Saya pernah membaca bahwa di banding vietnam perbandingan jumlah penduduk dengan dokter spesialis di negara ini sangat jauh dari harapan. Padahal vietnam itu kan baru agak tenangan sedikit dibanding negara ini yang sudah tenang sejak 60 tahuanan yang lalu. Apa yang salah kira-kira ya... Katanya kita membutuhkan 80 ribu dokter spesialis bahkan lebih. Ternyata ketika saya menjemput istri saya dan ngobrol di jalanan yang penuh debu terjawab sudah. Kebetulan istri saya bekerja sebagai hrd di salah satu rumah sakit swasta di surabaya. Istri saya bilang dokter si "A" itu sudah berulang kali tes di Surabaya, di Yogyakarta dan bahkan sampai Semarang tetapi tetap tidak diterima. Dokter "A" ini sudah lama praktek sebagai dokter di ugd rumah sakit tersebut dan berencana meningkatkan skillnya melalui sekolah mengambil spesialisasi.
Usut punya usut ternyata dokter "A" ini bukan lulusan universitas negeri tetapi lulusan universitas kedokteran swasta yang cukup di kenal di surabaya. Istri saya melanjutkan bahwa ada yang baru lulus S-1 tetapi karena anak dokter dan bekingannya profesor maka langsung diterima melanjutkan ke spesialisasi. Saya sebagai orang awam sangat tidak mengerti dengan hal-hal seperti ini tetapi mungkin untuk kalangan orang-orang yang berkecimpung dalam rumah sakit sangatlah maklum.
Yang saya mengerti cuma begini kalau memang orang tersebut mampu dari sisi akademis dan finansiil mengapa kok tidak diberi kesempatan untuk meningkatkan skill nya melalui sekolah spesialsisasi ? Apa karena lulusan S-1 dari swasta?
Terkecuali memang tidak memiliki kompetensi dua-duanya dan banyak terjadi mal praktek barangkali ini bisa dimaklumi. Kalau sudah begini timbul lagi pertanyaan "BUAT APA SEKOLAH SWASTA DIDIRIKAN?". Padahal harus kita akui banyak sekolah swasta yang lebih bermutu dari negeri untuk fakultas-fakultas tertentu.
Ah..negeri ku masih sakit...banyak memang yang perlu dibenahi sehingga anak bangsa ini bisa berkompetisi dengan fair, sportif sehingga dapat menciptakan mobilitas sosial yang tinggi yang dapat membuat bangsa ini lebih maju dan berkompetensi dengan bangsa lain di dunia. Kapan....ya.....????
Mungkin nunggu kucing keluar tanduknya kale....
