Sungguh nikmat rasanya ketika saya menikmati debat antara menhut ms ka'ban, manajer humas kehutanan walhi propinsi sumatera utara, anggota DPR komisi Iv dan dari fihak kepolisian dengan pangkat irjen.
Yang membuat saya menikmatinya adalah antara ketidak puasan dari fihak WALHI dan KEPOLISIAN terhadap lepasnya atau diputus bebasnya sang AL tersangka kasus pembalakan liar di hutan lindung mandailing natal sumut. Sungguh terlihat perbedaan sudut pandang antara fihak kepolisian, menhut dan walhi sedang si anggota DPR sebagai fihak pengamat.
Satu hal yang saya lihat bahwa sebagai konsumsi publik debat ini menarik dan membuat saya menduga-duga karena ketidak seragaman sudut pandang dalam memandang masalah pembalakan liar...tapi terlepas dari itu semua yang jelas memang di republik ini sulit sekali untuk berkoordinasi. Mulai zaman pemerintahan orde baru sampai saat ini selalu saja saling tuding sepertinya memang setiap departemen itu memiliki kekuatan sendiri-sendiri sehingga tidak mau berinteraksi secara 'arif' untuk memperbaiki keadaan republik sehingga kami-kami rakyat ini merasakan perbaikan dari sisi kebijakan dan tindakan nyata dari hasil penerapan kebijakan. PERLU PEMBACA KETAHUI BAHWA REPUBLIK INI MEMANG MILIK SEGELINTIR ORANG YANG MEMILIKI KUASA DAN UANG. PERLU DICATAT ITU !!!
Yang jelas dari kacamata saya justru dari debat kusir itulah kelihatan bahwa pemerintah kurang serius dalam melindungi hutan yang katanya sebagai aset dunia sehingga orang luar pun ikut memperdulikan hutan republik ini sebab hutan mereka sudah habis ditebangi ketika revolusi industri dulu.
Satu hal yang membuat saya sangat terkesan dari debat publik ini bahwa ketika anda memiliki uang anda bisa melakukan segala galanya di republik ini termasuk membeli KEKUASAAN. Karena itulah seorang budayawan sampai bersumpah dengan menyebut DEMI ALLAH bahwa seluruh pemimpin dunia bersatu untuk memperbaiki keadaan di republik ini pasti mereka tidak akan mampu karena pelik dan kompleksnya permasalahan yang ada dan sebagai orang yang beragama sang budayawan berkata hanya ALLAH yang dapat mengubah republik ini ke arah yang lebih baik.
Kalau sudah begitu akhirnya saya berfikir bahwa dengan aktifnya beberapa gunung api akhir akhir ini mungkinkah itu sebagai skenario ALLAH untuk menumpas orang-orang jahat di bumi pertiwi ini dengan ledakan secara berbarengan (semoga) dan akhirnya menyisakan orang-orang baik untuk perbaikan dan kelangsungan republik ini ? Wallahu 'alam...tetapi dari debat ini semua publik tahu bagaimana kualitas pemerintahan kita sekarang ini dalam memerangi dan menangani kasus pembalakan liar.
Kalau sudah begitu timbul lagi pertanyaan apakah nanti anak cucu kita nanti masih dapat merasakan segarnya udara pagi ketika bangun dari tidur...karena bukan tidak mungkin ketika hutan sudah habis maka pohon pohon di dalam kota pun ditebangi semua oleh para pengusaha yang katanya memiliki izin itu...semoga itu tidak terjadi.
