Ketika membaca pemerintah daerah Jawa TImur akan mengadakan 1 juta hektar lahan sebagai penyangga pangan untuk daerahnya saya sedikit tertegun, bukan apa-apa...dalam hati saya berkata syukurlah kalau sudah mulai sadar dari kegilaannya selama ini. Seingat saya sudah sering pemerhati petani dan lingkungan yang menyuarakan untuk melakukan land reform dengan melarang pengembang perumahan untuk mendirikan perumahan di lahan yang produktif. Tapi apa lacur...ketika uang bicara dan birokrat pembuat kebijakan tergoda...semua bisa diatur.
Ketika kini bencana melanda dan global warming mendera dunia sibuk...dan saya berfikiran positif saja bahwa kebijakan yang masih dalam wacana dan belum menjadi realita ini salah satu imbas dari semua itu. Padahal dulu sudah sering disuarakan dan sebetulnya tidak ada yang baru dalam wacana ini. Itulah sebabnya bila saya memberikan wejangan kepada adik-adik mahasiswa di institut Islam saya selalu berkata kepada mereka "tipologi manusia Indonesia kebanyakan adalah manusia yang kuratif bukan tipologi manusia yang preventif". Bila sudah terjadi 'rame sana sini". Bukannya memikirkan bagaimana nantinya ya kalau begini atau begitu ?
Mudah-mudahan 1 juta ha untuk penyangga pangan ini menjadi kenyataan dan pemerintah daerah semestinya sudah perlu memikirkan ini bila memang harus melakukan pengembangan perumahan mengapa tidak vertikal saja dan itu perlu diundangkan mungkin. Saya sendiri tidak tahu apa sudah diundangkan atau belum tentang larangan pengunaan lahan produktif untuk hal-hal yang bersifat non produktif demi memenuhi kebutuhan pangan alias swasembada pangan untuk daerahnya sendiri. Seandainya setiap pemerintah daerah melakukan hal yang sama entah apa jadinya...bisa jadi label bangkok akan menemukan kompetitor baru dengan label 'wonosalam' misalnya...masak dipasaran selalu kata bangkok yang menjadi brand yang diincar pembeli berkelas alias berduit banyak, mulai dari durian bangkok, jambu bangkok , ayam bangkok dan bangkok bangkok lainnya....saya merindukan mendengar 'durian wonosalam, ayam mojokerto, jeruk pacitan, jambu ponorogo' misalnya...kapan...???? semoga itu dapat terwujud dengan segera ..amiin.
