Thursday, August 09, 2007

Orang miskin pun dilarang bertindak kriminal

Terilhami menonton berita pagi dari salah satu stasiun tv swasta yang memberitakan 'mantan pejabat di salah satu kabupaten jawa timur bebas menjadi tahanan kota karena telah memberikan uang jaminan yang tidak sepadan dengan nilai yang telah dikorup'. Saya jadi tertawa dalam hati...inilah negara yang mungkin sebentar lagi akan diazab oleh ALLAH dengan azab yang lebih besar lagi. Bagaimana tidak ditengah kondisi masyarakat yang terpuruk kondisi ekonominya peradilan negara ini masih saja seperti ketika saya SMP dulu masih tetap uang lebih banyak berbicara ketika di peradilan. Ala hasil timbullah sebuah anekdot 'melaporkan kehilangan kambing malah kehilangan sapi'.

Wajah peradilan dunia di negara ini memang aneh dan susahnya menebak keputusan hakim yang menyatakan kemenangan dari si penggugat karena merasa harga dirinya terinjak. Putih bisa jadi hitam dan sebaliknya. Benarlah profesi yang diingatkan oleh Nabi bahwa profesi yang harus sangat berhati-hati dalam menjalankannya ini. Saya juga jadi miris ketika menonton berita lanjutan bahwa dua orang pemuda dihajar massa sampai babak belur dan hampir saja dibakar massa, untung aparat keamanan cepat datang dan menyelamatkan dua pemuda tersebut yang ketahuan mencuri uang 20.000 rupiah buat mabuk menurut pengakuan dua pemuda tersebut.

Apa relevansi hukum yang diberlakukan untuk pejabat dan dua pemuda tadi merupakan gambaran carut marutnya wajah hukum di negara ini yang katanya menjunjung tinggi hukum. Allahu Akbar !! Analisis saya bisa jadi terorisme yang ditudingkan pada pelakunya selama ini juga erat kaitannya dengan pelaksanaan hukum di negara ini karena ada PERASAAN TIDAK PUAS yang terlalu lama sehingga mengkristal dan mengendap menjadi butiran keras yang membuat banyak rakyat negeri ini menjadi dendam dan tidak taat untuk memenuhi aturan negara yang harus dan wajib dilaksanakan oleh rakyat.

Banyak contoh-contoh kasus yang terjadi di masyarakat yang sangat tidak mencerminkan bahwa hukum dinegara ini tidak berjalan dengan baik. Kalau sudah begini bagaimana jadinya wajah negara ini 10 tahun kedepan ?? Tengok saja bila ada pejabat yang berusaha memberantas praktek-praktek korupsi bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak akan lama menjabat di daerah tersebut dan biasanya tidak lama kemudian akan dimutasi. Mudah-mudahan pemerintah memiliki keberanian untuk memperbaiki negara ini dan membuat aturan hukum yang bijak serta berani pula membuat produk hukum sendiri, tidak harus mengekor pada produk hukum yang masih warisan belanda itu.

Saya terkadang merenung kapan ya...wajah peradilan di negara ini menghasilkan kebijakan dengan berpijak pada asas kebenaran dan keadilan ??
Allah yang Maha Tahu.....

No comments: