannya"

Thursday, October 25, 2007

BAYARLAH PAJAK DAN AWASI PENGGUNAANNYA ???

Sungguh menarik iklan yang ditayangkan televisi swasta dalam rangka sosialisasi kepada warga negara republik ini untuk taat membayar pajak dengan embel-embel awasi penggunaannya. Berarti selama ini penggunaannya tidak diawasi ya ??? Trus dana yang digunakan oleh anggota dewan untuk studi banding ngelencer itu apa ada dana nya dari hasil pungutan pajak gak ya ???

Pajak memberikan kontribusi terbesar pada pendapatan negara republik ini sampai dengan 73% dan penggunaannya tidak pernah dipublikasikan maksudnya sekian persen dialokasikan untuk bidang A sekian persen dialokasikan untuk bidang B dan sekian persen untuk bidang C.

Yang jelas kontribusi pajak untuk kepentingan publik dan mencerdaskan bangsa ini kurang signifikan. Bagaimana tidak, lha wong untuk pendidikan saja anggaran pemerintah tidak mengalokasikan sebesar 20% bagaimana yang lainnya ?? Alasannya nanti takut diselewengkan, YAH AWASI DONG PENGGUNAANNYA DAN TINDAK TEGAS PENYELEWENGANNYA !

Wong sudah merdeka 62 tahun saja jalur mudik pantura selalu menelan korban nyawa yang begitu banyak, artinya pemerintah belum mampu memberikan fasilitas transportasi massa pada rakyatnya. Ini terbukti dengan banyaknya rakyat yang memilih pulang dengan menggunakan kendaraan roda dua padahal perjalanan yang ditempuh lebih dari 100 km wah....kasihan benar bangsa ini selalu saja musibah datang silih berganti. Apa juga ini sebagai bukti kalau bangsa yang katanya mayoritas muslim ini belum baik shalatnya ? karena kalau sudah baik shalatnya mungkin gak gitu, saya agak aneh karena tiap tahun republik ini selalu memberangkatkan jemaah haji yang banyak. Tapi ada juga haji-haji yang ditangkap polisi karena terlibat kasus kasus kriminal.

Kalau sudah begitu dapatlah dikaji dan disimpulkan sementara bahwa shalat nya bangsa ini secara kumulatif belum baik dan belum sempurna. Kalau pajak kita diminta mengawasinya tapi kalau shalat tidak perlu kita mengawasinya karena yang lebih berhak MENGAWASI nya gak pernah tidur.

Semoga bangsa ini sadar dan kembali bangkit dari keterpurukannya, amiin.