Wednesday, August 15, 2007

PASPOR

Paspor ini mirip buku rapot (begitu kita menyebutnya ketika naik-naikan kelas jaman dulu. Kecil dan mudah untuk disimpan disaku. Ngomong-ngomong soal paspor saya jadi teringat ketika tanya-tanya calo di daerah Surabaya sewaktu mau membikin paspor. Bervariasi harga yang ditawarkan. Untuk 48an halaman ada yng menawarkan 450an rebu sampai 500an rebu. "Resminya ini sih cuma 300rebu pak", begitulah kata salah satu calo yang menawarkan jasa. Dengan uang segitu kita tinggal datang diambil sidik jari dan foto katanya. Waduh marjin yang mereka ambil lumayan juga yah...makanya ada wartawan yang beralih profesi ketika melihat manisnya uang yang berputar di kantor imigrasi di salah satu daerah Surabaya tersebut. Waduh mak....

Saya jadi menduga-duga bahwa apa yang menyebabkan itu semua dan saya sangat meyakini jelas percaloan ada 'main' dengan orang dalam. Sebab katanya kalau tidak begitu kita mengurus sendiri 'agak lama'. Mengapa ? Cuma mereka yang tahu. Atau pegawai kantor tersebut kurang 'kenyang' dan masih lapar karena gaji pegawai di Indonesia ini kan tidak begitu baik. Jadi kalau ada pegawai yang memiliki mobil dan rumah mewah dan itu tidak sepadan dengan pangkatnya maka bisa jadi bahan omongan kiri kanan.

Saya jadi menduga-duga sampai kapan ini akan berlangsung kalau katanya kita menggalakkan penggilasan korupsi ? Wong pejabat yang vokal saja bisa cepat dimutasi apalagi ada orang 'kecil' yang berusaha menyuarakan kebenaran maka dia akan dianggap pahlawan kesiangan alias mimpi disiang bolong.

Saya jadi berhitung pendapatan calo-calo tersebut secara kotor dari satu orang yang mengurus paspor bersih dia dapat 50 rebu setelah setor sana setor sini maka bila dia mendapatkan 5 orang saja sehari, berarti dalam sebulan dengan 25 hari kerja dia akan mengantongi 6 juta 250 rebu. Wah gaji profesor saja kalah yang cuma 2 jutaan. Makanya bangsa ini tidak menjadi bangsa yang berbudaya dan cerdas karena gaji profesor lebih kecil dari gaji seorang calo. (Maaf lho ?)

No comments: